cover
Contact Name
suhartini
Contact Email
tiensahmad1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
direktorat@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
ISSN : 23561718     EISSN : 26852195     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menggambarkan Media informasi kesehatan scopenya meliputi; keperawatan, kebidanan, analis kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
HUBUNGANANTARA KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL PADA PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PERSALINAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS WARUNGGUNUNG KABUPATEN LEBAK 2016 Nintinjri Husnida; Nani Yuningsih
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.38 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i1.71

Abstract

Tingginya angka kematian ibu setiap tahun dan semakin meningkat, sehingga perlunya melihat hubungan antara keikutsertaan ibu hamil pada program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan kejadian komplikasi persalinan di Wilayah kerja Puskemas Warunggunung Kabupaten Lebak 2016. Berdasarkan gambaran tentang tingginya Angka kematian ibu di Provinsi Banten, maka dirumuskan masalah penelitian bagaimanakah hubungan antara keikutsertaan ibu hamil pada program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan kejadian komplikasi persalinan, sedangkan hipotesis yang dirumuskan terdapat hubungan antara keikutsertaan ibu hamil pada program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan kejadian komplikasi persalinan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi kohort dan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan 48 responden, dengan total populasi. Data penelitian diambil secara primer menggunakan kuesioner. Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan Chi-Square. Dari hasil penelitian secara univariat menunjukkan jumlah ibu yang tidak memanfaatkan P4K sebesar 31,3 %, kejadian komplikasi sebesar 33,3% . Dari hasil uji bivariat didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keikutsertaan ibu hamil pada program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan kejadian komplikasi di wilayah kerja Puskemas Warunggunung Kabupaten Lebak 2016 dan nilai 0,008 (p < α) dapat diartikan bahwaada hubungan ibu hamil yang mengikuti P4K dengan kejadian komplikasi. Dapat disimpulkan bahwa Terdapat hubungan signifikan antara pemanfaatan P4K pada ibu hamil dengan kejadian komplikasi persalinan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI IBU DALAM PELAKSANAAN SENAM HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPOCOK JAYA KOTA SERANG PROVINSI BANTEN TAHUN 2016 Afni Yulianti; Melly Halimatussaadiah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.233 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i1.72

Abstract

Hasil SDKI 2012 menyebutkan angka kematian ibu (AKI) melonjak drastis 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Padahal sebelumnya AKI dapat ditekan dari 390 per 100 Ribu kelahiran hidup (1991) menjadi 228 per 100 ribu kelahiran hidup (SDKI 2007). Angka Kematian Bayi (AKB) juga masih tinggi yaitu 32 per 1.000 kelahiran hidup. Senam hamil adalah terapi latihan gerak yang diberikan kepada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental untuk mengahadapi dan mempersiapkan persalinan yang cepat, aman dan spontan (Huliana, 2001).Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ibu dalam pelaksanaan senam hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Cipocok Jaya Kota Serang Provinsi Banten Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik, dengan desain penelitian cross sectional (potong lintang), Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Cipocok Jaya, Kota Serang. Jumlah Populasi penelitian ini adalah 115 orang Penelitian ini menggunakan teknik sampling, yaitu random sampling terhadap ibu hamil di Trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Cipocok Jaya, Serang, Banten dan bersedia menjadi responden sebanyak 89 orang. Instrumen penelitian kuantitatif dan menggunakan data primer. Dalam penelitian ini dilakukan dengan memakai uji kai-kuadrat. Hasil penelitian dari analisis univariat berdasarkan motivasi untuk melakukan senam hamil (76.4 %), pengetahuan kurang terhadap senam hamil (95,5%), tidak ada media yang menginformasikan tentang senam hamil (76,4%), dukungan dari keluarga untuk melakukan senam hamil (84,3%), sebagian kecil belum memiliki fasilitas untuk melakukan senam hamil (43,8%). Hasil dari bivariate ada beberapa variabel memiliki hubungan yang bermakna antara lain yaitu media informasi dan fasilitas senam hamil dan ada variabel yang tidak terdapat hubungan yang bermakna yaitu pengetahuan dan dukungan keluarga. Secara bivariat diperoleh rata–rata P Value = kurang dari 0,05 (P<α) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan sedangkan yang tidak berhubungan adalah paritas dengan hasil P Value = lebih dari 0,05 (P>α). Pentingnya senam hamil bagi kesehatan ibu hamil maka diharapkan Puskesmas sebagai tempat pelayanan primer mampu memfasilitasi kegiatan senam hamil dan masyarakat mendukung terlaksananya kegiatan senam hamil secara rutin.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN SERTA KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARUNGGUNUNG TAHUN 2016 Nurul Misbah; Ayi Tansah R
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.703 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i1.73

Abstract

Peranan kader sangat penting karena kader ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaan program Posyandu. Bila kader tidak aktif maka pelaksanaan posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan akibatnya pelayanan di posyandu akan terhambat yang berdampak pada cakupan kunjungan ibu dan bayi/balita. Keikutsertaan dan keaktifan kader di posyandu diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat. Karena Kader merupakan titik sentral dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Namun keberadaan kader relatif labil karena partisipasinya bersifat sukarela sehingga tidak ada jaminan untuk tetap menjalankan fungsinya dengan baik seperti yang diharapkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran serta kader posyandu dalam deteksi dini risiko kehamilan di wilayah Kerja Puskesmas Warunggunung Kabupaten Lebak Tahun 2016. Desain penelitian deskriptif analitik dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Jumlah Populasi berjumlah 270 orang sedangkan sampel pada penelitian ini adalah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Warunggunung sebanyak 75 orang, Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan Masih ada sebagian kecil peran serta kader posyandu kurang (26,7%), hampir setengahnya pengetahuan kader posyandu kurang (45,3), sebagian besar kader posyandu tingkat pendidikannya rendah (65,3%), sebagian kecil kader posyandu tidak pernah mengikuti pelatihan kader (30,7%), masih terdapat kader posyandu bersikap negatif terhadap deteksi dini pada kehamilan ( 32,0%), hampir setengahnya kader posyandu pengalaman menjadi kader < 10 tahun (48,0%), terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan riwayat pelatihan dengan peran kader Posyandu di Kecamatan Warunggunung. Tidak terdapat hubungan antara, Pendidikan dan Pengalaman dengan Peran Kader Posyandu di Kecamatan Warunggunung. Puskesmas khususnya bidan desa hendaknya meningkatkan kegiatan pelatihan dan pembinaan kepada kader-kader posyandu terkait deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil secara periodik.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI KELAS VIII SMPN 2 DESA TAMBAK BAYA KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK TAHUN 2016 Suhartini Suhartini
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.727 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i1.74

Abstract

Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita. Usia menarche dapat bervariasi pada setiap individu. Secara umum usia menarche terjadi pada usia 12-15 tahun, pada usia ini pendidikan yang ditempuh adalah SMP. Dalam 100 tahun terakhir, usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda. Semmel weiss menyatakan bahwa 100 tahun yang lalu usia gadis-gadis Vienna pada waktu menarche berkisar antara 15-19 tahun. Sekarang usia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi lebar, yaitu antara 10-16 tahun tetapi rata-rata 12,5 tahun. Hasil penjajakan awal melalui wawancara dengan pengelola program UKS di puskesmas Mandala dikemukakan bahwa belum pernah dilakukan penelitian terkait usia menarche pada siswi kelas VIII SMPN 2 desa Tambak Baya kabupaten Lebak yang termasuk ke dalam di wilayah kerja puskesmas Mandala. Penelitian ini bertujuan untuk meanganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan usia menarche pada siswi kelas VIII SMPN 2 desa Tambak Baya kecamatan Cibadak kabupaten Lebak tahun 2016. Metodelogi penelitian ini menggunakan desain “crossectional” Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII SMPN 2 desa Tambak Baya kecamatan Cibadak kabupaten Lebak berjumlah 100 orang, Sedangkan sampel penelitian sama dengan populasi. Tehnik pengambilan sampel secara purporsive sesuai dengan tujuan penelitian ditujukan kepada siswi saja. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2016 sampai Nopember 2016. Pada penelitian ini penulis akan mengkaji lebih dalam tentang usia menarche pada wilayah pedesaan, karena dari beberapa penelitian terdahulu dilakukan diwilayah perkotaan. Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar siswi menarche >12 tahun (65%), Hampir seluruhnya pendidikan ibu ≤ SLTP (97%), sebagian besar usia menarche ibu > 12 tahun (82%), sebagian usia pengenalan komunikasi HP usia > 10 tahun (67%), sebagian besar sumber informasi menarche diperoleh melalui media non formal (77%), hampir seluruh siswi aktifitas fisik olah raga ≤ 2 kl per minggu (96%), sebagian besar status gizi siswi ≤ Kurang (63%). Ada hubungan bermakna antara sumber informasi dengan usia menarche (OR 0,3).Ada hubungan bermakna antara status gizi dengan usia menarche (OR 2,5). Tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan ibu, usia menarche ibu, usia pengenalan media komunikasi HP, aktivitas olah raga dengan usia menarche. Hasil analisis faktor risiko usia menarche diketahui ada hubungan bermakna antara sumber informasi dan status gizi dengan usia menarche. Kepada pihak sekolah disarankan untuk memberikan informasi formal melalui mata pelajaran terkait kesehatan reproduksi disekolah, mendatangkan nara sumber, serta menyebarluaskan informasi formal tentang menarche melalui buku saku, brosur, Leaflet. Kepada puskesmas diharapkan dapat menyebarluaskan informasi tentang menarche melalui penyuluhan, poster, brosur, leaflet, dan lainnya.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DARI DAUN ALOCASIA MACRORRHIZOS DENGAN METODE DPPH Syarah Anliza; Hamtini Hamtini
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.493 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i1.75

Abstract

Penyakit degenaratif seperti kanker, tekanan darah ting, dan sebagainya semakin banyak dan mudah ditemui dikalangan masyarakat. Pola hidup yang praktis dan instan, khususnya pada pemilihan makanan, memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Radikal bebas adalah molekul yang sangat rekatif karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dalam orbital luarnya. Kerja radikal bebas dapat dihambat oleh antioksidan yakni zat yang dapat memperlambat dan mencegah terjadinya oksidasi molekul. Adanya senyawa antioksidan mengurangi timbulnya penyakit kronis. Tanaman Alocasia macrorrhizos merupakan tanaman alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol dari daun Alocasia macrorrhizos dengan menggunakan metode DPPH. Pelarut yang digunakan adalah metanol. Ekstraksi metanol dari daun Alocasia macrorrhizos dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui kandungan pada daun tersebut. Hasil ekstraksi selanjutnya diuji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH, yang mana pembanding adalah vitamin C. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ekstrak metanol dari daun Alocasia macrorrhizos terdapat senyawa flavonoid. Hasil uji aktivitas antioksidan didapatkan IC50 sebesar 314,885 ppm.
UJI EKSTRAK DAUN ALOCASIA MACRORRHIZOS SEBA GAI ANTIBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO Hamtini Hamtini; Syarah Anliza; Shufiyani Shufiyani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.571 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i1.76

Abstract

Antibakteri adalah subtansi kimia yang dihasilkan oleh mikroba dan dapat menghambat pertumbuhan mikroba lain, pada saat ini dikenal dengan istilah antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan adanya resistensi antibiotik. Penemuan berbagai senyawa obat baru dari bahan alam semakin memperjelas peran penting metabolit sekunder tanaman sebagai sumber bahan baku obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak metanol daun Alocasia macrorrhizos. Ekstrak metanol daun kemudian dilakukan dengan uji fitokimia. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar, bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Konsentrasi yang digunakan untuk uji aktivitas antibakteri adalah 40%, 20%, 10%, dan 5%. Untuk kontrol positif, digunakan antibiotik tetraxiclin 1%. Sedangkan, hasil uji fitokimia didapatkan komponen-komponen senyawa seperti flavonoid, tanin, dan steroid. Hasil uji aktivitas antibakteri didapatkan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 40% sebesar 3,7 mm untuk Staphylococcus aureus dan untuk Escherichia coli diameter zona hambat tertinggi pada konsetrasi 40% sebesar 2,56 mm.
PENDAMPINGAN IBU NIFAS MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI DI TANGERANG Erna Mesra; Tuti Resnawati; Ermawati Dalami
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 2 (2017): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.577 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i2.77

Abstract

Air Susu Ibu adalah makanan terbaik bagi bayi. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan pada bayi berumur 0-6 bulan. Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif bagi ibu maupun bayinya. Manfaat memberikan ASI bagi ibu menjalin kasih sayang dan mengurangi perdarahan pasca melahirkan, mempercepat pemulihan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan bagi ibu (Depkes RI, 2011). Teknik menyusui cara memberikan ASI pada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Praktik menyusui dilakukan dalam suasana yang santai bagi ibu dan bayi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan ibu nifas terhadap kemampuan praktik pemberian ASI Jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan Statistik Group Comparison pre dan post-test. Hasil Ada Perbedaan signifikan pengetahuan ASI sebelum dan sesudah pendampingan pada kelompok intervensi didapatkan mean 16,89 dan t test 13,116 dan p value 0.000. Perbedaan keterampilam praktik pemberian ASI secara signifikan sebelum dan sesudah pendampingan mean 12,00 dan t test 3,851, p value 0,000 ada perbedaan signifikan kemampuan praktik pada kelompok intervensi Saran: bidan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penyuluhan tentang persiapan menyusui sejak pasca melahirkan untuk menyusui bayi dan dipastikan memberikan ASI Ekslusif pada bayi sampai umur 2 tahun
ANEMIA PADA KEHAMILAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO PERDARAHAN POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT Oktaviani Oktaviani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 2 (2017): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.035 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i2.78

Abstract

Anemia merupakan salah satu faktor risiko perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum jika tidak tertangani dengan baik, kasus ini meningkatkan kematian maternal. Berdasarkan data ruang kebidanan RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, jumlah kasus tahun 2010 berjumlah 15 kasus mengalami peningkatan menjadi 40 kasus pada tahun 2011, tahun 2012 berjumlah 34 kasus, dan tahun 2013 jumlah 24 kasus dan tahun 2014 berjumlah 18 kasus. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan anemia pada kehamilan dengan perdarahan postpartum. Rancangan penelitian ini case control. Sampel kasus penelitian ini adalah ibu bersalin dengan diagnosa perdarahan postpartum berjumlah 44 responden. Kelompok kontrol adalah ibu bersalin yang tidak mendapatkan diagnosa perdarahan postpartum berjumlah 44 responden. Analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan anemia pada kehamilan (p=0,00) ada hubungan bermakna dengan perdarahan postpartum. Variabel lain usia ibu (p=0,02), paritas (p=0,00), retensio plasenta (p=0,00) dan induksi persalinan (p=0,00) ada hubungan bermakna dengan perdarahan postpartum. Spasing (p=0,23) dan riwayat perdarahan postpartum (p=0,31) tidak ada hubungan dengan perdarahan postpartum. Simpulan anemia pada kehamilan ada hubungan bermakna dengan perdarahan postpartum. Usia ibu, paritas, retensio plasenta dan induksi persalinan faktor lain berhubungan dengan perdarahan postpartum.
PENGARUH METODE CERAMAH DAN DISKUSI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN HIV/AIDS PADA SISWA SMP ARRAHMAN KOTA TANGERANG 2014 Wasludin Wasludin
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 2 (2017): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.444 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i2.79

Abstract

Sasaran strategis Kemenkes tahun 2010 – 2014 yaitu menurunnya prevalensi HIV pada penduduk usia 15-49 tahun menjadi <0,5%, meningkatnya persentase penduduk usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV-AIDS dari 65% menjadi 95%, dan meningkatnya jumlah penduduk usia 15 tahun atau lebih yang menerima konseling dan tes HIV dari 300.000 menjadi 700.000. Kondisi tahun 2011, data–data menunjukan epidemi jalan terus dengan sangat cepat, pengetahuan masyarakat masih rendah, layanan kurang optimal, cakupan masih rendah, dan akses masyarakat terbatas. Tujuan Penelitian adalah Ingin mengetahui metode yang lebih baik dan cocok untuk menyampaikan edukasi tentang HIV/AIDS kepada siswa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan rancangan eksperimental ulang (pre test-post test controle group design), yaitu subjek dibagi 2 kelompok, pada masing-masing kelompok dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan responden tentang HIV/AIDS meningkat antara sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan baik dengan metode ceramah maupun dengan metode diskusi. Nilai rata-rata pengetahuan dengan metode ceramah lebih tinggi dibadingkan dengan nilai rata-rata pengetahuan dengan metode diskusi. Hasil uji statistik diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah (p=0,000), ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode diskusi (p=0,003), dan ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan responden antara metode ceramah dan metode diskusi (p=0,000). Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan responden antara metode ceramah dan metode diskusi (p=0,000).
HUBUNGAN ANTARA SUMBER INFORMASI, PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KRAMATWATU KABUPATEN SERANG TAHUN 2017 Jumiati Jumiati; Umalihayati Umalihayati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 4 No 2 (2017): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.319 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v4i2.80

Abstract

Pneumonia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama pada Balita. Menurut sumber Ditjen P2P Kemenkes RI tahun 2017 ditemukan jumlah kasus Pneumonia pada Balita sebesar 57,84% atau 503.738 Balita dari target penemuan kasus pneumonia pada balita sebanyak 870.893 orang, sedangkan di Propinsi Banten ditemukan jumlah kasus Pneumonia pada Balita sebesar 57,84% atau 503.738 Balita dari target penemuan kasus pneumonia pada balita sebanyak 870.893 orang. Tahun 2015 di Puskesmas Kramatwatu ditemukan balita dengan pneumonia sebanyak 1.725 balita (19,4%) dari jumlah keseluruhan balita yaitu 8.894 jiwa Balita dan dan yang mendapatkan penanganan kasus sebesar 438 balita (25,4%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perilaku hidup sehat ibu yang menjadi faktor dominan terhadap resiko kejadian ISPA Pneumonia pada Balita di Wilayah Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang Tahun 2016. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah observational analytic dengan rancangan penelitian case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang Tahun 2016. Sampel penelitian ini terdiri dari kelompok kasus 110 dengan balita yang menderita ISPA Pneumonia dan kelompok control 110 Balita yang tidak menderita ISPA Pneumonia. Uji coba instrumen penelitian dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuisioner dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Pengolahan data dilakukan dengan cara Editing, scoring, coding dan Tabulating dengan menggunakan analisa data univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian Univariat didapatkan Balita yang mengalami Pneumonia 48,4% , ibu dengan pengetahuan yang rendah 24,2%, ibu yang belum terpapar informasi tentang Pneumonia 32,6% dan Ibu yang memiliki Perilaku tidak sehat 41,1%. Sedangkan analisis Bivariat diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara Sumber Informasi, Pengetahuan, Perilaku Ibu dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di wilayah Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang Tahun 2017. Saran yang dapat disampaikan untuk menurunkan angka kejadian Pneumonia pada Balita yaitu memberikan informasi tentang penyakit Pneumonia pada Balita melalui penyuluhan di Posyandu, Puskesmas ,Pengajian atau kegiatan lain yang ada di masyarakat.

Page 4 of 25 | Total Record : 248