cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 160 Documents
Abreviasi Respons Netizen Terhadap Postingan Akun Instagram @sandyk_sk Wahyuni, Sri; Zaki, Reza Muamar; Mulyaningsih, Indrya
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1175

Abstract

The aim of this research is to describe the use of abbreviations based on the types found in the comments column of the Instagram account @sandyk_sk. This research is a type of qualitative descriptive research with semantic matching analysis techniques. The data collection technique is carried out using the recording method, namely recording every comment that contains abbreviations, then classifying them based on type it. The validity of the data was tested using source theory. The data source used in this research is the Instagram account @sandyk_sk. The data analysis technique uses semantic analysis, namely researchers will analyze the meaning of abbreviations according to context. Based on the results obtained, the abbreviation of netizen responses to @sandyk_sk's post was used, namely a total of 18 data. The types found in the comments column of the Instagram account @sandyk_sk are, 7 data abbreviations, 5 data acronyms, 4 data fragments, 1 data contractions, and 1 data symbols. Semantic equivalent analysis reveals that abbreviations not only shorten communication, but also become part of digital expression and culture. This research shows that abbreviation supports fast communication on social media without losing the meaning of the message.Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan abreviasi berdasarkan jenis yang terdapat dalam kolom komentar akun Instagram @sandyk_sk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis padan semantik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan, yaitu mencatat setiap komentar yang mengandung abreviasi, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan jenisnya. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teori sumber. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, akun instagram @sandyk_sk. Teknik analisis data menggunakan analisis semantik yaitu peneliti akan menganalisis makna dari abreviasi sesuai dengan konteks. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan abreviasi respon netizen terhadap postingan @sandyk_sk diperoleh 18 data. Adapun jenis-jenis abreviasi yang ditemukan dalam kolom komentar akun Instagram @sandyk_sk yaitu berupa singkatan tujuh data, akronim lima data, penggalan empat data, kontraksi satu data, dan lambang satu data. Analisis padan semantik mengungkap bahwa abreviasi tidak hanya mempersingkat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi dan budaya digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa abreviasi mendukung komunikasi cepat di media sosial tanpa menghilangkan makna pesan.
Keefektifan Model RADEC dan CIRC dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Isnaeni, Lulu
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1307

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of RADEC and CIRC models in improving exposition text writing skills of grade VIII students at SMP Telkom Makassar. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design of nonequivalent control group design. The subjects of this study were students of class VIII D as the experimental class and class VIII F as the control class. Data collection techniques were carried out through exposition text writing tests before and after treatment in two different classes. The data analysis technique used descriptive statistics and t-test. The results showed that the H value was 0.881 and the  value (α = 0.05; df = 61) was 2.002. Since = 0.881 <  (α/2) = 2.002, H₀ is accepted, which indicates that there is no significant difference between the writing outcomes of students taught with RADEC and CIRC models. However, the average score of the RADEC class of 82.19 was higher than that of the CIRC class of 80.31. The RADEC model is more effective than the CIRC model in improving the writing skills of grade VIII students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model RADEC dan CIRC dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII di SMP Telkom Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks eksposisi sebelum dan sesudah perlakuan pada dua kelas berbeda. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai  sebesar 0,881 dan nilai  (α = 0,05; df = 61) sebesar 2,002. Karena = 0,881 <  (α/2) = 2,002, maka H₀ diterima, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil menulis siswa yang diajar dengan model RADEC dan CIRC. Namun, rata-rata nilai siswa pada kelas RADEC sebesar 82,19 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas CIRC yang sebesar 80,31. Model RADEC lebih efektif dibandingkan model CIRC dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII.
Pengaruh Model Pembelajaran Pasangan dalam Praktik Terhadap Keterampilan Berpidato Siswa Kelas IX SMPN 3 Bontonompo Rahayu, Rahayu; Azis, Azis; Garim, Idawati
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1239

Abstract

This study aims to determine the effect of the pair learning model in practice on students' speech skills. This study is a type of pre-experimental research using a one group pretest-posttest design. The study was conducted at SMPN 3 Bontonompo, Gowa Regency, specifically in Class IX with a sample of 53 people. Sampling was carried out using the census technique. The research data were obtained from the test technique, namely the speech skills practice test. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using SPSS Version 26. Based on the results of the data analysis, the mean pretest value was 58.25 and the mean posttest value was 85.36. Thus, there was an increase from the less skilled category (58.25) to the skilled category (85.36). The results of the hypothesis test using the T-Test obtained a sig. value of 0.000 which means it is less than 0.05. This shows that the use of the pair learning model in practice has a significant effect on the speech skills of class IX students of SMP Negeri 3 Bontonompo, Gowa Regency.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pasangan dalam praktik terhadap keterampilan berpidato siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di SMPN 3 Bontonompo, Kabupaten Gowa terkhusus pada Kelas IX dengan jumlah sampel 53 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sensus. Data penelitian diperoleh dari teknik tes, yakni tes praktik keterampilan berpidato. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan SPSS Versi 26. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai mean pretest sebesar 58,25 dan nilai mean posttest 85.36. Dengan demikian terjadi peningkatan dari kategori kurang terampil (58,25) menjadi kategori terampil (85,36). Hasil uji hipotesis menggunakan Uji-T diperoleh nilai sig. 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran pasangan dalam praktik berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berpidato siswa kelas IX SMP Negeri 3 Bontonompo, Kabupaten Gowa.
Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi “Berangan” dalam Pembelajaran Puisi di SMK Negeri 2 Gowa Masyuha, Hardianti Darwa
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1267

Abstract

This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of the use of the educational game-based learning media "Berangan" in poetry learning at SMK Negeri 2 Gowa. The background of this research stems from the problem of low student motivation and participation in poetry learning, as well as the lack of innovative learning media used in the classroom. The "Berangan" media is designed as a fun and interactive educational game-based learning tool to help students understand poetry in a creative and collaborative way. This study uses a descriptive qualitative approach. The results show that the planning of the “Berangan” media was carried out by considering the needs of poetry material, teaching modules, and the steps for designing and implementing the media. Its implementation involved interactive learning activities, group work, and healthy competition in answering questions and completing challenges. Evaluation was based on student activeness and Student Worksheets. The application of this game media was able to increase learning interest, active participation, and students’ understanding of poetry. The use of the "Berangan" educational game-based learning media also provides many benefits in creating an enjoyable learning atmosphere, fostering collaborative spirit, and helping students understand poetry in a more engaging and meaningful way. This study contributes to the development of innovative learning media that align with the demands of 21st-century learning and the implementation of the Merdeka Curriculum. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan media pembelajaran berbasis game edukasi “Berangan” dalam pembelajaran puisi di SMK Negeri 2 Gowa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya motivasi dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran puisi, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Media pembelajaran berbasis game edukasi “Berangan” dirancang sebagai media pembelajaran berbasis game edukasi yang menyenangkan dan interaktif untuk membantu peserta didik memahami puisi dengan cara yang kreatif dan kolaboratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan media “Berangan” dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan materi puisi, modul ajar dan langkah-langkah perancangan dan penerapan media tersebut. Pelaksanaannya melibatkan kegiatan belajar interaktif, kerja kelompok, dan kompetisi sehat dalam menjawab soal serta menyelesaikan tantangan. Evaluasi berdasarkan keaktifan dan Lembar Kerja Peserta Didik. Penerapan media game ini mampu meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, serta pemahaman peserta didik terhadap puisi. Penerapan media pembelajaran berbasis game edukasi “Berangan” juga memberikan banyak manfaat dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menumbuhkan semangat kolaborasi, dan membantu peserta didik memahami puisi secara lebih menarik dan mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka. 
Kesantunan Berbahasa Siswa Kelas X pada Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 9 Maros Hera, Andi Syamsia; Usman, Usman; Azis, Abdul
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1238

Abstract

This study aims to describe the realization of the principle of language politeness of Class X Students of SMA Negeri 9 Maros in the Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in interactions from students to students and in interactions from students to teachers. The approach used in this research is qualitative approach. The data were collected by observation, listening, recording, and transcription. The data analysis was conducted through Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of this study show that students of Class X SMA Negeri 9 Maros can use the principle of language politeness both compliance and violation in the process of implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project in interactions from students to students and in interactions from students to teachers. The forms of maxim compliance found, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of appreciation, the maxim of simplicity, the maxim of agreement and the maxim of sympathy. The violation of the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of appreciation, the maxim of simplicity, the maxim of agreement and the maxim of sympathy. This study also found the scale of choice, the scale of authoritativeness, the scale of indirectness and the scale of social distance. Based on the research findings, the researcher suggests that teachers as one of the components of education and teaching material writers are advised to develop teaching modules for the Pancasila Student Profile Strengthening Project based on wisdom, acceptance, generosity or respect for others, humility, agreement, sympathy in language in senior high schools to develop students' character values. School principals are advised to develop language coaching policies for students as a medium for character building. Future researchers are advised to reveal other dimensions of high school students' language politeness, namely strategies and factors of impoliteness in students' language. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan realisasi prinsip kesantunan berbahasa Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Maros dalam Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam interaksi dari siswa ke siswa dan dalam interaksi dari siswa ke guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan observasi, simaklibat cakap, perekaman, dan transkripsi. Analisis data penelitian ini dilakukan melalui model Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Hasil pelitian ini menunjukkan bahwa siswa Kelas X SMA Negeri 9 Marosdapat menggunakan prinsip kesantunna berbahasa baik pematuhan maupun pelanggaran didalam proses Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam interaksi dari siswa ke siswa dan dalam interaksi dari siswa ke guru. Adapun bentuk pematuhan maksim yang ditemukan, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan dan maksim kesimpatian. Bentuk pelanggaran maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan dan maksim kesimpatian. Penelitian ini ditemukan juga skala pilihan, skala keotoritasan, skala ketidaklangsungan dan skala jarak social. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti menyarankan guru sebagai salah satu komponen pendidikan dan penulis bahan ajar disarankan mengembangkan modul ajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berbasis kebijaksanaan, penerimaan, kemurahan atau rasa hormat kepada orang lain, kerendahan hati, kesetujuan, kesimpatian berbahasa di sekolah menengah atas untuk mengembangkan nilai-nilai karakter siswa. Kepala sekolah disarankan mengembangkan kebijakan pembinaan berbahasa bagi siswa sebagai media pembentukan watak dan karakter. Peneliti selanjutnya disarankan mengungkapkan dimensi lain dari kesantunan berbahasa siswa menengah atas, yakni strategi dan faktor ketidaksantunan dalam berbahasa siswa.
Register pada Media Sosial: Cara Pandang M.A.K. Halliday Dasri, Dwi Fatmawati; Mahmudah, Mahmudah
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1299

Abstract

This study aims to describe the form and function of registers on social media based on M.A.K. Halliday's perspective. This study uses a descriptive qualitative approach with M.A.K. Halliday's theory as a basis. The focus of the study is directed at the form and function of registers in the speech of beauty content creators on TikTok, Instagram, and Facebook social media, both in the form of words, phrases, clauses, and sentences. Data collection techniques include listening, recording, and documentation techniques. Meanwhile, data analysis uses the Miles & Huberman model, which includes the stages of identification, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data sources in this study came from beauty content creator accounts on TikTok, Instagram, and Facebook social media in 2024-2025. The results of the study showed that 37 open environmental registers and 37 limited environmental registers were found. The register functions found include: 9 instrumental functions, 4 regulatory, 8 representational, 5 interactional, 10 personal, 9 heuristic, and 3 imaginative. These results show that the language used by content creators is not only informative, but also communicative, expressive, and persuasive. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi register pada media sosial berdasarkan cara pandang M.A.K. Halliday. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori M.A.K. Halliday sebagai landasan. Fokus kajian diarahkan pada bentuk dan fungsi register dalam ujaran kreator konten kecantikan di media sosial TikTok, Instagram, dan Facebook, baik dalam bentuk kata, frasa, klausa, maupun kalimat. Teknik pengumpulan data meliputi teknik simak, catat, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan model Miles & Huberman, yang mencakup tahap identifikasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari akun kreator konten kecantikan pada media sosial TikTok, Instagram, dan Facebook tahun 2024—2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 37 register selingkung terbuka dan 37 register selingkung terbatas. Adapun fungsi register yang ditemukan meliputi: 9 fungsi instrumental, 4 regulatoris, 8 representasional, 5 interaksi, 10 personal, 9 heuristik, dan 3 imajinatif. Hasil ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan kreator konten tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga komunikatif, ekspresif, dan persuasif.
Pengantar dan Daftar Isi (2025), Volume 7 Nomor 1
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1545

Abstract

Vitalitas Bahasa Sunda di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap Nurhuda, Denny Adrian; Nurjanah, Nunuy; Kosasih, Dede
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1331

Abstract

This study aims to determine and describe the vitality of the Sundanese language in Karangpucung District, Cilacap Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data source in this study were respondents' answers from 95 questionnaires covering ten indicators of language vitality according to the Language Development and Fostering Agency, which include: (1) intergenerational inheritance, (2) number of speakers and proportion of speakers, (3) domains of language use, (4) responses about domains and new media, (5) language and literacy teaching materials, (6) government attitudes and regulations, (7) speaker attitudes, (8) types and quality of documentation, (9) bilingualism, and (10) language contact. Language vitality is determined by calculating the index of each indicator based on the relationship between the total score of respondents' answers and the average value of respondents' answers for each indicator. The results of this study indicate that the Sundanese language in Karangpucung District, Cilacap Regency has an index of 0.595 with a declining category. Of the ten indicators, none of the indicators fall into the critical category, but none of the indicators fall into the safe category. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan vitalitas bahasa Sunda di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini jawaban responden dari 95 angket yang meliputi sepuluh indikator vitalitas bahasa menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang meliputi: (1) pewarisan antargenerasi, (2) jumlah penutur dan proporsi penutur, (3) ranah penggunaan bahasa, (4) tanggapan tentang ranah dan media baru, (5) bahan ajar bahasa dan literasi, (6) sikap dan peraturan pemerintah, (7) sikap penutur, (8) jenis dan kualitas dokumentasi, (9) kedwibahasaan, dan (10) kontak bahasa. Vitalitas bahasa ditentukan dengan menghitung indeks setiap indikator berdasarkan hubungan antara skor total jawaban responden dengan nilai rata-rata jawaban responden setiap indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Sunda di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap memiliki indeks sebesar 0,595 dengan kategori mengalami penurunan. Dari kesepuluh indikator tersebut, tidak ada satupun indikator yang indeksnya masuk dalam kategori kritis, tetapi tidak ada pula indikator yang masuk dalam kategori aman.
Struktur Teks Cerita Fantasi Karya Peserta Didik Kelas VII SMPN 1 Kandat Berdasarkan Gaya Belajar Maidah, Binti Ngafifatul; Zulaeha, Ida; Wagiran, Wagiran
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1505

Abstract

The structure of fantasy story text is an important element as an idea construction that reflects the author's way of thinking. This study aims to describe the structure of fantasy story texts written by students based on visual, auditory, and kinesthetic learning styles. This study is a qualitative study with a descriptive method. The research data are in the form of words that describe the structure of fantasy story texts sourced from grade VII students of SMPN 1 Kandat who have visual, auditory, and kinesthetic learning styles. The determination of research subjects used purposive sampling. The number of subjects in the study was six students with two students for each learning style. Data collection techniques were carried out through documentation with data analysis table instruments. The analysis techniques used were data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that fantasy story texts written by students of SMPN 1 Kandat, both visual, auditory, and kinesthetic learning styles, have orientation, complication, and resolution structures. Differences in each learning style are shown in the accuracy of the arrangement and variations in the pattern of structure development. Abstrak Struktur teks cerita fantasi merupakan elemen penting sebagai konstruksi ide yang mencerminkan cara berpikir penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur teks cerita fantasi karya peserta didik berdasarkan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata-kata yang mengambarkan struktur teks cerita fantasi yang bersumber dari peserta didik kelas VII SMPN 1 Kandat yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Penentuan subjek penelitian mengggunakan purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian yaitu enam peserta didik dengan masing-masing gaya belajar dua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan secara dokumentasi dengan instrumen tabel analisis data. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks cerita fantasi karya peserta didik SMPN 1 Kandat baik gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik memiliki struktur orientasi, komplikasi, dan resolusi. Perbedaan pada masing-masing gaya belajar ditunjukkan pada ketepatan penyusunan dan variasi pola pengembangan struktur.
Heteroglossia in The Implementation of Language Policy on Campus Public Signs Paramarta, I Made Suta; Artawa, Ketut; Satyawati, Made Sri; Purnawati, Ketut Widya; Suputra, Putu Eka Dambayana; Sudana, Putu Ayu Prabawati
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1292

Abstract

This study aims, first, to analyze the realization of centripetal, centrifugal, and blurring forces in the implementation of language policies on campus public signage in Bali. Second, it seeks to map the positioning of national and regional language policies through the lens of heteroglossia. This research adopts a qualitative approach with a descriptive method. The subjects of the study include campus outdoor signs, campus management representatives, and students who were selected purposively. The study was conducted at five campuses in Bali, namely, Universitas Pendidikan Ganesha (UPG), Universitas Panji Sakti (UPS), STAHN Mpu Kuturan (MK), Monarch Singaraja (MS), and H.I Singaraja (HIS). Data were collected through observations, including photographing all campus public signs, and conducting interviews with campus management representatives and students. The data were analyzed using a descriptive-interpretative method. The study finds that centripetal and centrifugal language forces are evident in campus public signs through the utilization of particular languages. Indonesian, as the national language, strongly represents the centripetal force. Meanwhile, foreign languages such as English and regional languages like Balinese and Old Javanese signify the centrifugal force. These forces converge in blurring areas, where Indonesian, foreign languages, and regional languages are used simultaneously on the same public signs. The interaction between the centripetal and centrifugal forces is also evident in national and regional language regulations that support heteroglossia in campus public signage.  Abstrak Penelitian ini bertujuan, pertama, untuk menganalisis realisasi daya sentripetal, sentrifugal, dan kekaburan dalam implementasi kebijakan bahasa pada tanda luar ruang publik di lingkungan kampus di Bali. Kedua, kajian ini bertujuan untuk memetakan posisi kebijakan bahasa nasional dan daerah melalui perspektif heteroglosia. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini meliputi tanda luar ruang kampus, perwakilan manajemen kampus, dan mahasiswa yang dipilih secara purposif. Penelitian dilakukan di lima kampus di Bali, yaitu Universitas Pendidikan Ganesha (UPG), Universitas Panji Sakti (UPS), STAHN Mpu Kuturan (MK), Monarch Singaraja (MS), dan H.I Singaraja (HIS). Data dikumpulkan melalui observasi, termasuk memotret semua tanda luar ruang kampus, dan melakukan wawancara dengan perwakilan manajemen kampus dan mahasiswa. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-interpretatif. Penelitian ini menemukan bahwa daya bahasa sentripetal dan sentrifugal terlihat jelas pada tanda luar ruang publik kampus melalui penggunaan bahasa-bahasa tertentu. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, merepresentasikan daya sentripetal. Sementara itu, bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dan bahasa daerah seperti bahasa Bali dan Jawa Kuno menunjukkan daya sentrifugal. Kedua daya ini bertemu di area kekaburan, di mana bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah digunakan secara bersamaan pada tanda luar ruang publik yang sama. Interaksi antara daya sentripetal dan sentrifugal juga terlihat pada peraturan bahasa nasional dan daerah yang mendukung heteroglosia pada tanda luar ruang kampus.