cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 2 (2023)" : 30 Documents clear
Pemerolehan Bahasa Kedua (Bahasa Indonesia) Youtuber Asal Jepang Haura Zahra Salsabila; Ekaning Krisnawati; Dewi Ratnasari
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18653

Abstract

Second Language Acquisition (Indonesian Language) of A Japanese YoutuberABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemerolehan bahasa kedua pada YouTuber asal Jepang Genki Sadamatsu yang sudah mulai fasih berbahasa Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pemerolehan B2 pada tataran fonologi dan morfologi, Sumber data berasal dari kanal YouTube milik Genki Sadamatsu yang diperoleh dari tiga video. Metode penelitian ini menggunakan metode deksriptif-kualitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan teknik catat. Penelitian ini menggunakan teori Chomsky mengenai pemerolehan bahasa. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut, pemerolehan bahasa kedua merupakan pemerolehan bahasa yang sebelumnya mutlak harus memperoleh bahasa pertama terlebih dahulu. Penelitian ini ditunjang dengan adanya data-data yang bersumber dari kanal YouTube Genki Banget kemudian dapat disimpulkan apabila seseorang memperoleh bahasa kedua, seorang penutur pasti akan melewati tahapan yang sama seperti saat seseorang memperoleh bahasa pertama. Terdapat tuturan yang menunjukkan adanya pemerolehan bahasa kedua pada data yang diperoleh, diantaranya terdapat dua belas data pada tataran fonologi dan delapan data pada tataran morfologi. YouTuber Genki Sadamatsu kini sedang berproses dalam memperoleh bahasa Indonesia sebagai bahasa keduanya, yang dapat di tengah berproses memperoleh bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, hal tersebut ditandai dengan adanya proses awal dalam pemerolehan bahasa kedua yaitu pada tataran fonologi dan morfologi. Kata kunci: pemerolehan bahasa, youtuber, fonologi dan morfologiABSTRACTThis study aims to see how the acquisition of a second language in Japanese YouTuber Genki Sadamatsu who has begun to be fluent in Indonesian. The focus of this research is the acquisition of B2 at the phonological and morphological levels, The source of the data comes from three videos. This research method uses descriptive-qualitative methods. In collecting data, researchers use the free listening method with advanced recording techniques. The results of the research obtained are as follows, g6 second language acquisition is language acquisition that previously absolutely had to obtain the first language first. This research is supported by data sourced from the Genki Banget YouTube channel then it can be concluded that if someone acquires a second language, a speaker will definitely go through the same stage like when a person acquires a first language. There are utterances that indicate the acquisition of a second language in the data obtained, including twelve data at the phonological level and eight data at the morphological level. YouTuber Genki Sadamatsu is currently in the process of obtaining Indonesian as his second language, which can be in the process of obtaining Indonesian as a second language, this is marked by the initial process of acquiring a second language, namely at the phonological and morphological levels.Keyword: language acquisition, youtuber, phonology and morphology.
Bahasa Tulis pada Anak Disleksia di SMP Negeri 2 Gunungsindur Firdha Rachmawati; Odien Rosidin; Dede Irpan Nawawi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18843

Abstract

Written Language In Children With Dyslexia At Smp Negeri 2 GunungsindurABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memeriksa variasi bentuk bahasa tulis pada anak-anak yang mengalami disleksia. Penelitian ini layak untuk dilakukan karena fenomena variasi bentuk bahasa tulis pada anak-anak yang mengalami disleksia memiliki potensi untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa tulis pada kondisi disleksia, sehingga dapat memberikan wawasan baru dan solusi efektif dalam upaya membantu anak-anak dengan disleksia dalam mengatasi hambatan komunikasi tertulis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga anak: NA (13 tahun), NAl (13 tahun), dan DAM (14 tahun). Data dikumpulkan melalui dokumentasi bahasa tulis yang dihasilkan oleh subjek penelitian. Proses pengambilan data melibatkan peneliti yang mendiktekan kalimat-kalimat kepada subjek penelitian. Kalimat yang telah disiapkan tersebut disesuaikan dengan kemampuan menulis anak-anak tersebut. Subjek penelitian diberikan kebebasan untuk mengucapkan kata-kata secara verbal sebelum menulisnya. Hal ini membantu subjek penelitian dalam mengorganisir dan melatih keterampilan mengeja kata-kata sebelum menulisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan disleksia cenderung menulis huruf secara terbalik, mengurangi penulisan huruf dalam kata, menambahkan huruf pada kata tertentu, dan mengganti huruf ketika mereka lupa atau tidak tahu huruf yang harus ditulis.Kata kunci: Bahasa tulis, disleksiaABSTRACTThis study aims to examine variations in written language forms in children with dyslexia. This research is feasible to do because the phenomenon of variations in forms of written language in children who experience dyslexia has the potential to uncover factors that influence the development of written language in dyslexic conditions, so that it can provide new insights and effective solutions in efforts to help children with dyslexia. in overcoming written communication barriers. The research method used in this study is descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of three children: NA (13 years), NAl (13 years), and DAM (14 years). Data was collected through written language documentation produced by research subjects. The data collection process involves the researcher dictating sentences to the research subject. The sentences are adapted to the children's writing ability. Research subjects are given the freedom to say the words verbally before writing them. This helps the research subjects organize and practice their spelling skills before writing them. The results showed that children with dyslexia tend to write letters backwards, write less letters in words, add letters to certain words, and replace letters when they forget or don't know which letters to write.Keyword: Written language, dyslexia
Khazanah Ekoleksikon Kesungaian Bahasa Banjar Fahra Auliani Rahmah; Ismatul Khasanah; Roosi Rusmawati; Sony Sukmawan
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.19025

Abstract

Vocabulary of River Eco-Lexicon in Banjarese LanguageABSTRAKMasyarakat Banjar hidup sejak dahulu di sekitaran sungai. Hampir seluruh kegiatan masyarakat Banjar yang dilakukan di sungai tentu membentuk orientasi dan kebudayaan masyarakat maritim. Kebudayaan akan memengaruhi bahasa masyarakat tersebut. Dengan kajian ekolinguistik, bisa ditemukan bahwa erat kaitan antara bahasa dan lingkungan tempat tinggal manusia. Bahasa merupakan salah satu identitas masyarakat yang mencerminkan kebudayaan masyarakat itu sendiri. Namun, seiring berjalannya zaman, arus globalisasi sedikit demi sedikit mulai menggeser orientasi masyarakat sungai. Ini akan berdampak pada krisis jati diri dan berdampak pada pemertahanan bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa leksikon kesungaian didadapatkan melalui penelitian lapangan dan kajian pustaka. Ditemukan hasil bahwa masyarakat usia 40-60 tahun, mengetahui lebih banyak leksikon kesungaian dibandingkan dengan masyarakat usia 20-40 tahun. Hal ini membuktikan bahwa leksikon kesungaian pada masyarakat Banjar mulai mengalami penurunan daya tahan.Kata kunci: Ekoleksikon, Identitas Maritim, Masyarakat Banjar, Sungai.ABSTRACTThe Banjar people have lived around the river for a long time. Almost all the activities of the Banjar people which are carried out on the river certainly shape the orientation and culture of the maritime community. Culture will influence the language of the community. With ecolinguistic studies, it can be found that there is a close relationship between language and the environment in which humans live. Language is one of society's identities that reflects society's culture. However, as time goes by, the flow of globalization gradually begins to shift the orientation of the river community. This will have an impact on the crisis of identity and impact on the maintenance of local languages. This study used descriptive qualitative method. Research data in the form of a river lexicon were obtained through field research and literature review. The results found that people aged 40-60 years, know more river lexicon than people aged 20-40 years. This proves that the lexicon of rivers in the Banjar community begins to experience a decrease in resistance.Keyword: Eco-Lexicon, Maritime Identity, Banjar Society, River
Penerapan Metode Karyawisata dalam Pembelajaran Menulis Teks Narasi Inspiratif di Kelas IX Awan Kristiyanto Putra; Muhammad Sholeh; Ahmad Maskur Subaweh
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.19064

Abstract

Application of The Field Trip Method In Learning To Write Inspirational Narrative Texts in The Ninth ClassABSTRAKGaya naratif adalah tipikal tulisan inspirasional. Emosi pembaca akan tergugah oleh pesan dan kesan mendalam yang termuat dalam literatur ini. Banyak siswa kesulitan mempelajari cara menulis teks narasi inspiratif  karena model atau metode yang digunakan di kelas tidak kondusif untuk gaya belajar mereka. Tujuan penelitian ini untuk menjawab pertanyaan, "Seberapa bermanfaatkah metode kunjungan lapangan dalam mengajar siswa menulis narasi motivasi?". Metode yang diambil di sini bersifat eksperimental. Data skor probabilitas Sig dikumpulkan pada tes terakhir. (2 tailed) sebesar 0,007 yang berarti < 0,05, maka dinyatakan terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengandengan derajat kebebasan (df) = n1+ n2-2 = 19+18-2 = 35, nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,05 didapat t hitung = 2,832 dan t tabel = 1,689, dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 2,832 > 1,689.Kata kunci: karyawisata, metode pembelajaran, outdoor learning, teks cerita inspiratifABSTRACTNarrative style is typical of inspirational writing. Readers' emotions will be stirred by the profound messages and impressions included in this literature. Many students struggle to learn how to write motivational narrative texts because the model or method employed in class is not conducive to their learning style. The research group behind this study set out to answer the question, "How useful is the field trip method in teaching students to write motivational narratives?" The approach taken here is experimental in nature. The Sig probability score data was collected in the last test. (2 tailed) of 0.007 which means < 0.05, it is stated that there is a significant difference between the experimental class and the control class with degrees of freedom (df) = n1+ n2-2 = 19+18-2 = 35, probability value (sig.) of 0.05 obtained t count = 2.832 and T table = 1.689, thus t count > t Table is 2.832 > 1.689.Keyword: inspirational story texts, field trips, learning methods, outdoor learning
Validitas Modul Proyek “Legenda Surabaya” Berbantukan Qr Code Kurikulum Merdeka Fase B Ahmad Mahmudi; Setya Yuwana; Titik Indarti; Hendratno Hendratno
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.19243

Abstract

Validity of "Legend of Surabaya" Project Module Using Qr Code of Kurikulum Merdeka Phase B  ABSTRAKModul proyek “Legenda Surabaya” berbantukan QR Code dibuat untuk memberikan panduan teknis pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas modul proyek untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila siswa kelas IV Sekolah Dasar dalam mengimplementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan dengan metode penelitian kombinasi. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui kevalidan modul proyek. Penelitian ini masuk dalam kuantitatif. Kevalidan modul proyek ini mencakup empat aspek yaitu kevalidan kelayakan isi, kevalidan kelayakan bahasa, kevalidan kelayakan penyajian dan kevalidan kelayakan kegrafikaan. Hasil validasi kelayakan isi dengan skor rata-rata 4, kelayakan bahasa dengan skor rata-rata 3, kelayakan peyajian dengan skor rata-rata 4, dan kelayakan kegrafikaan dengan skor rata-rata 4. Persentase hasil validasi 88%, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul proyek “Legenda Surabaya” berbantukan QR Code yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan.Kata kunci: Validitas Modul Proyek, Legenda Surabaya, QR Code, Kurikulum MerdekaABSTRACTThe QR Code-supported "Legenda Surabaya" project module was created to provide technical guidance for the implementation of project activities to strengthen the profile of Pancasila students. This study aims to determine the quality of the project module to increase the profile of Pancasila students in grade IV elementary schools in implementing the Kurikulum Merdeka. This research is part of development research with a combination research method. The research focus is to determine the validity of the project module. This research is included in quantitative. The validity of this project module includes four aspects, namely content feasibility validity, language feasibility validity, presentation feasibility validity and graphic feasibility validity. The validation results of content eligibility with an average score of 4, language eligibility with an average score of 3, presentation feasibility with an average score of 4, and graphic feasibility with an average score of 4. The percentage of validation results is 88%, so it can be concluded that the module the “Legenda Surabaya” project with the help of the QR Code that was developed is very feasible to use.Keyword: Project Module Validity, Legend of Surabaya, QR Code, Kurikulum Merdeka
Analisis Dominasi Kata Persuasi dalam Poster Kegiatan P5 Siswa Kelas VII Sebagai Bentuk Pencegahan Bencana Alam Azahra, Afifa; Rohman, Muh. Fatoni
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.15742

Abstract

Analysis of Persuasi Word Domination in P5 Activity Posters of Class VII Students as A Form of Natural Disaster PreventionABSTRAKKeterampilan menulis poster menjadi salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa SMP/MTs, karena dengan menulis poster siswa akan mampu berlatih menulis kreatif. Dalam kegiatan P5 di SMP Negeri 1 Kota Batu, media poster digunakan untuk menyalurkan informasi mengenai cara menjaga alam. Pada tahun 2021 di bulan November, Kota Batu menjadi sorotan karena adanya bencana banjir yang merusak beberapa rumah warga dan salah satunya adalah rumah milik siswa di SMP Negeri 1 Kota Batu. SMP Negeri 1 Kota batu memutuskan tema untuk kegiatan P5 adalah “Hidup berkelanjutan,” dengan fokusnya untuk pencegahan bencana alam banjir tidak terjadi lagi di Kota Batu khususnya di lingkungan tempat tinggal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah poster terpilih siswa kelas VII C SMPN 1 Kota Batu. Dari 7 poster ada 3 siswa yang menggunakana kata kurangi sebagai kata ajakan untuk mengajak atau mempengaruhi dalam kalimat di poster miliknya. Lalu dari 7 poster ada 2 siswa yang menggunakan kata stop sebagai kata ajakan atau memberi kesadaran dalam kalimat poster miliknya.Kata kunci: Poster, P5, Kurikulum Merdeka, Wacana Persuasi, Bencana AlamABSTRACTThe skill of writing posters is one of the skills that must be mastered by SMP/MTs students, because by writing posters students will be able to practice creative writing. In P5 activities at SMP Negeri 1 Kota Batu, posters were used to convey information about how to protect nature. In 2021 in November, Batu City was in the spotlight because of a flood disaster which damaged several residents' houses and one of them was a student's house at Batu City 1 Public Middle School. SMP Negeri 1 Kota Batu decided that the theme for P5 activities was "Sustainable Living," with the focus on preventing natural disasters from flooding from happening again in Batu City, especially in the neighborhood where students live. This research use desciptive qualitative approach. The primary data source in this study were selected posters of class VII C students of SMPN 1 Kota Batu. Of the 7 posters, there were 3 students who used the word less as an invitation word to invite or influence in the sentences on their posters. Then from the 7 posters there were 2 students who used the word stop as a word of invitation or to give awareness in their poster sentences.Keyword: Poster, P5, Independent Curriculum, Persuasion Discourse, Natural Disaster
Sistem Transitivitas dalam Wacana Berita Tragedi Kanjuruhan Malang Sukiman, Sukiman; Santoso, Anang; Taufiqurrahman, Febri
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.16184

Abstract

Transitivity System in The Kanjuruhan Malang Tragedy News Discourse ABSTRAKMedia massa menyajikan informasi dari sudut pandang penulis, sehingga cenderung menimbulkan persepsi yang berbeda dari pembaca. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ketransitifan dalam wacana berita Tragedi Kanjuruhan dari tiga media massa online. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis wacana tentang ketransitifan dari Halliday. Data penelitian ini bersumber dari tiga media massa, yaitu Kompas, Detiknews, dan Tempo. Analisis data menggunakan model ketransitifan dari teori Linguistik Sistemik Fungsional. Dari hasil penelitian ditemukan jenis proses, yaitu material, perilaku, mental, dan relasional. Pada berita “Kontras Temukan Kejanggalan Tragedi Kanjuruhan: Aparat Dimobilisasi Pertengahan Babak Ke-dua ” ditemukan 6 proses material, 5 proses perilaku, dan 1 proses mental. Berita “4 Hal Temuan Terkini TGIPF di Tragedi Kanjuruhan” ditemukan 14 proses material, 6 proses perilaku, 1 proses mental, dan 5 proses relasional. Pada berita “8 Fakta Temuan Polri dalam Tragedi Kanjuruhan Malang” ditemukan  4 proses material, 14 proses perilaku, dan 1 proses relasional. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penyajian berita, penulis lebih dominan menggunakan proses material dan perilaku untuk membangun narasi kepada pembaca sedangkan sirkumstan yang ditemukan menunjukkan tempat, waktu, penyerta, penyebab, dan masalah.Kata kunci: Transitivitas, Wacana, Berita, Tragedi KanjuruhanABSTRACTThe mass media presents information from the author's point of view, so it tends to generate different perceptions from readers. Thus, this study aims to examine the form of transitivity in the Kanjuruhan Tragedy news discourse from three online mass media. The method used is qualitative with a discourse analysis approach on transitivity from Halliday. The research data comes from three mass media, namely Kompas, Detiknews, and Tempo. Data analysis used the transitivity model of Systemic Functional Linguistics theory. From the research results found the types of processes, namely material, behavioral, mental, and relational. In the news "Contrast Finds Awkwardness in the Kanjuruhan Tragedy: Officials are Mobilized in the Middle of the Second Half" found 6 material processes, 5 behavioral processes, and 1 mental process. The news "4 Things TGIPF's Latest Findings in the Kanjuruhan Tragedy" found 14 material processes, 6 behavioral processes, 1 mental process, and 5 relational processes. In the news "8 Facts of Police Findings in the Kanjuruhan Malang Tragedy" found 4 material processes, 14 behavioral processes, and 1 relational process. This shows that in presenting news, the author is more dominant in using material processes and behavior to build narratives for readers while the circumstance found shows place, time, accompaniment, causes, and problems.Keyword: Transitivity, Discourse, News, Kanjuruhan Tragedi
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis Fawzani, Nurul; Hasaniyah, Nur; Sulfikar, Sulfikar
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.16590

Abstract

Homonyms of Bugis Language in Philosophy of Life of The Bugis People ABSTRAKFalsafah Bugis selain sarat dengan unsur etika dan moralitas juga mengandung nilai sastra yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk kosakata homonim pada falsafah Bugis dan memahami penggunaan kosakata homonim dalam interaksi masyarakat Bugis. Studi ini menerapkan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data utama yang digunakan adalah video-video di platform Youtube dan artikel-artikel yang berhubungan dengan kutipan-kutipan falsafah Bugis. Selain itu, data sekunder yang digunakan meliputi buku, artikel jurnal, dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak-catat yang selanjutnya dianalis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menyimpulkan kosakata homonim pada falsafah hidup masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk kosakata homonim pada falsafah Bugis, yaitu berbentuk homograf dan homofon. Homograf adalah hubungan makna di mana terdapat dua kata atau lebih dengan pengejaan yang serupa namun memiliki arti yang berbeda. Sedangkan homofon adalah dua kata atau lebih yang dilafalkan secara serupa, tetapi memiliki penulisan dan makna yang berbeda. Kosakata homonim tersebut tidak hanya digunakan pada kalimat falsafah Bugis tetapi juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.Kata kunci: Filosofi Bugis, HomonimABSTRACTBesides being full of elements of ethics and morality, Bugis philosophy also contains the high literary value. This study aims to understand the forms of homonymous vocabulary in Bugis philosophy and to understand the use of homonymous vocabulary in the interaction of Bugis society. This study applies a descriptive research method with a qualitative approach. The main data sources used are videos on the Youtube platform and articles related to quotes on Bugis philosophy. In addition, the secondary data used includes books, journal articles, and previous studies that are relevant to this research topic. The data collection technique used was the note-taking technique which was then analyzed by identifying, classifying, describing, and concluding homonymous vocabulary in the philosophy of life of the Bugis people. The results of the study show that there are two forms of homonymous vocabulary in Bugis philosophy, namely homographs, and homophones. A homograph is a relationship of meaning where there are two or more words with similar spelling but different meanings. Whereas homophones are two or more words that are pronounced similarly, but have different writing and meanings. The homonym vocabulary is not only used in Bugis philosophical sentences but is also often used in daily conversation.Keyword: Bugis philosophy, HomonymFilosofi Bugis, Homonim
Miskonsepsi Warganet Terhadap Isu Feminisme dalam Unggahan Twitter @Magdalena syafi'i, Imam
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.17719

Abstract

Netizens' Misconceptions of Feminism Issues in @Magdalena's Twitter Uploads ABSTRAKMagdalene adalah akun edukasi yang berfokus pada feminisme. Penyebaran konten feminisme oleh Magdalene mendapat beragam respons, salah satunya adalah miskonsepsi warganet tentang paham feminisme. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan miskonsepsiwarganet terhadap isi dalam unggahan Magdalaene di Twitter. Data dikumpulkan dari komentar warganet di unggahan pada 18 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh  bahwa warganet miskonsepsi atau salah paham terhadap wacana feminisme dari unggahan Magdalene, yakni laki-laki harus kuat, laki-laki sebagai pencari nafkah utama, dan bapak rumah tangga. Hal ini mengindikasikan bahwa wacana tersebut belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat.Kata kunci: cerpen, teori resepsi sastra,tanggapan pembaca ABSTRACTMagdalene is an educational account focused on feminism. Magdalene's dissemination of feminist content received various responses, one of which was netizens' misconceptions about feminism. This study describes netizens' misconceptions about the content in Magdalaene's uploads on Twitter. Data was collected from netizen comments uploaded on November 18, 2022. This research uses a qualitative descriptive method. The results showed that netizens had misconceptions or misunderstood the discourse of feminism from Magdalene's uploads, namely that men must be strong and that men are the main breadwinners and fathers of the household. This indicates that the discourse has not been fully accepted by the public.Keyword: short stories, literary reception theory, reader responses
Youth Culture pada Novel Antariksa Karya Tresia Hayat, Hifdatul; Hadiansyah, Firman
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Youth Culture In Tresia's Space NovelABSTRAKAnak muda yang selalu berkelompok, memiliki nama tertentu dan mempunyai ketua kelompok merupakan fenomena yang terjadi di masyarakat. Kegiatan pemuda ini disebut “geng”. Selain geng, seperti nongkrong, tawuran, fashion, jajan, intimidasi, memberontak, dan lain sebagainya, fenomena ini bisa disebut fenomena youth culture dan dapat ditemukan dalam kehidupan nyata maupun dalam bentuk karya sastra seperti pada novel. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya youth culture (30 kutipan): klasifikasi kultural: 10; pembatasan kelas, ras, dan gender: 3; tentang budaya: 13; peran konsumsi masyarakat kapitalis: 2; dan perlawanan: 2.Kata kunci: Youth culture (budaya anak muda); fenomena youth culture; novelABSTRACTYoung people who are always in groups, have certain names and have group leaders are a phenomenon that occurs in society. These youth activities are called "gangs". In addition to gangs, such as hanging out, brawls, fashion, snacks, intimidation, rebellion, and so on, this phenomenon can be called the phenomenon of youth culture and can be found in real life and in the form of literary works such as novels. This research method is descriptive qualitative with data collection techniques using document analysis techniques with content analysis techniques. The results showed the existence of youth culture (30 quotations): cultural classification: 10; class, race, and gender restrictions: 3; about culture: 13; the role of consumption in capitalist society: 2; and resistance: 2.Keyword: Space, Boys Over Flowers, novels, films, comparative literature

Page 2 of 3 | Total Record : 30