cover
Contact Name
Benny Prasetiya
Contact Email
imtiyazstaimp@gmail.com
Phone
+6285333337069
Journal Mail Official
imtiyazstaimp@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sukarno Hatta 94 B Probolinggo
Location
Kota probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 25500627     EISSN : 26569442     DOI : https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v4i1
Jurnal Ilmu Keislaman adalah Jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh LP2M STAI Muhammadiyah Probolinggo. Jurnal ini Mengkhususkan diri pada pengkajian ilmu Keislaman baik itu artikel ilmiah maupun hasil penelitian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2020): September" : 5 Documents clear
KEDUDUKAN HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 Dwi Dasa Suryantoro
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2020): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v4i2.92

Abstract

Bahwa dalam Pasal 35 ayat 1 UU No. 1/1974 menentukan bahwa harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta benda bersama. Disini hanya ditekankan harta yang diperoleh selama perkawinan baik karena usaha suami/istri atau suami-istri bersama-sama otomatis menjadi harta bersama. Tetapi apabila terjadi perceraian maka pembagian harta bersama tetap mengikuti ketentuan hukumnya masing-masing, Dalam kaitannya dalam pernikahan, secara tersirat suami/isteri telah sepakat untuk bekerja sama membina keluarga (rumah tangga) yang didalamnya terdapat perintah mencari penghasilan untuk menunjang terwujudnya keluarga yang sejahtera. Disini antara suami/isteri tidak mempersoalkan pihak mana yang lebih banyak bekerja menghasilkan kekayaan dan tidak pula mempersoalkan jenis kerja masing-masingnya. Pembagian kerja dilakukan sedemikian rupa, dan atas dasar itu, penghasilan yang diperoleh selama masa perkawinan dianggap sebagai harta bersama
ANALYSIS STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF ISLAMIC EDUCATION RECONSTRUCTION BASED ON MULTYDICIPLINARY STUDY IN EAST JAVA ISLAMIC BOARDING SCHOOL COLLEGE Evita Yuliatul Wahidah; Agus Salim
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2020): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v4i2.93

Abstract

The change or inovation in Indonesia Islamic education is related with recontstruction idea which influences scientific progress in education environment including Islamic Boarding School. Reconstruction idea has found its momentum since the beginning of 20th century, while in the education field was transformed into the establishment of modern educational institutes. College in the Islamic boarding schools that spread among East Java are one of many colleges in the Islamic boarding school which can not avoid from reconstruction that has run through all over regions.The research aim is finding out the background of implementation form, also the input and output reality of Islamic education reconstruction base on Islamic boarding school college multydiciplinary in East Java. It is a discriptive qualitative reasearch with etnographic approach. The methods of data collection are participant observation, interview, and documenter method.Base on the research, it is identified that the Islamic boarding school colleges in East Java are independent college which have shown their strength by building scientific pillars that cover all of part in science, both general and relegion, with the base of multydiciplinary learning. Islamic education, from time to time, has conducted recostruction on its system and management by holding on college tridarma, which are education, research and community service.  
PERCERAIAN MENURUT PERSEPSI PSIKOLOGI DAN HUKUM ISLAM Riami Riami
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2020): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v4i2.94

Abstract

Pernikahan merupakan suatu perkara yang terpuji, dan tidak sepantasnya dirusak oleh hal-hal yang tidak diiginkan. Setiap perkara yang mengarah terhadap kemudhorotan dalam berumah tangga merupakan perkara yang sangat di benci Allah, yaitu perceraian. Karena perceraian termasuk salah satu  perbuatan yang di halalkan akan tetapi sangat dibenci oleh Allah. Pada hakekatnya, apa yang disyariatkan islam tidak diperkanankan adanya perpisahan.Melainkan dianjurkan nabi Muhammad agar menjaga keutuhan, keharmonisan dalam tempat tinggal, dan mampu  menyelesaikan setiap perseteruan yang terdapat dengan cara yang damai, sebagai akibat menyebabkan suatu perceraian.Diantaranya   faktor yang menyebabkan   perceraian yaitu meliputi faktor keturunan, faktor kejiwaan, faktor etika, faktor keuangan,dan   faktor lingkungan
INTERKONEKSI SAINS DAN AGAMA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SIDOARJO Toha Machsun; Istikomah Istikomah; Dzulfikar Akbar Romadlon; Mohamad Rojii
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2020): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v4i2.95

Abstract

Problematika dikotomi antara sains dan Agama telah menjadi topik pembahasan yang banyak dikaji oleh peneliti untuk dicarikan solusi terbaiknya, namun faktanya hingga saat ini problem tersebut masihlah hadir di tengah masyarakat. melihat fakta tersebut SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo hadir sebagai percontohan dengan membawa konsep interkoneksi sains dan Agama dalam upaya pengembangan pendidikan Agama Islam dan juga mencoba untuk mengikis dikotomi antara sains dan Agama. penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konsep, bentuk, dan dampak positif dari interkoneksi sains dan Agama dalam pengembangan pendidikan Islam. Hasil peneltian menunjukkan bahwa konsep interkoneksi di sekolah tersebut diwujudkan dalam bentuk bangunan kurikulum yang baku dan diterapkan dalam proses pendidikan. Bentuk interkoneksi diwujudkan dengan penggabungan kurikulum nasional dan kurikulum ISMUBA Khas sekolah Muhammadiyah, serta berbagai kegiatan ekstra. Dampak positif bagi siswa yakni menumbuhkan budaya islami dan karakter islami dalam diri peserta didik, penagalaman belajar yang menumbuhkan kreatifitas dan bijak dalam menata niat untuk menuntut ilmu serta prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional. Sementara bagi guru, Interkoneksi sains dan agama berdampak positif bagi pengembangan diri dan karier.
PENDIDIKAN KELUARGA SAKINAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PSIKOLOGI Aries Dirgayunita; Reza Hilmy Luayyin
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2020): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v4i2.96

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang diawali dengan perkawinan. yang merupakan kebutuhan fitrah manusia. Dalam ajaran Islam, ikatan perkawinan memiliki rasa saling mencintai dan menyayangi, saling mengisi dan melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing yang didasarkan pada agama sebagai fondasi utama dalam membina, dan mewujudkan keluarga sakinah. Ada perbedaan dalam  masyarakat modern saat ini yang cenderung bersikap pragmatis dan melihat pernikahan sebagai fungsi keduniawian   di antaranya seksual, reproduksi dan rekreasi, sehingga mengakibatkan masyarakat modern saat ini banyak yang mengalami polemik dalam keluarga seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, bunuh diri, dan pemerkosaan pada remaja akibat kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Karena dalam kehidupan sosial, keluarga menempati peran utama dan sangat penting dalam membentuk karakter dan kebahagiaan keluarga. Karena keluarga merupakan tempat atau lembaga pendidikan pertama sebelum anggota keluarga mendapatkan pendidikan secara formal dalam masyarakat. Jika keluarga, peran dan fungsinya tidak sesuai pada tempatnya dan tidak berpedoman pada al-qur’an dan Sunnah Rosul tentu akan muncul berbagai permasalan sosial yang akan berdampak pada keluarga itu sendiri dan juga masyarakat pada umunya. Sedangkan perkawinan dalam Agama Islam menjadi bagian penting dalam kehidupan karena merupakan Sunnah Rosul dan mempunyai bagian penting dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan perkawinan merupakan media dalam pemenuhan tujuan ilahi yang juga merupakan ibadah dalam ajaran agama Islam. Melalui perkawinan akan terlahir hubungan yang kompleks dan saling mengikat. Dalam kajian pustaka ini dijelaskan bahwa penelitian ini bertujuan menegetahui bagaimana konsep keluarga sakinah baik berdasarkan hukum Islam dan psikologi, tujuan dari pendidikan keluarga sakinah serta bagaimana menciptakan keluarga sakinah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5