cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI Husna Fauziah; Roza Mulyana; Rose Dinda Martini
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.796

Abstract

Latar belakang: Polifarmasi banyak ditemukan pada populasi geriatri dan berhubungan dengan efek samping dan lama perawatan di rumah sakit. Polifarmasi adalah penggunaan bersamaan enam obat atau lebih oleh seorang pasien. Mengidentifikasi dan menghindari polifarmasi dapat memberikan hasil yang lebih baik pada pasien usia lanjut dan membantu meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Meningkatkan pemahaman dalam mengidentifikasi dan menatalaksana polifarmasi pada pasien geriatri. Tinjauan Pustaka: Polifarmasi banyak ditemukan pada pasien geriatri dan berkaitan dengan kondisi penyakit dan pertambahan usia. Peningkatan penggunaan obat pada geriatri meningkatkan risiko negatif seperti peningkatan biaya perawatan, kejadian efek samping obat, interaksi obat, ketidakpatuhan pengobatan, penurunan status fungsional, dan sindrom geriatri. Beberapa strategi untuk mengurangi polifarmasi di kalangan pasien usia lanjut membutuhkan kerjasama multidisiplin. Penerapan kriteria AGS Beers dan kriteria STOPP / START meningkatkan kesesuaian obat pada pasien usia lanjut dan mengurangi polifarmasi. Kesimpulan: Diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang polifarmasi dan konsekuensinya pada pasien geriatri. Diperlukan implementasi instrumen dan metode untuk mengatasi polifarmasi pada praktek klinis sehari-hari pada pasien geriatri.
DESENTISISASI OBAT Selly Cintya Gusman; Raveinal Raveinal
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.816

Abstract

Giving drugs to some patients has the potential to experience side effects that can be life-threatening so doctors must provide alternative medicine to them. If the suspect's drug is not replaced by alternative medicine, drug desensitization can be carried out. Drug desensitization is a temporary induction of a state of tolerance to the drug. Although this therapy is only empirical, it is effective and with a better understanding of the mechanism of desensitization is expected to improve therapeutic methods. Considerations for determining desensitization protocols do not have to be rigid, they should follow a number of steps, namely patient evaluation aimed at finding the characteristics of adverse reactions in patients, determining the possibility of effective and safe fast drug desensitization, selecting appropriate protocols, gathering information about the patient's response to desensitization, and change the protocol as needed. Desensitization is said to be successful if the patient can complete up to the therapeutic dose and can tolerate repeated dosing until treatment is complete.
HUBUNGAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN DAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN BALITA PENDEK Siti Nur Alfiah; Ragil Setiyabudi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.767

Abstract

Latar Belakang : Balita Pendek masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yang belum terselesaikan karena prevalensinya yang masih tinggi. Pola asuh pemberian makan dan status ekonomi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya balita pendek. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh pemberian makan dan status ekonomi dengan kejadian balita pendek usia 0-24 bulan di Desa Gunungwetan Wilayah Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel yang digunakan adalah 106 responden yang terdiri dari kelompok balita pendek sebagai kasus (53), dan kelompol balita normal sebagai kontrol (53).Teknik pengambilan sampel untuk kelompok balita pendek menggunakan total sampling dan untuk kelompok balita normal menggunakan simple random sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil : Ibu dengan pola asuh pemberian makan pada kelompok kasus dan kelompok kontrol sebagian besar baik sebanyak 27 (50,9%) pada kelompok kasus dan 39 (73,6%) pada kelompok kontrol. Status ekonomi keluarga pada kelompok kasus sebagian besar yaitu rendah sebanyak 33 (62,3%), sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar status ekonomi keluarga yaitu tinggi sebanyak 35 (66,0%). Terdapat hubungan antara pola asuh pemberian makan (p=0,016) dan status ekonomi (p=0,004) dengan kejadian balita pendek. Simpulan : Terdapat hubungan pola asuh pemberian makan dengan kejadian balita pendek dan status ekonomi dengan kejadian balita pendek. 
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KONSENTRASI BELAJAR PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Zainul Arifin; Etlida wati
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.797

Abstract

Kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi belajar. Mahasiswa keperawatan memiliki beban akademik yang berat sehingga dapat menggangu kualitas tidur. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Keperawatan UMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan semester I, III, V, & VII yang masih aktif. Jumlah sampel 90 responden dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrument ini menggunakan lembar kuesioner, dan di analisis dengan statistik uji Chi-square. Menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 20 tahun sebanyak 26 (28,9%), dan rata-rata umur responden 19,64 tahun dengan minimun 18 tahun dan maksimum 22 tahun. Secara statistik terdapat hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar dengan p-value = 0,000. Adanya hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
KARAKTERISTIK KADER DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU KURAO KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG TAHUN 2019 Ety Aprianti; Sri Suciana; Fery Musharyadi; Yona Firdali Ranti; Desi Noviayanti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.847

Abstract

Posyandu is a health service organized by, from, for and with the community. Padang DKK 2016 Puskesmas pembantu Kurao has a low Posyandu level. The purpose of this study was to find out the description of the implementation of the Kurao posyandu activity in the Working Area of Nanggalo Health Center in 2019.The purpose of this study was to find out how the Posyandu Cadre Characteristics and Evaluation of Posyandu Activity Implementation in the Work Area of the Kurao Sub-District Health Center in Nanggalo. This research is a quantitative and qualitative study using primary and secondary data obtained from Health Officers, cadres and the community who come to posyanduThe results obtained were more than half of respondents (56.6%) with the age category 26-45 years. Most respondents (80%) were married or married. More than half of respondents (63.4%) with <5 years old category. Most respondents (83.4%) with a secondary education level category. More than half of respondents (76.6%) in the category of not working or housewivesA total of 11 posyandu are under the working area of the Kurao Preparation of information on Posyandu implementation is carried out 1 day before the implementation of Posyandu and preparation of facilities, the infrastructure has been completed. In the implementation of posyandu activities, there was an ineffectiveness in the implementation of the fourth table because not all cadres understood and were able to provide counseling materials related to health issues, because not all cadres received specific training. Cadres only get information through regular monthly meetings at cadre social gathering events. The Posyandu Information System has been arranged in detail. Policies, preparation, implementation and Posyandu Information System in the work area of the Kurao sub-pustu have not been prepared and implemented in full, there are still shortcomings. With this research, it is recommended that health workers in the Puskesmas be able to provide training and refreshment to cadres and be able to complete all the deficiencies that exist in the implementation of the posyandu activities 
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS IKUR KOTO KOTA PADANG PERIODE 2018 Anne Laura; Anita Darmayanti; Dita Hasni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.712

Abstract

Hipertensi ialah suatu peningkatan tekanan darah sistolik dari 130 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 80 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan tenang. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular yang menjadi masalah penting dalam kesehatan. Satu dari lima orang dewasa di seluruh dunia mengalami peningkatan tekanan darah dan menyebabkan 9,4 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Jumlah kematian akibat hipertensi di Indoneis pada tahun 2018 adalah 44,1. Kasus hipertensi terbanyak di Kota Padang tahun 2018 terdapat di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang sebanyak 88% atau 1.920 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang Periode 2018. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kategorik. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang. Penelitian dilakukan pada April sampai November tahun 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 39 orang. Data univariet dianalisis dan disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Hasil paling banyak pada jenis kelamin perempuan yaitu 25 orang (64,1), paling banyak pada usia 51 sampai 60 yaitu 19 orang (48,7%) dan paling banyak memiliki jenis hipertensi stadium 1 yaitu 26 orang (66,7%). Ketepatan indikasi pengobatan yaitu 26 orang (66,7%). Jenis obat tunggal terbanyak yaitu 39 orang (100%). Ketepatan dosis yaitu 26 orang (66,7%). Evaluasi penggunaan oabt antihipertensi di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang yang terbanyak adalah perempuan usia 51 sampai 60 tahun dengan pengobatan tunggal, ketepatan indikasi dan dosis yang sesuai.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KESEMBUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI KAB. PADANG PARIAMAN Efri Yeni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.627

Abstract

 Angka keberhasilan pengobatan pasien TB di Kabupaten Padang Pariaman belum mencapai target yaitu tahun 2013 sebesar 83%, tahun 2014 menurun menjadi 82% sementara target yang ditetapkan yaitu 85%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan angka kesembuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis paru di Kab. Padang Pariaman.            Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggabungkan antara metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan bulan Maret 2017 - Juni 2017 di Kabupaten Padang Pariaman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang menjalani pengobatan di Kab. Padang Pariaman triwulan 2 dengan jumlah sampel 60 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan multistage sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diketahui sebagian kecil responden (11,7%) gagal dalam kesembuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis dan (13,3%) memiliki sikap negatif. kurang dari separoh responden (26,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai pengobatan tuberkulosis. Kurang dari separoh responden (28,3%) memiliki kinerja pengawas minum obat yang tidak baik terhadap pengobatan pasien tuberkulosis. Analisis bivariat diketahui terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan kinerja PMO dengan kesembuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis paru di Kab. Padang Pariaman (p value < 0,05). Data kualitatif diketahui pelaksanaan program TB pada perencanaan program yang kurang matang, keterbatasan dana, kurangnya kerjasama lintas program dan lintas bidang di dinas kesehatan serta pembinaan terhadap sektor kesehatan swasta belum dilakukan. Pada faktor masyarakat adalah pengawas  minum obat kurang aktif dalam memotivasi pasien dan pendampingan pasien TB dalam berobat, serta keluarga yang kurang aktif  dalam memotivasi penderita untuk sembuh.Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan kinerja PMO dengan kesembuhan pengobatan. Perlu adanya dukungan dengan peningkatan pelaksaanaan promosi kesehatan untuk peningkatan pengetahuan pasien TB mengenai pengobatan TB.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITIES OF DAILY LIVING PADA LANSIA Tiara Sonza; Isna Aglusi Badri; Roza Erda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.818

Abstract

International Journal of Geriatric Psychiatry found that more than 27% of elderly people experience difficulty in carrying out daily activities due to experiencing anxiety. This study aims to determine the relationship of anxiety levels with the level of independence Activities of Daily Living in the elderly. This type of research is analytic with cross sectional design, with a population of all elderly in the Work Area of Baloi Permai Public Health Center in Batam City in 2019 with a purposive sampling technique with a sample of 66 elderly people. The results obtained from 66 elderly people, elderly who did not experience anxiety independently numbered 39 elderly (59.1%), elderly who experienced mild anxiety with mild dependence totaling 20 elderly (30.3%), elderly who experienced mild anxiety with dependence moderate amounted to 1 elderly (1.5%), elderly who experienced moderate anxiety with moderate dependence amounted to 4 elderly (6.1%), elderly who experienced severe anxiety with heavy dependence amounted to 1 elderly (1.5%), elderly who experienced severe anxiety with a total dependence of 1 elderly (1.5%). Hypothesis test results using kruskall wallis obtained ρ value 0,000, indicating a significant relationship between the level of anxiety with the level of independence Activities of Daily Living in the elderly. Public health center can provide health education regarding the importance of checking the level of independence of the elderly and can carry out scheduled levels ofindependence during integrated healthcare center of the elderly to find out the fulfillment of daily activities in the elderly
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2016 Pebriyanti Putri Sapari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.624

Abstract

Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil selama masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal. Secara kuantitas cakupan pelayanan antenatal (Cakupan KI dan K4) sejak tahun 2011 -2013 terjadi peningkatan,  namun jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Padang Pariaman juga meningkat. Penelitian ini menggunakan desain analitik yang bersifat cross sectional dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah bidan yang bertugas di Kabupaten Padang Pariaman dan sampel sebanyak 221, dengan tekhnik pengambilan sampel propotional random sampling. Untuk penelitian kualitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 kelompok Focus Group discution (FGD) yaitu pimpinan puskesmas, Bidan Koordinator (Bikor) Puskesmas, kelompok ibu hamil, dan Indeph interview dilakukan kepada Kabid Kesga, Ketua IBI dan Bikor Kabupaten. Instrument yang digunakan adalah angket, pedoman FGD dan indept interview. Hasil analisa bivariat di dapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan, Satus Kawin, umur, dan pelatihan, lama kerja, motivasi, imbalan, level supervisi dengan kinerja bidan. Hasil uji multivariat menunjukkan variabel motivasi  merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kinerja bidan. Hasil penelitian kualitatif pada semua variabel sama dengan hasil penelitian kuantitatif.Motivasi merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja bidan. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman diharapkan  meningkatkan motivasi bidan dalam pelayanan antenatal melalui pemberian reward berupa penghargaan, pelatihan gratis, pendidikan gratis dan lain-lain. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA Novi Wulan Sari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.857

Abstract

Data Depkes RI tahun 2014, ditemukan remaja SMP yang melakukan hubungan seks sebesar 5,3 % dan SMA 10,3%. Data KPAI Sumatera Barat, ditemukan 17 kasus perilaku seksual pranikah pada remaja 10 orang diantaranya adalah siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pada remaja di SMK Negeri 2 Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi seluruh remaja kelas X dan XI berjumlah 989 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang berjumlah 91 orang. Hasil analisis univariat didapatkan 16,5% remaja memiliki perilaku seksual yang beresiko. Sebesar 51,6% remaja terpapar terhadap media massa tentang perilaku seksual. Sebesar 13,2% pola asuh orang tua termasuk kedalam pola asuh permisif dan 33,0% termasuk kedalam pola asuh otoriter. Sebesar 56,0% teman sebaya mendukung tentang perilaku seksual. Hasil uji statistik didapatkan terdapat hubungan media massa (p = 0,007 dan OR 8), pola asuh orang tua (p = 0,006) dan dukungan teman sebaya (p = 0,026 dan OR 4) dengan perilaku seksual pada remaja. Disimpulkan bahwa ada hubungan media massa, pola asuh orang tua dan dukungan teman sebaya dengan perilaku seksual pada remaja.