cover
Contact Name
Dody Candra Harwanto
Contact Email
dcharwanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dcharwanto@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro 233 Ungaran, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja
ISSN : 25797565     EISSN : 26851253     DOI : 10.37368
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Abdiel merupakan kumpulan artikel ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja. Jurnal ini sangat terbuka untuk menjadi wadah bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam melatih dan mengembangkan budaya akademik sesuai dengan bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Antusiasme Beribadah Pasca Pandemi COVID-19 di Gereja-Gereja Isa Almasih Wilayah Ungaran Benyamin, Nefry Christoffel; Tampake, Tony; Adi, Suwarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.718

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu yang lalu tentu menimbulkan dampak pada banyak aspek. Bahkan sampai saat ini, dampak dari Pandemi Covid-19 masih dapat ditemukan dan dirasakan. Dalam kegiatan bergereja dan berjemaat tentu ada dampak-dampak yang juga ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19 tersebut, dan itu menyangkut juga pada bagaimana anggota jemaat beribadah. Berdasarkan hal tersebut maka tulisan ini bermaksud untuk mengetahui dampak Pandemi Covid-19 terhadap antusiasme anggota jemaat dalam ibadah Minggu di gereja pasca pandemi. Mengapa hal ini menjadi penting? Oleh karena dalam ibadah-ibadah di gereja, antusiasme anggota jemaat berperan besar dalam terlaksana dan optimalnya tujuan beribadah yang riil dan otentik. Untuk mencapai tujuan atau maksud penulisan ini maka metode yang dipakai adalah pengumpulan data secara kualitatif dengan melakukan observasi dan beberapa wawancara terkait dengan hal itu. Data itu kemudian dianalisis menggunakan teori perubahan sosial untuk kemudian melihat seperti apa dampak Pandemi Covid-19 terhadap antusiasme anggota jemaat dalam ibadah Minggu di gereja pasca pandemi. Dari penelitian ini ditemukan bahwa antusiasme beribadah anggota jemaat dalam beribadah di gereja pasca pandemi Covid-19 meningkat kembali yang mana hal ini dapat dilihat sebagai perubahan sosial dengan pola seperti bandul (kembali ke posisi awalnya setelah berayun).
Gereja Masehi Injili di Timor dan Keberpihakan pada Alam: Apresiasi terhadap Liturgi Bulan Lingkungan Hidup di Gereja Masehi Injili di Timor Ludji, Ni Sarah Medo; Taneo, Rolin Ferdilianto Sandelgus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.722

Abstract

Alam NTT dikenal begitu gersang. Hal ini sebagai akibat dari rendahnya intensitas hujan dari tahun ke tahun. Selain tanah yang gersang, keadaan laut juga memprihatinkan oleh karena pencemaran dari sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat. Dalam melihat keadaan ini, GMIT bereaksi secara cepat. Reaksi itu terlihat melalui penetapan bulan November pada 2007 sebagai bulan lingkungan hidup. Tujuannya ialah untuk kembali merefleksikan relasi antara Allah, manusia dan alam ciptaan. Dalam merayakan bulan lingkungan hidup, liturgi yang dipakai dalam kebaktian di GMIT dinarasikan sedemikian rupa agar bisa menggugah jemaatnya untuk peduli lingkungan. Liturgi ini merupakan bentuk implementasi ekoteologi yang secara sadar dilakukan oleh GMIT. Liturgi dalam artinya yang baru dipahami sebagai bentuk karya pelayanan manusia. Dengan menetapkan bulan November sebagai bulan lingkungan hidup oleh GMIT, jemaat diajak untuk memusatkan karya pelayanannya terhadap alam yang mulai rusak. Penelitian ini menggunakan dua metode yakni pengamatan singkat dan studi literaturr. Hasil studi menunjukkan bahwa GMIT berani untuk membuat suatu terobosan untuk menjaga keseimbangan alam melalui ibadah yang dilakukan. Dalam hal ini juga peningkatan iman Kristen dalam jemaat GMIT terjadi melalui kesadaran mereka terhadap eko-teologi yang mendukung alam sebagai ciptaan Allah.
Konsep Perikhoresis dalam Teologi Trinitaris Leonardo Boff sebagai Paradigma Kritis Berhadapan dengan Sistem Demokrasi di Indonesia Zandro, Agrindo
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.723

Abstract

Konsep perikhoresis dalam teologi Trinitaris Leonardo Boff yang pada dasarnya merupakan suatu teologi pembebasan memiliki kaitan dengan diskursus politik dan kehidupan sosial. Dalam hal ini, konsep tersebut memiliki pengaruh yang sangat berarti bagi corak pemerintahan demokrasi. Tujuan artikel ini adalah untuk membahas konsep perikhoresis dari Leonardo Boff sebagai suatu paradigma kritis berhadapan dengan persoalan-persoalan demokrasi di Indonesia. Terdapat begitu banyak persoalan demokrasi yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Fenomena kesenjangan demokrasi tersebut disebabkan oleh aktor-aktor atau elit politik yang tidak peduli dengan kehidupan kelompok masyarakat tertentu. Praktik korupsi, politik identitas berbasis suku, agama, ras, dan golongan ideologis menjadi beban dan perusak dalam demokrasi di Indonesia. Jelas bahwa dalam persoalan demokrasi, para aktor politik tidak memedulikan atau bahkan tidak memahami wawasan sebagai sesama warga negara. Metode yang digunakan dalam penelitian artikel ini adalah metode kualitatif dengan menerapkan studi kepustakaan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian artikel ini adalah konsep perikhoresis dalam teologi Trinitaris Leonardo Boff dapat memperbaiki corak demokrasi di Indonesia dengan membangun suatu kesadaran konseptual dalam diri setiap warga negara, terutama para wakil rakyat. Dari penelitian ini pula ditemukan sebuah sumbangsih yang sangat relevan, yakni etika perikhoretis dalam berdemokrasi.
Analisis Tematik tentang Surga, Neraka, dan Tribulasi: Kajian Eskatologi sebagai Implikasi bagi Anak Muda Manurung, Well Therfine Renward; Pattinaja, Aska Aprilano; Kiamani, Andris
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.724

Abstract

Tema eskatologi adalah salah satu tema yang sangat menarik dan terus dibahas sampai hari ini. Berbagai interpretasi dan perspektif dalam memahami tema ini sehingga menjadi suatu kajian menarik. Tetapi realita yang terjadi adalah, bagi anak muda tema ini menjadi tema yang kurang diminati karena berisi hal-hal yang sulit dipahami dan abstrak dalam perspektifnya. Akhirnya ada banyak anak muda yang kehilangan kesempatan mempelajari tema ini secara komprehensif, sehingga tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menjaga hidup di akhir zaman ini. Mengapa harus anak muda? Karena Indonesia akan memasuki bonus demografi, di mana usia potensial dan produktif adalah anak-anak muda. Menjawab realita yang ada, maka artikel ini ditulis untuk mengkorelasikan tema-tema penting dalam Wahyu dengan implikasinya bagi anak muda. Berdasarkan metode kualitatif dalam analisa tematik dan studi literatur, artikel ini menemukan bahwa: pertama, tema surga, neraka dan tribulasi adalah tema yang dapat menarik perhatian anak muda; kedua, tema-tema eskatologi menguatkan anak muda untuk berdiri di atas dasar yang tepat; dan ketiga, tema-tema eskatologi ini, merupakan tema utama yang harus disadari dan diakui kebenarannya oleh anak muda untuk dapat mempersiapkan diri dengan baik. Ini merupakan jawaban bagi para pemimpin rohani dalam mempersiapkan pengajaran tentang tema eskatologi kepada setiap anak muda.
Perilaku Curang Para Pejabat di Pengadilan: Sebuah Analisis Naratif terhadap Teks Amos 5:7-13 Nainggolan, Silvana Natalia; Dirgaprimawan, Bernandus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.725

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tindak kecurangan yang terjadi di pintu gerbang, tempat berlangsungnya proses peradilan pada masa itu menurut teks Amos 5:7-13. Melalui metode kualitatif, yang difokuskan ke analisis naratif, akan diulas secara deskriptif empat macam perilaku koruptif para pejabat. Pertama, mereka tidak mengganggap serius peran dan tanggung jawab mereka sebagai penegak keadilan di pintu gerbang (ay.7-9). Amos menyebut mereka sebagai orang yang menjadikan keadilan seperti ipuh, tanaman beracun yang tak berguna. Mereka menghempaskan kebenaran ke tanah. Kedua, mereka alergi terhadap kritikan (ay. 10). Mereka menutup telinga terhadap pelbagai protes yang dilayangkan. Ketiga, mereka menyalahgunakan kekuasaan untuk memeras yang lemah (ay.11). Tidak ada rasa simpati dalam diri mereka terhadap yang berkesusahan. Keempat, mereka menyukai suap (ay. 12). Mereka memperkaya diri dengan membela yang sanggup bayar di pengadilan. Dampak dari perilaku curang ini adalah bahwa orang miskin tidak mendapatkan keadilan dan perlindungan yang semestinya. Melalui kritiknya, Amos menegaskan kepada setiap orang, khususnya para pemangku jabatan, untuk segera bertobat. Pertobatan yang dimaksud adalah menghentikan segala bentuk malapraktik. Mereka yang mempunyai kedudukan wajib menjalankan tugas dan tanggungjawab mereka dengan semestinya. Mereka harus menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM ERA AI: MENGGUNAKAN KECERDASAN BUATAN UNTUK PERSONALISASI PEMBELAJARAN SPIRITUAL: Pengertian Artificial Intelligence (AI); Potensi AI dalam Pendidikan Agama Kristen; Integrasi Etis AI dalam Pendidikan Agama Kristen; Tantangan dan Hambatan Implementasi AI dalam Pendidikan Agama Kristen; Masa Depan Pendidikan Agama Kristen dengan AI Waruwu, Yamotani
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i2.786

Abstract

The digital era and the emergence of Artificial Intelligence (AI) have presented a significant shift in teaching methods, including in the realm of Christian Religious Education (PAK). This article explores the integration of AI in PAK, with a focus on personalizing spiritual learning. Using a qualitative method with a literature study approach, this study analyzes current sources to understand the potential and challenges of using AI in the context of spiritual education. The results of the study show that AI offers significant opportunities to improve the quality and effectiveness of PAK through personalized learning, deeper analysis of religious texts, and wider access to educational resources. However, the application of AI also presents ethical challenges, including concerns about data privacy, the potential erosion of relational aspects in education, and the risk of widening the digital divide. The study emphasizes the importance of a balanced approach to integrating AI, which involves training educators, developing ethical frameworks, and ongoing theological reflection. In conclusion, while AI has transformative potential in PAKs, its application must be done carefully to ensure that technology supports, not replaces, important aspects of Christian religious education, including authentic character building and spiritual growth.
NON-CANONICAL REFERENCE IN NEW TESTAMENT WRITINGS: A CASE STUDY OF JUDE 9 Yong, Steven
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.791

Abstract

This paper investigates the use of non-canonical references in New Testament writings. Although the 27 books from Matthew to Revelation are widely accepted as authoritative and canonical, the epistle of Jude includes quotations from non-canonical sources, specifically the Apocryphal Book of Enoch and the Assumption of Moses. This raises important questions about the integration of non-canonical texts within canonical scripture. Through a literary analysis approach, this study examines the background of the quotation in Jude 9 from the Assumption of Moses, explores the debates surrounding this apocryphal text, and assesses the implications of incorporating non-canonical works into canonical texts. The paper aims to determine whether Jude’s authoritative status is affected by its use of such sources and to reevaluate the criteria for canonical acceptance in light of these practices.
Inkarnasi Allah sebagai Mahkota Sejati Ciptaan dalam Teologi Maximus the Confessor Pranoto, Minggus Minarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i2.808

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep inkarnasi Kristus sebagai mahkota sejati ciptaan dengan membangun argumentasinya didasarkan pada pengajaran Maximus tentang dyothelitism. Metode yang dipakai dalam artikel ini melalui studi literatur atau pustaka dengan menjelaskan pokok-pokok pemikiran teologi Maximus tentang relasi dua kehendak Yesus Kristus dalam beberapa karya tulisannya. Dyothelitism berbicara mengenai kesatuan kehendak Ilahi dan manusiawi secara harmonis di dalam diri Yesus Kristus. Kehendak manusiawi-Nya ditundukkan kepada kehendak Ilahi menjadikan inkarnasi Yesus Kristus ke dalam ciptaan sebagai mahkota sejati ciptaan. Ia contoh bagi ciptaan lainnya bagaimana seharusnya berelasi dan berpusat kepada Allah. Yesus Kristus menjadi perantara relasi kembali antara Allah dan ciptaan. Keselamatan dinyatakan melalui karya inkarnasi tersebut.
Eksplorasi Teologi Interkoneksi: Mengintegrasikan Iman dan Ilmu Pengetahuan dalam Diskursus Kristen Kontemporer Gulo, Rezeki Putra; Zai, Nikarni
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.815

Abstract

Penelitian ini menyoroti teologi interkoneksi sebagai respon atas tantangan epistemologis dalam integrasi iman Kristen dan ilmu pengetahuan; sebagai upaya mengatasi konflik dikotomis tradisional. Berfokus pada paradigma yang lebih dialogis, penelitian ini menggali bagaimana iman dan sains dapat saling memperkaya, dengan latar belakang perubahan historis dari pandangan konfrontatif menuju kolaboratif dalam ranah keilmuan dan spiritual. Dengan metode kualitatif berbasis tematik, penelitian ini menganalisis literatur terkait integrasi teologis dan ilmiah, mengeksplorasi pola utama yang menggambarkan relasi dinamis antara wahyu Alkitab dan temuan ilmiah. Studi ini memperkenalkan konsep baru dalam diskursus Kristen yang memungkinkan iman dan sains bekerja sama tanpa mengabaikan batas epistemologis masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi interkoneksi membuka ruang dialog yang lebih harmonis, menawarkan landasan apologetis yang kokoh untuk menghadapi tantangan modern serta memperkuat pemahaman Kristen tentang peran ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk memahami kebesaran Tuhan dalam ciptaan-Nya.
Esther: Pembentukan Karakter Melalui Keberanian Dan Iman Dalam Perspektif Teologi Dan Konteks Kontemporer Mooy, Drisandri Bidrawati; Lesmana, Yeffry Hendra
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.820

Abstract

Kisah Esther dalam Alkitab memberikan wawasan mendalam tentang keberanian, iman, dan kepemimpinan, yang tetap relevan dalam konteks kehidupan Kristen modern. Melalui keberanian Esther dalam menghadapi raja Ahasyweros, kita diajak untuk mengatasi tantangan rohani dan berdiri teguh dalam iman, meskipun dihadapkan pada situasi yang tidak mendukung. Pembentukan karakter Kristen sangat bergantung pada iman yang aktif, yang mendorong tindakan nyata berdasarkan keyakinan akan rencana Tuhan yang baik. Selain itu, studi perbandingan dengan tokoh Alkitab lain, seperti Daniel dan Musa, menunjukkan bahwa tema keberanian dan kepemimpinan adalah panggilan bagi setiap orang percaya untuk bertindak demi kebaikan bersama. Dengan menghidupkan iman dalam tindakan nyata, kisah Esther menjadi panduan bagi kita untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan dalam masyarakat.