cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
PERUBAHAN NILAI CENTRAL CORNEAL THICKNESS SEBAGAI DETEKSI SEVERITAS RETINOPATI DIABETIKUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Guntur Fazwat; Hendriati Hendriati; Weni Helvinda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.960

Abstract

AbstractIntroduction : Hyperglycemia has a toxic effect on almost all cells in the body. Ocular complications due to hyperglycemia can occur in the cornea and retina. Retinal microvascular disorders in patients with type II DM are called diabetic retinopathy. Type II diabetes mellitus has a significant influence on the morphological, metabolic, physiological, and clinical aspects of the cornea that can be evaluated by measuring central corneal thickness (CCT) using Anterior Segment - Optical Coherence Tomography (AS-OCT). Morphological changes occur in corneal epithelium, epithelial basement membrane and basement, stromal and endothelial membrane complexes. CCT changes as changes in the retina of type II DM patients are chronic processes that lead to changes in the structure and biomechanics of the cornea and retina. Method: The subjects of this study consisted of 36 eyes of type II DM patients divided into 4 diabetic retinopathy groups (mild, moderate, severe NPDR and PDR) with GDS> 200mg / dl then CCT values were measured using AS-OCT. Result: CCT degrees in this study: normal 44.4%; thick (33.3%); thin (13.9%); ; very thick CCT (8.3%). There is no statistically significant relationship between the degree of CCT and severity of diabetic retinopathy. Conclusion: The CCT value of DM type II sufferers in the PDR group was higher than in the NPDR group, where there was an increase in CCT value along with an increase in severity of diabetic retinopathy, but the results were statistically not significant. CCT examination is expected to be one of the evaluations to evaluate the progression of hyperglycemic in type II DM against ocular disorders, especially cornea.Keywords: Type II diabetes mellitus, diabetic retinopathy, central corneal thickness, Anterior Segment - Optical Coherence Tomography AbstrakPendahuluan : Hiperglikemia memiliki efek toksik pada hampir semua sel dalam tubuh. Komplikasi okular akibat hiperglikemia dapat terjadi pada kornea dan retina. Gangguan mikrovaskuler retina pada penderita DM tipe II disebut retinopati diabetik. Diabetes melitus tipe II memberikan pengaruh signifikan pada aspek morfologis, metabolik, fisiologis, dan klinis kornea yang dapat dievaluasi  dengan mengukur ketebalan kornea sentral atau central corneal thickness (CCT) menggunakan Anterior Segment – Optical Coherence Tomography (AS-OCT) . Perubahan morfologis terjadi pada epitel kornea, membran basal epitel dan kompleks membran basal, stroma, dan endotelium. Perubahan CCT sebagaimana perubahan pada retina pasien DM tipe II merupakan proses kronis yang berujung pada perubahan struktur dan biomekanik dari kornea dan retina. Metode: Subjek penelitian ini terdiri dari 36 mata penderita DM tipe II yang dibagi dalam 4 kelompok retinopati diabetikum (mild, moderate, severe NPDR dan PDR) dengan GDS > 200mg/dl kemudian diukur nilai CCT menggunakan AS-OCT. Hasil: Derajat CCT pada penelitian ini: normal 44,4%; thick (33,3%); thin (13,9%); very thick CCT (8,3%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara derajat CCT terhadap severitas retinopati diabetikum. Kesimpulan: Nilai CCT penderita DM tipe II kelompok PDR lebih tinggi dari pada kelompok NPDR, dimana tampak peningkatan  nilai CCT seiring dengan peningkatan severitas retinopati diabetikum, namun hasil tersebut secara uji statistik tidak bermakna signifikan. Pemeriksaan CCT diharapkan menjadi salah satu penilaian untuk mengevaluasi progresifitas hiperglikemik pada penyakit DM tipe II terhadap gangguan okular, terutama korneaKata Kunci: Diabetes mellitus tipe II, retinopati diabetik, central corneal thickness, Anterior Segment – Optical Coherence Tomography
ANALISIS HUBUNGAN PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN TINGKAT KINERJA STAF LABORATORIUM SENTRAL yunelfa emilda; masrul dr masrul; triman wahardi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1204

Abstract

Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas, rumah sakit menghadapi persaingan usaha yang semakin komplek. Rumah sakit merupakan usaha pelayanan jasa kesehatan, yang salah satu nya berdasarkan pada azas kepercayaan sehingga masalah kualitas pelayanan, kepuasan dan loyalitas pasien menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilannya. Pelayanan yang berkualitas dapat diperoleh dari staf yang berkinerja tinggi. Supaya staf memiliki kinerja tinggi maka staf harus memiliki motivasi dalam bekerja.  Motivasi yang diberikan kepada staf dapat berupa pemberian reward, selain dari pemberian reward dapat juga menegakkan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan reward dan punishment dengan tingkat kinerja staf Laboratorium Sentral Rumah Sakit Umum Pusat  DR. M. Djamil Padang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah reward dan punishment sementara variabel terkait adalah kinerja staf. Penelitian ini dilakukan pada staf Laboratorium sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang yang terdiri 51 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward dan punishment mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja. Keyword : kinerja, punishment dan reward
ANALISIS JENIS PERSALINAN DENGAN KESEHATAN BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT KOTA BUKITTINGGI Vedjia Medhyna
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 4 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i4.947

Abstract

Angka kematian neonatal memberikan kontribusi terbesar terhadap kematian bayi yaitu sebesar 59%. Penyebab dari kematian masa neonatal antara lain, gangguan pernapasan, aspirasi mekonium, pemenuhan nutrisi, trauma pada bayi,serta penyakit infeksi. Banyak faktor yang mempengaruhi  status kesehatan pada neonatus salah satunya jenis persalinan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan jenis persalinan dengan status kesehatan pada neonates di Kota Bukittinggi. Jenis penelitian survey analitik dengan disain crossectional. Jumlah sampel sebanyak 120 neonatus dengan persalinan sectio caesarea dan persalinan normal di Rumah Sakit di  kota bukittinggi. Hasil analisis bivariate diketahui status kesehatan neonatus yang berhubungan dengan jenis persalinan adalah kejadian asfiksia (p=0,003), kondisi pernapasan (p=0,01), aspirasi mekonium (p=0,0005), trauma pada bayi (p=0,0005), rawat gabung (p=0,002), dan inisiasi menyusui dini(p=0,0005). Dapat disimpulkan bahwa bayi yang dilahirkan dengan persalinan normal memiliki status kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secara section caesarea. Atas dasar itu diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk  melakukan deteksi dini dan penanganan yang tepat pada saat pelayanan antenatal care sehingga indikasi persalinan dengan section caesarea bisa dihindari.
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN WASTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI KABUPATEN PASAMAN DAN KOTA BUKITTINGGI triveni triveni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 4 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i4.512

Abstract

kejadian wasting pada balita
RANCANGAN APLIKASI IMUNISASI PINTAR SEBAGAI REMINDER JADWAL IMUNISASI ANAK DI KOTA PADANG ANNISA WAHYUNI; Rizanda Machmud; Rima Semiarty
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1210

Abstract

Survei Kementerian Kesehatan dan UNICEF terhadap lebih dari 5.300 fasilitas kesehatan di Indonesia menunjukkan 84% layanan imunisasi anak terganggu akibat Covid-19. Laporan rutin Dinas Kesehatan Kota Padang Per Februari 2021 rata-rata pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap hanya mencapai 62,6% dengan target 95%, padahal program imunisasi diberikan secara gratis oleh pemerintah di Puskesmas maupun Posyandu. Tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi SMS Gateway guna meningkatkan kembali capaian imunisasi dan penguatan promosi kesehatan dengan pemanfaatan teknologi. Metode peneltian yaitu mixed methode. Hasil dari penelitian yaitu rancangan sistem Imunisasi Pintar berbasis SMS Gateway menjadi salah satu yang dapat mengingatkan orang tua dan memudahkan petugas dalam pencatatan pelaporan, serta sebagai evaluasi bagi pengambil kebijakan dalam memantau capaian imunisasi tiap bulannya. Rancangan aplikasi tersebut juga layak dikembangkan dengan terintegrasi dengan aplikasi lain seperti Whatsaap, Telegram, maupun Email. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam pembuatan aplikasi pengingat jadwal imunisasi dan penyebaran informasi kesehatan lainnya bagi orang tua dan masyarakat.Kata Kunci: Imunisasi, Informasi, SMS Gateway, Covid-19, Kota Padang. 
RELATIONSHIP BETWEEN PREDISPOSING FACTORS AND UNMET NEED FOR FAMILY PLANNING CONTRACEPTION, WEST SUMATRA PROVINCE Lia Nurdini
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.1075

Abstract

Unmet need for contraception is an inconsistency of contraceptive requirement. This study aims to determine the relationship between predisposing factors and the unmet needs of type 1 and the unmet needs of type 2 family planning in West Sumatra Province. This was a study using data from National Mid-Term Development Plan Survey (SRPJMN) of West Sumatra, with a total sample of 1180 couples of reproductive age. The categories of dependent variable were type 1 unmet need, type 2 unmet need, and met need. Independent variables consists of predisposing. The results showed that the majority (58.5%) of the subjects were> 35 years old, with ≤2 (57.7%) children and living in rural areas (60.9%). The level of unmet need for type 2 (29.7%) was much higher than that of type 1 unmet need (22.2%). The results of the multivariate analysis showed that the variables associated with type 1 unmet need were education (p = 0.028) and residence (p = 0.025). In unmet need type 2 the related variable is residence (p = 0.012). Recommendations are addressed to family planning health workers in order to improve quality in family planning services, collaborate with religious leaders and community leaders to commit effective counseling so it can improve the needs of contraception and rational use of family planning.Keywords: type 1 unmet need, type 2 unmet need, family planning 
Tuberculosis Knowledge and Attitude of Patients in Community Health Center in Payakumbuh Amelya Afryandes
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 4 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i4.862

Abstract

Abstract Background. Tuberculosis (TB) remains an issue in Payakumbuh. A good knowledge and attitude have a crucial role towards TB control. The objective of this study was to assess knowledge and attitude related to TB among patients in Payakumbuh with structured questionnaire. Methods. Adult tuberculosis patients were selected randomly from eight community health centers in Payakumbuh during February to April 2018. Data were analysed using descriptive statistics. Result. A total of 32 patients were participated in this survey. From the finding, 68,75% respondents were male and 31,25 % were female. Of them 65% of respondents got information about TB from health care professional. Over 80% respondents have known that TB is a communicable disease. The fact that TB is caused by bacteria was known by 75% respondent. Surprisingly only 31,25% respondents who answered that smoking is not the cause of TB. All of respondents believed that TB is curable. Majority of the respondents 90,625% said that the proper medication from community health center is the best way to treat the disease. Conclusion. This study shows that patients had good attitude toward TB while improvement of knowledge is still needed. 
ANALISIS PELAKSANAAN PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SILAPING KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020 Ainal Mardiah
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1267

Abstract

ABSTRACTThe incidence of infection has the largest contribution to the infant mortality rate in Indonesia after low birth weight (LBW). The number of mothers giving birth in 2020 were 383 mothers, with 8 neonatal deaths. The umbilical cord is the main route of entry for systemic infection in the newborn.The purpose of this study was to analyze The Implementation of Open Umbilical Cord Care in Newborns at Silaping Community Health Center, Ranah Batahan District, West Pasaman Regency in 2020. It was qualitative with a in-depth interviews design. The informants were 1 coordinating midwife, 1 child program holder, 2 implementing midwives and 2 mothers. The instrument used in in-depth interviews with a voice recorder, observation sheets and documentation. The results of in-depth interviews found that there was no written policy regarding the implementation of open umbilical cord care, but open umbilical cord care had been carried out to every newborn by midwives and socializing to new mothers when they return home. The existence of umbilical cord care opened properly and it was useful for babies to minimize the risk of infection from umbilical cord injuries but there were still people or mothers who have given birth to wrap the umbilical cord because they were still in doubt afraid of infection. This research is expected to provide information and as a monitoring of the implementation of the implementation of open umbilical cord care in newborns
KONDISI FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU WILAYAH KERJA PUSKESMAS IV KOTO maisyarah maisyarah
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.1131

Abstract

Tuberkulosis penyakit menular disebabkan oleh  Mycobacterium tuberculosis, yang  merupakan salah satu  penyakit infeksi yang menyerang paru-paru,  penyakit tersebut menjadi perhatian global sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan 2030, WHO menargetkan untuk menurunkan kematian akibat tuberculosis sebesar 90% dan menurunkan insiden sebesar 80% pada tahun 2030 dibandingan dengan tahun sesbelumnya.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan rancangan case control.  Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas IV Koto,Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara, data kemudian diolah dan dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square.Hasil penelitian menunjukan 2 variabel  berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis paru yaitu kepadatan hunian dengan nilai p value 0,00 dan lantai rumah dengan nilai p value 0,00. dapat disimpulkan dari 5 variabel independen yang diteliti ada hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian rumah dan lantai rumah dengan kejadian TB Paru. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan penyuluhan dan pembinaan tentang lingkungan sehat oleh petugas kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hubungan lingkungan rumah dengan penyakit TB Paru sehingga masyarakat memahami akan pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan rumah
EVALUASI ADHERENSI PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI ERA PANDEMI COVID-19 Asri Muliani; Dita Hasni; Rifkind Malik
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1198

Abstract

Latar belakang : Tercapainya keberhasilan pengobatan diabetes melitus tipe 2 sangat berkaitan dengan adherensi pasien dalam minum obat. Tujuan : Untuk mengetahui evaluasi adherensi dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di era pandemi covid-19 di Puskesmas Ikur Koto Padang periode Maret 2020 - November 2020. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Ikur Koto tahun 2020 dengan 45 sampel menggunakan teknik total sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi 25.0. Hasil: Usia paling banyak adalah 56-65 tahun yaitu 19 orang (42,2%) dan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan yaitu 34 orang (75,6%). Usia 36-45 tahun adherensi rendah sebanyak 4 orang (80%), sedang sebanyak 1 orang (20%) dan tidak ada adherensi tinggi. Pada usia 46-55 tahun adherensi rendah sebanyak 5 orang (41,7%), sedang sebanyak 2 orang (16,7%) dan tinggi 5 orang (41,7%). Usia 56-65 tahun adherensi rendah sebanyak 8 orang (42,1%), sedang 4 orang (21,1%) dan tinggi sebanyak 7 orang (36,8%) dan pada usia >65 tahun adherensi rendah sebanyak 6 orang (66,7%), sedang 1 orang (11,1%) dan tinggi 2 orang (22,2%), Jenis kelamin laki-laki adherensi rendah sebanyak 10 orang (90,9%), sedang tidak ada dan tinggi sebanyak 1 orang (9,15). Pada perempuan dengan adherensi rendah sebanyak 13 orang (38,2%), sedang 8 orang (23,5%) dan tinggi sebanyak 13 orang (38,2%) dan Pendidikan SD adherensi rendah sebanyak 17 orang (60,7%), sedang 5 orang (17,9%) dan tinggi 6 orang (21,4%). Pendidikan SMP dengan adherensi rendah sebanyak 1 orang (20%), sedang tinggi masing-masing 2 orang (40%). Pada pendidikan SMA adherensi rendah sebanyak 5 orang (41,7%), sedang 1 orang (8,3%) dan tinggi sebanyak 6 orang (50%). Kesimpulan : Usia paling banyak adalah 56-65 tahun dan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan, kategori semua usia terbanyak adherensi rendah di era pandemi covid-19, pada kedua jenis kelamin adherensi juga rendah di era pandemi covid-19 dan pada pendidikan adherensi juga rendah di era pandemi covid-19