cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra01b@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
komunikologi@uinsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial
ISSN : 25287583     EISSN : 26218267     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Komunikologi : Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial merupakan jurnal di bawah pengelolaan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 8 Documents clear
#ReformasiDikorupsi: Emergence and Failure Luthfi Diar Adhipermana; Nur Iman Subono
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.10527

Abstract

AsbtrakSeptember 2019 menandai protes besar terhadap negara di Indonesia dan sering disebut sebagai protes terbesar sejak Reformasi, dari protes tersebut muncul #ReformasiDikorupsi, tetapi mereka gagal untuk mempertahankan resiliensi terhadap negara. Tulisan ini mencoba menjawab dua pertanyaan, pertama bagaimana dan mengapa #ReformasiDikorupsi muncul, kedua menapa #ReformasiDikorupsi gagal mempertahankan resiliensinya di hadapan negara. Tulisan ini akan menggunakan perspektif Teori Diskursus Politik dan Analisis Diskursus untuk menganalisa data guna menjawab dua pertanyaan di atas. Tulisan ini berargumen bahwa #ReformasiDikorupsi muncul dari tuntutan-tuntutan yang diabaikan oleh negara dan konstruksi #ReformasiDikorupsi dumungkinkan oleh satu kejadian dislokasi yang dapat dilihat sebagai upaya pelemahan KPK oleh negara dan rencana merevisi RKUHP yang secara langsung “mengancam” berbagai identitas. Kemudian, tulisan ini juga berargumen bahwa #ReformasiDikorupsi gagal mempertahankan resiliensinya karena hubungan mereka yang tidak jelas dan ambigu pada negara, atau hubungan antagonisme semu terhadap negaraAbstractSeptember 2019 marks a large mass protest towards the state in Indonesia and is often referred to as the largest mass protest since the Reformasi, from that mass protest #ReformasiDikorupsi emerges, yet it failed to maintain its resiliency to oppose the state. This article seeks to answer two questions, first how and why #ReformasiDikorupsi emerges, second why #ReformasiDikorupsi failed to maintain their resiliency towards the state. This article utilized the perspective of Political Discourse Theory and Discourse Analysis to analyze the data to answer those questions. This article argued that #ReformasiDikorupsi emerged from the demands that had been ignored by the state and the construction of #ReformasiDikorupsi made possible by a dislocation event which can be seen as an attempt to weaken KPK by the state and a plan to revise the criminal codebook which directly “threaten” vast amount of identity. Furthermore, this article also argued that #ReformasiDikorupsi failed to maintain their resiliency towards the state due to their unclear and ambiguous relation towards the state, or pseudo-antagonistic relationship towards the state.
Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata Dalam Mempromosikan Danau Laut Tawar Kota Takengon Alfi Sahrin
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.12244

Abstract

AbstrakPromosi pariwisata merupakan hal yang urgen dalam pembangunan wisata daerah khususnya kaitannya dengan peningkatan jumlah pengunjung baik domestik maupun mancanegara yang secara linier akan meningkatkan devisa, perluasan kesempatan kerja, hingga kelestarian budaya dan kepribadian lokal yang tercantum dalam semangat kepariwisataan yang tercantum dalam UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Maka dari itu dibutuhkan langkah dan kebijakan yang terintegrasi dalam hal ini strategi komunikasi pariwisata. Tulisan ini hendak mengulas strategi komunikasi pariwisata Danau Laut Tawar Kota Takengon, baik model maupun tantangannya dalam mempromosikan kawasan wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam kepada key informan yaitu 3 orang pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah, 2 orang dari pengelola wisata, 2 orang pedagang di sekitar kawasan wisata, dan 1 tokoh masyarakat di kawasan tersebut. Teknik pengumpulan data juga dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung. Analisis data dimulai dengan melakukan reduksi data, kemudian data dikalsifikasikandan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil temuan diperoleh bahwa strategi komunikasi Dinas Pariwisata dalam mempromosikan Danau Laut Tawar Kota Takengon adalah dengan orinetasi promosi melalui mass media (media massa) baik elektronik, cetak, maupun digital via media sosial. AbstractTourism promotion is an urgent matter in regional tourism development, especially in relation to increasing the number of visitors, both domestic and foreign, which will linearly increase the country's foreign exchange, expand employment, and preserve local culture and personality as stated in the spirit of tourism as contained in the UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.. Therefore, integrated steps and policies are needed in this case the tourism communication strategy. This paper wants to review the tourism communication strategy of Lake Laut Tawar, Takengon City, both the model and the challenges in promoting the tourist area. This study uses a descriptive method with a qualitative approach, the source of the data is obtained by conducting in-depth interviews with key informants, namely 3 employees of the Tourism Office of Central Aceh Regency, 2 people from tourism managers, 2 traders around the tourist area, and 1 community leader in the area. Data collection techniques are also by making observations or direct observations. Data analysis begins with data reduction, then the data is classified and conclusions are drawn. The results of the study indicate that the communication strategy of the Tourism Office in promoting Lake Laut Tawar City of Takengon is with promotion orientation through mass media, either electronically, in print, or digitally through social media
Strategi Komunikasi Organisasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pemerintah Kota Medan Dalam Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik Ridha Harahap; Nurbani Nurbani; Dewi Kurniawati
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.11638

Abstract

AbstrakTulisan ini menganalisis strategi komunikasi organisasi yang dilakukan PPID Pemerintah Kota Medan dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik. Metodologi penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulasi. Untuk menghasilkan data sampai jenuh diperlukan hingga 8 (delapan) orang informan yang terdiri dari seorang PPID Utama dan 7 (tujuh) orang PPID Pembantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi organisasi yang dijalankan PPID Pemerintah Kota Medan telah dilakukan melalui penetapan PPID dan pemohon informasi sebagai komunikator sekaligus target sasaran serta menggunakan saluran dan media komunikasi secara langsung (tatap muka) maupun melalui surat, SIP-PPID, e-mail dan website, namun belum menggunakan media sosial serta belum dilakukan analisis kebutuhan khalayak dan teknis penyusunan pesan tertentu yang melibatkan partisipasi publik. AbstractThis article to analyze the organizational communication strategies carried out by the Medan City Government PPID (Document and Information Management Officer) in implementing public information openness. The research uses a qualitative approach with data collection techniques of passive participation observation, in-dept interviews, documentation and triangulation. It takes up to 8 (eight) informants consisting of a Main PPID and 7 (seven) PPID Assistants to produce the data until it is saturated. The results show that the organizational communication strategy implemented by the PPID Medan City Government has been carried out through the stipulation of PPID and information requesters as communicators as well as targets have been using communication channels and media directly (face to face) or through SIP-PPID (Public Information System-PPID), e-mail and the website, however social media application, an anlysis of audience needs and technical preparation of cetain messages have not been carried over the public participation
Peran Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dalam Pembentukan Perilaku Anak Usia Dini Di Langkat Efri Ayu Aginta Br Surbakti; Achiriah Achiriah; Syahrul Abidin
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.12107

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Pembentukan kepribadian Anak di Lingkungan VI  Namo Cengke Kec. Salapian Kabupaten Langkat serta perannya. Teori yang digunakan untuk mengupas penelitian ini adalah teori Skinner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan Informan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak serta orang tua yang ada di Lingkungan VI  Namo Cengke Kec. Salapian Kab. Langkat yang memiliki keterkaitan dengan masalah penelitian yang akan dibahas yaitu anak usia dini umur 0-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan Komunikasi yang terapkan oleh orang tua sangat berdampak kepada perilaku anak, oleh karenanya perlu bagi orang tua unutk mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan dan benar kepada anak sehingga membentuk suatu hubungan baik antara keduanya. Peran komunikasi interpersonal yang baik harus dilakukan orang tua yaitu harus mengutamakan kepentingan anak serta interksi yang berlangsung bukan hanya komunikasi orang tua kepada anak namun sebaliknya anak kepada orang tua. Orang tua harus mampu mengambil kendali anak harus mampu mengontrol anak baik yang masih berusia dini maupun tidak. AbstractThis article is discussion abaout The Role of Parental Interpersonal Communication in the Formation of Children's Behavior. The purpose of this study was to find out how the Interpersonal Communication of Parents in the Formation of Children's Personality in the VI Namo Cengke Kec. Salapian Kab. Langkat and its role. The theory used to analyze this research is Skinner's theory. The method used in this research is descriptive qualitative method with research informants used in this study are children and their parents in the VI Namo Cengke district. Salapian Kab. Langkat which has relevance to the research problem to be discussed is early childhood aged 0-6 years. The results of the study show that the communication applied by parents greatly affects the behavior of children, therefore it is necessary for parents to know how to communicate properly and correctly to children so as to form a good relationship between the two. The role of good interpersonal communication must be carried out by parents, namely they must prioritize the interests of the child and the interactions that take place are not only parent-to-child communication but on the contrary, children to parents. Parents must be able to take control of children must be able to control children who are still young or not.
TRANSFORMASI IDENTITAS SOSIAL PEREMPUAN TIONGHOA INDONESIA DARI KOMUNIKASI SOSIAL KE KOMUNIKASI POLITIK Rudi Salam Sinaga; Puji Lestari; Khairunnisah Lubis; Agnita Yolanda
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.12612

Abstract

Abstrak Transformasi identitas sosial pada setiap ruang dan waktu memiliki penyebab tersendiri dalam perubahannya. Tulisan ini ingin mendapatkan pada keadaan seperti apa komunikasi sosial bergerak menjadi komunikasi politik dikalangan perempuan tionghoa Indonesia. Tulisan ini mencoba meringkas perjalanan sejarah pada empat era (pra-kemerdekaan, orde baru, reformasi dan pasca-reformasi) untuk merefleksikan keadaan tersebut. Penelitian kualitatif ditetapkan sebagai jenis penelitian dalam tulisan ini karena berkaitan dengan interaksi, perubahan dan proses pada kurun waktu tertentu. Studi pustaka dianggap jenis penelitian kualitatif yang relevan digunakan untuk mendapatkan informasi. Data berasal dari telaah buku, artikel dan laporan penelitian yang relevan terhadap fokus penelitian. Data yang diperoleh kemudian di verifikasi kemudian dilakukan interpretasi untuk mendapatkan makna. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pergeseran komunikasi sosial ke komunikasi politik terjadi untuk merespon keadaan tertentu dalam rangka adaptasi dan mengakomodasi perubahan jaman.AbstractThe transformation of social identity in every space and time has its own causes in the changes. This paper wants to find out in what circumstances social communication moves into political communication among Indonesian Chinese women. This paper tries to summarize the history of the four eras (pre-independence, new order, reformation and post-reformation) to reflect this situation. Qualitative research is defined as a type of research in this paper because it deals with interactions, changes and processes over a certain period of time. Literature study is considered a relevant type of qualitative research used to obtain information. The data comes from a review of books, articles and research reports that are relevant to the research focus. The data obtained is then verified and then interpreted to get meaning. The results of the study found that the shift from social communication to political communication occurred to respond to certain circumstances in order to adapt and accommodate changing times.
Komunikasi Mitigasi Bencana oleh BPBD Provinsi Bengkulu pada Masyarakat di Daerah Aliran Sungai Lemau Dionni Ditya Perdana; Rosi L. Vini Siregar
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.12464

Abstract

AbstrakKeberadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Provinsi Bengkulu memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mitigasi bencana dikarenakan Bengkulu merupakan wilayah rentan terjadi bencana. Salah satu potensi bencana yang menjadi perhatian besar di provinsi Bengkulu yakni banjir. Oleh karena itu penelitian terkait pola komunikasi bencana yang dilakukan terhadap masyarkat di sekitar daerah aliran sungai Lemau yang mana merupakan wilayah rentan terdampak banjir perlu untuk dianalisis dan dievaluasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Observasi yang dilakukan yakni berupa pengamatan terhadap media komunikasi yang digunakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu yakni media sosial (facebook dan instagram). Wawancara dilakukan kepada Kepala Bidang Pra-Bencana BPBD Provinsi Bengkulu. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu dalam hal mitigasi bencana berupa koordinasi antar satuan kerja pemerintah daerah. Sedangkan komunikasi dengan memanfaatkan media sosial belum terfokus pada upaya mitigasi bencana melainkan kegiatan ceremonial instansi tersebut. AbstractThe existence of the Bengkulu Province Regional Disaster Management Agency has a very important role in disaster mitigation efforts because Bengkulu is a disaster-prone area. One of the potential disasters that is of great concern in Bengkulu province is flooding. Therefore, research related to disaster communication patterns carried out on the community around the Lemau river basin, which is a vulnerable area affected by floods, needs to be analyzed and evaluated. This research was conducted by observation and interview methods. The observations made were in the form of observations on the communication media used by the Regional Disaster Management Agency of Bengkulu Province, namely social media (Facebook and Instagram). The interview was conducted with the Head of the Pre-Disaster Division of BPBD Bengkulu Province. The findings in this study showed that the communication pattern carried out by the Regional Disaster Management Agency of Bengkulu Province in terms of disaster mitigation in the form of coordination between local government work units. At the same time, communication by utilizing social media has not been focused on disaster mitigation efforts but rather on ceremonial activities of the agency 
PERANAN TUTUR GAYO SEBAGAI KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KELUARGA (Studi di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah) Subhan AB; Selamat Riadi; Viana Safrida Harahap
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.12511

Abstract

Abstrak Peranan tutur Gayo dalam keluarga di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, merupakan suatu gambaran proses komunikasi yang berlangsung di keluarga dalam bentuk panggilan kepada sanak pamili atau saudara, juga terjadi pada interaksi sosial di masyarakat umum secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga melalui tutur Gayo, serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang kendala-kendala penyebab tutur tidak digunakan dalam keluarga di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Masalah dalam studi ini adalah bagaimana peranan tutur sebagai komunikasi efektif dalam keluarga di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, dan kendala-kendala penyebab kurangnya digunakan tutur dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan tipe deskriftif. Dengan metode ini maka penelitian ini diperoleh data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tutur gayo sangat berperan sebagai komunikasi yang efektif dalam keluarga di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh tengah, namun dalam pelaksanaanya masih ada keluarga atau masyarakat yang tidak menggunakan nya dalam keluarga,dan penerapan nya masih kurang baik. Disisi lain, penelitian ini juga menunjukan adanya kendala-kendala yang dihadapi keluarga di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Adapun penyebab kendala yang dialami masyarakat ialah timbul dari dalam keluarga (faktor internal), dan ada pula kendala yang timbul dari pengaruh luar (faktor eksternal). AbstractThe role of Gayo speech in the family in Bebesen District, Central Aceh Regency, is a description of the communication process that takes place in the family in the form of calls to relatives or relatives, also occurs in effective social interaction in the general public. This study aims to identify and describe the importance of effective communication in the family through Gayo speech, as well as identify and describe the obstacles that cause speech not to be used in families in Bebesen District, Central Aceh Regency. The formulation of the problem in this study is how the role of speech as effective communication in families in Bebesen District, Central Aceh Regency, and the obstacles that cause the lack of use of speech in the family. This study uses a qualitative research approach with a descriptive type. With this method, this study obtained data through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that gayo speech plays a very important role in effective communication in families in Bebesen District, Central Aceh Regency, but in practice there are still families or communities who do not use it in the family, and its application is still not good. On the other hand, this study also shows the obstacles faced by families in Bebesen District, Central Aceh Regency. The causes of the obstacles experienced by the community arise from within the family (internal factors), and there are also obstacles that arise from outside influences (external factors).
Pola Komunikasi Keluarga Petani Dalam Pewarisan Nilai Pertanian Pada Pemuda Desa di Kabupaten Barito Kuala Septiana, Nurmelati
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v6i1.14703

Abstract

AbstrakTujuan penelitian dari ini secara umum adalah untuk mengkaji pandangan nilai pertanian pemuda pedesaan dalam pewarisan nilai –nilai pertanian dari orangtuanya. Secara khusus penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konteks pewarisan nilai pertanian pada pola-pola komunikasi yang terjadi antara orang tua dan anak serta mendeskripsikan bagaimana pandangan pemuda dipedesaan melihat nilai-nilai pertanian yang dikomunikasikan oleh orangtua. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi serta indepth interview.  Penelitian ini menemukan, bahwa pola komunikasi yang terbentuk antara orang tua dan anak pada konteks pewarisan nilai pertanian pemuda desa di Kabupaten Barito Kuala adalah pola komunikasi unbalanced split pattern (tak seimbang terpisah). Pewarisan nilai-nilai pertanian ditentukan oleh peranan ayah dalam pembentukan persepsi pemuda desa. Ketertarikan bekerja di sektor pertanian masih dimiliki pemuda desa meskipun bukan pilihan utama.  Kecenderungan bekerja di sektor pertanian dimiliki oleh pemuda dengan tingkat pendidikan rendah dan kehidupannya tergolong dalam rumah tangga miskin karena tidak ada pilihan pekerjaan lain yang lebih baik. AbstractThe purpose of this research in general is to examine the views of rural youth on agricultural values in the inheritance of agricultural values from their parents. This study aims to identify the context of the inheritance of agricultural values in the communication patterns that occur between parents and children and to describe how rural youth perceive agricultural values communicated by parents. The method used is descriptive qualitative, data collection techniques using observation as a well in-depth interview.  This study found that the communication patterns formed between parents and children in the context of inheriting agricultural values from rural youth in Barito Kuala Regency were communication patterns. unbalanced split pattern (unbalanced separately). The inheritance of agricultural values is determined by the role of the father in shaping the perceptions of village youth. The village youth still have an interest in working in the agricultural sector, although it is not their main choice. The tendency to work in the agricultural sector is owned by youth with low levels of education and their lives are classified as poor households because there are no other better job options.

Page 1 of 1 | Total Record : 8