cover
Contact Name
Dody Candra Harwanto
Contact Email
dcharwanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dcharwanto@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro 233 Ungaran, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja
ISSN : 25797565     EISSN : 26851253     DOI : 10.37368
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Abdiel merupakan kumpulan artikel ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja. Jurnal ini sangat terbuka untuk menjadi wadah bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam melatih dan mengembangkan budaya akademik sesuai dengan bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Politik Ketakutan dan Harapan: Refleksi Kritis dalam Bingkai Teologi Publik bagi Masyarakat Multiagama Indonesia untuk Melawan Rasa Takut Kolektif dan Polarisasi Andrian, Kornelius
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.599

Abstract

Ajaran “Pembenaran” pada Komunitas Qumran: Sebuah Eksegesis terhadap 1QHa 9:22-35 Santoso, Agus; Lie, Lie Sioe
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.666

Abstract

Naskah Hodayot yang ditemukan di gua pertama di Qumran, yang diberi teknis pencatatan 1QHa 9:22-35, merupakan lagu-lagu ucapan syukur yang memiliki karakter "doa pengakuan dosa" dan bersifat eskatologis-apokaliptis. Kelompok pengampu (milieu) dari Hodayot adalah kelompok maskilim yang memiliki karakter apokaliptis. Pesan teologis dari hodayot adalah ajaran pembenaran yang sangat mempengaruhi teologi Paulus. Ajaran pembenaran ini sangat memengaruhi teologi antropologis yang berbanding terbalik dengan kedaulatan dan kemuliaan Allah, yang harus diwartakan. Karakter ini juga sangat mempengaruhi teologi Paulus pada khususnya dan teologi Perjanjian Baru pada umumnya.
Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Berwawasan Multikultural di SMA Kristen 1 Salatiga terhadap Sikap Toleransi Antar Peserta Didik yang Berbeda Agama dan Keyakinan Firmanto, Rendy Deo; Astuti, Sianny
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen 1 Salatiga dan seberapa besar pengaruhnya terhadap sikap toleransi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan analisa data memanfaatkan software SPSS. Populasi penelitian adalah peserta didik di SMA Kristen 1, Salatiga yang berjumlah + 500 orang, dengan pengambilan sampel dengan sistem simple random sampling. Setelah dilakukan analisa data dengan sampel sebanyak 76 peserta didik, maka diketahui bahwa pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen 1 Salatiga memiliki pengaruh yang positif terhadap sikap toleransi antar peserta didik yang berbeda agama dan keyakinan. Persentase pengaruh pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen 1 terhadap sikap toleransi antar peserta didik yang berbeda agama dan keyakinan dengan pengaruh sebesar 30,5% sedangkan 69,5% ipengaruhi oleh factor yang lainnya dan determinasi kolerasinya sebesar 70,1% sehingga masuk dalam kategori korelasi kuat. Dengan tingkat korelasi yang kuat, maka pendidikan multikultural dapat menjadi variable predictable yang dapat digunakan untuk memprediksi hasil penelitian yang sama di lokasi yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini bahwa pelaksanaan PAK berwawasan multikultural di SMA Kristen Salatiga memberikan pengaruh yang kuat terhadap sikap toleransi peserta didik. Artinya pendidikan multikultural dapat menjadi salah satu alternatif solusi atas masalah mendasar berkaitan dengan konflik bernuansa SARA di Indonesia. Oleh sebab itu hal ini penting untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan agama.
Peran Kaum Awam, Entrepreneur, dan Orang Lokal dalam Pekabaran Injil di Tanah Jawa Pranoto, Minggus Minarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.701

Abstract

Antusiasme Beribadah Pasca Pandemi COVID-19 di Gereja-Gereja Isa Almasih Wilayah Ungaran Benyamin, Nefry Christoffel; Tampake, Tony; Adi, Suwarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.718

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu yang lalu tentu menimbulkan dampak pada banyak aspek. Bahkan sampai saat ini, dampak dari Pandemi Covid-19 masih dapat ditemukan dan dirasakan. Dalam kegiatan bergereja dan berjemaat tentu ada dampak-dampak yang juga ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19 tersebut, dan itu menyangkut juga pada bagaimana anggota jemaat beribadah. Berdasarkan hal tersebut maka tulisan ini bermaksud untuk mengetahui dampak Pandemi Covid-19 terhadap antusiasme anggota jemaat dalam ibadah Minggu di gereja pasca pandemi. Mengapa hal ini menjadi penting? Oleh karena dalam ibadah-ibadah di gereja, antusiasme anggota jemaat berperan besar dalam terlaksana dan optimalnya tujuan beribadah yang riil dan otentik. Untuk mencapai tujuan atau maksud penulisan ini maka metode yang dipakai adalah pengumpulan data secara kualitatif dengan melakukan observasi dan beberapa wawancara terkait dengan hal itu. Data itu kemudian dianalisis menggunakan teori perubahan sosial untuk kemudian melihat seperti apa dampak Pandemi Covid-19 terhadap antusiasme anggota jemaat dalam ibadah Minggu di gereja pasca pandemi. Dari penelitian ini ditemukan bahwa antusiasme beribadah anggota jemaat dalam beribadah di gereja pasca pandemi Covid-19 meningkat kembali yang mana hal ini dapat dilihat sebagai perubahan sosial dengan pola seperti bandul (kembali ke posisi awalnya setelah berayun).
Gereja Masehi Injili di Timor dan Keberpihakan pada Alam: Apresiasi terhadap Liturgi Bulan Lingkungan Hidup di Gereja Masehi Injili di Timor Ludji, Ni Sarah Medo; Taneo, Rolin Ferdilianto Sandelgus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.722

Abstract

Alam NTT dikenal begitu gersang. Hal ini sebagai akibat dari rendahnya intensitas hujan dari tahun ke tahun. Selain tanah yang gersang, keadaan laut juga memprihatinkan oleh karena pencemaran dari sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat. Dalam melihat keadaan ini, GMIT bereaksi secara cepat. Reaksi itu terlihat melalui penetapan bulan November pada 2007 sebagai bulan lingkungan hidup. Tujuannya ialah untuk kembali merefleksikan relasi antara Allah, manusia dan alam ciptaan. Dalam merayakan bulan lingkungan hidup, liturgi yang dipakai dalam kebaktian di GMIT dinarasikan sedemikian rupa agar bisa menggugah jemaatnya untuk peduli lingkungan. Liturgi ini merupakan bentuk implementasi ekoteologi yang secara sadar dilakukan oleh GMIT. Liturgi dalam artinya yang baru dipahami sebagai bentuk karya pelayanan manusia. Dengan menetapkan bulan November sebagai bulan lingkungan hidup oleh GMIT, jemaat diajak untuk memusatkan karya pelayanannya terhadap alam yang mulai rusak. Penelitian ini menggunakan dua metode yakni pengamatan singkat dan studi literaturr. Hasil studi menunjukkan bahwa GMIT berani untuk membuat suatu terobosan untuk menjaga keseimbangan alam melalui ibadah yang dilakukan. Dalam hal ini juga peningkatan iman Kristen dalam jemaat GMIT terjadi melalui kesadaran mereka terhadap eko-teologi yang mendukung alam sebagai ciptaan Allah.
Konsep Perikhoresis dalam Teologi Trinitaris Leonardo Boff sebagai Paradigma Kritis Berhadapan dengan Sistem Demokrasi di Indonesia Zandro, Agrindo
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.723

Abstract

Konsep perikhoresis dalam teologi Trinitaris Leonardo Boff yang pada dasarnya merupakan suatu teologi pembebasan memiliki kaitan dengan diskursus politik dan kehidupan sosial. Dalam hal ini, konsep tersebut memiliki pengaruh yang sangat berarti bagi corak pemerintahan demokrasi. Tujuan artikel ini adalah untuk membahas konsep perikhoresis dari Leonardo Boff sebagai suatu paradigma kritis berhadapan dengan persoalan-persoalan demokrasi di Indonesia. Terdapat begitu banyak persoalan demokrasi yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Fenomena kesenjangan demokrasi tersebut disebabkan oleh aktor-aktor atau elit politik yang tidak peduli dengan kehidupan kelompok masyarakat tertentu. Praktik korupsi, politik identitas berbasis suku, agama, ras, dan golongan ideologis menjadi beban dan perusak dalam demokrasi di Indonesia. Jelas bahwa dalam persoalan demokrasi, para aktor politik tidak memedulikan atau bahkan tidak memahami wawasan sebagai sesama warga negara. Metode yang digunakan dalam penelitian artikel ini adalah metode kualitatif dengan menerapkan studi kepustakaan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian artikel ini adalah konsep perikhoresis dalam teologi Trinitaris Leonardo Boff dapat memperbaiki corak demokrasi di Indonesia dengan membangun suatu kesadaran konseptual dalam diri setiap warga negara, terutama para wakil rakyat. Dari penelitian ini pula ditemukan sebuah sumbangsih yang sangat relevan, yakni etika perikhoretis dalam berdemokrasi.
Analisis Tematik tentang Surga, Neraka, dan Tribulasi: Kajian Eskatologi sebagai Implikasi bagi Anak Muda Manurung, Well Therfine Renward; Pattinaja, Aska Aprilano; Kiamani, Andris
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.724

Abstract

Tema eskatologi adalah salah satu tema yang sangat menarik dan terus dibahas sampai hari ini. Berbagai interpretasi dan perspektif dalam memahami tema ini sehingga menjadi suatu kajian menarik. Tetapi realita yang terjadi adalah, bagi anak muda tema ini menjadi tema yang kurang diminati karena berisi hal-hal yang sulit dipahami dan abstrak dalam perspektifnya. Akhirnya ada banyak anak muda yang kehilangan kesempatan mempelajari tema ini secara komprehensif, sehingga tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menjaga hidup di akhir zaman ini. Mengapa harus anak muda? Karena Indonesia akan memasuki bonus demografi, di mana usia potensial dan produktif adalah anak-anak muda. Menjawab realita yang ada, maka artikel ini ditulis untuk mengkorelasikan tema-tema penting dalam Wahyu dengan implikasinya bagi anak muda. Berdasarkan metode kualitatif dalam analisa tematik dan studi literatur, artikel ini menemukan bahwa: pertama, tema surga, neraka dan tribulasi adalah tema yang dapat menarik perhatian anak muda; kedua, tema-tema eskatologi menguatkan anak muda untuk berdiri di atas dasar yang tepat; dan ketiga, tema-tema eskatologi ini, merupakan tema utama yang harus disadari dan diakui kebenarannya oleh anak muda untuk dapat mempersiapkan diri dengan baik. Ini merupakan jawaban bagi para pemimpin rohani dalam mempersiapkan pengajaran tentang tema eskatologi kepada setiap anak muda.
Perilaku Curang Para Pejabat di Pengadilan: Sebuah Analisis Naratif terhadap Teks Amos 5:7-13 Nainggolan, Silvana Natalia; Dirgaprimawan, Bernandus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.725

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tindak kecurangan yang terjadi di pintu gerbang, tempat berlangsungnya proses peradilan pada masa itu menurut teks Amos 5:7-13. Melalui metode kualitatif, yang difokuskan ke analisis naratif, akan diulas secara deskriptif empat macam perilaku koruptif para pejabat. Pertama, mereka tidak mengganggap serius peran dan tanggung jawab mereka sebagai penegak keadilan di pintu gerbang (ay.7-9). Amos menyebut mereka sebagai orang yang menjadikan keadilan seperti ipuh, tanaman beracun yang tak berguna. Mereka menghempaskan kebenaran ke tanah. Kedua, mereka alergi terhadap kritikan (ay. 10). Mereka menutup telinga terhadap pelbagai protes yang dilayangkan. Ketiga, mereka menyalahgunakan kekuasaan untuk memeras yang lemah (ay.11). Tidak ada rasa simpati dalam diri mereka terhadap yang berkesusahan. Keempat, mereka menyukai suap (ay. 12). Mereka memperkaya diri dengan membela yang sanggup bayar di pengadilan. Dampak dari perilaku curang ini adalah bahwa orang miskin tidak mendapatkan keadilan dan perlindungan yang semestinya. Melalui kritiknya, Amos menegaskan kepada setiap orang, khususnya para pemangku jabatan, untuk segera bertobat. Pertobatan yang dimaksud adalah menghentikan segala bentuk malapraktik. Mereka yang mempunyai kedudukan wajib menjalankan tugas dan tanggungjawab mereka dengan semestinya. Mereka harus menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
Grooving in Christ Situmeang, Aulia Simon Partogi
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i2.582

Abstract

Tulisan ini hendak melihat signifikansi Kristus di dunia dengan menggunakan metafora musik jazz. Di dalam wacana teologi, telah banyak karya yang membicarakan tentang hubungan antara jazz dan teologi Kristen. Akan tetapi, penekanannya kerap berfokus hanya kepada relevansi metafora ini dalam kehidupan etis Kristen. Tulisan ini hendak memperdalam percakapan tersebut dalam terang pertanyaan penelitian: bagaimana metafora jazz dapat mengamplifikasi tidak hanya percakapan tentang kehidupan Kristen sebagai tubuh Kristus, tetapi juga realitas hubungan ciptaan dan Pencipta yang termediasi di dalam Kristus? Saya berargumen bahwa kendati metafora jazz memiliki kontribusi yang penting bagi kehidupan Kristen, percakapan keduanya harus dimulai dengan pembicaraan tentang hubungan jazz dengan Kristus. Untuk mendukung argumen ini, tulisan ini pertama-tama akan membahas tentang bagaimana metafora jazz telah dan dapat menjadi berguna bagi teologi. Kemudian, tulisan ini akan berfokus kepada improvisasi, sebagai salah satu hal yang sangat esensial bagi jazz, dan memetakan bagian yang menurut tulisan ini dapat digunakan dalam teologi. Setelah itu, tulisan ini akan membahas bagaimana metafora jazz dihubungkan dengan percakapan tentang Kristus, dan mengapa pembahasan ini dapat mengamplifikasi percakapan tentang metafora jazz dan kehidupan etis Kristen This article aims to take a look at the significance of Christ in the world through the metaphor of jazz music. In theological discourse, there had been many studies conducted on the relationship between jazz and Christian theology. However, those studies are often focused on the metaphor’s relevance for the Christian ethical life. This article thus deepens the conversation through the research question: how can jazz metaphor amplify not just the discourse regarding Christian life as the body of Christ, but also the reality of the Creator-creation relationship mediated in Christ? I argue here that despite its significance to the Christian life, the discourse between jazz and theology should first begin with the relationship between jazz metaphor and Christ. To prove this argument, this article would first discuss how jazz methapor has and can be used for theology. Then, it would drive its attention to improvisation, which is one of the most essential element in jazz, and dwelve within its components that this article thinks can be utilized theologically. Afterwards, it would articulate how jazz methapor can be associated to the Christological discussion, and why this can amplify the discourse between jazz methapor and the Christian ethical life.