cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
TERAPI TRANSFUSI DARAH LEUKODEPLETED PADA PASIEN THALASSEMIA Bobby Rojas; Irza Wahid
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.756

Abstract

Thalassemia merupakan gangguan sintesis hemoglobin (Hb), khususnya rantai globin, yang diturunkan.  Data Pusat Thalassemia, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSCM, sampai dengan bulan Mei 2014 terdapat 1.723 pasien dengan rentang usia terbanyak antara 11-14 tahun.1,  Pengobatan penyakit thalassemia sampai saat ini belum sampai pada tingkat penyembuhan. Di seluruh dunia tata laksana thalassemia bersifat simptomatik berupa transfusi darah seumur hidup. Dahulu target Hb pra transfusi darah 6gr% dan pasca transfusi 8-10gr%, namun sekarang target Hb pra transfusi adalah 9-10gr% dan pasca transfusi adalah 12gr% pada wanita dan 13gr% pada pria.3,4 Transfusi darah merupakan tindakan transplantasi organ yang sederhana, tetapi mengandung banyak risiko, seperti reaksi transfusi dan tertularnya penyakit akibat tercemarnya darah donor oleh virus seperti hepatitis B, C, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan human t-cell leukemia virus (HTLV). Baru pada akhir tahun 2011 pasien thalassemia di RS tertentu bisa mendapatkan packed red cells (PRC) rendah leukosit dengan menggunakan skrining nucleic acid test (NAT), namun tidak rutin tersedia. Selain risiko tertular penyakit infeksi, pasien yang mendapatkan transfusi berulang juga dapat mengalami reaksi transfusi mulai dari ringan seperti menggigil, urtikaria, sampai berat seperti syok anafilaksis. Penggunaan bedside filter saat pemberian transfusi darah non leukodeplesi pada saat transfusi belum rutin dilakukan, karena akan menambah biaya.
HUBUNGAN ANTARA POLA TIDUR DAN KEBIASAAN MAKAN JUNK FOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2019 Tanti Kristiana; Dessy Hermawan; Upik Febriani; Achmad Farich
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.758

Abstract

Obesity is a serious illness that can cause emotional and social problems. The things that cause obesity include sleep patterns, and also patterns of consumption, including consumption of junk food among teenagers.This study aimed to determine the relationship of sleep patterns and Junk food eating habits with the incidence of obesity in students at Malahayati University in 2019. The type of research used was observational quantitative research with a case control approach. The sample in this study is the medical students of the University of Malahayati Bandar Lampung in 2017 consisting of 30 people who are not obese and 30 people who are obese. Data obtained through filling questionnaires and microtoise scales. The data analysis technique to test the hypothesis is the chi square statistical test. From the results of the study showed the frequency of sleep patterns with the most obesity events in the less category (43.3%), the frequency of junk food eating habits with the most obesity events in the frequent and always categories (38.4%), there was a significant relationship between sleep patterns and the incidence of obesity with a p value of 0,000 (<α0.05) and there is a significant relationship between junk food eating habits with the incidence of obesity with a p value of 0,000 (<α0.05). Students with obesity consume junk food more often and obese students also have less sleep patterns than non obese students.
TRAVEL VACCINE Lia Dwi Lestari; Raveinal Raveinal
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.829

Abstract

Perjalanan wisata sangat bisa berpotensi dalam penularan suatu penyakit, terutama penyakit-penyakit yang ditularkan melalui batuk atau bersin. Penularan ini dapat terjadi dengan sangat cepat, bahkan dapat menyebar sampai ke seluruh dunia, dapat pula berakibat fatal bahkan menimbulkan kematian. Beberapa contoh penyakit menular yang bisa didapat oleh para traveller misalnya :  Hepatitis A, Influenza, Yellow Fever, Japanese Encephalitis, Meningitis, yang sebenarnya kesemua penyakit tersebut dapat dicegah dengan vaksin, namun para penggemar travel umumnya masih banyak yang belum mengetahui akan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu cara penting melindungi kesehatan tubuh. Vaksinasi diartikan sebagai tindakan pemberian suatu vaksin sedangkan imunisasi didefinisikan suatu induksi agar terjadi pembentukan imunitas tubuh. Sampai saat ini imunisasi dianggap salah satu bentuk intervensi yang paling cost- effective untuk mencegah penularan penyakit infeksi selama perjalanan, dikarenakan respon imun dalam pemberian vaksinasi yakni : sel limfosit (limfosit B dan T) dan APC (Antigen Precenting Cell) misalnya sel dendritik dan makrofag, merupakan respon tubuh utama dalam upaya eliminasi berbagai antigen.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA Afrizal Afrizal
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.859

Abstract

Program imunisasi merupakan salah satu program untuk melindungi penduduk secara spesifik terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri pada tahun 2015 pada wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya paling tinggi (37,5%). Adanya kesenjangan ini menjadi dasar untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program imunisasi dasar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif  untuk melakukan evaluasi dari pelaksanaan program imunisasi dasar, dengan metoda wawancara mendalam, FGD, telaah dokumen dan observasi. Pada hasil penelitian diketahui bahwa ketenagaan untuk pelaksanaan imunisasi sudah memadai namun tenaga pelaksana imunisasi belum pernah mengikuti pelatihan khusus imunisasi, dana untuk pelaksanaan program sudah memadai, sarana dan prasarana sudah mencukupi, SOP pelaksanaan imunisasi sudah tersedia. Perencanaan imunisasi berdasarkan acuan dari dinas kesehatan, pelayanan imunisasi dilakukan di dalam dan di luar gedung, masih ada petugas imunisasi yang belum melaksanakan SOP. Pencatatan dan pelaporan  dimulai dari pembina wilayah ke puskesmas kemudian dilanjutkan ke dinas kesehatan. Supervisi dan bimbingan teknis sudah terlaksana dari dinas ke puskesmas, pimpinan puskesmas hanya supervisi secara berkala ke klinik/BPS belum  terlaksana supervisi ke posyandu saat pelaksanaan imunisasi. Cakupan imunisasi  masih belum mencapai target karena faktor pemahaman masyarakat, dan faktor teknis pelaksanaan program. Dari hasil penelitian masih perlu dilaksanakan pelatihan khusus imunisasi bagi tenaga pelaksana imunisasi di lapangan. Diperlukan koordinasi lintas sektoral yang maksimal dengan pemerintahan kecamatan dan kelurahan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA HARI RAWAT INAP PASIEN POST APENDIKTOMI DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Siti Afta Maharani; Mizar Erianto; Ringgo Alfarisi; Joan Willy
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.757

Abstract

Appendicitis is a condition where inflammation of the appendix vermiformis occurs, in social life commonly known as appendicitis. The appendix has a length of about 6 to 9 cm, the tip is attached to the cecum and has several positions that depend on the retrosecal, pelvic, antesecal, preileal, retroileal, or right pericolic. Appendicitis is one of the causes of emergency tumors in developing countries. Appendicitis is more common in men than women compared to 1: 4, and is triggered at an average age of 10 to 30 years.To determine whether there is an influence between age, surgical site infection, and complications in post-appendectomy patients in Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung City in 2018.This type of research is Analytical Descriptive by using a cross sectional study to look at the factors that affect the length of stay of post-appendectomy patients using the Chi-Square test.The results of the analysis of the factors that influence the length of stay in post-appendectomy patients in RSUD H. Abdul Moeloek Bandar Lampung City in 2018. Age Factor From the statistical results of the Fisher Feasibility Test obtained p value = 0.002 which means less than α = 0.05, this can help a significant relationship between patients with post appendectomy, surgical wound infection factor From the statistical results of the Fisher Exact Test, the value of p = 0.017, which means it is smaller than α = 0.05, can provide a significant relationship between surgical wound infections in post-appendectomy patients and the length of stay for post-appendectomy patients. Complications Factor From the results of the Fisher exact test statistic obtained p = 0.007 which means less than α = 0.05, with this it can be agreed that there is a significant relationship between complications of post appendectomy patients with the length of stay of post appendectomy patients. Influencing age, surgical site infection, and complications of the length of stay of post-appendectomy patients in Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung City in 2018.
ANALISIS SISTEM PENYUSUNAN PERENCANAAN OBAT DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Syanti Rusman
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.625

Abstract

Perencanaan obat adalah salah satu aspek penting dan menentukan dalam pengelolaan obat Perencanaan obat dan perbekalan kesehatan merupakan awal yang menentukan dalam pengelolaan obat. Tujuan Perencanaan Obat antara lain adalah tersusunnya rencana kebutuhan dan jadwal pengadaan secara tepat waktu untuk pelayanan kesehatan dasar.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen yaitu untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang Analisis Sistem Penyusunan Perencanaan Obat Di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. Hasil dari penelitian  dari komponen input menyatakan pelaksanaan penyusunan perencanaan kebutuhan obat telah mengikuti kebijakan yang sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku, sudah dibentuknya tim perencanaan obat terpadu, SDM perencana obat yang belum pernah mengikuti bimbingan teknis perencanaan obat ,tersedianya dana untuk kegiatan penyusunan perencanan obat, sudah memadainya sarana dan prasarana penunjang kegiatan penyusunan perencanann obat, data dan informasi yang belum diolah secara benar serta jadwal penyusunan yang bersifat rutin. Dari komponen proses diketahui  proses penyusunan perencanaan kebutuhan obat yang terpadu, konsultasi yang belum maksimal, bimbingan teknis yang belum kontinyu dan pelaksanaan koordinasi yang belum optimal. Komponen output menyatakan bahwa dokumen RKO yang dihasilkan telah sesuai dengan ketentuan.
HUBUNGAN LAMA PAPARAN INHALASI ORGANICSOLVENT TERHADAP PENURUNAN PENGLIHATAN WARNA DAN SENSITIVITAS KONTRAS husnaini husnaini; Getry Sukmawati; Andrini Ariesti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.782

Abstract

Chronic inhalation of organic solvents causes retinal toxicity such as decreased color vision and contrast sensitivity because organic solvents cause damage to photoreceptor function, changes in cortical or retinal neurotransmitter systems such as glutamate, dopamine and acetylcholine and changes in function in parvo, magno and coniocellular cells. Method: The sample of this study consisted of 45 gas station operators who were divided into 3 groups, namely those who worked 1 year-5 years, 5 years-10 years and >10 years. All subjects underwent quantitative color vision examination by calculating the value of the color confusion index (CCI) using Fansworth D15. Contrast sensitivity examination is by determining the log contrast sensitivity value using the Pelli-Robson test. Results: CCI values> 1.00 and log contrast sensitivity values <1.65 were found in officers who worked for >10 years by 12 subjects (80%). Statistically there is a significant relationship between the duration of work with the decrease in color vision and contrast sensitivity (P Value 0,000). Conclusion: There is a significant relationship between the duration of exposure to organic solvents with a decrease in color vision and contrast sensitivity in operator officers who work >10 years.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN KADAR HB IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA Nur Masruroh; Gilang Nugraha
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.753

Abstract

Nilai normal Hb ditentukan dari kadar Hb itu sendiri. Kadar Hb ibu hamil terjadi jika produksi sel darah merah meningkat, nilai normal hemoglobin (12 sampai 16 gr/dl) dan nilai normal hematokrit (37% sampai 47%) menurun secara mencolok. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan kadar Hb ibu hamil trimester III. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2019 di Puskesmas Jagir Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan pengambilan sampel dengan simple random sampling sebanyak 30 responden ibu hamil trimester III yang berkunjung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah (56,7%) memiliki kadar Hb>11g% dan hampir setengah (43,3% responden yang memiliki kadar Hb <11g%. Hasil analisis bivariat menggunakan chi square dengan p value <0,05 mendapatkan hasil adanya hubungan antara usia dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,001 , terdapat hubungan antara paritas dan kadar Hb ibu hamil yaitu 0,003 , tidak terdapat hubungan antara pendidikan dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,11 serta tidak ada hubungan antara pekerjaan dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,72.Disarankan kepada petugas untuk memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia dalam kehamilan dan pentingnya mengkonsumsi tablet fe dan makanan yang mengandung zat besi.
ANTI-VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR PADA RETINOPATHY OF PREMATURITY Nasyayya Akbari Nazar
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1191

Abstract

Introduction: Vascular endothelial growth factor (VEGF) is an important mediator of pathological neovascularization and ocular vascular permeability.  In phase I ROP, VEGF levels decrease due to hyperoxia but increase sharply in phase II ROP due to hypoxia, which triggers retinal neovascularization.  Purpose: To increase understanding of anti-VEGF injection therapy as a management for ROP in order to avoid serious complications such as blindness in children.  Result: The use of intravitreal therapy targeting VEGF is increasingly in demand and has changed the way of view in treating vitreoretinal disease in children, especially in cases with severe posterior abnormalities, media opacity, and unstable systemic Compared with laser, anti-VEGFallows retinal vasculature to further vascularize toward the peripheral retina. Conclusion: Although it has many advantages, it is necessary to have a good understanding and continuous observation of systemic side effects and long-term neurodevelopment in children after anti-VEGF injection given that this action is a new therapy  compared to others.
ANALISIS FAKTOR MENINGKATNYA UNMET NEED TERHADAP SASARAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KOTA SOLOK TAHUN 2019 muhammad effendy; Evi Hasnita; Oktavianis Oktavianis
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.640

Abstract

Tingkat penggunaan kontrasepsi dan kebutuhan Keluarga Berencana yang tidak terpenuhi (unmet need) di tingkat kabupaten/kota sangat bervariasi yang mengindikasi adanya disparitas pelaksanaan program Keluarga Berencana di berbagai wilayah yang menyebabkan sebagian kelompok masyarakat tidak mendapatkanhakmereka. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor -faktor meningkatnya unmet need terhadap sasaran program Keluarga Berencana di Kota Solok tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif analitik dengan desain Crossectional study. Sampel penelitian adalah 100 responden di Kota Solok. Untuk mengetahui Analisis faktor meningkatnya unmet need terhadap sasaran program Keluarga Berencana di Kota Solok tahun 2019 menggunakan Kauntitatif berupa Uji Regresi Logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat penggunaan kontrasepsi (p= 0,001), peran petugas (p=0,034), dan jumlah anak (p=0,048) berpengaruh terhadap kejadian unmet need. Hendaknya petugas memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama sasaran program Keluarga Berencana seperti unmeet need, sedapat mungkin menjangkau seluruh sasaran yang berada di wilayah kerja WUSkesmas, dengan memberikan penyuluhan/  KIE supaya masyarakat tidak salah paham tentang manfaat ikut program Keluarga Berencana.