cover
Contact Name
La Ode M. Firman
Contact Email
teknobiz@univpancasila.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobiz@univpancasila.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 20885784     EISSN : 26209675     DOI : -
Jurnal Teknobiz dipublikasikan sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. Lingkup Jurnal Teknobiz meliputi bidang energi baru terbarukan, dan manufaktur. Bidang energi baru terbarukan yang dibahas mengenai sistem dan alat teknologi konversi yang mampu mengkonversi sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, biomassa, dam lain-lain untuk dapat dimanfaatkan energinya ke bidang sektor yang lain. Bidang manufaktur yang dibahas meliputi bidang material, tribologi, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
Perancangan dan Analisis Mesin Pencacah untuk Limbah Hasil Purging dengan Menggunakan Metode Computer Aided Engineering Mikail Tito Rendo Prawara; Perwita Kurniawan; Aditya Nugraha; Agustinus Wisnu Setiawan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5288

Abstract

Plastik merupakan salah satu material yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia karena mudah dibentuk, praktis, ringan, tidak berkarat, dan tentu saja lebih ekonomis. Plastik banyak digunakan untuk produk makanan, bidang otomotif, bidang farmasi, bidang pertanian, bidang konstruksi, bidang elektronika, bidang industri hingga kosmetika. Salah satu proses yang umum digunakan yaitu proses injection molding, proses yang kurang sempurna akan mengakibatkan cacat atau kegagalan pada produk. Untuk mengurangi hasil cacat produk maka salah satu proses yang digunakan adalah proses purging pada barrel. Limbah hasil purging atau biasa disebut avalan belum dapat diolah secara maksimal seperti limbah cacat produk dan runner. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan alat atau mesin pencacah untuk mencacah limbah hasil purging pada mesin injeksi molding. Mekanisme pencacahan yang digunakan menggunakan tipe gunting atau shear. Hasil analisis menunjukan pada bagian tengah poros komponen tersebut memenuhi syarat keamanan, diindikasikan dengan nilai tegangan yang terjadi akibat pembebanan sebesar 8,885.10-10 N/m² hingga 7,283.10-3 N/m², nilai tersebut jauh dibawah tegangan maksimal ijin / yield strength sebesar 5,650e+02 N/mm². Sedangkan untuk bilah pisau memiliki nilai tegangan yang terjadi akibat pembebanan sebesar 7,656.10-5 N/m² hingga 7,627.10-2 N/m², nilai tersebut jauh dibawah tegangan maksimal ijin / yield strength sebesar 2,000.102 N/mm².
Analisis Dinamika Eksplisit Pada Pelek Ring 15 Dengan Metode Simulasi Uji Impak Rojo Agung Rizqi; Rifky Rifky; Riyan Ariyansah
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5289

Abstract

Pelek merupakan salah satu komponen yang menopang beban kendaraan dan menerima gaya-gaya eksternal, seperti beban jalan yang tidak merata atau dampak tabrakan, pelek harus mampu mengatasi tantangan ini tanpa mengalami kegagalan struktural yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika eksplisit pada pelek ring 15 menggunakan metode simulasi uji impak. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tegangan ekuivalen, perilaku regangan elastis dan plastis, serta performa struktural pelek ring 15 dalam menghadapi beban impak. Simulasi uji impak dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS dengan menerapkan standar SAE J175. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan ekuivalen maksimum yang diterima oleh pelek ring 15 akibat beban impak adalah sebesar 315,71 MPa. Selain itu, regangan elastis ekuivalen maksimum yang terjadi adalah sebesar 0,004497 mm/mm, sedangkan regangan plastis ekuivalen maksimum adalah sebesar 0,025421 mm/mm. Visualisasi sebaran tegangan dan regangan menunjukkan bahwa area kritis pada pelek yang berpotensi mengalami retak atau kerusakan signifikan terletak pada area yang mengalami tegangan dan regangan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melanjutkan penelitian dengan variasi pelek dan parameter tumbukan, serta melibatkan validasi eksperimental. Fokus pengembangan penelitian dapat diberikan pada teknik desain pelek yang lebih tahan terhadap beban impak dan analisis kegagalan pelek untuk meningkatkan keselamatan dan kinerja pelek pada kendaraan
Analisis Pengaruh Parameter Pengelasan GMAW Terhadap Struktur Mikro, Makro, Dan Nilai Kekerasan Pada ASTM A537 Dan ASTM A653 DDS Rohman Rohman; Agus Suprayitno; Muhamad Tiar
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5290

Abstract

Teknik pengelasan semakin banyak dipergunakan secara luas dalam proses penyambungan plat-plat besi, kontruksi bangunan dan konstruksi mesin. Salah satu metode pengelasan yang sering dipakai, yaitu pengelasan gas metal arc welding (GMAW). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter terbaik pada Pengelasan GMAW terhadap struktur mikro, makro dan kekerasan Material ASTM A537 dan ASTM A653 DDS (galvanis). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan tiga (3) variasi arus 70 A, 85 A, dan 100 A, dengan dimensi ASTM A537 yaitu; 300 mm x 40 mm x 3 mm dan, ASTM A653 DDS (galvanis ) yaitu : 300 mm x 35 mm x 1,2 mm dan sambungan yang digunakan adalah T joint (fillet). Pada pengamatan struktur mikro pengelasan GMAW, perubahan struktur mikro sangat terlihat pada daerah HAZ dan logam lasan. Semakin besar input panas yang diberikan akan membuat butiran dari pearlite menjadi menyebar. Pada pengamatan struktur makro penetrasi pengelasan, variasi arus 85 A adalah yang paling baik, arus 100 A cukup baik dan arus 70 A kurang baik. Data hasil dye penetrant test terhadap hasil pengelasan, ketiga hasil pengelasan layak digunakan hal ini terlihat dari jumlah dan jenis kecacatan. Data hasil pengujian Vickers terdapat pada variasi pengelasan dengan arus 100 A yaitu sebesar 217,5 VHN. Pada daerah pengaruh panas (Heat Affected Zone), nilai kekerasan tertinggi terdapat pada pengelasan dengan arus 100 A yaitu sebesar 208,5 VHN (HAZ-1), dan 154,5 VHN (HAZ-1). Sedangkan pada daerah logam induk (base metal), nilai kekerasan tertinggi terdapat pada pengelasan dengan arus 100 A (BM-1) yaitu sebesar 197 VHN, dan arus 70 A 85 A (BM-2) yaitu sebesar 152 VHN. Data hasil pengujian makro, dan dye penentran yang terbaik pada pengelasan GMAW ini adalah variasi 85 A, kemudian akan dijadikan Welding Prosedur Spesification (WPS), dari data hasil pengujian makro, dan rupture yang terbaik pada variasi 85 A, kemudian akan dijadikan Welder Performance Qualification (WPQ).
Pengembangan Material Bambu Untuk Pembuatan Bodi Speed Boat Andi Lamappasessu; Dwi Rahmalina
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5291

Abstract

Penelitian tentang penggunaan serat alam dalam berbagai bidang teknik semakin berkembang. Penelitian yang berkembang menginginkan suatu bahan mudah diperoleh, mudah diolah sesuai peruntukannya, murah, memenuhi persyaratan mekanik dan fisik serta ramah terhadap lingkungan. Penggunaan material Bamboo (Bamboo Strip Reinforced/BSR) dengan sistem laminasi, untuk pembuatan Speed Boat menjadi alternatif sebagai pilihan material lain selain material yang sebelumnya banyak digunakan yaitu: Besi, Aluminium, Fiberglass Reinforced Polymer dan kayu. Bambu yang dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuatan Speed Boat adalah bambu Andong (Gigantochloa pseudoarundinacea) untuk pembuatan kulit Body Speed Boat. Untuk memastikan material bambu yang digunakan dapat memenuhi persyaratan sifat mekanik sebagai bahan pembuatan Speed Boat dengan proses manufaktur Hand Lay Up Laminate dan sistem Composite, maka dilakukan analisis terhadap hasil pengujian kekuatan tarik, kekuatan lentur, modulus elastisitas dan berat jenis Fiber Bamboo Reinforced Polymer (FBR). Langkah berikutnya adalah membandingkan hasil kuat tarik, kuat lentur, modulus elastisitas dan berat jenis bahan bambu terhadap material komposit Fiberglass Reinforced Polymer (FRP). Adapun standar yang digunakan untuk uji tarik, lentur, modulus elastisitas dan kerapatan material adalah Peraturan Kapal Fiberglass 2016 dan Peraturan BKI, Peraturan Klasifikasi dan Konstruksi Kapal Kayu 2016, Biro Klasifikasi Indonesia untuk Material Pembuatan Speed Boat, ISO 527-4 dan ISO 14125. Dari hasil pengujian akan dipilih jenis material yang memiliki karakteristik mekanik terbaik untuk digunakan sebagai bahan baku alternatif pembuatan body kapal/speed boat, akan menjadi sumber informasi untuk penyusunan Peraturan & Ketentuan BKI terkait pembuatan kapal / speed boot dari bahan bambu, sebagai acuan penyusunan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk pembuatan kapal / speed boat.
Studi Kelayakan Jenis Baterai Kendaraan Listrik Roda Empat Dengan Metode Weigthed Objective Untuk Program Kendaraan Listrik Di Indonesia Rahayu; Djoko W. Karmiadji; La Ode M. Firman
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5292

Abstract

Baterai merupakan salah satu komponen terpenting pada kendaraan listrik. Dari beberapa jenis aki yang ada di pasaran saat ini, Indonesia harus bisa mengkolaborasikan antara ketersediaan bahan baku dan teknologi pembuatan dan perakitan baterai tersebut agar jenis baterai yang dikembangkan efektif dan mampu bersaing di pasaran. Penelitian ini dilakukan untuk mensimulasikan baterai Lead Acid, Nickel Metal Hydride (NiMH), dan Lithium-ion (Li-ion). Data yang dihasilkan merupakan hasil kajian literatur dengan menggunakan metode weighted objective dengan membandingkan kriteria yaitu kepadatan energi, emisi baterai, proses manufakturing, ketersediaan bahan baku utama, dan fasilitas daur ulang dari baterai. Data yang diperoleh untuk setiap kriteria digunakan sebagai dasar pembobotan dengan menggunakan metode weighted objective. Hasil perhitungan dari metode tersebut jenis baterai Li-ion memperoleh nilai 280, NiMH memperoleh nilai 270, dan lead acid memperoleh nilai 220. Nilai tersebut dapat dijadikan referensi sebagai tingkat kelayakan untuk implementasi baterai kendaraan listrik roda empat di Indonesia.
Analisis Kekuatan Las Pada Sambungan Bejana Tekan Decolorizer Eko Prasetyo; Hasan Hariri; Rudi Hermawan; M. Reza Anarta Putra
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5293

Abstract

Pengelasan adalah proses menggabungkan dua logam dengan kekuatan tinggi, yang merupakan bagian penting dari proses manufaktur. Studi ini menganalisis kekuatan las pada sambungan bejana tekan decolorizer. Bejana tekan decolorizer ini berisi cairan berjenis polyacrilic acid, hydrogen peroxide, dan ethylene dichloride (EDC). Cairan ini akan digunakan untuk menghilangkan warna dari material, baik yang memiliki warna alami maupun warna tambahan. Bejana tekan ini digunakan di perusahaan tekstil dan percetakan kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data tentang sifat mekanis dan fisik dari sambungan las GTAW dengan material SA 283 Grade C. Uji tarik, bending, radiografi, dan penetrant adalah metode pengujian yang digunakan. Standar pembuatan spesimen didasarkan pada standar ASME section IX sebagai validasi hasil pengujian dari material SA 283 Grade C. Dari pengujian tarik yang telah dilakukan hasil untuk spesimen T1 terjadinya titik elastisitas pada beban 110 kN dengan beban maksimum kekuatan tarik sebesar 204,36 kN dan regangan maksimum pada saat patah sepanjang 36 mm, sedangkan untuk spesimen T2 diperoleh titik elastisitas pada beban 105 kN dengan beban maksimum pada kekuatan tarik sebesar 204,76 kN dan regangan maksimum pada saat patah sepanjang 32 mm yang terlihat patahan terjadi pada zona HAZ (Heat – Affected Zone) pada base metal yang menandakan hasil lasan lebih kuat dibandingkan base metal. Hasil pengujian bending pada spesimen face bend dan root bend menunjukkan tidak ada retakan atau lubang pada daerah lasan. Berdasarkan hasil radiography dan pengujian dye pentrant test tidak terlihat adanya kecacatan baik berupa cavities maupun crack.
Rancang Bangun Alat Pengiris Tempe Otomatis Hasan Hariri; Eko Prasetyo; Muhammad Al Fathar; Ivan Bachtiar
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5295

Abstract

Tempe merupakan menu favorit masyarakat Indonesi hal ini ditandai dengan kebutuhan tempe semakin lama semakin meningkat. Untuk menjadi menu yang menarik, tempe perlu diolah dengan berbagai alat, salah atu alat yang banyak dibutuhkan oleh UMKM adalah alat pengiris tempe otomatis. Oleh karena itu penelitian ini akan membahas rancang bangun alat pengiris tempe dalam rangka membantu UMKM untuk mengiris tempe dengan efektif dan efisien. Perancangan alat ini menggunakan metode Pahl and Beitz dengan software disain solidwork sebagai perangkat bantu disain komponen, assembly dan analisis hasil perancangan. Dari hasil perancangan, secara simulasi kekuatan rangkanya diperoleh 57,76 MPa, dimana rangka masih mampu menahan beban. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil perancangan dapat diterima dan dapat di manufaktur. Pembuatan alat pengiris tempe otomatis ini terbagai menjadi beberapa tahapan antara lain pengukuran, pemotongan, pengelasan, pengecatan, perakitan dan pengujian. Mekanisme penggerak utama menggunakan motor listrik AC 2 hp dengan transmisi penggerak puli dan belt yang menggerakkan pisau sebagai media untuk mengiris tempe dengan kapasitas produksi sebesar 50 km/jam.
PERANCANGAN SUDU TANGKAP TERHADAP VARIASI KECEPATAN ANGIN PADA TURBIN ANGIN Bambang Sulaksono
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i2.498

Abstract

Rancangan ini dilakukan untuk memanfaatkan energi angin yang ada di Indonesia. Metode perancangan yang dilakukan dengan cara analisis perhitungan numerik dan gambar rancangan dengan menggunakan software AutoCAD. Software AutoCAD digunakan untuk mendisain hasil perhitungan numerik menjadi gambar ditail. Berdasar data dari buku sumber A Wind Turbine Recipe Book, dikembangkan untuk penelitian ini.kecepatan angin optimal berada pada ketinggian > 50 m. Analisis perhitungan numerik dari manual book menghasilkan ukuran chord airfoil dan sudut pitch airfoil. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai variabel input untuk rancang bangun turbin angin. Hasil rancangan turbin angin ini memiliki rata – rata kecepatan angin yang bervariasi antar 3-7 m/s pada ketinggian pada ketinggian 50 m. Rotor turbin angin ini memiliki diameter 3 m dengan swept area 4,5-7,068 m2 serta kecepatan putar 401 rpm. Rotor ini menggunakan jenis airfoil NREL S818 untuk bagian root, S825 untuk bagian primary, dan S822untuk bagian tip dengan tiap bagian airfoil ini dibagi menjadi 5 segmen dengan masing – masing jarak tiap segmen (r)TIP2-TIP 1 =300, dan tiap segmen dari Tip2 - 6 = 200 . kecepatan awalan angin untuk memutar turbin ini (cut in) sebesar 3 m/d dengan daya yang didapat sebesar 65,90 Watt pada blade utama dan 102,06Watt pada dobel blade.
OPTIMASI GAYA ANGKAT HOVERCRAFT TIPE INTEGRATED DENGAN PERUBAHAN KONFIGURASI AXIAL FAN Widhi Herjuna
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i2.522

Abstract

Hovercraft memiliki beberapa kelebihan dibandingkan alat transportasi lainnya. Pada saat bergerak hovercraft berada diatas bantalan udara, maka hambatan yang dialami oleh hovercraft menjadi sangat kecil. Hal ini membuat hovercraft dapat beroperasi pada segala macam permukaan, tidak hanya rendahnya hambatan yang dialami terhadap bentuk medan kerjanya dan permukaan air, tetapi kemampuan ampibi yang unik yang membuat hovercraft dapat beroperasi pada macam-macam permukaan yang berbeda secara kontinu termasuk mencapai daerah pedalaman tanpa mengalami kendala akibat dangkalnya permukaan air sungai atau bebatuan yang banyak terdapat pada sungai-sungai Indonesia. Simulasi pada penelitian ini dilakukan dibantu dengan menggunakan perangkat lunak NumecaFineTM atau perangkat lunak Turbo V8. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk penelitian berikutnya. Tidak memerlukan thrust yang tinggi karena yang diunggulkan ialah kemampuan hover yang stabil. Dengan data perhitungan thrust 831,8 N, lift 4900 rpm, 5 buah blade, ratio 2,1 :1 , dan angle blade 300. Korelasi thrust dan lift berbanding lurus dengan bahan bakar yang dihasilkan. Target nominal gaya angkat yang didapat ialah 15 cm tercapai dengan analisa perhitungan yang dilakukan.
YIELD BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI OPTIMASI PIROLISIS SAMPAH PLASTIK POLYPROPYLENE LA ODE MOHAMMAD FIRMAN; Eka Maulana; Gompar Panjaitan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i2.532

Abstract

Sampah plastik polypropylene yang diperoses secara pirolisis merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui proses pemanasan dengan sedikit atau tanpa keikutsertaan oksigen. Senyawa hidrokarbon rantai panjang diubah menjadi rantai pendek. Suhu rata-rata plastik menjadi bahan bakar minyak 120 oC sampai 135oC dioptimasi dengan reaktor semi batch dan kondensor type vertical dimana umpan 1,000 gram menghasilkan minyak 782 ml dan konsumsi bahan bakar 0.284 kg sampai 0.3 kg tanpa pemanasan awal dan 0.15 kg sampai 0.18 kg dengan pemanasan awal. Kadar oktan 67.3 sampai 78.6 untuk hasil minyak yang dicapai. Yield proses pirolisis dipengaruhi: Jenis plastik, kebersihan plastik dan area plastik yang dimasukkan kedalam reaktor, efek suhu dan laju pemanasan. Berdasarkan hasil pengujian kinerja alat pirolisis dengan menggunakan sampah plastik polypropylene yaitu panas yang hilang pada alat dapat dimanfaatkan sebagai pemanas awal untuk mengurangi pemakaian awal bahan bakar, yaitu berat bahan bakar LPG yang diperlukan dari 0,284 kg menjadi 0,172 kg, Plastik polypropylene dapat diolah menjadi bahan bakar minyak dengan metode destilasi vertikal dan hasil minyak setelah pengujian Lembaga yang berkompeten LEMIGAS mencapai angka oktan 78.6, Yield proses pirolisis dipengaruhi oleh jenis plastik dan kondisi plastik yang harus bersih, Minyak yang didapat mencapai 78.6 % dari kondensor 1 dan 2, Laju produksi destilasi minyak 22.46 gr/menit, Waktu pirolisis semakin lama, produk yang dihasilkan yieldnya semakin tinggi, Pressure drop -7bar yang rendah menyebabkan minyak hasil pirolisis keluar dari kondensor lebih lama dan kuantitasnya besar.