cover
Contact Name
Dody Candra Harwanto
Contact Email
dcharwanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dcharwanto@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro 233 Ungaran, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja
ISSN : 25797565     EISSN : 26851253     DOI : 10.37368
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Abdiel merupakan kumpulan artikel ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja. Jurnal ini sangat terbuka untuk menjadi wadah bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam melatih dan mengembangkan budaya akademik sesuai dengan bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Pandemic!: COVID-19 Shakes the World oleh Slavoj Žižek Andrian, Kornelius Roma
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.381

Abstract

Job's Body and the Dramatised Comedy of Moralising Sihombing, Salomo
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.454

Abstract

Grooving in Christ: Menggunakan Metafora Jazz dalam Melihat Signifikansi Kristus di Dunia Situmeang, Aulia Simon Partogi
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i2.582

Abstract

Tulisan ini hendak melihat signifikansi Kristus di dunia dengan menggunakan metafora musik jazz. Di dalam wacana teologi, telah banyak karya yang membicarakan tentang hubungan antara jazz dan teologi Kristen. Akan tetapi, penekanannya kerap berfokus hanya kepada relevansi metafora ini dalam kehidupan etis Kristen. Tulisan ini hendak memperdalam percakapan tersebut dalam terang pertanyaan penelitian: bagaimana metafora jazz dapat mengamplifikasi tidak hanya percakapan tentang kehidupan Kristen sebagai tubuh Kristus, tetapi juga realitas hubungan ciptaan dan Pencipta yang termediasi di dalam Kristus? Saya berargumen bahwa kendati metafora jazz memiliki kontribusi yang penting bagi kehidupan Kristen, percakapan keduanya harus dimulai dengan pembicaraan tentang hubungan jazz dengan Kristus. Untuk mendukung argumen ini, tulisan ini pertama-tama akan membahas tentang bagaimana metafora jazz telah dan dapat menjadi berguna bagi teologi. Kemudian, tulisan ini akan berfokus kepada improvisasi, sebagai salah satu hal yang sangat esensial bagi jazz, dan memetakan bagian yang menurut tulisan ini dapat digunakan dalam teologi. Setelah itu, tulisan ini akan membahas bagaimana metafora jazz dihubungkan dengan percakapan tentang Kristus, dan mengapa pembahasan ini dapat mengamplifikasi percakapan tentang metafora jazz dan kehidupan etis Kristen This article aims to take a look at the significance of Christ in the world through the metaphor of jazz music. In theological discourse, there had been many studies conducted on the relationship between jazz and Christian theology. However, those studies are often focused on the metaphor’s relevance for the Christian ethical life. This article thus deepens the conversation through the research question: how can jazz metaphor amplify not just the discourse regarding Christian life as the body of Christ, but also the reality of the Creator-creation relationship mediated in Christ? I argue here that despite its significance to the Christian life, the discourse between jazz and theology should first begin with the relationship between jazz metaphor and Christ. To prove this argument, this article would first discuss how jazz methapor has and can be used for theology. Then, it would drive its attention to improvisation, which is one of the most essential element in jazz, and dwelve within its components that this article thinks can be utilized theologically. Afterwards, it would articulate how jazz methapor can be associated to the Christological discussion, and why this can amplify the discourse between jazz methapor and the Christian ethical life.
Politik Ketakutan dan Harapan: Refleksi Kritis dalam Bingkai Teologi Publik bagi Masyarakat Multiagama Indonesia untuk Melawan Rasa Takut Kolektif dan Polarisasi Andrian, Kornelius
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.599

Abstract

Melampaui Antropocentrism: Ekoteologi dan Etika Lingkungan dalam Dialog, Sebuah Pendekatan Interdisipliner Untuk Keberlanjutan dan Keadilan Ekologis Sumule, Linus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i2.625

Abstract

The current ecological issue has become a global challenge, one of the triggers of the current ecological issue is the human understanding that considers itself superior and anthropocentric. Responding to these fundamental problems needs to be addressed for the future sustainability of the earth. Interdisciplinary theology is present as an approach that bridges one or more disciplines to direct global issues that are being wrestled with. This research uses descriptive qualitative methods, collection and development of information through literature studies to answer the problem formulation being studied. The description contains ecological problems and interdisciplinary dialogues between eco-theology and environmental ethics to direct anthropocentric attitudes as the root of ecological problems. This research aims to provide new breakthroughs towards sustainability and ecological justice. The results of the study show that interdisciplinary theology provides a relevant and profound foundation for facing ecological challenges and shifting the human paradigm as a ruler of nature towards a wise and sustainable attitude.
Ajaran “Pembenaran” pada Komunitas Qumran: Sebuah Eksegesis terhadap 1QHa 9:22-35 Santoso, Agus; Lie, Lie Sioe
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.666

Abstract

Naskah Hodayot yang ditemukan di gua pertama di Qumran, yang diberi teknis pencatatan 1QHa 9:22-35, merupakan lagu-lagu ucapan syukur yang memiliki karakter "doa pengakuan dosa" dan bersifat eskatologis-apokaliptis. Kelompok pengampu (milieu) dari Hodayot adalah kelompok maskilim yang memiliki karakter apokaliptis. Pesan teologis dari hodayot adalah ajaran pembenaran yang sangat mempengaruhi teologi Paulus. Ajaran pembenaran ini sangat memengaruhi teologi antropologis yang berbanding terbalik dengan kedaulatan dan kemuliaan Allah, yang harus diwartakan. Karakter ini juga sangat mempengaruhi teologi Paulus pada khususnya dan teologi Perjanjian Baru pada umumnya.
Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Berwawasan Multikultural di SMA Kristen 1 Salatiga terhadap Sikap Toleransi Antar Peserta Didik yang Berbeda Agama dan Keyakinan Firmanto, Rendy Deo; Astuti, Sianny
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen 1 Salatiga dan seberapa besar pengaruhnya terhadap sikap toleransi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan analisa data memanfaatkan software SPSS. Populasi penelitian adalah peserta didik di SMA Kristen 1, Salatiga yang berjumlah + 500 orang, dengan pengambilan sampel dengan sistem simple random sampling. Setelah dilakukan analisa data dengan sampel sebanyak 76 peserta didik, maka diketahui bahwa pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen 1 Salatiga memiliki pengaruh yang positif terhadap sikap toleransi antar peserta didik yang berbeda agama dan keyakinan. Persentase pengaruh pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen 1 terhadap sikap toleransi antar peserta didik yang berbeda agama dan keyakinan dengan pengaruh sebesar 30,5% sedangkan 69,5% ipengaruhi oleh factor yang lainnya dan determinasi kolerasinya sebesar 70,1% sehingga masuk dalam kategori korelasi kuat. Dengan tingkat korelasi yang kuat, maka pendidikan multikultural dapat menjadi variable predictable yang dapat digunakan untuk memprediksi hasil penelitian yang sama di lokasi yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini bahwa pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen Salatiga memberikan pengaruh yang kuat terhadap sikap toleransi peserta didik. Artinya pendidikan multikultural dapat menjadi salah satu alternatif solusi atas masalah mendasar berkaitan dengan konflik bernuansa SARA di Indonesia. Oleh sebab itu hal ini penting untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan agama.
Menguak Esensi Kemerdekaan: Menafsir Galatia 5:1-26 Menggunakan Lensa Kasampurnan Syekh Siti Jenar Say, Eby
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i2.695

Abstract

Tulisan ini hendak menggumuli teks dalam Surat Galatia 5:1-26 seputar pesan Paulus kepada jemaat di Galatia yang tengah mengalami kebimbangan iman. Jemaat di Galatia terombang-ambing dan mudah dipengaruhi oleh ajaran yang Paulus anggap tidak sesuai dengan prinsip hidup bagi orang yang sudah dimerdekakan oleh Kristus. Namun demikian, berkaitan dengan dimerdekakan oleh Kristus juga menjadi persoalan hermeneutis karena dalam pesannya kepada jemaat di Galatia. Paulus tidak mengelaborasi berkaitan dengan kemerdekaan yang dimaksudnya. Dalam pada itu, penulis akan menggali dimensi spiritual yang terkandung dalam Surat Galatia 5:1-26 untuk mendapat pengayaan makna. Langkah penafsiran yang penulis kerjakan adalah dengan menggunakan salah satu metode hermeneutik yang dikenal dengan istilah teknis seeing through. Adapun lensa yang penulis gunakan berasal dari konsep yang terdapat pada tradisi religius lain dalam hal ini Islam-Jawa, yaitu ajaran kasampurnan Syekh Siti Jenar. Hasilnya, melalui lensa tersebut penulis memahami bahwa dimerdekakan oleh Kristus berarti Allah telah menyingkapkan diri kepada umat-Nya namun demikian umat-Nya memiliki tanggung jawab untuk menginternalisasi dan mengalami transformasi dari peristiwa penyingkapan tersebut. Bagi orang yang sudah memahami esensi kemerdekaan dalam Kristus, maka hidupnya akan dipimpin oleh Roh yaitu Roh al-Haqq yang bersemayam dalam relung jiwanya hingga kemudian orang tersebut mampu menghasilkan buah Roh, mampu memilah yang fana dan baka serta tidak dipusingkan lagi dengan syariat agama. This paper explores the text in Galatians 5:1-26 about Paul's message to the Galatians who were experiencing wavering faith. The Galatians were swayed and easily influenced by teachings that Paul deemed incompatible with the principles of life for people who have been set free by Christ. However, being set free by Christ is also a hermeneutical issue because in his message to the Galatians. Paul does not elaborate on freedom. In this regard, this article attempts to explore the spiritual dimension contained in Galatians 5:1-26 to gain enrichment of meaning. The interpretive step that this article takes is to use one of the hermeneutic methods known as the technical term seeing through. The lens that this article uses comes from the concept found in other religious traditions, in this case Islamic-Javanese, namely the kasampurnan teachings of Sheikh Siti Jenar. As a result, through this lens this article understands that being liberated by Christ means that God has revealed Himself to His people, however, His people have the responsibility to internalize and experience the transformation of the revelation event. For people who have understood the essence of freedom in Christ, then their lives will be led by the Spirit, namely the Spirit of al-Haqq who dwells in the recesses of their souls until then the person is able to produce the fruit of the Spirit, able to sort out the mortal and the immortal and no longer bother with religious law.
Peran Kaum Awam, Entrepreneur, dan Orang Lokal dalam Pekabaran Injil di Tanah Jawa Pranoto, Minggus Minarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.701

Abstract

Pembacaan Poskolonial Lukas 10:25-37 dengan Kerangka Berpikir Edward Said dan Implementasinya terhadap Pelayanan Gereja di Tengah Marginalisasi Rasial di Indonesia Sulistiyanto, Nehemia
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i2.713

Abstract

Memasuki abad ke-21 penelitian Alkitab sebagai teks poskolonial menjadi langkah yang perlu digumulkan oleh gereja. Hal ini dikarenakan adanya paradigma kolonial yang masih mengakar di dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Indonesia. Meskipun secara politik Indonesia telah bebas dari kolonialisasi, tetapi secara sosial masyarakat Indonesia masih terkooptasi oleh prinsip-prinsip kolonialisme. Salah satunya adalah marginalsiasi rasial. Melalui artikel ini, penulis berharap dapat menghadirkan nilai poskolonial dari Lukas 10:25-37 guna melepaskan kekangan kolonialisme yang berejawantah dalam bentuk marginaliasi rasial tersebut. Penulis akan melakukan kajian terhadap Lukas 10:25-37 dengan metode berpikir Edward Said tentang oposisi biner. Oposisi biner adalah teori sosial yang diciptakan oleh penjajah terhadap jajahan dalam praktek kolonisasi. Berangkat dari kajian tersebut, penulis akan berfokus pada penemuan nilai-nilai poskolonial dari tokoh dan alur cerita Lukas 10:25. Setelah menemukan nilai-nilai poskolonial dari teks, penulis akan mengimplementasikan nilai tersebut dalam konteks pelayanan gereja di tengah marginalisasi rasial di Indonesia.