cover
Contact Name
Bahar
Contact Email
bahararahman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslit.stmikbjb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi
ISSN : 20893787     EISSN : 26850893     DOI : -
Core Subject : Science,
Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi adalah Jurnal Ilmiah bidang Teknik Informatika dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara periodik tiga nomor dalam satu tahun, yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. Redaksi Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi menerima sumbangan tulisan hasil penelitian atau atau artikel konseptual bidang Teknik Informatika dan Sistem Informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 951 Documents
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Usaha (Studi Kasus: Chiclin Telaga Murni) Sari, Dellia Nabila; Novita, Agnes
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2969

Abstract

Business location selection is a crucial factor in business success, yet it is often done subjectively without a systematic approach. This study aims to develop a web-based decision support system to help business owners determine the best location using the Simple Additive Weighting (SAW) method. This method processes five main criteria: rental costs, space capacity, accessibility, location, and security. Data were obtained through interviews and field observations. The system was designed using a waterfall approach and implemented with an assessment input interface, an automated calculation process, and an alternative ranking output. Test results show the system is able to provide objective location recommendations, with Taman Aster as the best alternative. These findings suggest that integrating the SAW method into a web application can improve the efficiency and accuracy of business location decision-making.Keywords: Business location selection; Decision support system; SAW method; Web application; Culinary businessAbstrakPemilihan lokasi usaha merupakan faktor krusial dalam kesuksesan bisnis, namun masih sering dilakukan secara subjektif tanpa pendekatan sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis web untuk membantu pemilik usaha menentukan lokasi terbaik menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini memproses lima kriteria utama: biaya sewa, kapasitas tempat, aksesibilitas, lokasi, dan keamanan. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan. Sistem dirancang menggunakan pendekatan waterfall dan diimplementasikan dengan antarmuka input penilaian, proses perhitungan otomatis, serta output peringkat alternatif. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memberikan rekomendasi lokasi secara objektif, dengan Taman Aster sebagai alternatif terbaik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi metode SAW dalam aplikasi web dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan lokasi usaha.  
Analyzing Spotify User Experience using UEQ and Fuzzy K-Means Clustering Chinta, Caroline Amanda; Fibriani, Charitas
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2928

Abstract

This study evaluates the user experience (UX) of Spotify using the User Experience Questionnaire (UEQ) and Fuzzy K-Means clustering. The main issue addressed is the need to understand user satisfaction, especially related to reliability. The objective is to assess Spotify’s UX quality and group users based on satisfaction. A total of 128 participants completed the UEQ, covering six dimensions: Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, and Novelty. Results show five dimensions rated as “Excellent,” while Dependability was rated “Below Average,” indicating issues with control and consistency. Clustering analysis identified three user groups with different satisfaction levels. One cluster consistently reported low ratings across all dimensions. These findings reflect Spotify’s overall strong UX, while also pointing out areas for improvement. The integration of UEQ and clustering provides valuable insights into user segmentation and can serve as a framework for future UX evaluations. Keywords: Clustering; Fuzzy K-Means; Spotify; UEQ; User Experience   AbstrakPenelitian ini mengevaluasi pengalaman pengguna (User Experience/UX) aplikasi Spotify menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) dan metode klasterisasi Fuzzy K-Means. Masalah utama yang dibahas adalah perlunya pemahaman terhadap kepuasan pengguna, khususnya dalam aspek keandalan. Tujuan penelitian ini adalah menilai kualitas UX Spotify dan mengelompokkan pengguna berdasarkan tingkat kepuasannya. Sebanyak 128 partisipan mengisi UEQ yang mencakup enam dimensi: Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, dan Novelty. Hasil menunjukkan lima dimensi memperoleh nilai Excellent, sedangkan dimensi Dependability berada pada kategori Below Average, mengindikasikan adanya masalah dalam kontrol dan konsistensi. Analisis klaster menghasilkan tiga kelompok pengguna dengan tingkat kepuasan yang berbeda. Salah satu klaster secara konsisten menunjukkan penilaian rendah di semua dimensi. Temuan ini mencerminkan performa UX Spotify yang sangat baik secara umum, namun tetap ada aspek yang perlu ditingkatkan. Integrasi UEQ dan analisis klaster memberikan wawasan mendalam tentang segmentasi pengguna dan menjadi acuan untuk evaluasi UX selanjutnya. 
Rancang Bangun Website SI B-TIS pada BPDAS Brantas Sampean dengan Metode RAD Hadi, Tasya Diva Fortuna; Najaf, Abdul Rezha Efrat; Kartika, Dhian Satria Yudha
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2788

Abstract

The advancement of information technology encourages government institutions to improve the quality of public services, including the free seed distribution program by the Ministry of Forestry through the Brantas Sampean Watershed Management Agency (BPDAS Brantas Sampean). However, the seed request process at BPDAS Brantas Sampean is still conducted manually and lacks centralization, making data recording and access to seed availability information difficult. This study aims to develop a web-based Seed Request Information System (Si B-Tis) to facilitate the submission and monitoring of seed requests. The system was developed using the Rapid Application Development (RAD) method with the CodeIgniter framework. Key features of the system include request submission, seed availability information, request monitoring, and report generation. Testing was carried out using the Blackbox method to ensure that all functionalities operate as expected. The test results show that the system functions properly and is suitable for supporting the digitalization of the seed request service at BPDAS Brantas Sampean.Kata kunci: Information System; Seedling request; Rapid Application Development; BPDAS Brantas Sampean AbstrakPerkembangan teknologi informasi mendorong instansi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk dalam program pembagian bibit gratis oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Brantas Sampean. Namun, proses pengajuan permohonan bibit di BPDAS Brantas Sampean masih dilakukan secara manual dan belum terpusat, sehingga menyulitkan pencatatan data serta akses informasi terkait ketersediaan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Informasi Permohonan Bibit Gratis (Si B-Tis) berbasis website guna mempermudah proses pengajuan dan pemantauan permohonan bibit. Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dengan framework CodeIgniter. Fitur utama dalam sistem meliputi pengajuan permohonan, informasi ketersediaan bibit, monitoring permohonan, serta pencetakan laporan. Pengujian dilakukan menggunakan metode Blackbox untuk memastikan bahwa seluruh fungsionalitas berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan layak digunakan dalam mendukung digitalisasi layanan permohonan bibit di BPDAS Brantas Sampean. 
Design UI/UX Aplikasi FURE Menggunakan Metode User Centered Design Margono, Ferdi Puguh; Wati, Seftin Fitri Ana; Permatasari, Reisa
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2736

Abstract

FURE is a plastic waste management startup that recycles waste into functional furniture products. The main challenges faced are the low public trust in recycled products and the lack of education about their benefits. This study aims to develop the UI/UX design of the FURE application using the User Centered Design (UCD) method, focusing on user needs. The design process was carried out through stages of context identification, user requirement determination, solution design, and evaluation. Usability testing was conducted using the System Usability Scale (SUS) method. The first iteration showed an effectiveness of 83.75%, efficiency of 92.59%, and a satisfaction score of 78. After design improvements, the second iteration increased to 92.5% effectiveness, 82.3% efficiency, and 85 satisfaction. These results indicate that the developed design successfully improved effectiveness, efficiency, and user satisfaction while supporting public participation in recycled product initiatives.Keyword: User Centered Design; UI/UX; Usability testing; FURE AbstrakFURE merupakan sebuah startup pengelolaan limbah plastik yang mendaur ulang sampah menjadi produk furniture fungsional. Tantangan yang dihadapi adalah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap produk daur ulang serta kurangnya edukasi terkait manfaatnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain UI/UX aplikasi FURE menggunakan metode User Centered Design (UCD) yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Proses perancangan dilakukan melalui tahapan identifikasi konteks, penentuan kebutuhan pengguna, desain solusi, dan evaluasi. Pengujian dilakukan menggunakan usability testing dengan metode System Usability Scale (SUS). Hasil iterasi pertama menunjukkan effectiveness sebesar 83,75%, efficiency 92,59%, dan satisfaction 78. Setelah dilakukan perbaikan desain, iterasi kedua meningkat menjadi effectiveness 92,5%, efficiency 82,3%, dan satisfaction 85. Hasil ini menunjukkan bahwa desain yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kepuasan pengguna, sekaligus mendukung partisipasi masyarakat terhadap produk daur ulang. 
Klasifikasi Waktu Tanggap Kebakaran oleh Pemadam Kebakaran di Kabupaten Sleman Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor Jeffri, Derry Meilana; Witanti, Arita
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2966

Abstract

Fire incidents are disasters that have the potential to cause significant losses, both materially and in terms of human lives. Therefore, firefighters must respond quickly to public fire reports with a response time that adheres to the standards set by Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Number 20 of 2009 concerning Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan. However in reality, firefighters still struggle to meet these standards due to various issues such as traffic congestion and inadequate road infrastructure. To identify these problems more deeply, firefighters need to further evaluate which fire incidents in which areas fail to meet the standard response times. Thus, a classification fire response times becomes essential. This study aims to classify fire response times using the KNN (K-Nearest Neighbor) method and evaluate the classification results. The variables used in this study are travel distance and travel time. The results show excellent classification performance, with an average accuracy of 98%.Keyword: Classification; K-Nearest Neighbor; Response Time; Firefighter.AbstrakInsiden kebakaran merupakan bencana yang berpotensi menimbulkan dampak kerugian signifikan, baik secara material maupun nyawa manusia. Oleh karena itu, Pemadam Kebakaran harus merespons cepat aduan masyarakat terkait kebakaran dengan waktu tanggap sesuai standar yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan. Tetapi pada kenyataannya Pemadam Kebakaran masih kesulitan untuk memenuhi standar tersebut dikarenakan berbagai masalah seperti kepadatan lalu lintas maupun infrastruktur jalan yang kurang memadai. Untuk mengidentifikasi masalah lebih mendalam, Pemadam Kebakaran perlu mengevaluasi lebih lanjut dengan cara mengetahui kejadian kebakaran daerah mana saja yang tidak memenuhi standar. Maka dari itu, diperlukan klasifikasi waktu tanggap kebakaran. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan waktu tanggap kebakaran menggunakan metode KNN (K-Nearest Neighbor) kemudian dilakukan evaluasi terhadap hasil klasifikasi. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu jarak tempuh dan waktu tempuh. Penelitian ini menunjukkan hasil klasifikasi yang sangat baik, dengan rata-rata akurasi sebesar 98%. 
Comparison of Coffee Bean Roasting Level Classification Using ResNet50 and VGG16 Akil, Ibnu
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.3122

Abstract

The classification of coffee bean roasting levels is an important aspect of ensuring coffee product quality. This study compares the performance of two deep learning architectures, ResNet50 and VGG16, in classifying coffee bean images into three roasting levels: light, medium, and dark. The dataset consists of 1,800 images with a resolution of 224×224 pixels, divided into training, validation, and testing sets. Both models were trained with identical configurations using transfer learning and partial fine-tuning. The evaluation results show a very small accuracy difference of only 0.01 point, with ResNet50 slightly outperforming VGG16. This indicates that both models are equally reliable for roast level classification. However, ResNet50 is more time-efficient, requiring only about 10 minutes of training compared to over 25 minutes for VGG16. This difference is suspected to be related to the complexity of VGG16’s architecture. The study concludes that ResNet50 offers high efficiency with competitive accuracy. Further research is recommended to optimize VGG16’s architecture to improve computational efficiency without compromising accuracy.Keywords: Machine learning; Restnet50; VGG16; Coffee bean roasting AbstrakKlasifikasi tingkat roasting biji kopi merupakan aspek penting dalam penjaminan mutu produk kopi. Penelitian ini membandingkan performa dua arsitektur deep learning, ResNet50 dan VGG16, dalam mengklasifikasikan citra biji kopi pada tiga tingkat roasting: light, medium, dan dark. Dataset berisi 1.800 citra beresolusi 224×224 piksel, dibagi menjadi data latih, validasi, dan uji. Kedua model dilatih dengan konfigurasi identik menggunakan transfer learning dan fine-tuning parsial. Hasil evaluasi menunjukkan selisih akurasi sangat tipis, hanya 0,01 poin, dengan ResNet50 sedikit unggul. Hal ini menunjukkan kedua model sama-sama andal untuk klasifikasi tingkat roasting. Namun, ResNet50 lebih efisien secara waktu, hanya memerlukan sekitar 10 menit pelatihan dibandingkan VGG16 yang lebih dari 25 menit. Perbedaan ini diduga terkait kompleksitas arsitektur VGG16. Disimpulkan bahwa ResNet50 menawarkan efisiensi tinggi dengan akurasi kompetitif. Penelitian lanjutan disarankan mengevaluasi optimasi arsitektur VGG16 untuk meningkatkan efisiensi komputasi tanpa mengorbankan akurasi. 
Pengukuran Tingkat Kepuasan Terhadap Website SIAMIK UNTAG Surabaya Menggunakan Metode Webqual 4.0 Ardiansah, Muhamad Frendi Diyon; Safitri, Eristya Maya; Rahmawati, Rafika
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 1: April 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i1.2772

Abstract

The advancement of information technology has prompted higher education institutions to provide information system-based academic services, one of which is SIAMIK at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. This study aims to measure the level of user satisfaction with the SIAMIK system using the WebQual 4.0 approach, which consists of three main dimensions: Usability, Information Quality, and Service Interaction Quality. This research employs a quantitative approach through a survey method using a closed-ended Likert scale questionnaire. The data analysis process utilized the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the aid of SmartPLS version 4 software. The findings of this research indicate that only the Information Quality variable was proven to have a positive and significant influence on User Satisfaction, demonstrated by a beta coefficient of 0.807 and a p-value < 0.001. Conversely, the Usability and Service Interaction Quality variables did not show a significant relationship with the level of user satisfaction. This study offers practical implications for system administrators to prioritize the improvement of information aspects in the future development of the academic information system.Keywords: User satisfaction; Webqual 4.0; Academic Information System; Usability; SmartPLS.AbstrakPerkembangan teknologi informasi telah mendorong perguruan tinggi untuk menyediakan layanan akademik berbasis sistem informasi, salah satunya adalah SIAMIK Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem SIAMIK menggunakan pendekatan WebQual 4.0, yang terdiri dari tiga dimensi utama: Usability, Information Quality, dan Service Interaction Quality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup skala Likert. Proses analisis data memanfaatkan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS- SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Temuan riset ini mengindikasikan bahwa hanya variabel Information Quality yang terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction, ditunjukkan melalui koefisien beta sebesar 0,807 serta nilai p < 0,001. Sebaliknya, variabel Usability dan Service Interaction Quality tidak memperlihatkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola sistem untuk memprioritaskan penyempurnaan aspek informasi dalam pengembangan sistem informasi akademik ke depan
Implementasi Sistem Informasi Penjualan dan Pengendalian Stok Barang Dengan Metode EOQ (Studi Kasus Toko Thriftyukak21) Yeni, Yeni; Wahyuni, Rini; Hakim, Zainul; Rahayu, Sri
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2840

Abstract

Assessing Master Data Management Maturity in General Insurance Sector Fahmi, Rizki Ali; Hidayanto, Achmad Nizar
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2895

Abstract

As data becomes a strategic asset, organizations must adopt strong Master Data Management (MDM) practices to support governance, compliance, and decision-making. This study assesses the MDM maturity of a general insurance company in Indonesia using a qualitative case study approach. Data were gathered through interviews, document analysis, and field observations. The assessment used the Master Data Management Maturity Model (MD3M), which evaluates key domains of MDM practices. Findings show the company is still in the early stages of MDM maturity, characterized by fragmented processes, unclear roles, and limited data standardization. This study offers empirical insights into MDM maturity within the insurance sector, which remains underrepresented in current research. It also provides practical recommendations for improvement, such as defining data ownership, formalizing governance structures, and integrating customer data systems to enhance overall data management capabilities.Keywords: Master Data Management; MD3M; Maturity Assessment; General Insurance AbstrakSeiring dengan meningkatnya peran data sebagai aset strategis, organisasi perlu menerapkan praktik Master Data Management (MDM) yang kuat untuk mendukung tata kelola, kepatuhan, dan pengambilan keputusan. Studi ini menilai tingkat kematangan MDM pada sebuah perusahaan asuransi umum di Indonesia dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, analisis dokumen, dan observasi lapangan. Penilaian dilakukan menggunakan kerangka Master Data Management Maturity Model (MD3M) yang mengevaluasi sejumlah domain utama dalam praktik MDM. Temuan menunjukkan bahwa tingkat kematangan MDM perusahaan masih berada pada tahap awal, ditandai dengan proses yang terfragmentasi, peran yang belum jelas, dan standar data yang belum konsisten. Studi ini memberikan wawasan empiris mengenai kematangan MDM di sektor asuransi, yang masih jarang diteliti. Selain itu, studi ini menawarkan rekomendasi praktis seperti penetapan kepemilikan data, pembentukan struktur tata kelola, dan integrasi sistem data nasabah. 
Transformasi Digital Enkripsi Teks: Implementasi Playfair Cipher pada Platform Google Colaboratory Tahir, Muhlis; Basri, Hasan; Agustina, Ais Zulaikha; Nofiyanti, Nofiyanti; Kinanti, Setyaning Puji; Putra, Aditya Eka
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2794

Abstract

Digital transformation requires a reliable information security system, especially in protecting text data on public networks. This study aims to implement and evaluate the classic Playfair Cipher algorithm using the Google Colaboratory platform. The method used is quantitative descriptive, with testing conducted on English-language text using the Python programming language. The results show that the algorithm is capable of encrypting and decrypting data accurately, with an average encryption processing time of 7.32 ms and decryption time of 10.86 ms. Security validation through frequency and bigram analysis proves the algorithm's effectiveness in obscuring the original text pattern. The conclusion of this study indicates that the Playfair Cipher algorithm remains relevant as an efficient, accurate, and practically integrable solution for simple text encryption on cloud platforms for educational and data security protection needs.Keywords: Text Encryption; Google Collaboratory; Data Security; Classical Cryptography; Playfair Cipher.AbstrakTransformasi digital menuntut sistem keamanan informasi yang andal, khususnya dalam perlindungan data teks di jaringan publik. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi algoritma klasik Playfair Cipher menggunakan platform Google Colaboratory. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengujian dilakukan pada teks berbahasa Inggris menggunakan bahasa pemrograman Python. Hasil menunjukkan bahwa algoritma mampu mengenkripsi dan mendekripsi data secara akurat, dengan rata-rata waktu proses enkripsi 7,32 ms dan dekripsi 10,86 ms. Validasi keamanan melalui analisis frekuensi dan bigram membuktikan efektivitas algoritma dalam menyamarkan pola teks asli. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Playfair Cipher masih relevan sebagai solusi enkripsi teks sederhana yang efisien, akurat, dan dapat diintegrasikan secara praktis dalam platform cloud untuk kebutuhan edukasi dan perlindungan keamanan data.