cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RS ISLAM IBNU SINA puti khairunnisak
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.561 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.103

Abstract

Alat pelindung diri adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu hubungan motivasi, ketersediaan alat pelindung diri, peran petugas Peantia, Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan penggunaan alat pelindung  diri  pada  perawat  di  ruangan  rawat  inap  RS  Islam  Ibnu  Sina  Bukittinggi  Tahun2017.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada bulan September2017. Populasi pada penelitian ini adalah 127 orang perawatdi ruangan rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi dengan jumlah sampel 97 orang sampel menggunakan teknik total sampling. Pengolahan dilakukan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat Uji (Chi- Square).Dari hasil analisis univariat didapatkan 54,6% responden menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. Terdapat 61,9% memiliki motivasi tinggi, 54,6% menyatakan petugas P2K3 berperan,58,8% responden menyatakan SOP terlaksana. Hasil analisi bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan APD (pvalue=0,016): OR=3,051) dan terdapat hubungan signifikan antara peran petugas P2K3 dengan penggunaan APD (pvalue=0,023): OR=2,809). Sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara ketersediaan alat pelindung diri dan SOP dengan pvalue=0,848 dan 0,196. Hasil multivariat menunjukkan yang paling  berhubungan  adalah  variabel  motivasi  dan  peran  petugas  P2K3  pvalue=0,020  dan0,028.Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk menyediakan alat pelindung diri lengkap sesuai bahaya dan resiko yang ada di tempat kerja dan lebih meningkatkan lagi peran petugas P2K3. Bagi perawat diharapkan untuk lebih aktif dalam menerapkan penggunaan alat pelindung diri.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK DI DALAM RUMAH DI KELURAHAN TAROK athanmika, dina
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal
Publisher : STIKes Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.034 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i1.163

Abstract

Merokok adalah perilaku penggunaan .Wabah tembakau atau rokok telah meracuni dan membunuh 4 juta penduduk dunia setiap tahunnya.  Berdasarkan laporan WHO tahun 2008 ditemukan 24,1% remaja pria Indonesia adalah perokok. Konsumsi rokok di Indonesia meningkat lebih cepat dibandingkan negara-negara lain. Pada kelompok umur 10-14 tahun, jumlah perokok meningkat dari 0.3% menjadi 1.4% dalam kurun waktu 18 tahun (1995-2013), dan pada kelompok umur 15-19 tahun terjadi peningkatan dari 7,1% ke 18,3%.  Hasil Riskesdas 2013, menunjukkan bahwa terdapat 30,3% perokok aktif di Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok didalam rumah Kelurahan Tarok Kecamatan Payakumbuh Utara Tahun 2014.Penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga  perokok yang berada di Kelurahan Tarok Kecamatan Payakumbuh   Utara   dengan   jumlah   sampel   162   responden   dan   dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat (Uji Chi-Square).Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar (89,5 %)  responden mempunyai perilaku merokok, 62,3% responden memiliki sikap negatif, terdapat 51,2% responden memiliki perceive behavioral yang tinggi, dan 56,8 % responden memiliki peran ibu rumah tangga yang tidak optimal. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran ibu rumah tangga (p = 0,032 ; OR = 3,6), tidak ada hubungan sikap (p = 0,958 ; OR =1,18) dan perceive behavioral (p = 0,152 ; OR = 2,5) dengan perilaku merokok didalam rumah.penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan peran ibu rumah tangga terhadap perilaku merokok. menjalin kerjasama dengan tokoh masyarakat   dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada warga berupa penyuluhan kesehatan tentang merokok agar dapat menghentikan kebisaan merokok didalam rumah.
FACTORS ASSOCIATED WITH MENARCHE AT SEVENTH GRADE STUDENTS IN JUNIOR HIGH SCHOOL 1 AMPEK ANGKEK AMPEK ANGKEK neila sulung
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 3 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.284 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i3.92

Abstract

Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita. Usiayang mendapat menarche bervariasi yaitu antara usia 10-16 tahun, rata-rata usia menarche di Indonesia adalah 13 tahun. Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap siswi kelas VII di SMPN 1 Ampek Angkek terdapat siswi yang mengalami menarche pada usia kurang dari 10 tahun (20%), 10 tahun (40%), 11 tahun (10%) dan 12 tahun (10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menarche pada siswi kelas VII di SMP Negeri 1Ampek Angkek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 144 orang dan sampelnya  59  orang  dan  cara  pengambilan  sampel  dengan  menggunakan  Metode  Simple Random Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2017. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) (p = 0,001) nilai OR 0,042, paparan media massa (p = 0,018) nilai OR 6,039 dan aktivitas fisik (p = 0,023) nilai OR 4,950 dengan menarche pada siswi kelas VII di SMP Negeri 1 Ampek Angkek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan menarche. Disarankan perlu adanya penyuluhan kesehatan kepada siswi untuk menjaga kesehatan reproduksi, asupan gizi yang seimbang, dan olahraga yang rutin.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PERILAKU PASIEN HIV/AIDS Aria Wahyuni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 2 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.069 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i2.5

Abstract

ABSTRACTTreatment of HIV/AIDS can be given by medical and supported by behavioral changes. This study aims to determine the factors that influence behavior change in patients with HIV/AIDS. Design of the research is descriptive analytic with cross sectional study. This research was conducted in a clinic HIV/AIDS of a hospital in Bukittinggi West Sumatera. The population of this study is that patients with HIV / AIDS who actively visiting the clinic HIV / AIDS amounted to 98 people. he sample taken by purposive sampling as many as 82 people with the criteria of patients willing to be sampled. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis (Chi-Square Test). The result showed most respondents have a high knowledge (61%), high motivation (57.3%), good family support (51.2%), counseling is high (59.8%) and behavioral changes in a positive direction (52 , 4%). Statistical analysis showed the relationship between knowledge (p = 0.005; OR = 7), motivation (p = 0.005; OR = 9.84), family support (p = 0.005; OR = 6.57) and counseling HIV / AIDS ( p = 0.005; OR = 7.81) with the change in the behavior of patients with HIV / AIDS. It can be concluded there is a relation between knowledge, motivation, counseling and family support behavior change HIV / AIDS patients. Expected at the hospital and the respondent is always active giving and receiving counseling in order to reduce the incidence of HIV / AIDS and is expected to families receiving family members of HIV / AIDS. The next research is done with different variables such as perception, emotion, age, peer support.  Keywords : Behavioral Change, HIV/AIDSABSTRACTTreatment of HIV/AIDS can be given by medical and supported by behavioral changes. This study aims to determine the factors that influence behavior change in patients with HIV/AIDS. Design of the research is descriptive analytic with cross sectional study. This research was conducted in a clinic HIV/AIDS of a hospital in Bukittinggi West Sumatera. The population of this study is that patients with HIV / AIDS who actively visiting the clinic HIV / AIDS amounted to 98 people. he sample taken by purposive sampling as many as 82 people with the criteria of patients willing to be sampled. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis (Chi-Square Test). The result showed most respondents have a high knowledge (61%), high motivation (57.3%), good family support (51.2%), counseling is high (59.8%) and behavioral changes in a positive direction (52 , 4%). Statistical analysis showed the relationship between knowledge (p = 0.005; OR = 7), motivation (p = 0.005; OR = 9.84), family support (p = 0.005; OR = 6.57) and counseling HIV / AIDS ( p = 0.005; OR = 7.81) with the change in the behavior of patients with HIV / AIDS. It can be concluded there is a relation between knowledge, motivation, counseling and family support behavior change HIV / AIDS patients. Expected at the hospital and the respondent is always active giving and receiving counseling in order to reduce the incidence of HIV / AIDS and is expected to families receiving family members of HIV / AIDS. The next research is done with different variables such as perception, emotion, age, peer support.  Keywords : Behavioral Change, HIV/AIDS
RIWAYAT PREMATUR DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA SATU TAHUN rina mariyana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 3, No 3 (2018): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.124 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v3i3.217

Abstract

Bayi yang terlahir prematur seringkali memberikan efek jangka panjang maupun jangka pendek bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang anak yang lahir prematur sampai usia 1 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Teknik yang digunakan dengan total sampel sebanyak 30 responden. pada anak yang dilahirkan prematur, sampel yang diambil pada anak usia 1 tahun. Hasilnya terdapat perbedaan proporsi kejadian suspek keterlambatan perkembangan pada anak yang terlahir prematur (p value = 0,005, OR 17). Anak yang terlahir prematur akan berisiko mengalami suspek keterlambatan perkembangan  
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS RAWAT INAP KABUPATEN PASAMAN 2019 herman harun
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.675 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.500

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di puskesmas adalah produk akhir dari interaksi dan ketergantungan yang rumit antara berbagai komponen atau aspek pelayanan. Pelayanan puskesmas yang bermutu akan menjadi salah satu faktor penentu upaya peningkatan status kesehatan masyarakat Tujuan penelitian ini mengetahui analisis mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di puskesmas rawat inap kabupaten pasaman tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crossectional study. Sampel penelitian adalah 195 responden di PKM Rawat Inap Kabupaten Pasaman. Untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dilakukan analisis dengan uji chis-quare dan Uji Regresi Logistik Berganda. dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan analisis dengan menggunakan uji chi-square diperoleh ada hubungan reliability (0,023), responsiveness (0,018), assurances (0,009), empathy (0,005), tangibles (0,0005) dengan Kepuasan Pasien di PKM rawat inap Kabupaten Pasaman tahun 2019. Hasil multivariate diperoleh dari 5 variabel, 1 variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien yaitu tangibles (0,0005). Kepada Petugas Kesehatan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien terutama di Puskesmas.
RELATIONSHIP OF FACTOR-FACTOR WITH EARLY PREGNANCY IN WORKING AREA PUBLIC HEALTH CENTER GUGUK PANJANG evi hasnita
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 3 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.661 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i3.25

Abstract

According to the Bureau of Statistics survey in 2012 in Indonesia was 48 / 1,000 pregnancies at the age of 15-19, while in 2007 was 8.5% of pregnancies at age <20 years. Public health center Guguk Panjang 20% of women with risk pregnancies with child-bearing age <20 years. This study aims to determine the factors associated with Pregnancy Early in Puskesmas Guguk Panjang . This type of research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in the study were all pregnant women in Public health center Guguk Panjang. Retrieval using random sampling techniques to obtain 100 respondents. Data collected by using a questionnaire. Data analysis included univariate and bivariate analysis using chi-square test. Results showed 60% of respondents are highly educated, 57% of respondents with high economic status, 52% of respondents with negative behavior, 62% of respondents with a social and cultural good, 75% of respondents affected by the mass media, and 52% of respondents underwent teen pregnancy. The results of the bivariate analysis showed that there is a relationship of education (p = 0.003, OR = 3.857), the economy (p = 0.018, OR = 2.893), behavior (p = 0.003, OR = 3.821), sociocultural (p = 0.01, OR = 3.261) and the media (p = 0.011, OR = 4.030) with a teen pregnancy. It can be concluded that education, economic status, behavioral, social, cultural, and media associated with teen pregnancy. For the expected role of the various parties to raise public awareness, especially young women about the risks of pregnancy at an early age so that young women are not affected by various factors that may increase the risk of teen pregnancy and teen daughter was able to behave avoid the incidence of pregnancy early age.
PENGARUH PEMBERIAN SENAM YOGA TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS PADA LANSIA 2019 siti munawarah
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 2 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.424 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v4i2.465

Abstract

Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan proyeksi pusat tubuh pada landasan penunjang baik saat berdiri, duduk, transit dan berjalan.  Menurut hasil survey awal jumlah lansia 31% sampai 48%  lansia jatuh karena gangguan keseimbangan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pemberian senam yoga terhadap keseimbangan statis lansia di puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi. Desain penelitian ini adalah Quasi eksperiment desaign one grup PreTest-PostTest. Menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, teknik pengambilan sampel purposive  sampling dengan sampel 30 responden dengan alat ukur tinetti sebelum dan sesudah 6 kali perlakuan pada tanggal 25 Mei sampai 22 Juni 2019. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata sebelum di berikan Senam Yoga 18.50 dan sesudah di berikan Senam Yoga 25.33 dan P-value 0,0005 < (0,05 = Alpha). dengan itu ditarik kesimpulan ada pengaruh pemberian senam yoga terhadap keseimbangan statis pada lansia.Dapat disimpulkan bahwa pemberian Senam Yoga dapat meningkatkan keseimbangan statis pada lansia. Dan disarankan kepada lansia untuk menerapkan latihan senam yoga untuk mempertahankan keseimbangan.
PRAKTIK SAFETY RIDING PADA PELAJAR DI WILAYAH KERJA POLRES PADANG PANJANG sukarsih rusti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 3 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.393 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i3.30

Abstract

ABSTRAK Safety riding adalah mengendarai motor dengan aman, sesuai aturan dan tidak ugal-ugalan. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Polres Padang Panjang karena angka kecelakaan meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2015. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi, dukungan media, perilaku teman sebaya dan peran keluarga dengan praktik safety riding kendaraan roda dua pada pelajar di wilayah kerja Polres Padang Panjang tahun 2016.Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pelajar yang berusia ≥ 17 tahun keatas yang mengendarai sepeda motor. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan besar sampel 108 orang. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan dari 108 orang pelajar yang mengendarai sepeda motor, terdapat 46 (42,6%) dengan praktik safety riding tidak aman. Selain itu berdasarkan analisis Chi Square diperoleh hasil terdapat hubungan antara persepsi (p=0,000, OR=14), dukungan media (p=0,000, OR=13,9), perilaku teman sebaya (p=0,007, OR=3,1) dan peran keluarga (p=0,037, OR=2,4) dengan praktik safety riding. Diri semua variabel yang diteliti, yang paling memiliki peluang risiko untuk safety riding adalah persepsi. Disarankan kepada pelajar untuk meningkatkan pemahaman sehingga akan merubah persepsi yang akhirnya berdampak pada perubahan perilaku. Kata Kunci      : Safety riding, persepsi, roda dua ABSTRACT  Safety riding is ride motorcycle safely, according to the rules, and not reckless. This research was conducted at Resort Police Padang Panjang because the number of accidents increased from 2014 to 2015. This research purposed to know related between perception, media support, peer behaviour and family role with safety riding practice of students at Resort Police Padang Panjang year 2016.  Kind of this research was analytic survey with cross sectional study design. The population the research is entire motorcycle riding students up to ≥ 17 years old. Sample was taken by accidental sampling which was 108 people. Data analysis was performed with univariate and bivariate with Chi Square test. The results show that from 108 motorcycle riding students, there are 46 (42,6%) not safety riding practice. Furthermore, according to data analysed Chi Square analysis, there is relation between perception (p=0,000, OR=14), media support (p=0,000, OR=13,9), peer behavior (p=0,007, OR=3,1), and family role (p=0,036, OR=2,4) with safety riding practice. All the variables, most have oppurtunities for safety riding risk is perception. It is suggested to students to improve understanding, so that will change the perception that ultimately have an impact on behaviour change. Keywords       : Safety riding, perception, motorcycle 
HUBUNGAN STATUS PERNIKAHAN DAN KEPEMILIKAN KONDOM DENGAN PENGGUNAAN KONDOM PADA PASANGAN TIDAK TETAP PENGGUNA NAPZA SUNTIK DI 4 KOTA DI INDONESIA sugiarto sugiarto
HUMAN CARE JOURNAL Vol 3, No 1 (2018): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.15 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v3i1.97

Abstract

Konsistensi penggunaan kondom pada Penasun masih rendah. Menurut Laporan STBP 2013, konsistensi penggunaan kondom pada Penasun sebesar 17% pada pasangan tetap, 17% pasangan tidak tetap dan 16% pasangan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat determinan penggunaan kondom pada Penasun di 4 Kota di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data STBP Penasun tahun 2013. Cara pengambilan sampel STBP Penasun adalah Responden Driven Sampling (RDS). Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan kondom pada saat berhubungan seks dengan pasangan tidak tetap sebesar 17%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status pernikahan (OR=0,2; 95% CI=0,1-0,6), kepemilikan kondom (OR=6,6; 95% CI=2,4-18,2) dengan penggunaan kondom pada pasangan tidak tetap pengguna napza suntik di 4 Kota di Indonesia. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan kondom merupakan faktor risiko penggunaan kondom pada pasangan tidak tetap pengguna napza suntik. Responden yang tidak memiliki kondom memiliki peluang 6,6 kali lebih tinggi tidak menggunakan kondom jika dibandingkan dengan responden yang memiliki kondom.

Page 6 of 48 | Total Record : 475