cover
Contact Name
Dody Candra Harwanto
Contact Email
dcharwanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dcharwanto@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro 233 Ungaran, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja
ISSN : 25797565     EISSN : 26851253     DOI : 10.37368
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Abdiel merupakan kumpulan artikel ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja. Jurnal ini sangat terbuka untuk menjadi wadah bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam melatih dan mengembangkan budaya akademik sesuai dengan bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Khotbah sebagai Karya Teologis: Meninjau Pentingnya Pengajaran Iman dalam Praksis Khotbah Masa Kini Blegur, Romelus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.828

Abstract

Preaching is an important means for the growth of the congregation's faith, because through it the word of God is proclaimed. Based on that, the preaching service must be actualized properly as a forum for serving the word of God. The challenge of today's sermons is the emergence of sermons that arouse the psychology of the listener and are full of humanist messages without theological depth. Such sermons tend to be entertaining and do not prepare the faith of the congregation and believers to face today's doctrinal challenges. This problem must be addressed by returning the sermon to its substance. One important offer to address this problem is to make sermons a theological work in which the Christian faith can be taught. The method used in this research is the library method through literary sources, both books and scientific journal articles. The results of this research are, first. Preaching is an important service that supports the existence of the church because through it the word of God is preached and builds the faith of the congregation. Second, the challenge of contemporary preaching that deviates from its objectives is a reality that cannot be ignored, therefore it must be addressed. Third, the sermon should be a theological work, because through it Christian doctrines are taught as a solid foundation for the congregation's faith both cognitively and practically in facing today's challenges.
Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong: Kajian dari Perspektif Historis dan Pneumatologi Religionum Gea, Elianus; Pranoto, Minggus Minarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/csn8pf20

Abstract

Latarbelakang penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dialog sosial antar umat beragama yang terjadi di lingkungan klenteng Sam Poo Kong Semarang. Penulis menjelaskan dialog sosial sebagai dialog kehidupan yang menghubungkan orang-orang atau kelompok dari suku, ras, budaya, agama bahkan pandangan politik yang berbeda untuk saling berinteraksi satu dengan lainnya. Dialog sosial merupakan pintu masuk untuk membangun relasi, komunikasi, persahabatan, bahkan kerjasama untuk semua pihak. Klenteng Sam Poo Kong merupakan ikon istimewa di kota Semarang yang menjadi ruang bersama untuk mengadakan kegiatan sosial, adat, budaya, seni, dan menjadi salah satu destinasi religius wisata kota Semarang. Metode yang dipakai untuk mengeksplorasi tulisan ini adalah pengkajian keberadaan klenteng secara historis dan sosiologis serta menyoroti realitas dialog sosial yang terjadi dari persepektif pneumatologi religionum melalui pendekatan teologi religionum Amos Yong dan Stanley J. Samartha. Hasil dari penelitian ini adalah penulis meletakkan landasan pemikiran bahwa Roh Kudus berkarya melalui dialog sosial dari berbagai kelompok yang berinteraksi di klenteng Sam Poo Kong. 
Analisis Tematik Kisah Emosional Ayub dan Usulan Implementasi dalam Penanganan Penderita Ziliwu, Alnodus Jamsenjos Indirwan; Sualang, Farel Yosua
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/wpzv3y90

Abstract

Harapan untuk kehidupan bebas penderitaan dan kenyataan tak terhindarkan dari penderitaan diperkenalkan melalui kisah Ayub, dengan penekanan pada konsep literatur emosional dalam Alkitab. Penelitian menggunakan metode analisis tematik dengan pendekatan kualitatif untuk memahami secara mendalam aspek emosional terkait dengan penanganan penderitaan dalam naratif Ayub. Tujuan penelitian adalah mengungkap bagaimana Ayub berhasil mengatasi aspek emosional yang dialaminya, termasuk pemikiran tidak realistis, kebingungan, perasaan ditolak, takut, dan kesusahan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga prinsip yang dipegang oleh Ayub untuk mengatasi penderitaannya: pemahaman bahwa Allah mengatur segala sesuatu, keyakinan bahwa dirinya tidak salah dan tidak seharusnya mengalami penderitaan ini, serta kesabaran Ayub dalam menunggu pertolongan dari Allah.
Menimbang Ulang Konsep Uis Pah sebagai Kearifan Lokal Menjaga Alam: Tinjauan Teologis-Sosiologis Taneo, Rolin Ferdilianto Sandelgus; Haan, Arly Elizabeth Maria de
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/s12z2j17

Abstract

Atoni Meto atau Orang Timor memiliki pandangan khas tentang alam yang di dalamnya meliputi tanah, laut, air dan segala sumber daya yang ada. Alam dilihat sebagai Uis Pah atau Tuhan Bumi. Keyakinan ini berangkat dari pemahaman bahwa dari alam, manusia dapat hidup. Alam telah menyediakan banyak sumber daya untuk manusia kelola. Paham ini juga sebenarnya memberikan kontribusi terhadap upaya menjaga alam agar tidak tereksploitasi karena ulah manusia. Hanya saja, sikap dominan manusia terhadap alam kemudian melahirkan suatu paham bahwa alam itu hendaknya dikuasai manusia. Alam adalah ranah profan dan karena itu sentuhan manusia atas alam adalah sesuatu yang wajar. Tulisan ini dimaksudkan untuk kembali memperhatikan konsep Uis Pah yang berpihak pada alam, baik itu tanah, laut, air, dan sebagainya sebagai yang harus dijaga. Karena itu, dengan menggunakan pendekatan studi literatur, akan digarap berbagai ulasan terkait topik yang dibahas. Pada akhirnya, melalui eksplorasi pemahaman mengenai Uis Pah yang adalah kearifan lokal tetapi juga sistem keyakinan Atoni Meto diharapkan dapat memberi kontribusi untuk mengantisipasi kerusakan alam serta upaya berkelanjutan memelihara alam Nusa Tenggara Timur, khusus di wilayah Timor. 
Tubuh, Kuasa, dan Kecantikan: Membaca Ratu Wasti melalui Lensa Naomi Wolf The Beauty Myth Pambayun, Adila
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/5mh5s483

Abstract

Penelitian ini mengkaji tokoh Ratu Wasti dalam Kitab Ester sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi patriarki, dengan menyoroti peran konstruksi sosial atas kecantikan perempuan melalui perspektif Naomi Wolf. Dalam narasi Alkitab, penolakan Wasti untuk mempertontonkan kecantikannya di depan publik menjadi titik awal pembacaan kritis terhadap relasi kuasa antara tubuh perempuan dan sistem kerajaan yang bersifat patriarkal. Menggunakan teori The Beauty Myth dari Naomi Wolf, studi ini menafsirkan kecantikan sebagai alat kontrol yang dilegitimasi oleh struktur sosial dan budaya, di mana tubuh perempuan dikomodifikasi dan dikendalikan demi kepentingan laki-laki dan kekuasaan. Wasti, yang menolak menjadi objek tontonan, muncul sebagai figur resistensi terhadap mitos kecantikan dan norma gender yang menindas. Dengan pendekatan hermeneutika feminis, artikel ini bertujuan menggugat normalisasi kontrol atas tubuh perempuan dalam teks-teks keagamaan dan budaya populer, serta mengangkat Ratu Wasti sebagai ikon pembebasan yang relevan bagi perjuangan perempuan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan Wasti merupakan bentuk dekonstruksi terhadap sistem nilai yang menempatkan kecantikan sebagai alat subordinasi perempuan. Sikapnya menegaskan bahwa tubuh perempuan memiliki otonomi dan martabat yang tidak dapat dinegosiasikan oleh kuasa patriarkal. Bagi perempuan masa kini, pelajaran dari Wasti adalah pentingnya mendefinisikan ulang makna kecantikan dan privilege yang menyertainya. Kecantikan tidak boleh menjadi alat untuk menindas, melainkan ekspresi kebebasan dan kekuatan. 
Spiritualitas Relasional dan Ketahanan Pastoral: Studi Empiris atas Pengalaman Pendeta Gereja Masehi Injili di Timor-Klasis Kupang Barat Haan, Arly E.M. de; Lukas, Alma; Ngongo, Irmayati; Koli, Endang Damaris
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/t84jr829

Abstract

Pelayanan pastoral di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berlangsung dalam konteks sosial dan spiritual yang penuh dinamika, yang menuntut pendeta untuk memelihara kehidupan rohani di tengah beban pelayanan yang kompleks. Artikel ini menyelidiki dinamika spiritualitas para pendeta GMIT di Klasis Kupang Barat dalam konteks pelayanan yang kompleks dan menantang. Berdasarkan metode kuantitatif deskriptif dengan dukungan data kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pemahaman, pengalaman, dan nilai-nilai spiritualitas yang menghidupkan para pendeta. Hasilnya menunjukkan bahwa spiritualitas mereka berakar kuat pada relasi personal dengan Allah, namun tetap mengalami tekanan dan kelelahan spiritual akibat beban pelayanan dan struktur gerejawi. Dengan pendekatan teologis Andrew Root, spiritualitas dipahami sebagai partisipasi relasional dalam kehidupan Allah, bukan sekadar performa institusional. Temuan juga menunjukkan bahwa ibadah keluarga dan nilai-nilai seperti kesetiaan, kerendahan hati, dan relasi yang otentik menjadi sumber kekuatan rohani yang signifikan. Artikel ini mengusulkan perlunya reformasi spiritual menyeluruh, pendampingan keluarga, pembaruan budaya jemaat, serta reformasi struktural gereja untuk menopang pelayanan pastoral yang hidup dan berkelanjutan.
Membangun Teologi Kontekstual di Tengah Kekhawatiran atas Sinkretisme di Gereja-Gereja Lereng Merbabu Sianny Astuti
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/h8y4b069

Abstract

Perjumpaan kekristenan dengan budaya dalam kehidupan sehari-hari merupakan realitas yang tidak dapat dielakkan. Gereja-gereja di Lereng Merbabu pada satu sisi menghadapi budaya Jawa yang mengakar kuat  dalam diri anggota jemaat. Di sisi yang lain ada tantangan untuk menjaga kemurnian ajaran kekristenan. Kekuatiran akan terjadinya sinkretisme mewarnai upaya menjawab tantangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara mengurai kekuatiran atas sinkretisme dalam upaya membangun teologi kontekstual di gereja-gereja Lereng Merbabu. Dalam usaha menjawab pertanyaan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun jenis fenomenologi yang dipilih adalah fenomenologi hermeneutik yang digagas oleh van Manen dan teori yang digunakan untuk menganalisa dan menafsirkan hasil wawancara adalah teori sinkretisme oleh Harrison. Hasil yang diperoleh dari penelitian lapangan secara umum para partisipan memandang sinkretisme sebagai hal yang negatif. Akibatnya ada kecenderungan menolak sinkretisme dengan alasan menjaga kemurnian ajaran. Upaya membangun teologi yang kontekstual terlihat hanya dari sisi liturgi saja dan belum menyentuh pengajaran. Usulan yang diberikan adalah mengupayakan sikap yang lebih terbuka terhadap budaya.
Dread and Hope: Christian Eschatology and Pop Culture Russal Reindy Neonufa; Neonufa, Russal
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/bc7pff30

Abstract