cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 182 Documents
Mengungkap Makna Leksikal dan Konseptual Penamaan Kampung di Desa Peniwen melalui Pendekatan Digital USAS: Sebuah Studi Antropolinguisitik Glorin, Grace; Wahyuni, Lilik
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1774

Abstract

The naming of villages in Peniwen Village represents a linguistic practice embedded with cultural meanings, collective memory, and socio-ecological relations of the local community. This study addresses the limited integration of anthropolinguistic approaches with systematic digital semantic analysis in toponymic research. The aim of this study is to uncover the cultural meanings of village names in Peniwen Village through semantic domain mapping using the UCREL Semantic Analysis System (USAS). This research adopts a qualitative approach with a narrative study design. Data were collected through narrative exploration, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed using content analysis combined with USAS semantic tagging. The results of the study show that the naming of villages in Peniwen Village is not arbitrary, but rather structured in several dominant semantic domains, namely the meaning of space and spatial orientation (M6, M7), nature and environment (W1, L2, L3), as well as collective thoughts, beliefs, and ideologies (S1.2.1, X2.1, X2.6). These results demonstrate that toponymy functions as a medium for transmitting cultural values, belief systems, and ecological knowledge across generations, while highlighting the contribution of digital semantic approaches in advancing anthropolinguistic studies and sustainable cultural heritage preservation.AbstrakPenamaan kampung di Desa Peniwen merepresentasikan praktik kebahasaan yang memuat makna budaya, memori kolektif, dan relasi sosial-ekologis masyarakat setempat. Penelitian ini berangkat dari persoalan masih terbatasnya kajian toponimi yang mengintegrasikan pendekatan antropolinguistik dengan analisis semantik digital secara sistematis. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna budaya penamaan kampung di Desa Peniwen melalui pemetaan domain semantik menggunakan UCREL Semantic Analysis System (USAS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi naratif. Data dikumpulkan melalui eksplorasi naratif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan penandaan semantik USAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan kampung di Desa Peniwen tidak bersifat arbitrer, melainkan terstruktur dalam beberapa domain semantik dominan, yaitu makna ruang dan orientasi spasial (M6, M7), alam dan lingkungan (W1, L2, L3), serta pemikiran, kepercayaan, dan ideologi kolektif (S1.2.1, X2.1, X2.6). Temuan ini menegaskan bahwa toponimi berfungsi sebagai medium pewarisan nilai budaya, sistem kepercayaan, dan pengetahuan ekologis masyarakat secara lintas generasi, sekaligus menunjukkan potensi pendekatan semantik digital dalam memperkaya kajian antropolinguistik dan pelestarian warisan budaya berkelanjutan.
Instructional Strategies and Their Impact on Efl Students’ Reading Comprehension: An Empirical Study at Champasack University Vongsawath, Khanngeun; Fauziati, Endang; Hikmat, Mauly Halwat
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1681

Abstract

The purpose of this study is to examine how certain teaching methods to improve reading comprehension skills of EFL students at the Faculty of Education Champasack University. However, empirical evidence on the impact of instructional reading strategies on EFL students’ reading comprehension and learner perceptions in Lao university contexts remains limited. The use of specific selection of teaching methods, such as explicit strategy instruction and collaborative reading activities, creates the command of students to use strategies at different levels of reading comprehension. The study involved 25 final-year EFL students and 5 lecturers who were purposefully sampled. The data were collected using the following methods and instruments: open-ended questionnaires, semi-structured interviews, pre-test and post-tests, classroom observations, and reading comprehension tests. The qualitative component of the study involved thematic analysis of the participants’ perceptions and classroom interactions, which provided triangulation for the study. The analysis of the data indicated that the reading comprehension instructional strategies had the most impact on the students’ ability to comprehend text at the literal and inferential levels, i.e. identifying the main ideas, supporting details, and making simple inferences. There was limited improvement in the students’ critical reading and advanced strategic behaviors, which demonstrated the need for extended and continued training to improve comprehension at the higher levels. The most important findings of the study also demonstrated the positive impact that structured and strategy-based instruction (SBI) has on EFL students’ reading comprehension. This research contributes important implications for EFL teaching in higher education which indicated the need for constant integration of strategy-focused and student-centered reading instruction.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana metode pengajaran tertentu dapat meningkatkan keterampilan pemahaman membaca mahasiswa EFL di Fakultas Pendidikan Universitas Champasack. Namun, bukti empiris mengenai dampak strategi pembelajaran membaca terhadap pemahaman membaca dan persepsi pembelajar EFL di konteks perguruan tinggi di Laos masih terbatas. Penggunaan bagian tertentu dari metode pengajaran, seperti instruksi strategi eksplisit dan kegiatan membaca kolaboratif, menciptakan kemampuan mahasiswa untuk menggunakan strategi pada berbagai tingkat pemahaman membaca. Penelitian ini melibatkan 25 mahasiswa EFL tahun akhir dan 5 dosen yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dan instrumen berikut: kuesioner terbuka, wawancara semi-terstruktur, pre-test dan post-test, observasi kelas, serta tes pemahaman membaca. Komponen kualitatif dari penelitian ini melibatkan analisis tematik terhadap persepsi peserta dan interaksi kelas, yang memberikan triangulasi untuk penelitian ini. Analisis data menunjukkan bahwa strategi pengajaran pemahaman membaca memiliki dampak terbesar pada kemampuan mahasiswa untuk memahami teks pada tingkat literal dan inferensial, yaitu mengidentifikasi ide pokok, rincian pendukung, dan membuat inferensi sederhana. Ada peningkatan terbatas dalam kemampuan membaca kritis dan perilaku strategis lanjutan mahasiswa, yang menunjukkan perlunya pelatihan yang lebih panjang dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman pada tingkat yang lebih tinggi. Temuan paling penting dari penelitian ini juga menunjukkan dampak positif dari pengajaran terstruktur dan berbasis strategi (SBI) terhadap pemahaman membaca mahasiswa EFL. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengajaran EFL di pendidikan tinggi yang menunjukkan perlunya integrasi berkelanjutan dari pengajaran membaca yang berfokus pada strategi dan berpusat pada siswa.