cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
Pemosisian Tokoh Habibie pada Negosiasi Antara Soeharto-Habibie dalam Novel Habibie & Ainun: Kajian Analisis Wacana Kritis Rachmawati, Dian Karina
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.487

Abstract

 Pada penelitian ini objek kajiannya adalah novel yang berjudul “Habibie & Ainun”. Novel ini termasuk dalam jenis karya sastra non-imajinatif yakni karya sastra yang lebih menonjolkan unsur kefaktualan daripada khayalnya dan ditopang dengan penggunaan bahasa yang cenderung denotatif. Peneliti menggunakan metode analisis wacana kritis (critical discourse analysis) yang didasarkan atas pemikiran Norman Fairclough mengenai fungsi bahasa sebagai interpersonal meaning dan Widdowson dari bentuk makna negosiasi dalam komunikasi. Berdasarkan interpersonal meaningnya dengan melihat modalitas kalimat, bentuk kata ‘harus’ tersebut mengandung modalitas relasional, karena kutipan tersebut menunjukkan sebuah permintaan, harapan serta bentuk keharusan dari orang yang berkuasa yakni Soeharto atas Habibie. Modalitas relasional Fairclough dalam Santoso (2012: 157) adalah personal autoritas satu partisipan dalam hubungan dengan partisipan lainnya. Bentuk negosiasi tersebut merupakan negosiasi timbal balik antara Soeharto dan Habibe dikarenakan modus relasional suatu keharusan, harapan dan permintaan. Bentuk sapaan yang digunakan mampu mempengaruhi relasi sosial dalam berkomunikasi atau pun dalam bentuk negosiasi tersebut. Jarak tersebut memberikan dampak kepada Habibie untuk tidak bisa melawan kuasa Soeharto yang sebelumnya banyak sekali menggunakan sapaan yang tinggi kepadanya yakni Dr. Habibie, serta bentuk kekerabatan yang begitu dekat seperti anak dengan ayahnya yang tidak kuasa untuk menolak perintah atau permintaan ayahnya kepada anak. Sebuah kepercayaan Soeharto yang begitu besar kepada Habibie atas kemampuan dan keahliannya.
Analisis Deiksis Kalimat yang Ada pada Bak Truk Usman, Azis; Afandy, Ali Nuke; Mubarok, Insani Wahyu
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.1176

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial, sehingga secara naluriah terdorong untuk bergaul dengan manusia lain, baik untuk mengekspresikan kepentingannya, mengatakan pendapatnya, maupun memengaruhi orang lain. Manusia dapat memenuhi semua kepentingan tersebut dengan bahasa. Penelitian bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis deiksis kalimat yang ada pada bak truk, (2) mendeskripsikan makna deiksis kalimat yang ada pada bak truk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara mendata tulisan dan gambar yang terdapat pada truk yang beroperasikan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Tangkel dan pantai Camplong Madura. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan setiap bahasa yang tulis oleh manusia itu terdapat unsur deiksis, serta makna atau arti yang terkandung dalam bahasa itu sendiri, karena bahasa tidak terlepas dari aspek-aspek tersebut.
Deiksis Sosial Kumpulan Esai Buku Republik #Jancukers Karya Sujiwo Tejo Budiman, Agus; Sujinah, Sujinah; Ngatma'in, Ngatma'in
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.1177

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah keragaman makna ungkapan bahasa yang terdapat pada deiksis sosial dalam kumpulan esai buku Republik #Jancukers karya Sujiwo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis sosial yang terdapat dalam kumpulan esai buku Republik #Jancukers karya Sujiwo Tejo. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data penelitian diperoleh dari kumpulan esai buku Republik #Jancukers karya Sujiwo Tejo yang mengandung deiksis sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan tabel pengodean. Prosedur penelitian mempunyai empat tahap, yakni tahap membaca, mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis. Analisis data menggunakan metode deskripsi. Hasil penelitian pada bentuk dan fungsi deiksis sosial meliputi gue sebagai bentuk keakraban, mbah sebagai bentuk penghormatan, anjing sebagai bentuk keakraban, jeng sebagai bentuk keakraban, mas sebagai bentuk penghormatan, mas sebagai bentuk keakraban, bung sebagai bentuk keakraban, bung sebagai bentuk penghormatan, jancuk sebagai bentuk keakraban, jancuk sebagai bentuk merendahkan, anjing sebagai bentuk merendahkan, gus sebagai bentuk keakraban dan ding sebagai bentuk keakraban.
Register Bahasa Mana Suka Blantik Sapi di Mojokerto Wijayanti, Erni
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.1178

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui register blantik sapi  di pasar Pon daerah Kedondong kabupaten Mojokerto. Penulis memaparkan pola interaksi verbal atau karakteristik pemakaian bahasa yang digunakan para blantik sapi dalam kegiatan berkomunikasi sehari-hari di komunitas tertentu. Landasan teori penelitian ini mengacu pada sejumlah teori dalam sosiolinguistik, yaitu seputar bahasa dan masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa data percakapan sehari-hari. Sumber data adalah informan dan peristiwa atau aktivitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah criterion-based selection dan teknik internal sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung adalah teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Wawancara mendalam dilakukan dengan cara wawancara individual, wawancara dengan informan inti, dan wawancara kelompok. Analisis data ini bersifat kontekstual dengan model analisis interaktif, yaitu  menggunakan langkah-langkah reduksi data, sajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini mencakup dua hal. Pertama, penggunaan bahasa yang digunakan para blantik sapi dalam wujud interaksi verbal secara umum terklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu komunikasi yang bersifat internal dan eksternal. Kedua, register yang digunakan blantik sapi di komunitas tertentu, yakni di lingkungan pasar Pon, daerah Kedondong Kabupaten Mojokerto.
Pluralisme Agama dalam Kakawin Sutasoma Irsyad, Hasan; Ridlwan, M.; Kartika, Pheni Cahya
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.1179

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pluralisme agama dalam Kakawin Sutasoma serta Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks asli Kakawin Sutasoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan konsep pluralisme agama yang diajarkan Kakawin Sutasoma dan Bhinneka Tunggal Ika sesuai dengan konteks asli Kakawin Sutasoma. Untuk menemukan pluralisme agama dalam Kakawin Sutasoma, digunakan tiga prinsip pluralisme agama Coward. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara diskriptif. Dokumen yang digunakan adalah Kakawin Sutasoma terjemahan Dwi Woro Retno Mastuti dan Hastho Bramantyo yang diterbitkan Komunitas Bambu pada 2009.  Penelitian berhasil mengidentifikasi adanya pluralisme agama SiwaBuddha dalam Kakawin Sutasoma yang bercirikan toleransi dan saling menghormati antaragama, Tuhan dianggap sebagai hakikat tunggal yang berwujud jamak, agamaagama dianggap setara dan semuanya baik sebagai jalan menuju kebenaran, serta pengabsahan Buddha sebagai perwujudan Siwa lebih ditekankan daripada sebaliknya. Penelitian juga mendapati bahwa Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma adalah ungkapan yang mengajarkan pluralisme agama. Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma berbeda dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Sebagai semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika cakupannya diperluas dan tidak mengajarkan pluralisme agama.
Representasi Budaya Jawa dan Barat dalam Novel Rahvayana Karya Sujiwo Tejo Hidayah, Nuzulul; Yarno, Yarno; Hermoyo, R. Panji
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.1180

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah representasi budaya Jawa dan Barat serta akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi budaya Jawa dan Barat serta akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan membaca novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo, menginventarisasi data, mereduksi data, menganalisis data, dan memberi simpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa representasi budaya Jawa dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo menampilkan berbagai sikap, adat dan ritual sebagai suatu budaya masyarakat Jawa, seperti upacara kematian, Panggih, dan Tedak Siti. Representasi budaya Barat yang terdapat dalam novel ini meliputi sikap individualistik yang tercermin dalam pemakai budaya Barat. Gaya hidup bebas serta cara berpikir dan bertindak yang mengutamakan sikap disiplin. Sedangkan akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel ini di antaranya terjadinya seks bebas, gaya hidup, dan tafsir mimpi yang berkembang di Jawa dan Barat.
Deiksis Sosial dan Deiksis Persona Slogan Persebaya di Daerah Surabaya Utara Familia P., RH. Rizqi; Mubarak, Insani Wahyu
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1335

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi tentang deiksis sosial dan deiksis persona yang terdapat dalam slogan Persebaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian menggunakan slogan Persebaya yang ditulis di spanduk. Teknik pengumpulan data dengan studi observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua deiksis, yaitu deiksis sosial dan deiksis persona. Deiksis sosial yang muncul dalam slogan Persebaya seperti kata jancok, cok, bangsat, mafia, dan fuck. Kata-kata tersebut sangat populer di Surabaya, tetapi kata-kata itu tidak sopan untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena memiliki makna yang sangat kasar. Deiksis persona yang terdapat pada slogan Persebaya adalah deiksis persona pertama, kedua, dan ketiga. Contoh deiksis tersebut adalah kata kami, kalian, kamu, ku, mereka, kau, mu. Para suporter Persebaya masih menggunakan kata-kata yang baik untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena kata-kata tersebut masih menghormati seseorang yang dituju.
Kreativitas Pendongeng Cilik dalam Bercerita Izzati, Afy
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1336

Abstract

Penelitian Kreativitas Pendongeng Cilik dalam Bercerita merupakan salah satu penelitian sastra lisan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini mengarah kepada subjek penelitiannya langsung, yaitu pendongeng. Penelitian ini juga terlihat unik sebab pendongeng menggunakan media yang belum dilakukan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bermanfaat untuk paga guru mata pelajaran Bahasa Indonesia supaya tetap mengutamakan kemampuan membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan subjek data dalam penelitian ini adalah pendongeng cilik yang membawakan dongeng cerita rakyat cindelaras. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi atau pengamatan, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendongeng cilik tersebut memang benar-benar memiliki kreativias yang tinggi dan mampu memerankan suara dari beberapa tokoh cindelaras dengan nada dan intonasi berbeda. Dari pertunjukan yang dibawakan pendongeng, terdapat beberapa makna yang tersirat, makna yang tidak disampaikan langsung oleh pendongeng, tetapi membutuhkan sedikit waktu untuk memahaminya, dan dari hasil wawancara, adanya respons dari penonton yang telah menyaksikan.
Nilai-Nilai Religius pada Novel Ajari Aku Menuju Arsy Karya Wahyu Sujani Anasrullah, Aisyah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1337

Abstract

Salah satu karya sastra dalam bentuk novel yang sangat menggetarkan jiwa adalah novel yang berjudul Ajari Aku Menuju Arsy karya Wahyu Sujani. Novel yang menguak sebuah cerita tentang wanita penggenggam lentera langit yang sangat menggugah hati. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai-nilai religius dalam novel Ajari Aku Menuju Arsy kary Wahyu Sujani yang bersumber dari Alquran dan Al-hadits. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) untuk memperoleh deskripsi tentang nilai-nilai religius dalam hubungan manusi dengan Allah dan (2) untuk memperoleh deskripsi tentang nilai-nilai religius dalam hubungnan manusia dengan manusia. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif dengan jenis desriptif. Data dalam penelitian ini adalah nilai-nilai religius teks novel Ajari Aku Menuju Arsy. Sumber penelitian ini adalah novel yang berjudul Ajari Aku Menuju Arsy karya Wahyu Sujani yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh DIVA Press Jogjakarta. Berdasarkan hasil penelitian yang bersifat deskriptif tersebut ditemukan bahwa nilai-nilai religius yang terdapat dalam novel bulan terbelah di langit Amerika ini meliputi “Hablum minallah dan Hablum minan-nas”. Dalam hubungan manusia dengan Allah, ditemukan lima nilai-nilai religius, yakni: (1) nilai sabar, (2) nilai keimanan, (3) nilai ikhtiar, (4) nilai tawakal, (5) nilai taubat. Dalam hubungan manusia dengan manusai, ditemukan lima nilai religius, yakni: (1) tolong menolong, (2) hasud/dengki, (3) persaudaraan, (4) zalim, (5) memaafkan.
Semiotika Film Di Balik 98 Puspita, Fitri Yunia; Yarno, Yarno
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1338

Abstract

Film Di Balik 98 merupakan film fiksi yang memakai latar belakang peristiwa reformasi pada tahun 1998. Film ini menceritakan di balik peristiwa 98 terdapat perjuangan sebuah keluarga dan pengorbanan cinta dalam melewati sebuah tragedi besar Mei 1998. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika milik Roland Barthes. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, teknik observasi, teknik catat, dan teknik pustaka. Subjek data dalam penelitian ini adalah film Di Balik 98. Objek penelitiannya adalah dialog dari para pemain. Hasil penelitian ini menunjukkan makna denotatif, konotatif, dan mitos pada tokoh dan amanat dalam film Di Balik 98. Makna denotatif dari tokoh Diana, dia memiliki pemahaman bahwa demo adalah tindakan yang patut diperjuangkan untuk membela suara rakyat yang tertindas. Makna konotatif dari Tokoh Diana, hanya mahasiswa yang berani melakukan suatu pergerakan untuk membawa perubahan demi membela rakyat. Mitos yang didapat dari Tokoh Diana bahwa mahasiswa identik dengan sikap kritis, peduli, dan berani. Makna denotatif yang disampaikan dari nilai gerakan mahasiswa. Mahasiswa dipaksa menuruti pemerintah untuk demo hanya di dalam kampus, mahasiswa telah mengikuti kemauan pemerintah tapi pemerintah tidak mengikuti kemauan mahasiswa.. Makna konotatif dari nilai gerakan mahasiswa, mereka tidak menuntut bayaran, mereka tidak menuntut mobil atau rumah mewah, mereka hanya menuntut untuk di dengar. Mitos dari nilai gerakan mahasiswa, mahasiswa mengkritisi seluruh kebijakan pemerintah yang terkesan seenaknya. Tak terhitung lagi entah berapa nyawa mahasiswa yang melayang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Suara mahasiswa adalah suara rakyat karena keaktifan mahasiswa memperjuangkan kepentingan rakyat.