cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
FAKTOR KEJADIAN CORONA VIRUS DISEASE-19 DI KABUPATEN DHARMASRAYA Yosta Defina; Evi Hasnita; Oktavianis Oktavianis
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1676

Abstract

Situasi penyebaran COVID-19 yang sudah hampir menjangkau seluruh wilayah provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus dan/atau jumlah kematian semakin meningkat. Di Kabupaten Dharmasraya, jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 804 kasus sampai November 2021 penambahan kasus COVID-19 terkonfirmasi terjadi juga peningkatan secara  signifikan sebanyak 2.628 kasus dengan kematian sebesar 72 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kasus dan vaksinasi terhadap kejadian COVID-19 di wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crossectional study. Sampel penelitian adalah 100 responden di Kabupaten Dharmasraya. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian covid-19 dilakukan analisis dengan uji chis-quare dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden yaitu sebanyak 56 responden (56%) sudah divaksin, 58 responden (58%) memiliki penyakit komorbid, 61 responden (61%) memiliki riwayat covid-19. Analisa bivariate menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara vaksin (p=0,016), penyakit komorbid (p=0,037) dan riwayat covid-19 (p=0,0005) dengan kejadian covid-19 di Kabupaten Dharmasraya. Diharapkan dapat memberikan informasi tentang pentingnya perhatian sesama terhadap permasalahan meningkatnya kejadian COVID-19 di wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Dharmasraya.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1654

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang digambarkan sebagai bentuk kegagalan pertumbuhan akibat gizi buruk dan kesehatan selama periode prenatal dan postnatal. Stunting muncul sebagai akibat dari keadaan kekurangan gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan lebih terlihat manifestnya secara fisik di usia 24 – 59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional, dengan desain Penelitian cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di Puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling sebanyak 100 orang. Hasil analisis bivariate diperoleh p-value = 0,001 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian stunting balita. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh dalam keluarga yang berupa personal hgiene berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
GAMBARAN EKOKARDIOGRAFI JANTUNG BAGIAN KANAN PADA PASIEN HIPERTENSI PULMONAL Sultan Daiyansyah; Sidhi Laksono
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1649

Abstract

Hipertensi pulmonal adalah peningkatan tekanan darah di arteri pulmonalis yang membawa darah dari sisi kanan jantung ke paru. Sebagai akibatnya, jantung kanan harus bekerja lebih keras melawan tahanan agar dapat mengantarkan darah ke paru. Gambaran Ekokardiografi ventrikel kanan pada pasien hipertensi pulmonal bisa menggunakan pengukuran Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion (TAPSE), Tricuspid Regurgitation Volume Max (TR Vmax), dan Mean Pulmonary Arterial Pressure (MPAP). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi yaitu pasien poli jantung Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Cirebon yang melakukan pemeriksaan ekokardiografi dari bulan Mei hingga Juni 2021. Analisa hasil penelitian menggunakan analisa deskriptif dengan mengambil sejumlah 30 pasien yang terindikasi hipertensi pulmonal dari hasil pemeriksaan ekokardiografi dan lebih banyak pasien laki laki sebanyak 17 orang yang terindikasikan hipertensi pulmonal dari pada pasien perempuan sebanyak 13 orang. Ditemukan pasien yang lebih banyak mengalami penurunan fungsi sistolik jantung kanan pada pengukuran TAPSE sebanyak 57% dari 30 pasien. Pada penelitian ini terdapat lebih banyak pasien hipertensi pulmonal dengan probabilitas regurgitasi pada katup trikuspid yang rendah sebanyak 60% dari 30 pasien.
PENURUNAN KADAR BESI (Fe) DENGAN METODE AERASI-FILTRASI PADA AIR SUMUR BOR MASYARAKAT JALAN SETIA BUDI KELURAHAN TANJUNG REJO Henny Arwina Bangun; Mido Ester J.Sitorus; Kesaktian Manurung; Yuli Rizki Ananda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1759

Abstract

Besi (Fe) salah satu unsur penting dalam permukaan air dan air tanah. Senyawa besi dalam jumlah kecil di tubuh manusia sebagai pembentuk sel-sel darah merah,tubuh memerlukan 7-35 mg/hari sebagian diperoleh dari air.Tetapi zat Fe yang melebihi dosis dalam tubuh akan menyebabkan masalah kesehatanseperti merusak dinding usus,berkurangnya fungsiparu-paru,dapat menimbulkan noda pada peralatan dan bahan yang berwarna putih.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan kadar besi(Fe) pada air sumur bor dengan metode aerasi-filtrasi pada air sumur bor masyarakat Jalan Setia Budi, Kel.Tanjung Rejo.Jenis penelitian Quasi Eksperimental Design (Rancangan Eksperimen Semu) dengan desain Pre-Test dan Post-Test.Sampel air sumur bor diambil 1 sumur diKelurahan Tanjung Rejo.Pemeriksaan kadar besi(Fe)dilakukan oleh petugas Lab.Lingkungan.Hasil penelitian secara fisik air yang belum diberikan perlakuan memiliki warna kuning, berbau(karat atau tanah),dan air terasa licin ketika sudah diberikan perlakuan dengan lama kontak 30, 45 dan 60 menit dengan metode aerasi-filtrasi air tersebut jernih dan tidak berbau. Sebelum dilakukan aerasi-filtrasi didapat hasil sebesar 4,25mg/l dan proses penurunan kadar besi dengan Metode Aerasi-Filtrasi dengan lama kontak 30 menit sebesar 3,10 mg/l dan 45 menit sebesar 1,85 mg/l belum memenuhi syarat.Pada waktu kontak 60 menit sebesar 1,00 mg/l dan sudah memenuhi syarat baku mutu sesuai Permenkes No.32 Tahun 2017, kadar maksimum besi sebesar 1,00 mg/l.
EFFECT OF SOAKING ON FORMALIN CONCENTRATION Erdi Nur; Awalia Gusti; Lindawati Lindawati; Rahmi Hidayanti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1722

Abstract

Formalin has banned its use as a food additive as stated in the Minister of Health of RI No.033 in 2012, but is still found to foodstuffs containing formalin. To reduce the impact of formalin, deformalinisasi needs to be done, such as immersion in hot water, or in water leri, and soaking and washing ,. This study aims to determine the difference of soaking and washing the concentration of formaldehyde in various foodstuffs. This study is a quasi-experimental, pretest-posttest design The object of research is to Tahu Tabing, salted Sepat fish, and tuna. This research was conducted with four treatment (15, 30, 45, and 60 minutes) for six times repetition. Data was analyzed using ANOVA. The results showed the largest decline formalin after soaking and washing for 60 minutes, decreased levels of formaldehyde in the Tahu of 31.22%, salted Sepat fish by 6.91%, and the tuna amounted to 2.70%. In statistics show there is a difference of soaking and washing the formaldehyde levels in foodstuffs.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA DI KECAMATAN SIULAK KABUPATEN KERINCI Novi Wulan Sari; Erit Rovendra; Yuniliza Yuniliza
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1756

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan ataupun salah satu pasangannya masih dikategorikan remaja yang berusia dibawah 19 tahun. UNFPA memperkirakan terjadi peningkatan pernikahan usia dini setiap tahunnya kemudian pada tahun 2030 diperkirakan pertahunnya mencapai 15,1 juta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya pernikahan usia dini pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Dan lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci, serta metode pengumpulan datanya menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Jumlah informan 5 orang pelaku pernikahan usia dini dan 4 orangtua pelaku. Data-data yang telah terkumpul lalu dianalisis dengan menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian ini yang berjudul Analisis Faktor Penyebab terjadinya Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci Tahun 2021 adalah masih ditemui remaja yang melakukan pernikahan dini dengan berbagai faktor sehingga memutuskan mereka melakukan pernikahan dini. Kesimpulan dari penelitian ini terlihat masih kentalnya budaya yang dipegang masyarakat dan perekonomian keluarga yang sangat rendah sehingga terjadinya pernikahan usia dini. Diharapkan para orangtua menjadi pendukung dan memberi motivasi utama untuk masa depan seorang anak.
UPAYA PENCEGAHAN DAMPAK KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP REMAJA PUTRI USIA 13-15 TAHUN DI SMPS PSM Kartika Mariyona
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1727

Abstract

Kekerasan seksual merupakan kejahatan yang universal. Kejahatan ini dapat ditemukan di seluruh dunia, pada tiap tingkatan masyarakat, tidak memandang usia maupun jenis kelamin Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kekerasan seksual ini diantaranya adalah, dapat mengganggu kondisi fisik, mental, emosi, dan kesehatan bagi para korban. Arrikel ini mebahas menganai  Upaya Pencegahan Dampak Kekerasan Seksual Terhadap remaja putri usia 13 - 15 tahun, serta meningkatkan program komunikasi informasi edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja, meningkatkan peran serta keluarga untuk pendidikan agama lebih mendalam. penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif menggunakan metode ekspository, penelitian kualitatif dilakukan untuk menggali informasi dengan cara wawancara.hasil penelitian didaptkan Kegiatan bimbingan konseling merupakan salah satu bentuk upaya penyampaian informasi mengenai kekerasan seksual pada remaja dan dampaknya, sehingga remaja memahami upaya pencegahan yang dapat dilakukan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU MENYUSUI Visti Delvina
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1728

Abstract

Rendahnya cakupan ASI Ekslusif di Puskesmas Lubuk Gadang selama 3 tahun terakhir yaitu tahun 2018 (50%), 2019 (58%), dan tahun 2020 (46%), sedangkan target pencapaian pemberian ASI eksklusif di Sumatera Barat sekitar 55%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang Berhubungan Dengan kelancaran pengeluaran ASI  pada ibu Menyusui. Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi berumur 0-6 bulan berjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 65 orang. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji  Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari analisa univariat 39 orang (60%) memiliki asupan gizi yang telah terpenuhi, 42 orang (64,6%) memiliki breastfeeding self efficacy yang rendah saat menyusui, 45 orang (69,2%) breastfeeding father tinggi, dan 53 orang (81,5%) lancar dalam pengeluaran ASI kepada bayinya. Analisa bivariat didapatkan terdapat hubungan antara asupan gizi (P-value = 0,033), Breastfeeding self efficacy (P-value = 0,044), dan Breastfeeding father (P-value = 0,002) terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu Menyusui. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada responden untuk mengikuti penyuluhan serta anjuran dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kelancaran pengeluaran ASI Ekslusif. Serta melakukan perawatan payudara dan pijat oksitosin untuk memperlancar pengeluaran ASI. Petugas kesehatan disarankan untuk  memberikan edukasi dan motivasi kepada ibu menyusui dan suami berupa pentingnya ASI untuk kebutuhan bayi dengan meningkat efikasi diri  agar dapat mempengaruhi kelancaran pengeluaran ASI
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN TERHADAP RESPON NYERI IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF Santi Susanti; Iis Tri Utami
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1703

Abstract

Teknik relaksasi bernafas merupakan teknik pereda nyeri, kejadian nyeri  persalinan pada  2.700  ibu  bersalin,  terdapat 15% mengalami nyeri ringan, 35% dengan nyeri sedang, 30% dengan nyeri hebat dan  20% persalinan disertai nyeri sangat hebat .  jumlah ibu yang melahirkan di Puskesmas Bandar Negeri Suoh berjumlah 42 responden. Terhadap 5 ibu bersalin di  Puskesmas Bandar Negeri Suoh semua ibu mengalami nyeri selama  persalinan saat pembukaan berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya Pengaruh Teknik  Relaksasi Pernafasan Terhadap Respon Nyeri Pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif Di Puskesmas Bandar Negeri Suoh Tahun 2021 Jenis penelitian  pre Eksperimen (one group pretest posttest). Populasi dalam penelitian,  ibu bersalin pada kala I fase aktif. Sampel dalam penelitian adalah ibu kala 1 fase  aktif  pembukaan ≥ 4 cm dan ≤ 9 cm yang bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh Kabupaten Lampung Barat. Analisis yang digunakan adalah Wilcoxon test. Hasil dari penelitian adalah Ada Pengaruh Teknik  Relaksasi Pernafasan Terhadap Respon Nyeri Pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif Di Puskesmas Bandar Negeri Suoh Tahun 2021( P value : 0,002). Saran bagi Puskesmas untuk Optimalisasi  kelas ibu hamil dengan komperhensif agar masalah – masalah yang terkait dengan kehamilan dapat teratasi dan dapat mendeteksi secara dini adanya komplikasi kehamilan. Serta ibu hamil siap dalam proses menjelang persalinan.
ANALISIS PERBEDAAN KADAR BESI (Fe) MENGGUNAKAN SERBUK CANGKANG TELUR PADA AIR SUMUR GALI Fitria Fatma
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1731

Abstract

Water is the most important substance for the human body after air. Water is used for many things such as washing, cooking, drinking and others. The aim of this research was to analyze Iron (Fe) Levels Differences by Using Egg Shells as Adsorbent. The type of this research was Experimental method by using Posttest Only Design approach. The results of the research found that giving egg shell powder of 5 grams, 7 grams and 9 grams to sample A, B and C (p-value 0,952 , 0,729 and 0,118)were able to reduce iron (Fe) levels in water. However, it did not meet the clean water requirements that have been set because the results obtained are iron (Fe) levels are still above 1 mg/l. It can be cocluded that giving 5 grams, 7 grams, and 9 grams of eggshell powder in well water can reduce iron (Fe) levels. It is recommended for the community to be able to utilize eggshell powder in reducing iron (Fe) levels in well water.