cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 173 Documents
Integrating of Digital Literacy and Figurative Meaning Comprehension: A Cognitivism-Based Semantic Perspective Saraswati, Saraswati; Anriani, Nurul; Hidayat, Sholeh
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1588

Abstract

The digital era has transformed how information is conveyed, shifting messages beyond formal text to encompass online news, social media, digital ads, and metaphor-rich memes filled with cultural symbols and figurative expressions. However, students' skills in grasping these concealed meanings remain underdeveloped, necessitating research that integrates digital literacy with meaning-making theories. This context underscores the need for research that systematically integrates digital literacy with theories of meaning construction. This study seeks to determine how effectively students interpret figurative meanings and to elucidate their underlying thought processes through the lens of cognitive semantics, which views metaphor as a systematic connection between two domains, and Piaget's theory of cognitivism, including assimilation, accommodation, and equilibration in conceptual schema development. This research employs a descriptive qualitative approach, involving 20 students as participants. Data were collected through note-taking from seven DetikNews online articles, figurative meaning comprehension tests, and semi-structured interviews to explore students' reasoning and the rationale behind their thinking. The findings indicate that students are able to map metaphors such as politics as theater, global crises as storms, reshuffles as adjustments, and wayang symbols as leadership representations, and recognize the legal implications of meme dissemination. It was observed that students' figurative understanding is shaped by the activation of conceptual schemas and proficient digital literacy, underscoring the importance of integrating these elements to enhance critical and interpretative thinking when engaging with digital texts. Abstrak Perubahan bentuk komunikasi di era digital membuat pesan tidak lagi dalam teks formal, melainkan melalui media sosial, berita daring, iklan digital, hingga meme yang sarat metafora, simbol budaya, dan ekspresi figuratif. Di sisi lain, kemampuan mahasiswa dalam menafsirkan pesan implisit tersebut masih terbatas dan bersifat literal sehingga menuntut kajian yang mengintegrasikan literasi digital dengan kerangka teoretis pemaknaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian dengan menggabungkan literasi digital dan kerangka teoretis yang menjelaskan proses pemaknaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan mahasiswa dalam memahami makna figuratif, menjelaskan proses kognitif yang melandasinya melalui perspektif semantik kognitif yang memandang metafora sebagai pemetaan sistematis antara domain sumber dan domain target berbasis kognitivisme Piaget yang meliputi mekanisme asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi dalam pembentukan skema konseptual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan 20 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui teknik baca–catat pada tujuh berita daring DetikNews, tes pemahaman makna figuratif, dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali pengalamn belajar dan proses berpikir mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa mampu memetakan metafora seperti politik sebagai pertunjukan, krisis global sebagai badai, reshuffle sebagai respons adaptif, serta simbol wayang sebagai representasi kepemimpinan, dan memahami bahwa penyebaran meme memiliki konsekuensi hukum. Diperoleh temuan bahwa makna figuratif mahasiswa terbentuk melalui aktivasi skema konseptual dan literasi digital yang baik, sehingga integrasi keduanya penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan interpretatif dalam membaca teks digital.
Representasi Kekuasaan dalam Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye: Analisis Wacana Kritis Ardiansyah, Muhammad Hardika; Mijianti, Yerry; Susetyo, Agus Milu
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1633

Abstract

This study aims to analyze the representation of power in the novel Negeri Para Bedebah by Tere Liye using the Norman Fairclough model of Critical Discourse Analysis (AWK) framework combined with Michel Foucault's concept of power. This study uses a qualitative approach with the Critical Discourse Analysis method through Fairclough's three-dimensional analysis, namely text analysis, discourse practice, and social practice, combined with three categories of power according to Foucault. The data collection technique was carried out through documentation studies by identifying, selecting, and recording narrative quotes and dialogues in the novel Land of the Babies that represent power relations. Data analysis was carried out by examining the text based on the three dimensions of AWK Fairclough, then associating it with Foucault's concept of power. The results of this study indicate that the representation of power in the novel Negeri Para Bedebah by Tere Liye operates through three main mechanisms, namely the formation of desires, regulation of behavior, and the formation of social norms. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekuasaan dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough yang dipadukan dengan konsep kekuasaan Michel Foucault. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis melalui analisis tiga dimensi Fairclough, yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial, yang dikombinasikan dengan tiga kategori kekuasaan menurut Foucault. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan mengidentifikasi, menyeleksi, dan mencatat kutipan narasi serta dialog dalam novel Negeri Para Bedebah yang merepresentasikan relasi kekuasaan. Analisis data dilakukan dengan mengkaji teks berdasarkan tiga dimensi AWK Fairclough, kemudian mengaitkannya dengan konsep kekuasaan Foucault. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi kekuasaan dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye beroperasi melalui tiga mekanisme utama yaitu pembentukan keinginan, pengaturan perilaku, dan pembentukan norma sosial. 
Arguments in Indonesian and Chinese Students’ English Argumentative Essays: Spotlighting The Quality and Gender Abdullah, Fuad; Siregar, Bahren Umar; Tandiana, Soni Tantan
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1556

Abstract

Various studies have examined argumentative writing from multiple perspectives. However, the quality of arguments in Indonesian and Chinese students’ English argumentative essays, particularly when analyzed from both quality and gender perspectives, remains underexplored. Hence, this study aims to address this gap by investigating the quality of argumentation and gender related patterns in English argumentative essays produced by Indonesian (IDN) and Chinese (CHN) learners of English. The corpus consisted of 20 English argumentative essays on the same topic, namely non-smoking, which were purposively selected from the International Corpus Network of Asian Learners of English (ICNALE). The essays were grouped based on students’ nationalities into Indonesian and Chinese categories. The data were analyzed using the Argumentation Quality Evaluation proposed by Erduran et al. (2004) and the Thematic Analysis developed by Braun and Clarke (2006) to examine the quality and thematic patterns of the arguments. The findings indicate that Indonesian and Chinese students’ English argumentative essays demonstrated varying levels of argument quality, from weak to strong. Regarding gender, the results show that both male and female students from the Indonesian and Chinese groups produced comparable argument structures, suggesting no substantial gender-based differences in the construction of arguments. The pedagogical implications of this study provide insights for TESOL practitioners, learners of English as a foreign language, policymakers, and linguists by emphasizing the importance of developing students’ awareness of argumentative structures and strengthening their ability to evaluate the quality of arguments in English argumentative writing.  Abstrak Meskipun banyak sekali penelitian telah dilaksanakan untuk mengkaji tulisan argumentatif dari berbagai sudut pandang, bagaimana argumen dalam esai argumentatif bahasa Inggris mahasiswa Indonesia dan Tiongkok dari sudut pandang kualitas dan gender masih kurang dipelajari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut. Korpus penelitian ini terdiri dari 20 esai argumentatif dengan topik yang sama, yakni non-merokok dan dipecah menjadi dua kelompok berdasarkan kewarganegaraan mahasiswa, seperti Indonesia (IDN) dan Tiongkok (CHN). Korpus ini dikumpulkan secara terpilih melalui analisis dokumen dari situs web International Corpus Network of Asian Learners of English (ICNALE) sebagai basis korpus dan dianalisis dengan Evaluasi Kualitas Argumentasi (Erduran et al., 2004) dan Analisis Tematik (Braun dan Clarke, 2006). Temuan mengungkapkan bahwa esai argumentatif bahasa Inggris mahasiswa Indonesia dan Tiongkok menunjukkan kualitas argumen yang lemah dan kuat. Terkait gender, temuan menguraikan struktur argumen yang sama yang dihasilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Indonesia dan Tiongkok. Implikasi pedagogis dari penelitian ini menawarkan informasi praktis bagi praktisi TESOL, mahasiswa bukan penutur asli bahasa Inggris, pembuat kebijakan dan linguis tentang pentingnya mengadaptasi kesadaran mahasiswa terhadap skema argumentatif dan evaluasi kualitas argumentasi saat menyusun esai argumentatif bahasa Inggris.
Relasi Ekospiritualisme Tradisi Ruwat Rambut Gimbal di Dieng Melati, Freska Ela; Sukmawan, Sony
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1610

Abstract

This study aims to examine in depth the practice of ruwat rambut gimbal (hair cutting ritual) as a form of dialectical and equal relationship between material, spiritual, and ecological entities. This study uses a descriptive qualitative method with a field design related to oral and written texts of the ruwat rambut gimbal tradition. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing with a hermeneutic approach to understand the symbolic meaning of texts and cultural actions. The results show that in the tradition of ruwat rambut gimbal, with a post-humanism and new animism approach, there are three harmonious relationships. The first relationship is material, involving dreadlocks, offerings, and children's requests. The second relationship is spiritual, involving belief in ancestral spirits and the use of Javanese songs and Islamic prayers as a medium of communication. The third relationship is ecological, involving the preservation of water sources, land, the sacred area of Dieng, and the management of agricultural products. These three relationships are interrelated in presenting the practice of gimbal hair, which shows the existence of a communication network between humans and non-human entities. The implications of this research enrich the understanding of cultural sustainability while strengthening ecological and spiritual awareness to maintain harmony between humans, nature, and ancestors, especially in the Dieng Plateau. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam praktik ruwat rambut gimbal sebagai wujud relasi dialektik dan setara antara entitas material, spiritual, dan ekologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain lapangan yang berkaitan teks-teks lisan dan tertulis tradisi ruwat rambut gimbal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami makna simbolik dari teks maupun tindakan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwat rambut gimbal pendekatan posthumanisme dan animisme baru, memiliki tiga relasi yang saling terhubung. Relasi pertama berupa material rambut gimbal, sesaji, dan benda permintaan anak. Relasi kedua berupa spiritual terhadap kepercayaan roh leluhur maupun penggunaan tembang Jawa dan doa Islam sebagai media komunikasi. Relasi ketiga berupa ekologis dalam menjaga sumber air, tanah, kawasan suci Dieng, serta pengelolaan hasil bumi. Ketiga relasi tersebut saling menguatkan dan mempresentasikan jaringan komunikasi antara manusia dengan entitas nonmanusia. Implikasi penelitian ini memperkaya pemahaman keberlanjutan budaya sekaligus memperkuat kesadaran ekologis dan spiritual untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, maupun leluhur khususnya di Dataran Tinggi Dieng.
E-Modul Interaktif Menulis Cerpen Sastra Profetik untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis dan Karakter Siswa SMA Rohmah, Siti Afifatur; Widodo, Joko; Budiman, Ajang
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1640

Abstract

This study aims to describe the planning, development, and feasibility of interactive e-modules for writing short stories. The method used is the Research and Development (R&D) model of Borg and Gall which is simplified into seven stages. The research subjects included material experts, media experts, teachers, and grade XI students, with data collection through interviews, questionnaires, and observations that were analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study showed that interactive e-modules based on prophetic literature were effective in overcoming students' obstacles in writing short stories and limited learning resources, and were declared very feasible based on the validation of material experts (95.45%), media experts (95%), practitioners (93.25%), and field tests (86.44%). This e-module contributes to improving writing skills while shaping students' character through the integration of humanization, liberation, and transcendence values, making it relevant as a source of innovative learning in the 21st century. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pengembangan, dan kelayakan e-modul interaktif menulis cerita pendek. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model Borg dan Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, guru, dan siswa kelas XI, dengan pengumpulan data melalui wawancara, angket, dan observasi yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis sastra profetik efektif mengatasi kendala siswa dalam menulis cerpen dan keterbatasan sumber belajar, serta dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli materi (95,45%), ahli media (95%), praktisi (93,25%), dan uji lapangan (86,44%). E-modul ini berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan menulis sekaligus membentuk karakter siswa melalui integrasi nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi, sehingga relevan sebagai sumber pembelajaran inovatif abad ke-21.
Kognitif Tuturan Tahanan Perempuan yang Mengalami Stres di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar Ibrahim, Aprilyanti Nurna Nengsi; Nensilianti, Nensilianti; Sultan, Sultan
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1250

Abstract

This study is a descriptive qualitative study that aims to (1) describe the cognitive form of speech of female prisoners experiencing mild stress in Makassar Class 1 Detention Center based on Ronald Langacker’s theory, (2) describe the cognitive pattern of speech of female prisoners experiencing moderate stress in Makassar Class 1 Detention Center based on Ronald Langacker’s theory, (3) describe the cognitive pattern of speech of female prisoners experiencing high stress based on Ronald Langacker’s theory. The focus of this study is on data in the form of words, phrases, clauses spoken by female prisoners experiencing mild stress, moderate stress and high stress. The data source for this study came from female prisoners in Makassar Class 1 Detention Center. Data collection techniques were carried out through observation, documentation and interviews. The research instruments consisted of the main instrument, namely the researcher and supporting instruments including observation guides, interview guides and recording devices. The results of the study showed that the cognitive pattern of speech of female prisoners experiencing mild stress was dominated by repetition patterns, especially repetition of phrases and ideas and emotional expression patterns in verbal and metaphorical forms. Meanwhile, the cognitive pattern of speech of female prisoners experiencing moderate stress was dominated by Ambiguity patterns, namely lexical and contextual, fragmentation patterns consisting of semantic and discourse fragmentation and more complex emotional expressions. Then, the cognitive pattern of speech of female prisoners experiencing high stress is dominated by a pattern of subject change, namely shifts in perspective and pronominal identity, syntactic and contextual ambiguity patterns, and structural fragmentation patterns.Abstrak Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kognitif tuturan tahanan perempuan yang mengalami stres ringan di rumah tahanan kelas 1 Makassar berdasarkan teori Ronald Langacker, (2) mendeskripsikan pola kognitif tuturan tahanan perempuan yang mengalami stres sedang di rumah tahanan kelas 1 Makassar berdasarkan teori Ronald Langacker, (3) mendeskripsikan pola kognitif tuturan tahanan perempuan yang mengalami stres tinggi berdasarkan teori Ronald Langacker. Fokus penelitian ini yaitu pada data berupa kata, frasa, klausa yang dituturkan oleh tahanan perempuan yang  mengalami stres ringan, stres sedang dan stres tinggi. Sumber data penelitian ini yaitu berasal dari tahanan perempuan di Rumah Tahanan kelas 1 Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen utama yaitu peneliti dan instrumen pendukung meliputi panduan observasi, panduan wawancara dan alat perekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kognitif tuturan tahanan perempuan yang mengalami stres ringan didominasi pola repetisi terutama repetisi frasa dan gagasan serta pola ekspresi emosional dalam bentuk verbal dan metaforis. Adapun pola kognitif tuturan tahanan perempuan yang mengalami stres sedang didominasi pola Ambiguitas yaitu leksikal dan kontekstual, pola fragmentasi terdiri dari fragmentasi semantik dan wacana serta ekspresi empsional yang lebih kompleks. Kemudian pola kognitif tuturan tahanan perempuan yang mengalami stres tinggi didominasi pola perubahan subjek yaitu pergeseran perspektif dan identitas pronominal, pola ambiguitas sintaksis dan kontekstual serta pola fragmentasi struktural.
An Analysis Of Problem-Solving Skills in the Activity of Analyzing Short Stories of Grade VIII Students at SMPN 4 Cina, Bone Regency Dusreni, Andi St. Aisyah; Usman, Usman
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1594

Abstract

This study aims to describe the problem-solving skills of eighth-grade students at SMPN 4 Cina, Bone Regency, in analyzing short stories. The study employed a descriptive quantitative method with a survey designThe analysis was guided by Polya’s four problem-solving. Data were collected through essay-based tests developed from five selected short stories and validated by an Indonesian language teacher. The data were analyzed using descriptive statistical techniques based on Polya’s four indicators: identifying problems, formulating problems, analyzing problems, and drawing conclusions. The results show that students’ problem-solving skills fall into the moderately skilled category, with an average score of 77.3. The highest achievements were found in stories with explicit and realistic conflicts, while symbolic and implicit texts led to lower performance. These findings indicate that the clarity and complexity of narrative structures significantly influence students’ analytical and reflective abilities in short-story analysis. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan memecahkan masalah siswa kelas VIII SMPN 4 Cina Kabupaten Bone dalam menelaah cerpen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui tes esai berbasis lima cerpen yang telah divalidasi oleh guru bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif berdasarkan empat indikator Polya, yaitu mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, menganalisis masalah, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan memecahkan masalah siswa berada pada kategori cukup terampil dengan rata-rata skor 77,3. Pencapaian tertinggi ditunjukkan pada cerpen dengan konflik yang eksplisit dan realistis, sedangkan cerpen yang bersifat simbolik menghasilkan capaian yang lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kejelasan dan kompleksitas struktur naratif berpengaruh signifikan terhadap kemampuan analitis dan reflektif siswa dalam menelaah cerpen.
Pengaruh Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Glide Terhadap Kompetensi Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X SMKS PGRI 3 Kota Malang Riza, Raisha Nurul; Rizal, Maulfi Syaiful
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1643

Abstract

This study aims to determine the influence of Contextual Teaching and Learning (CTL) learning assisted by Glide media on the competency of writing anecdotal texts of grade X TKRA students at SMKS PGRI 3 Malang City. The research uses a experiment method with a quasi-experimental design of a Nonequivalent Control Group Design. Data were analyzed through normality test, independent t-test, Wilcoxon Signed Rank Test, and Mann–Whitney U test<. The results of the Wilcoxon test showed a Sig. (2-tailed) value < 0.001, while the Mann–Whitney U test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.007 < 0.05. The findings showed a significant difference between the experimental group and the control group. Thus, CTL learning assisted by Glide media has a significant effect on improving the competence of writing anecdotal texts and is suitable for use as an interactive learning medium at SMKS. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Glide terhadap kompetensi menulis teks anekdot peserta didik kelas X TKRA di SMKS PGRI 3 Kota Malang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain kuasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Data dianalisis melalui uji normalitas, independent t-test, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji Mann–Whitney U. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal dengan nilai Sig. < 0,001. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,001, sedangkan uji Mann–Whitney U menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,007 < 0,05. Temuan tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian, pembelajaran CTL berbantuan media Glide berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kompetensi menulis teks anekdot dan layak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif di SMKS.
Kajian Unsur Kebudayaan Indonesia dalam Novel Bumi Karya Tere Liye Rohma, Marisa Nur; Dzarna, Dzarna; Anggraeni, Astri Widyaruli
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1600

Abstract

This study aims to examine elements of Indonesian culture in Tere Liye's novel Bumi using a literary anthropology approach. The analysis is based on Koentjaraningrat's seven dimensions of culture theory, which includes social organization systems, religious systems and ceremonies, livelihood systems, knowledge systems, technology and equipment systems, language systems, and arts. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques and data analysis through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that the novel Bumi represents six of the seven dimensions of culture, namely social organization, religion, livelihood, science, technology and equipment, and language. The element of art is not explicitly found in the text. These findings prove that the novel Bumi not only has aesthetic value as a work of literature, but also serves as a medium for the preservation, internalization, and reflection of the culture of the archipelago. This study is expected to enrich culture-based literary studies while contributing to the learning of Indonesian language and literature. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur kebudayaan Indonesia dalam novel Bumi karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Analisis didasarkan pada teori tujuh dimensi kebudayaan Koentjaraningrat, yang meliputi sistem organisasi sosial, sistem religi dan upacara keagamaan, sistem mata pencaharian, sistem ilmu pengetahuan, sistem teknologi dan peralatan, sistem bahasa, serta kesenian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis data melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Bumi merepresentasikan enam dari tujuh dimensi kebudayaan, yakni sistem organisasi sosial, religi, mata pencaharian, ilmu pengetahuan, teknologi dan peralatan, serta bahasa. Adapun unsur kesenian tidak ditemukan secara eksplisit dalam teks. Temuan ini membuktikan bahwa novel Bumi tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya sastra, tetapi juga berperan sebagai media pelestarian, internalisasi, dan refleksi budaya Nusantara. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra berbasis budaya sekaligus memberikan kontribusi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. 
Tahapan Moral dalam Novel Garis Waktu Karya Fiersa Bersari Hasanah, Annisa Dallilatul; Alivardani, Eka Nova; Suaedi, Hasan
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1644

Abstract

This study investigates the representation of moral stages in Fiersa Besari's novel Garis Waktu, focusing on Lawrence Kohlberg's Theory of Moral Development in conjunction with Ian Watt's Sociological Approach to Literature. The primary research problem lies in analyzing how the main character's ethical reasoning evolves under social pressure. Utilizing a descriptive qualitative method, the research aims to identify and analyze two specific stages: Conventional Stage 4 (Law and Order Orientation) and Postconventional Stage 5 (Social Contract and Individual Rights Orientation). The findings reveal that the protagonist's moral development reflects a dynamic conflict between adherence to social institutions (Stage 4), often interpreted as the author's and society's emphasis on formal order, and the defense of self-chosen universal principles (Stage 5), mirroring the modern societal struggle between conventional norms and individual rights. This interdisciplinary analysis contributes to both literary sociology and ethical studies by demonstrating how the novel functions as a medium for reflecting complex human moral and social dilemmas. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tahapan moral dalam novel Garis Waktu karya Fiersa Besari menggunakan Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg dan Pendekatan Sosiologi Sastra Ian Watt. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan mendalam dan pencatatan kutipan yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui kategorisasi berdasarkan tahapan moral Kohlberg dan konsep sosiologi sastra Ian Watt,  dilanjutkan dengan penafsiran dan deskripsi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh protagonis merepresentasikan dua tahapan moral, yaitu: tahapan konvensional tahap 4 (Orientasi Hukum dan Tatanan Sosial) yang tercermin dalam kepatuhan pada norma dan tanggung jawab sosial, serta tahapan pascakonvensional tahap 5 (Orientasi Kontrak Sosial dan Hak Individu) yang tercermin melalui pembelaan terhadap prinsip universal dan hak individu. Perkembangan moral tokoh mencerminkan konflik dinamis antara tuntutan masyarakat akan ketertiban formal dengan perjuangan mempertahankan prinsip-prinsip universal yang dipilih sendiri.