cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AUDIOVISUAL CARA CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) TERHADAP PERILAKU SISWA SDN 10 LAMBUNG BUKIT dina ediana; waldi rahman
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 3 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.536 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i3.42

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah cara mudah dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit khususnya yang berkaitan dengan saluran pencernaan dan pernapasan. dengan mencuci tangan pakai sabun dapat memutus mata rantai penularan penyakit. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2015, pada urutan ke-3 adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman penyakit seperti penyakit kulit karena infeksi dengan jumlah kasus 18.729 kasus. Serta diare berada pada urutan ke-7 dengan jumlah 8.466 kasus. Sedangkan diare tertinggi berada pada wilayah kerja Puskesmas Pauh dengan jumlah 784 kasus pada tahun 2015.Penelitian dilaksanakan bulan Juli hingga Agustus 2016, bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Perilaku Sebelum dan Sesudah Penyuluhan CTPS dengan Metode Audiovisual Terhadap Siswa SDN 10 Lambung Bukit Kota Padang Tahun 2016, dimana penelitian ini dilakukan dengan dua kali uji perlakuan yaitu uji sebelum perlakuan (Pretest) dan uji sesudah perlakuan (Postest). Dengan metode Audiovisual. Serta kegiatan demonstrasi CTPS di depan kelas oleh siswa.Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan siswa SDN 10 Lambung Bukit Kota Padang sebelum dan sesudah Penyuluhan CTPS dengan metode Audiovisual maka diperoleh selisih rata-rata pengetahuannya 13,9 dan sikap 12,4 dan tindakan 2,5. Hasil Uji statistik diketahui perbedaan rata-rata pengetahuan, sikap dan tindakan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian audiovisual, dengan  nilai P < 0,05.Untuk itu perlu adanya peningkatan dari pihak sekolah agar menambah sarana promosi kesehatan serta penambahan perbaikan fasilitas sanitasi yang disertai kebijakan dan peraturan oleh kepala sekolah dan guru yang dapat diterapkan kepada siswa agar siswa senantiasa terbiasa menerapkan CTPS di sekolah dan kehidupan sehari-hari. Pengaruh Pemberian Audiovisual Cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Terhadap Perilaku Siswa SDN 10 Lambung Bukit Kota Padang Tahun 2016
ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OF THE HOSPITAL'S HEALTH AND SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (K3RS) IN ADNAAN WD AND IBNU SINA PAYAKUMBUH HOSPITAL IN 2018 cici aprilliani cici aprilliani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.698 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.491

Abstract

Implementation of working safety and healthy hospital (K3RS), the director must commit to plan, actualize, observe, and improve the implementation K3RS systematically. (PMK.No 66.2016)The research was was conducted at the Payakumbuh City Hospital on 5-28 February 2018. The population in this study consisted of the Managing Director of the Hospital, Chair of the K3 Team Hospital, core groups and support groups. The method in this study uses a qualitative method consisting of research based on key instruments to discuss a phenomenon by means of communication that is related between researchers and phenomena.The result analyzing qualitative input is (the wisdom K3 formed in hospital Payakumbuh the employers have double position, fund: there is no certain fund, facilities for K3 hospital as checking periodic to have medical instruments. Process component: planning has been done properly, organizing will  be formed  and socialized, implementation K3  hospital  has  not  been  done correctly, managing has been done once in a year). Output component (implementation management safety system and working healthy has not been correctly, yet it has been moved accordance the rules), In conclusion, there are more lacking in implementation management safety system and healthy working. So that, for hospital personal can do collaboration with others aspects to give supports in improving knowledge about safety and working health kindly to all staffs in the hospital to work safely and comfortably. 
ANALISIS MANAJEMEN KASUS TB BTA (+) DI KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013 Cory Febrina
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 2 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.199 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i2.52

Abstract

AbstractIn 2010, WHO launched lung global emergency in Indonesia  that reached 1.5 million people. SPM target to find new cases of TB BTA (+) is 100%, while in Health Department of Tanah Datar Regency in 2013 was 47%.This study aims to identify input, process, and output in process of Implementing TB BTA (+) finding cases scope in Tanah Datar Regency in 2013.This study was conducted by qualitative method.  Data were gathered by deep interview, observation, and document analyses. Data were validated by triangulation. Data analyses were done by making transcript and continued with data reduction, presentation, and conclusion.According to the result of this study, it showed that input in process of Implementing TB BTA (+) finding cases scope is not optimal so it influenced process and output. The conclusion of TB BTA (+) finding cases implementation in Tanah Datar regency in 2013 is not appropriate with DEPKES 2008 minimal service standard. It is suggest that management do socialization and full training for person in charge of   TB program in each health service center.KeyWord: TB BTA (+) managementAbstrakTahun 2010 WHO mencanangkan kedaruratan global Paru di Indonesia  yaitu mencapai 1,5 juta orang. Target  SPM  penemuan kasus baru TB BTA (+) adalah 100% sementara kondisi di dinas kesehatan kabupaten Tanah Datar pencapaian tahun 2012 adalah 47%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masukan, proses, keluaran dalam proses pelaksanaan cakupan penemuan kasus baru BTA (+) di dinas kesehatan Kabupaten Tanah Datar tahun 2013.Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Validasi data dilakukan dengan triangulasi. Analisa data dilakukan dengan membuat transkrip data dilanjutkan dengan reduksi data, penyajian dan membuat kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa masukan dalam proses pelaksanaan cakupan temuan kasus TB BTA (+) masih belum optimal sehingga mempengaruhi proses dan keluaran. Kesimpulan pelaksanaan temuan kasus TB BTA (+) di kabupaten Tanah Datar Tahun 2013 belum sesuai standar pelayanan minimal DEPKES 2008. Disarankan kepada pihak manajemen untuk melaksanakan sosialisasi dan pelatihan menyeluruh terhadap tenaga penanggung jawab program TB di masing-masing tempat pelayanan kesehatan. Kata kunci: Manajemen TB BTA(+)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK KILANGAN zuraida zuraida
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 2 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.228 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i2.28

Abstract

Berdasarkan survei Riset Kesehatan Dasar Depkes 2014, kematian bayi baru lahir (neonatus) merupakan penyumbang kematian terbesar pada tingginya angka kematian bayi (AKB).Target kunjungan neonatal pada tahun 2015 adalah 90%, sedangkan berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Lubuk Kilangan Padang didapatkan pencapaian target tersebut pada tahun 2015 belum tercapai maksimal.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan neonatus di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Padang tahun 2016.Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berumur lebih dari 28 hari  di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Padang yang melakukan kunjungan neonatus yaitu 56 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total Sampling.Data diperoleh dengan metode pengisian kuesioner.Analisa data menggunakan uji statistic chi square.Hasil penelitian didapatkan 57,1% responden yang memiliki pengetahuan yang rendah, 55,4 % responden yang memiliki sikap negatif, 67,9% responden yang tidak bekerja, 55,4% responden yang kunjungan neonatusnya tidak tercapai. Hasil uji statistic menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,009), sikap (p = 0,004), pekerjaan (0,000) dengan kunjungan neonatus.Disimpulkan lebih separuh ibu yang melakukan kunjungan neonatus tidak tercapai yang disebabkan karena pengetahuan yang rendah, sikap yang negatif, dan ibu tidak bekerja. Diharapkan pada pihak petugas Puskesmas agar diupayakan peningkatan kerjasama yang baik dengan pihak PKK, Kader Posyandu dalam rangka pemberian informasi tentang pentingnya kunjungan neonatus, dan petugas Puskesmas menyarankan pada ibu hamil dapat melakukan kunjungan Neonatus.  Kata Kunci         : Pengetahuan, Sikap, Pekerjaan, Kunjungan Neonatus
STUDI FENOMENOLOGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PROGRAM ASI EKSKLUSIF DI KOTA BUKITTINGGI nila ezafitria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.776 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.120

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan program ASI eksklusif di Indonesia belum sesuai harapan. Perhatian terhadap petugas kesehatan sebagai salah satu ujung tombak keberhasilan program ASI eksklusif diperlukan untuk meningkatkan kembali promosi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman petugas promosi kesehatan program ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Informan terdiri dari 7 informan utama (petugas promkes ASI eksklusif) dan 8 informan pendukung (2 petugas dinas kesehatan dan 6 orang ibu yang memiliki balita). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian didapatkan  tema yang menunjukkan petugas promosi ASI eksklusif yang bertugas di masing-masing puskesmas Kota Bukittinggi mamahami promosi kesehatan program ASI eksklusif. Belum ada kebijakan secara tertulis dari pemerintah Kota Bukittinggi, masih mengacu ke SK MenKes tahun 2004 tentang ASI eksklusif. Petugas sudah berusaha melakukan promosi ASI eksklusif secara maksimal. Hambatan petugas dalam usaha promosi ASI eksklusif belum adanya kebijakan secara tertulis, masih kurangnya kerjasama lintas program dan lintas sektor serta rendahnya kesadaran dari masyarakat. Kebutuhan petugas promkes ASI eksklusif kebijakan secara tertulis tentang ASI eksklusif dari pemerintah Kota Bukittinggi, kerjasama semua pihak dan penambahan alat media promosi serta pembinaan berkesinambungan dari dinas kesehatan. Implikasi penelitian ini terhadap ilmu kesehatan masyarakat sebagai dasar informasi bagi petugas kesehatan masyarakat mengenai gambaran pelaksanaan program ASI eksklusif. Diperlukan kerjasama semua pihak untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI esksklusif.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BAYI USIA 4 SAMPAI 6 BULAN Vedjia Medhyna
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 1 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.371 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i1.38

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut masih merupakan salah satu penyebab kematian pada bayi di Indonesia yaitu sebesar 12,7% Kejadian ISPA pada bayi dipengaruhi oleh banyak faktor. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pasaman.Penelitian ini menggunakan disain kohort, pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner terhadap 175 bayi sebagai sampel untuk mengetahui jenis kelamin, status menyusui, status imunisasi, status gizi, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, penghasilan keluarga, kebiasaan merokok, keadaan ventilasi rumah, jenis lantai, ventilasi dapur, kepadatan hunian, bahan bakar masak dan kejadian ISPA. Hasil analisis bivariat diketahui penyebab kejadian ISPA adalah status menyusui (p=0,001), status gizi (p=0,048), status imunisasi (p=0,048), penghasilan keluarga (p=0,020), ventilasi (p=0,004), jenis lantai (p=0,035), kepadatan hunian (p=0,039), dan ventilasi dapur (p=0,038). Analisis multivariat didadapkan status menyusui merupakan faktor paling dominan (p=0,000, OR=7,036). 
FENOMENA MAHASISWA DALAM MELANJUTKAN PROGRAM PROFESI NERS Ratna Dewi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 2 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.13 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i2.33

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pengalaman mahasiswa ners yang bukan alumni dari S1 Keperawatan Fort De Kock untuk melanjutkan program profesi ners di STIKes Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2016. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Penelitian ini akan dilakukan di STIKes Fort De Kock Bukittinggi pada bulan Desember-Januari 2015. jumlah partisipannya  sebanyak 5 orang dengan pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling.Hasil wawancara dianalisa dengan menggunakan metode colaizzi. Hasil wawancara didapatkan tema yaitu 1) Termotivasi  melanjutkan profesi ners di FDK, 2) pengaruh dukungan sosial, 3) sumber informasinya menarik. Fenomena mahasiswa luar untuk melanjutkan pendidikan program profesi diSTIKes Fort De Kock saat ini sangat diminati karena mereka  memilih Fort De Kock  yang sudah memiliki akreditasi yang cukup bagus yaitu B, mereka memilih fort de kock jaga dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan teman. Diharapkan program profesi ners di STIKes Fort De Kock bisa lebih baik lagi dan menjadi program profesi ners terbaik di Sumatra Barat.  Kata Kunci : Motivasi, Program Profesi Ners  ABSTRACT This study attempts to the exploration experience of ners students who are not taking bachelor degree of nursing kock to continue their practical in profession ners in in Health Science of fort de Kock Bukittinggi by the year of 2016. This study was used the qualitative approach phenomenology. This research held on Health Science of  fort de kock bukittinggi on December 2015 through January 2016. The number of partisipant in this study was  five people who accaptenced as a participants, taken by using  purposive sampling. The results of interviews were analysed by using colaizzi  method. The results of the interviews obtained the theme such as 1 ) motivated continue profession ners in Fort De Kock Health Science, 2 ) the influence of  social support, 3 ) the sources of the information interesting.  The phenomenon of students out to go education a ners program in fort de kock Health Science currently a very popular as they choose a fort de kock Health Science are having a pretty good accreditation b, they choose a fort de kock Health Science watch influenced by  family and friends support. This study are expected to the ners profession program  in Health Science  fort de kock. It will be even better and become programmed profession ners best in West Sumatera. Eevery year many students nursing who wish to continue profession ners in Fort De Kock Health Science . Keywords: Motivation , The Profession Ners  
INISISASI MENYUSU DINI, KEANEKARAGAMAN MAKANAN DAN JAMINAN KESEHATAN TERHADAP KEJADI STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI SUMATERA BARAT TAHUN 2019 Eni Yuliawati; Neila Sulung; Evi Hasnita
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.480

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Stunting di Asia Tenggara tahun 2015 sebanyak 59 juta anak, sedangkan di Afrika 60 juta anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini, keanekaragaman makanan dan jaminan kesehatan dengan kejadian stunting di Kabupaten Mentawai. Jenis penelitian  ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case control dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019. Populasi penelitian berjumlah 2955 anak sampel dalam penelitian ini anak usia 24-59 bulan di kabupaten kepulauan Mentawai. Analisa yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik chi square untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu inisiasi menyusu dini dengan P value 0.004 (OR: 11.11), keanekaragaman makanan P value 0.004 (OR:11.11) dan jaminan kesehatan P value 0.79 kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah inisiasi menyusu dini, keanekaragaman makanan sedangkan jaminan kesehatan tidak berhubungan dengan kejadian stunting. 
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DAN SARANA DAN PRASARANA DENGAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS (PERKESMAS) DI PUSKESMAS LUBUK TAROK KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2016 yenni yenni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.856 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i1.20

Abstract

Community Health Nursing (PERKESMAS) is about scope with unification with nursing and public health with support active. This activities kinds of promotion and preventif in a manner of continuty without disregard service currative and rehabilitative all of and integrated. Direction for individually, family, human and publik the first of unity whole from the proses of nursing. Based on the first study at Puskesmas Lubuk Tarok, it’s knew that strata of outonomy family is KM II 96 KK (66,2%), and KM III is 49 KK (33,8%). The purpose of observeris for know related roles of nurse,tool and infrastructure with outonomy family it do at Puskesmas Lubuk Tarok district Sijunjung regency at 2016. This reseach the kind of deskriptive and analitic to approach cross sectional study, the methode chi-square. The way of sample with use simple random sampling. The reseach of population about 171 KK and sample 63 peoples. The tool of using is quiz and checklist. The product reseach can be role of nursing PERKESMAS minus (60,3%), the tools and infrastructure PERKESMAS is not enough from (85,70%), and level the family low (68,3%). Based on chi-square can be related about role of nurse the higher level family the value (p = 0,025). Kind of tools and infrastructure with level higher family with value (p = 0,023). So the value is p < ɑ (0,005). So, can make summary related based on role of nurses and tools and infrastructure PERKESMAS  with level higher family in this program PERKESMAS.The for it is can summary responden can make message healthy from nurses of PERKESMAS in our daily life and useful for nursing and healthy.
PERBEDAAN REAKSI PEMBERIAN TRANSFUSI DARAH WHOOLE BLOOD (WB) DAN PACKED RED CELL (PRC) PADA PASIEN SECTIO CAESARE neila sulung
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 3 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.043 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i3.29

Abstract

Transfusion reaction is the reaction of the recipient's body to blood donors, blood transfusion reactions can be mild to severe, and could be either fast, medium and slow. Hospital Dr. Achmad Darwis District Lima Puluh Kota every month UTDRS blood for transfusion are 45 to 55 bags. Survey of 30 patients who received a blood transfusion, there are 10 people have reactions such as fever of 4 people, as many as 4 people dizzy, urtikariat (itching) as much as one person and as many as three people shivering. The aim of research to find out the difference Reaction Giving Whoole Blood Transfusion Blood (WB) and Packed Red Cell (PRC) in Patients Sectio Caesare (SC). Type pre-experimental study, the design of Static Group Comparison. The population was patients post SC who receive blood transfusion, with sampling purposive sampling of 20 people. The data collection was done by direct observation, then processed and analyzed using independent t-test. Results that the average transfusion reactions in patients receiving blood transfusions WB is 1.30 and the patients who receive blood transfusion PRC is 0.40. The results of the bivariate no difference Whoole blood transfusion reaction Blood (WB) and Packed Red Cell (PRC) in Patients with Post Sectio Caesarea (SC) (p = 0.009). It was concluded that there is a difference of transfusion reactions in blood transfusions WB and blood transfusions PRC. Expected to medicine and nurse to be more selective in giving blood transfusions to patients and intensive control of blood transfusion process , so that a transfusion reaction can be immediately known. . Keywords: transfusion reactions, Whoole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC)  Reaksi Transfusi adalah reaksi tubuh resipien terhadap darah donor, reaksi transfusi darah dapat ringan sampai berat, dan dapat berupa reaksi cepat, sedang, dan lambat. RSUD Dr. Achmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota setiap bulannya UTDRS mengeluarkan darah untuk transfusi berjumlah 45 sampai 55 kantong. Survey terhadap 30 orang pasien yang mendapatkan transfusi darah, terdapat 10 orang mengalami reaksi berupa demam sebanyak 4 orang, pusing sebanyak 4 orang, menggigil sebanyak 3 orang dan urtikariat (gatal-gatal) sebanyak 1 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui Perbedaan Reaksi Pemberian Transfusi Darah Whoole Blood (WB) dan Packed Red Cell (PRC) pada Pasien Sectio Caesare (SC). Jenis penelitian pra eksperimen, dengan rancangan Statis Group Comparison. Populasi adalah pasien post SC yang mendapatkan transfusi darah, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, kemudian diolah dan dianalisa menggunakan t-test independent. Didapatkan hasil rata- rata  reaksi  transfusi  pada  pasien  yang  mendapatkan  transfusi  darah  WB  adalah  1,30  dan  pasien  yang mendapatkan transfusi darah PRC adalah 0,40. Terdapat perbedaan reaksi pemberian transfusi darah Whoole Blood (WB) dan Packed Red Cell (PRC) pada Pasien Post Sectio Caesarea (SC) (p = 0,009). Disimpulkan bahwa ada perbedaan reaksi transfusi pada transfusi darah WB dan transfusi darah PRC. Diharapkan dokter dan perawat agar lebih selektif dalam memberikan darah transfusi pada pasien dan intensif dalam mengontrol proses transfusi darah, sehingga adanya reaksi transfusi dapat segera diketahui. Kata Kunci : Reaksi Transfusi, Whoole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC)

Page 5 of 48 | Total Record : 475