cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 182 Documents
Alih Kode dan Campur Kode dalam Film Gampang Cuan yang Disutradarai oleh Rahabi Mandra Rakhmat, Moh.; Firmansyah, Arif; Alfaidah, Siti Rodiah Nur; Rahayu, Gita Puspita
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1538

Abstract

This study aims to describe the forms and types of code switching and code mixing found in the dialogue of the film Gampang Cuan directed by Rahabi Mandra. This study uses a qualitative descriptive method with a sociolinguistic approach. The research data are in the form of character speech in the film Gampang Cuan which contains code switching and code mixing events. The data collection technique used is the listening and note-taking technique, while the data analysis technique is carried out through the stages of data reduction, data classification based on the type of code switching and code mixing, and data interpretation according to the context of the speech. The results show that in the film Gampang Cuan 31 code switching data were found consisting of 25 internal code switching between Indonesian and Sundanese and 6 external code switching involving English. In addition, 21 code mixing data were found in the form of words, phrases, and clauses with the dominance of internal code mixing in the form of insertion of Sundanese elements into the structure of the Indonesian language. These findings indicate that the use of code switching and code mixing in the film Gampang Cuan is influenced by factors of the speech situation, the social background of the speaker, and the cultural and environmental context where the interaction occurs. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis alih kode serta campur kode yang terdapat dalam dialog film Gampang Cuan yang disutradarai oleh Rahabi Mandra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam film Gampang Cuan yang mengandung peristiwa alih kode dan campur kode. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data berdasarkan jenis alih kode dan campur kode, serta penafsiran data sesuai konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Gampang Cuan ditemukan 31 data alih kode yang terdiri atas 25 alih kode internal antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda serta 6 alih kode eksternal yang melibatkan bahasa Inggris. Selain itu, ditemukan 21 data campur kode yang berbentuk kata, frasa, dan klausa dengan dominasi campur kode internal berupa penyisipan unsur bahasa Sunda ke dalam struktur bahasa Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan alih kode dan campur kode dalam film Gampang Cuan dipengaruhi oleh faktor situasi tutur, latar sosial penutur, serta konteks budaya dan lingkungan tempat terjadinya interaksi.
Penerapan The Five Canons Rhetoric Aristoteles pada Tayangan Clash of Champions Ruangguru Mulyanto, Agus; Firmansyah, Arif; Sofwatunisa, Salma; Hidayat, Taufik
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1575

Abstract

This study aims to describe the application of Aristotle's Five Canons of Rhetoric in the show "Clash of Champions," produced by Ruangguru. This research used a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through transcriptions of episodes 1, 10, and 11 of the YouTube show "Clash of Champions," followed by listening and note-taking. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on Aristotle's five canons of rhetoric: invention, arrangement, style, memory, and delivery. The results showed that of the 48 speech data analyzed, invention was the most dominant canon with 19 findings, while memory was the least dominant with 5 findings. These findings indicate that the show emphasized participants' ability to develop ideas and convey arguments persuasively rather than memorization or formal mastery of the material. Overall, this study concludes that "Clash of Champions" not only showcases the application of classical rhetoric but also makes a positive contribution as an educational medium that can improve persuasive speaking skills and audience motivation. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan The Five Canons of Rhetoric Aristoteles dalam tayangan Clash of Champions yang diproduksi oleh Ruangguru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui transkripsi tayangan YouTube Clash of Champions episode 1, 10, dan 11, dan kemudian dilakukan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada lima kanon retorika Aristoteles yaitu invention, arrangement, style, memory, dan delivery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 data tuturan yang dianalisis, invention merupakan kanon yang paling dominan dengan 19 temuan, sedangkan memory menjadi yang paling sedikit dengan 5 temuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tayangan tersebut lebih menekankan pada kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan dan menyampaikan argumen secara persuasif daripada pada aspek penghafalan atau penguasaan materi secara formal. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Clash of Champions tidak hanya menampilkan penerapan retorika klasik, tetapi juga memberikan kontribusi positif sebagai media edukatif yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara persuasif serta motivasi belajar audiens.
Proses Morfofonemik Pembentukan Kata Berkonfiks dalam Bahasa Minangkabau Rahayu, Zona Rida
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1604

Abstract

This study aims to explain the morphophonemic process of word formation with confixes in the Minangkabau language. The study uses a qualitative ethnographic approach with a descriptive method. Data were obtained from direct speech by women in Bakureh activities in Solok City, Lubuk Sikarah District, through in-depth observation and participatory interviews supported by recordings and field notes. The validity of the data was tested using triangulation techniques. The results of the study indicate that confixes are simultaneous, namely affixes are attached simultaneously to the base word, so that the separation of one element results in a meaningless form. The morphophonemic process includes (a) consonant melting, such as /s/ and /h/ become /ny/ or disappear, /k/ becomes /ng/, /p/ becomes /m/, and /t/ becomes /n/; (b) variations in the prefix paN- which changes to pan-, pam-, pany-, pang-, and par- according to the initial phoneme of the base word; and (c) maintenance of phonological structure without significant phonemic changes. Minangkabau confixes are productive because they can be attached to various word classes and produce a variety of grammatical meanings. This finding contributes to the documentation of Minangkabau vocabulary as part of regional language preservation. AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan proses morfofonemik pembentukan kata berkonfiks dalam bahasa Minangkabau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografis dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari tuturan langsung perempuan dalam kegiatan Bakureh di Kota Solok, Kecamatan Lubuk Sikarah, melalui observasi mendalam dan wawancara terlibat yang didukung perekaman serta catatan lapangan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfiks bersifat simultan, yakni afiks melekat secara serentak pada kata dasar, sehingga pemisahan salah satu unsur menghasilkan bentuk tidak bermakna. Proses morfofonemik meliputi (a) peluluhan konsonan, seperti /s/ dan /h/ menjadi /ny/ atau hilang, /k/ menjadi /ng/, /p/ menjadi /m/, serta /t/ menjadi /n/; (b) variasi prefiks paN- yang berubah menjadi pan-, pam-, pany-, pang-, dan par- sesuai fonem awal kata dasar; dan (c) pemertahanan struktur fonologis tanpa perubahan fonemik yang signifikan. Konfiks bahasa Minangkabau bersifat produktif karena dapat melekat pada berbagai kelas kata dan menghasilkan keragaman makna gramatikal. Temuan ini berkontribusi pada pendokumentasian kosakata bahasa Minangkabau sebagai bagian dari pelestarian bahasa daerah.
Tindak Tutur Direktif Tutor dan Peserta Didik dalam Program Kesetaraan Paket C di SKB Sigi Ningsih, Wirdaningsih; Syamsuddin, Syamsuddin; Yunidar, Yunidar
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1651

Abstract

This study aims to describe the forms and functions of directive speech acts used by tutors and students in the learning process of the Package C Equivalency Program at the Learning Activity Center (SKB) in Sigi Regency. This study uses a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. Data were obtained through observations of learning activities, interviews, and recordings of tutors' and students' utterances. The results show that the directive speech acts used include commands, requests, invitations, suggestions, persuasion, and motivation. Tutors predominantly use directive speech acts in the form of commands and invitations to direct and motivate students during learning. Meanwhile, students tend to use directive speech acts in the form of requests and suggestions, which reflect reciprocal interaction. The use of these directive speech acts serves to direct the learning process while building participatory and conducive communication in the context of non-formal education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang digunakan oleh tutor dan peserta didik dalam proses pembelajaran Program Kesetaraan Paket C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara, serta perekaman tuturan tutor dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif yang digunakan meliputi perintah, permintaan, ajakan, saran, bujukan, dan motivasi. Tutor lebih dominan menggunakan tindak tutur direktif berupa perintah dan ajakan untuk mengarahkan dan memotivasi peserta didik selama pembelajaran. Sementara itu, peserta didik cenderung menggunakan tindak tutur direktif dalam bentuk permintaan dan saran, yang mencerminkan adanya interaksi timbal balik. Penggunaan tindak tutur direktif tersebut berfungsi untuk mengarahkan proses pembelajaran sekaligus membangun komunikasi yang partisipatif dan kondusif dalam konteks pendidikan nonformal.
Representasi Tokoh Ibu dalam Novel Bila Esok Ibu Tiada Karya Nuy Nagiga serta Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Dumarista, Evi Yesifina; Rusmiyati, Rusmiyati
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1714

Abstract

The purpose of this research is to describe the forms of representation of the character of Mother in this era through the novel. The object of this research is the character of Mother, focusing the analysis on the role, function, forms of representation, and its utilization in learning. This analysis uses Charles Sanders Peirce's semiotic theory, namely representamen, object, and interpretant. This research method uses descriptive qualitative and data analysis techniques in the form of reading and writing. Meanwhile, the credibility and dependability techniques use quotations of words, phrases, or sentences in the novel "Bila Esok Ibu Tiada" by Nuy Nagiga. The results of the research conclude that the novel "Bila Esok Ibu Tiada" by Nuy Nagiga can show the functions, roles, and findings of representamen, object, and interpretant. Thus, Charles Sanders Peirce's semiotic theory analysis can be used to analyze popular novels and represent the character of Mother. The results of the utilization of this research can be used as teaching materials, modules, or learning media in the Indonesian Language and Literature Skills course or the Indonesian Language II. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk representasi tokoh Ibu pada zaman ini melalui novel. Objek kajian penelitian ini adalah tokoh Ibu dengan memfokuskan analisis pada peran, fungsi, bentuk-bentuk representasi, dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Analisis ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yaitu representamen, objek, dan interpretan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan teknik analisis data berupa baca tulis. Sedangkan teknik kredibilitas dan dependabilitas menggunakan kutipan-kutipan kata, frasa, atau kalimat di dalam novel Bila Esok Ibu Tiada karya Nuy Nagiga. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa novel Bila Esok Ibu Tiada karya Nuy Nagiga dapat menunjukkan fungsi, peran, dan temuan-temuan representamen, objek, dan interpretan. Dengan demikian, analisis teori semiotika Charles Sanders Peirce dapat digunakan untuk menganalisis novel populer dan merepresentasikan tokoh Ibu. Hasil pemanfaatan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar, modul, atau media pembelajaran dalam mata kuliah Keterampilan Berbahasa dan Bersastra Indonesia atau mata kuliah Bahasa Indonesia II. 
Pengantar dan Daftar Isi Daftar Isi, Pengantar dan
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1810

Abstract

Strategi Linguistik dan Praktik Sosial dalam Iklan Pinjaman Online: Studi Wacana Kritis Norman Fairclough Ilma, Cahyani; Liliani, Else; Efendi, Anwar
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1653

Abstract

The purpose of this study is to describe the ideology, linguistic strategies, and social representations that influence people’s behavior and perceptions in online loan advertisement. Using a qualitative approach with Fairclough’s critical discourse analysis method, this study focuses on examining the forms of sentences in online loan advertisements that can shape new ideologies among the public by using linguistic strategies in these advertisements. The research data consists of word, phrases, and clauses that describe strategies and ideologies that can influence people’s behavior. Data collection techniques were carried out using direct observation techniques through three dimensions, namely the text dimension, the discourse practice dimension, and the social reality dimension. The results of the study show that there are five word classes, namely intransitive active verbs, transitive active verbs, nouns, adverbs, and adjectives that describe linguistic strategies, while the description of discourse ideology only uses the noun word class. The four discourse strategies used online loan advertisements are offering relief, guarantees of legality and security, ease of access to loans, and offering quick solutions.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan ideologi, strategi linguistik, dan representasi sosial yang mempengaruhi perilaku serta persepsi masyarakat dalam iklan pinjaman online. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Fairclough, penelitian ini berfokus pada pengkajian bentuk-bentuk kalimat dalam iklan pinjaman online yang dapat membentuk ideologi baru di kalangan masyarakat dengan menggunakan strategi linguistik dalam iklan tersebut. Data penelitian ini berupa kata, frasa, dan klausa yang menggambarkan strategi dan ideologi yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi langsung melalui rekaman, transkrip, dan studi literatur. Data dianalisis melalui tiga dimensi, yaitu dimensi teks, dimensi praktik wacana, dan dimensi realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kelas kata yang berupa verba aktif intransitif, aktif transitif, nomina, adverbia, dan adjektiva yang menggambarkan strategi linguistik, sedangkan penggambaran ideologi wacana hanya menggunakan kelas kata nomina. Adapun empat strategi wacana yang digunakan dalam iklan pinjaman online, yaitu menawarkan keringanan, jaminan legalitas dan keamanan, kemudahan akses pinjaman, dan penawaran solusi cepat.
Kebertahanan Kosakata Bahasa Bajo dalam Bidang Kelautan pada Siswa Melalui Metode Project Based Learning (Kajian Ekolinguistik) Paesani, Arham; Syamsuddin, Syamsuddin; Nur’aeni, Ida; Yunidar, Yunidar; Ulfah, Ulfah
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1669

Abstract

This study aims to describe the level of marine vocabulary survival of Bajo language students at SMPN 7 Menui Satap, Morowali Regency, using the Project Based Learning (PBL) method and to identify the ecological and sociolinguistic factors that influence it. This study uses an ecolinguistic approach with a descriptive quantitative design. Data were collected through a vocabulary questionnaire involving 50 students with 100 marine vocabulary items, supported by interviews and documentation. Data analysis was conducted using percentage techniques and interpretive qualitative analysis. The results show that the level of marine vocabulary survival of Bajo language reached 80.72% and is in the category of still surviving. Vocabulary directly related to daily maritime activities shows a high level of survival, while rarely used traditional vocabulary is starting to weaken and is at risk of being lost. Vocabulary survival is influenced by natural factors, such as the condition of the marine environment and the geography of coastal areas, as well as social factors, such as the livelihood of fishermen and language use within the family. Conversely, the dominance of Indonesian in schools, the influence of social media, and the weakening of intergenerational transmission are the main factors in the decline of vocabulary survival. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kebertahanan kosakata bahasa Bajo dalam bidang kelautan pada siswa SMPN 7 Menui Satap Kabupaten Morowali melalui metode Project Based Learning (PBL) serta mengidentifikasi faktor-faktor ekologis dan sosiolinguistik yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekolinguistik dengan desain kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket kosakata yang melibatkan 50 siswa dengan 100 kosakata kelautan, didukung wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase dan analisis kualitatif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebertahanan kosakata bahasa Bajo bidang kelautan mencapai 80,72% dan berada pada kategori masih bertahan. Kosakata yang berkaitan langsung dengan aktivitas maritim sehari-hari menunjukkan tingkat kebertahanan tinggi, sementara kosakata tradisional yang jarang digunakan mulai mengalami pelemahan dan berpotensi hilang. Kebertahanan kosakata dipengaruhi oleh faktor alam, seperti kondisi lingkungan laut dan geografis wilayah pesisir, serta faktor sosial, seperti mata pencaharian nelayan dan penggunaan bahasa dalam keluarga. Sebaliknya, dominasi bahasa Indonesia di sekolah, pengaruh media sosial, dan melemahnya transmisi antargenerasi menjadi faktor utama penurunan kebertahanan kosakata. 
Ragam Bahasa Gaul Gen-Z dalam Teks Drama Karya Siswa SMA Ananta, Yuliana Sharly; Suyono, Suyono
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1650

Abstract

This study aims to describe the forms of Gen-Z slang found in drama texts written by students. This study uses a descriptive qualitative method. The research data source is a drama text written by grade XI students of SMA Negeri 2 Pare in the Indonesian Language subject, with the research subjects being six drama scripts produced by 36 students. The data collection technique was carried out through document studies with reading and note-taking techniques of speech and dialogue in the drama text. Data analysis used an interactive analysis model developed by Miles and Huberman, which includes the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the Gen-Z slang used in students' drama texts is dominated by vocabulary derived from foreign languages, especially English. The use of Gen-Z slang in drama texts shows that students tend to express their identity, social closeness, and language creativity through the choice of language that is familiar in everyday life. This also shows the influence of digital culture and globalization on the development of adolescent language in the context of Indonesian language learning.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bahasa gaul Gen-Z yang terdapat dalam teks drama karya siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian berupa teks drama karya siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pare pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan subjek penelitian berupa enam naskah drama yang dihasilkan oleh 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dengan teknik baca-catat terhadap tuturan dan dialog dalam teks drama. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul Gen-Z yang digunakan dalam teks drama siswa didominasi oleh kosakata yang berasal dari bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Penggunaan bahasa gaul Gen-Z dalam teks drama menunjukkan bahwa siswa cenderung mengekspresikan identitas, kedekatan sosial, serta kreativitas berbahasa melalui pilihan bahasa yang akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga memperlihatkan adanya pengaruh budaya digital dan globalisasi terhadap perkembangan bahasa remaja dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia.
Rekonstruksi Identitas, Relasi Kuasa, dan Agensi Perempuan dalam Novel Berlatar Pesantren Perspektif Stuart Hall Chotimah, Dien Nur; Susilowati, Meinarni; Khonsa, Nabila Nur
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1780

Abstract

Novels set in Islamic boarding schools often represent women through religious and cultural discourses that normalize obedience and morality, so the construction of female identity within them has not been studied in depth. Previous studies have been more descriptive or normative, so they have not been adequate in discussing female identity formed through representational practices in literary texts. This study aims to analyze the reconstruction of female identity in the novel Dua Barista through narrative and dialogical representation using Stuart Hall's theory of representation and cultural identity. This study uses a qualitative method with a text analysis approach based on cultural studies. Data were obtained from the dialogue and narrative of the two main female characters, Mazarina and Maesaroh. Data analysis was conducted through Stuart Hall's interpretive qualitative analysis, covering representation, discourse, identity as a process, and articulation. The results show that female identity is constructed as a dynamic cultural and discursive process, shaped by dominant discourses on morality and religious obedience, while simultaneously opening up space for situational articulation of agency through negotiation of meaning. Power relations work productively through religious language and symbols in shaping the subjectivity of Islamic boarding school women. This research has implications for strengthening the study of Islamic boarding school literature based on a cultural-critical approach and expanding the discourse on gender and identity in the context of religious literature in Indonesia. AbstrakNovel berlatar pesantren kerap merepresentasikan perempuan melalui diskursus religius dan kultural yang menormalisasi kepatuhan dan moralitas, sehingga konstruksi identitas perempuan di dalamnya belum dikaji secara mendalam. Kajian sebelumnya lebih banyak bersifat deskriptif atau normatif, sehingga belum memadai dalam membahas identitas perempuan yang dibentuk melalui praktik representasi pada teks sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi identitas perempuan dalam novel Dua Barista melalui representasi naratif dan dialogis dengan menggunakan teori representasi dan identitas budaya Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks berbasis cultural studies. Data diperoleh dari dialog dan narasi dua tokoh utama perempuan Mazarina dan Maesaroh. Analisis data dilakukan melalui analisis kualitatif interpretatif Stuart Hall, meliputi representasi, diskursus, identitas sebagai proses, dan artikulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas perempuan dikonstruksi sebagai proses kultural dan diskursif yang dinamis, dibentuk oleh diskursus dominan tentang moralitas dan kepatuhan religius, sekaligus membuka ruang artikulasi agensi yang bersifat situasional melalui negosiasi makna. Relasi kuasa bekerja secara produktif melalui bahasa dan simbol religius dalam membentuk subjektivitas perempuan pesantren. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kajian sastra pesantren berbasis pendekatan kultural-kritis serta memperluas diskursus tentang gender dan identitas dalam konteks sastra religius di Indonesia.