cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 173 Documents
Alih Kode dan Campur Kode dalam Film Gampang Cuan yang Disutradarai oleh Rahabi Mandra Rakhmat, Moh.; Firmansyah, Arif; Alfaidah, Siti Rodiah Nur; Rahayu, Gita Puspita
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1538

Abstract

This study aims to describe the forms and types of code switching and code mixing found in the dialogue of the film Gampang Cuan directed by Rahabi Mandra. This study uses a qualitative descriptive method with a sociolinguistic approach. The research data are in the form of character speech in the film Gampang Cuan which contains code switching and code mixing events. The data collection technique used is the listening and note-taking technique, while the data analysis technique is carried out through the stages of data reduction, data classification based on the type of code switching and code mixing, and data interpretation according to the context of the speech. The results show that in the film Gampang Cuan 31 code switching data were found consisting of 25 internal code switching between Indonesian and Sundanese and 6 external code switching involving English. In addition, 21 code mixing data were found in the form of words, phrases, and clauses with the dominance of internal code mixing in the form of insertion of Sundanese elements into the structure of the Indonesian language. These findings indicate that the use of code switching and code mixing in the film Gampang Cuan is influenced by factors of the speech situation, the social background of the speaker, and the cultural and environmental context where the interaction occurs. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis alih kode serta campur kode yang terdapat dalam dialog film Gampang Cuan yang disutradarai oleh Rahabi Mandra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam film Gampang Cuan yang mengandung peristiwa alih kode dan campur kode. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data berdasarkan jenis alih kode dan campur kode, serta penafsiran data sesuai konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Gampang Cuan ditemukan 31 data alih kode yang terdiri atas 25 alih kode internal antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda serta 6 alih kode eksternal yang melibatkan bahasa Inggris. Selain itu, ditemukan 21 data campur kode yang berbentuk kata, frasa, dan klausa dengan dominasi campur kode internal berupa penyisipan unsur bahasa Sunda ke dalam struktur bahasa Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan alih kode dan campur kode dalam film Gampang Cuan dipengaruhi oleh faktor situasi tutur, latar sosial penutur, serta konteks budaya dan lingkungan tempat terjadinya interaksi.
Penerapan The Five Canons Rhetoric Aristoteles pada Tayangan Clash of Champions Ruangguru Mulyanto, Agus; Firmansyah, Arif; Sofwatunisa, Salma; Hidayat, Taufik
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1575

Abstract

This study aims to describe the application of Aristotle's Five Canons of Rhetoric in the show "Clash of Champions," produced by Ruangguru. This research used a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through transcriptions of episodes 1, 10, and 11 of the YouTube show "Clash of Champions," followed by listening and note-taking. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on Aristotle's five canons of rhetoric: invention, arrangement, style, memory, and delivery. The results showed that of the 48 speech data analyzed, invention was the most dominant canon with 19 findings, while memory was the least dominant with 5 findings. These findings indicate that the show emphasized participants' ability to develop ideas and convey arguments persuasively rather than memorization or formal mastery of the material. Overall, this study concludes that "Clash of Champions" not only showcases the application of classical rhetoric but also makes a positive contribution as an educational medium that can improve persuasive speaking skills and audience motivation. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan The Five Canons of Rhetoric Aristoteles dalam tayangan Clash of Champions yang diproduksi oleh Ruangguru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui transkripsi tayangan YouTube Clash of Champions episode 1, 10, dan 11, dan kemudian dilakukan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada lima kanon retorika Aristoteles yaitu invention, arrangement, style, memory, dan delivery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 data tuturan yang dianalisis, invention merupakan kanon yang paling dominan dengan 19 temuan, sedangkan memory menjadi yang paling sedikit dengan 5 temuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tayangan tersebut lebih menekankan pada kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan dan menyampaikan argumen secara persuasif daripada pada aspek penghafalan atau penguasaan materi secara formal. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Clash of Champions tidak hanya menampilkan penerapan retorika klasik, tetapi juga memberikan kontribusi positif sebagai media edukatif yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara persuasif serta motivasi belajar audiens.
Proses Morfofonemik Pembentukan Kata Berkonfiks dalam Bahasa Minangkabau Rahayu, Zona Rida
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1604

Abstract

This study aims to explain the morphophonemic process of word formation with confixes in the Minangkabau language. The study uses a qualitative ethnographic approach with a descriptive method. Data were obtained from direct speech by women in Bakureh activities in Solok City, Lubuk Sikarah District, through in-depth observation and participatory interviews supported by recordings and field notes. The validity of the data was tested using triangulation techniques. The results of the study indicate that confixes are simultaneous, namely affixes are attached simultaneously to the base word, so that the separation of one element results in a meaningless form. The morphophonemic process includes (a) consonant melting, such as /s/ and /h/ become /ny/ or disappear, /k/ becomes /ng/, /p/ becomes /m/, and /t/ becomes /n/; (b) variations in the prefix paN- which changes to pan-, pam-, pany-, pang-, and par- according to the initial phoneme of the base word; and (c) maintenance of phonological structure without significant phonemic changes. Minangkabau confixes are productive because they can be attached to various word classes and produce a variety of grammatical meanings. This finding contributes to the documentation of Minangkabau vocabulary as part of regional language preservation. AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan proses morfofonemik pembentukan kata berkonfiks dalam bahasa Minangkabau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografis dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari tuturan langsung perempuan dalam kegiatan Bakureh di Kota Solok, Kecamatan Lubuk Sikarah, melalui observasi mendalam dan wawancara terlibat yang didukung perekaman serta catatan lapangan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfiks bersifat simultan, yakni afiks melekat secara serentak pada kata dasar, sehingga pemisahan salah satu unsur menghasilkan bentuk tidak bermakna. Proses morfofonemik meliputi (a) peluluhan konsonan, seperti /s/ dan /h/ menjadi /ny/ atau hilang, /k/ menjadi /ng/, /p/ menjadi /m/, serta /t/ menjadi /n/; (b) variasi prefiks paN- yang berubah menjadi pan-, pam-, pany-, pang-, dan par- sesuai fonem awal kata dasar; dan (c) pemertahanan struktur fonologis tanpa perubahan fonemik yang signifikan. Konfiks bahasa Minangkabau bersifat produktif karena dapat melekat pada berbagai kelas kata dan menghasilkan keragaman makna gramatikal. Temuan ini berkontribusi pada pendokumentasian kosakata bahasa Minangkabau sebagai bagian dari pelestarian bahasa daerah.