cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
ANALISIS KONDISI KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR (STUDI KASUS RUAS JALAN MANGU-NOGOSARI, KABUPATEN BOYOLALI) Pramitasari, Agnes; Yulianto, Budi; Surjandari, Niken Silmi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.418

Abstract

Kinerja perkerasan merupakan kondisi perkerasan yang dapat memberikan pelayanan kepada pemakai jalan selama kurun waktu perencanaan tertentu. Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Boyolali dengan Kabupaten Sragen. Jalan ini mengalami kerusakan dari waktu ke waktu. Kerusakan yang terjadi pada ruas tersebut antara lain retak (longitudinal, edge, block cracking), pengangkatan (heave), amblas (depression), bergelombang dan berlubang (potholes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan dan nilai kondisi perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur panjang, lebar serta luasan dari tiap kerusakan yang terjadi . Berdasarkan hasil penelitian, Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali memiliki nilai PCI rata-rata pada Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali sebesar 38,69. Ruas jalan yang termasuk dalam kategori sedang terdapat pada tiga segmen, yaitu segmen I (Sta.0+000 s.d 1+000) dengan nilai PCI 50, segmen II (Sta.1+000 s.d 2+000) dengan nilai PCI 44,67 dan segmen III (Sta.2+000 s.d 3+000) dengan nilai PCI 44,33. Segmen yang mengalami kondisi sangat buruk yaitu segmen IV (Sta.3+000 s.d 4+000) dengan nilai PCI 11 dan segmen VI (Sta. 5+000 s.d 6+000) dengan nilai PCI 17,33. Segmen yang mengalami kondisi baik yaitu segmen V (Sta. 4+000 s.d 5+000) dengan nilai PCI 64,83. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali dikategorikan dalam kondisi fair (buruk). 
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BERDASARKAN KUISIONER PRA-SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) DI RUMAH SAKIT TARAKAN JAKARTA Mantu, Melanie Rakhmi; Setiawan, Andrey; Handayani, Novi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1650

Abstract

Menyusui eksklusif selama 6 bulan atau lebih telah direkomendasikan oleh banyak organisasi kesehatan dunia. Menyusui eksklusif adalah fondasi bagi perkembangan dan kesehatan anak yang berkelanjutan karena diyakini bahwa ASI dapat menghasilkan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional yang maksimal. Tujuan Untuk menilai korelasi pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan anak berdasarkan KPSP dan menilai faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pemberian ASI eksklusif pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Tarakan. Metode: Penelitian cross-sectional yang melibatkan 107 pasien rawat jalan di Rumah Sakit Tarakan yang berusia 0-60 bulan yang diperoleh dengan menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang valid dan KPSP berdasarkan usia anak dari Februari hingga April, 2017. Analisis data yang digunakan adalah uji-t tidak berpasangan, chi square dan Mann-Whitney dengan signifikansi 5% menggunakan SPSS v23. Dari 107 anak, 43 (40,2%) menerapkan pemberian ASI eksklusif dan 88 (82,2%) normal pada penyaringan. Ada perbedaan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = .043), etnis ibu (p = .004), metode pengiriman (p = .020), lokasi perawatan natal ante (ANC) lokasi (p = .040), inisiasi awal dari menyusui (p = 0,017) dibandingkan dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif dengan uji-T tidak berpasangan. Juga dapat disimpulkan bahwa usia anak dalam pemberian ASI eksklusif secara statistik tidak lebih tinggi secara signifikan daripada kelompok pemberian susu formula (p = 0,420). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan perkembangan anak berdasarkan KPSP (p = 0,481) Kesimpulan Tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan perkembangan anak berdasarkan KPSP dan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh pendidikan ibu dan etnis, metode pengiriman, lokasi ANC , inisiasi dini setelah lahir. Kata Kunci : Menyusui, perkembangan anak, KPSP, pra-skrining.
STUDI PREFERENSI PENGHUNI TERHADAP FAKTOR KEPEMILIKAN RUMAH SUSUN Salim, Iwan
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1608

Abstract

ABSTRAKHunian atau tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar setiap manusia sebagai tempat berlindung dan sarana pembinaan keluarga. Rumah susun merupakan solusi untuk kebutuhan akan hunian. Program 1000 tower rusun yang digagas oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2007 silam dengan target masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta belum memiliki tempat tinggal, yang pada pelaksanaannya hanya mencapai 13,8%  (Dna & Hen, 2015).  Disisi lain preferensi penghuni dalam menentukan kepemilikan pada lokasi merupakan salah satu preferensi penghuni terkait aksesibilitas, proximity, atau lingkungan. Menentukan kepemilikan rumah susun biasanya berdasarkan pada bermacam-macam faktor antara lain fisik bangunan (struktur, finishing, luasan) serta fasilitas bayar dan non bayar, serta pengelolaan. Lokasi merupakan salah satu preferensi penghuni terkait aksesibilitas, proximity dan lingkungan sekitar.Metodologi penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menentukan sampel yaitu rumah susun Kebagusan City, Bandar Kemayoran dan Sentra Timur Residence, dengan menyebarkan 100 kuesioner pada masing-masing rumah susun untuk mendapatkan data profil dan status kepemilikan rumah susun sampel tersebut.Penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS dengan menggunakan one sample t test dan crosstabulation dengan maksud mendapatkan nilai-nilai yang mempengaruhi preferensi penghuni dalam kepemilikan rumah susun berdasarkan faktor-faktor yang berhubungan.Hasil dari analisis dari karakteristik penghuni terdiri dari pembeli yang memilki kesamaan pada usia, status pernikahan, pendidikan terakhir, asal daerah, pengeluaran untuk makan per bulan. Sedangkan untuk penyewa memiliki kesamaan status pernikahan, pekerjaan, hunian sebelumnya dan pengeluaran untuk air, listrik dan service charge per bulan..Faktor yang mempengaruhi Preferensi penghuni yang berpengaruh adalah faktor aksesibilitas, proximity, fasilitas bayar dan pengelola.Sedangkan pengaruh faktor preferensi penghuni terhadap kepemilikan pada pembeli berupa faktor proximity dengan variabel tempat kerja dan pusat perdagangan & jasa. Penyewa pada faktor pengelola dengan variabel security. Kata Kunci : Preferensi Penghuni, Kepemilikan, Lokasi
ANALISIS INVESTASI PERUMAHAN DENGAN SISTEM CLUSTER DI PROVINSI JAWA TIMUR ., Felix; Santoso, Iwan; Setiadi, Mark
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1464

Abstract

Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Disatu sisi pihak pengembang berpikir bahwa rumah dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik. Dengan melihat potensi yang ada, pihak pengembang pun tertarik untuk membuat investasi pembangunan perumahan. Perumahan dengan sistem cluster merupakan perumahan yang diprediksi dapat memenuhi tingkat kelayakan investasi, karena perumahan ini memiliki fasilitas, seperti one gate system yang sangat baik secara keamanan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan studi kelayakan terhadap investasi pada pembangunan perumahan dengan sistem cluster. Proses penelitian dimulai dengan mengumpulkan dan membandingkan sejumlah sampel yang terkait dengan minat masyarakat sekitar terhadap perumahan dengan sistem cluster dan perumahan bukan dengan sistem cluster. Selanjutnya, akan dilakukan analisis finansial yang membandingkan dua model alternatif pembayaran yang dapat memberikan kelayakan investasi. Analisis finansial akan menghasilkan beberapa nilai parameter finansial, seperti IRR, ROE, NPV, dan payback period, yang dapat menentukan tingkat kelayakan investasi. Hasil dari analisis finansial menunjukan bahwa kedua alternatif pembayaran dapat memberikan tingkat kelayakan yang baik terhadap investasi. Setelah itu, analisis sensitivitas dilakukan pada beberapa variabel, seperti harga konstruksi, harga tanah, suku bunga pinjaman, rasio hutang modal, dan waktu income. Hasilnya menunjukan bahwa investasi ini cukup sensitif terhadap sejumlah variabel, terutama harga konstruksi. Kata kunci: investasi, perumahan sistem cluster, analisis finansial, analisis sensitivitas.
PENGEMBANGAN APLIKASI BACKUP DAN RESTORE SECARA AUTOMATISASI MENGGUNAKAN SDLC UNTUK MENCEGAH BENCANA Andry, Johanes Fernandes
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.389

Abstract

Bagi para pengguna komputer baik individu maupun organisasi apalagi yang sehari-hari sering bekerja dan menyimpan data-data di dalam komputer, selalu harus waspada terhadap komputer yang tiba-tiba disaster atau karena kegagalan sistem. Jika tiba-tiba komputer yang digunakan disaster, akan menyebabkan data-data atau file yang berada di dalamnya hilang.Langkah backup sangat dibutuhkan untuk mencegah hilangnya data-data ketika komputer sedang disaster. Untuk melakukan backup data dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan cara online atau offline. Untuk cara offline dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi.Paper ini mengusulkan sebuah aplikasi untuk mengotomatisasi proses backup dan restore secara otomatisasi serta memastikan secara terus menerus data tersimpan dengan baik dan aman. Development dari aplikasi ini menggunakan SDLC Water Fall, yang terdiri dari requirement, analisa, design, coding, testing, implementasi dan maintenance. Dengan terbentuknya aplikasi backup dan restore, hasil penelitian berguna untuk membantu individu maupun organisasi terhindar oleh kegagalan sistem atau disaster lainnya, sehingga diharapkan dapat menekan biaya apabila terjadi kerusakan pada file ataupun data di komputer client maupun server. Simpulan dari penelitian ini yaitu backup harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan agar supaya tidak kehilangan data atau informasi yang nantinya akan berdampak buat individu maupun organisasi, sehingga terhindar oleh kegagalan sistem atau disaster lainnya. Aplikasi backup dan restore secara otomatitasi telah dapat melakukan backup dengan baik, jika melakukan konfigurasi selama 1 menit, dengan file atau folder yang besar, maka akan dapat menghambat kinerja dari computer, karena backup yang dilakukan dengan cara full backup.
PERENCANAAN BERBASIS-KOMUNITAS DALAM REKONSTRUKSI ACEH PASCA-BENCANA: SEBUAH REFLEKSI TEORETIK Fahmi, Erwin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1557

Abstract

Dominant spatial planning theory and practice in the last half a century in Indonesia has been the rational comprehensive. This could be seen, among other, in the formal spatial planning works of the government and private sectors, and their underlying spatial planning laws, i.e. law 24/1992 and law 26/2007. This theory is based on the assumptions that the role of the state is central in the process of plan formulation and implementation; and, at the technical level, the availability of two main conditions to enable plan to be made, i.e.: necessary maps and statistical data, and relevant experts who interprete those data to meet the need of analysis. These assumptions, unfortunately, were not fully met in the specific case of post-conflict and post-disaster reconstruction of Aceh, especially during the first two years, 2005-2006. New approach, therefore, needed to be formulated, accepted by all reconstruction players and implemented to satisfy the immediate needs of the disaster’ victims.     Keywords: planning theory, perencanaan partisipatif, rekonstruksi AcehTeori dan praktik perencanaan tata ruang yang dominan dalam setengah abad terakhir di Indonesiatelah menjadi rasional komprehensif. Hal ini dapat dilihat, antara lain, dalam perencanaan tataruang formal sektor pemerintah dan sektor swasta, dan hukum tata ruang yang mendasarinya, yaituundang-undang 24/1992 dan undang-undang 26/2007. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwaperan negara adalah sentral dalam proses perumusan dan implementasi rencana; dan, pada tingkatteknis, ketersediaan dua kondisi utama untuk memungkinkan rencana dibuat, yaitu: peta yangdiperlukan dan data statistik, dan para ahli yang relevan yang menginterpretasi data tersebut untukmemenuhi kebutuhan analisis. Sayangnya, asumsi-asumsi ini tidak sepenuhnya terpenuhi dalamkasus khusus rekonstruksi Aceh pascakonflik dan pascabencana, terutama selama dua tahun pertama,2005-2006. Karena itu, pendekatan baru perlu dirumuskan, diterima oleh semua pihak rekonstruksidan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban bencana.Kata kunci: teori perencanaan, perencanaan partisipatif, rekonstruksi Aceh
METODE TRANSFORMASI BOX COX PADA MODEL REGRESI BERGANDA UNTUK MENGETAHUI FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PRODUKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN LAUT Wilujeng, Fuji Rahayu
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1611

Abstract

Metode Transformasi Box – Cox pada Analisis Regresi Linier Berganda dapat diterapkan untuk mendapatkan variabel kendali yang signifikan terhadap jumlah produksi penangkapan ikan laut di Provinsi Jawa Timur. Transformasi Box Cox juga bisa digunakan untuk mengatasi kasus heteroskedastisitas, autokorelasi, menormalkan data, melinearkan model regresi dan menghomogenkan varians. Selain itu, dengan menggunakan metode transformasi Box Cox bisa menghasilkan nilai R square yang besar. Hasil dari regresi dengan menggunakan transformasi Box Cox menunjukkan bahwa beberapa variabel antara lain jumlah nelayan, peralatan penangkapan ikan dan kapal atau motor boat penangkapan ikan sangat berpengaruh signifikan terhadap produktivitas jumlah penangkapan ikan  dengan nilai Rsquare 81.6%. Dengan adanya model ini, diharapkan menjadi salah satu strategi untuk pemilihan variabel kendali yang tepat guna memaksimalkan hasil penangkapan ikan.Kata kunci : Transformasi Box Cox, Analisis Regresi, Perikanan.
PERBEDAAN PRESTASI AKADEMIK BERDASARKAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Chris, Arlends
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1729

Abstract

Kecemasan merupakan hal normal yang dapat terjadi pada seseorang. Kecemasan yang semakin memburuk dan tidak diatasi akan memengaruhi performa seseorang. Mahasiswa fakultas kedokteran rentan mengalami kecemasan karena terdapat beberapa faktor resiko yang dapat memicu terjadinya kecemasan. Salah satu faktor yang berperan pada kondisi tersebut adalah tuntutan pembelajaran atau akademik untuk mencapai tujuan pendidikan kedokteran yang tertuang dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Penelitian yang dilakukan terhadap 286 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 dan 2016 ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi akademik berdasarkan tingkat kecemasan mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan membagi responden ke dalam tiga kelompok yaitu kecemasan ringan (n=191), kecemasan sedang (n=67), dan kecemasan berat (n=28). Analisa data statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis, menunjukkan nilai p value=0.00 (p<0.05), secara statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna antara prestasi akademik dan tingkat kecemasan. Median skor IPK pada mahasiswa dengan kecemasan ringan adalah 3.01, kecemasan sedang adalah 2.87, kecemasan berat adalah 2.86. Median skor IPK pada kelompok kecemasan berat lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kecemasan ringan dan sedang. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi akademik berdasarkan tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.  
KAJIAN EFISIENSI BULB-TEE SHAPE AND HALF SLAB GIRDER DENGAN BLISTER TUNGGAL TERHADAP PC-I GIRDER Leo, Edison; M.H., Nur Agung
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.444

Abstract

Pada jembatan beton pratekan, kekuatan sebuah struktur jembatan sangat dipengaruhi oleh jenis dan mutu balok gelagar(girder). Pada penelitian ini, penulis merencanakan gelagar sebuah jembatan beton pratekan dengan metode post tension yang menggunakan PC-I girder dan Bulb-Tee Shape and Half Slab (BH) girder dengan blister tunggal sebagai struktur gelagar utamanya. Dasar-dasar perencanaan  girder ini mengacu pada Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SK.SNI T-12-2004), Pembebanan untuk Jembatan (SK.SNI T-02-2005) dan Bridge Management System (BMS-92). Kabel prategang pada desain girder ini menggunakan kabel jenis Uncoated Stress Relieved Seven Wires Strand ASTM A 416-90a  Grade 270 Low Relaxation dengan diameter 0.5 inch (12.70 mm). Analisis beban meliputi analisis beban mati, beban mati tambahan serta beban hidup. Selain itufaktor pengaruh friksi, draw-in dan elastic deformation untuk memperhitungkan kehilangan gaya prategang (prestress losses) jangka pendek (immediate loss) sertafaktor pengaruh waktu seperti relaksasi kabel prategang, rangkak beton (creep) dan susut beton (shrinkage) untuk memperhitungkan kehilangan gaya prategang (prestress losses) jangka panjang (time dependent loss).Analisis tegangan menggunakan metode komposit elastis untuk menentukan tegangan yang terjadi pada setiap potongan penampang dengan memperhitungkan gaya prategang efektif yang terjadi. Analisis tegangan komposit elastis dilakukan dengan menggunakan bantuan program spreadsheet yang ditulis penulis.Hasil akhir dari penelitian ini adalah didapat kajian efisiensi I girder dan BH girderdari perbandingan tegangan, volume strand, dan volume beton. Dari penelitian didapatkan kesimpulan dengan tinggi gelagar yang sama, sistem BH girder dengan blister tunggal lebih efisien dari segi tegangan dan volume strand yang diperlukan walaupun volume betonnya lebih besar 6.6% daripada sistem I girder. Kata kunci: jembatan, post-tension, strand, PC-I girder, BH girder, blister, komposit elastis, tegangan, volume.
KARAKTERISASI KONDUKTIVITAS TERMAL DAN KEKERASAN KOMPOSIT ALUMINIUM MATRIK PENGUAT HIBRID SiCw/AL2O3 Suarsana, Ketut; Astika, I Made; Suprapto, Lega
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.1456

Abstract

Sifat komponen mesin kuat, ringan dan murah merupakan persyaratan utama dalam dunia industri mesin. Persyaratan ini memunculkan inovasi dalam pembuatan komposit menggunakan matrik berbasis Aluminium diperkuat Silicon Carbon wisker dan alumina partikel (Al2O3p). Karakteristik komposit dipengaruhi oleh komposisi bahan matrik dengan penguatnya, serta pengaruh temperatur dan  perlakuan sintering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik komposit baru aluminium matrik composite (AMC) dari bahan Al fine powder sebagai matrik diperkuat dengan gabungan hibrid silicon carbon whiskers (SiCw) dan alumina partikel (Al2O3p), melalui metode powder metalurgi pada perlakuan  setelah sintering. Metode pembuatan komposit dengan cara metalurgi serbuk (powder metallurgy) yaitu ketiga variasi bahan dimasukan  dalam cetakan kemudian diberi gaya tekan 2,5 ton dengan waktu penahanan 15 menit. Variasi komposisi bahan adalah Al : (SiCw/Al2O3)  pada komposisi I, komposisi II dan komposisi III.  Setelah terbentuk spesimen material komposit dikenakan perlakuan sintering dengan  variasi suhu adalah: 500oC, 550oC dan 600oC dan holding time :  1 jam, 3 jam dan 6 jam. Specimen uji dibuat sebanyak 81 buah dengan masing-masing 3 buah  spesimen untuk setiap kombinasi perlakuan temperatur dan holding time. Dari penelitian koduktivitas termal yang dilakukan  didapat hasil tertinggi adalah  455.111 k(W/m.oC) pada temperatur 600oC dengan waktu 6 jam dan terendah didapat 34.874 k(W/m.oC) pada perlakuan sintering 500oC dengan holding time 1 jam. Begitu juga kekerasan tertinggi terjadi pada 141.046 VHN dan yang terendah dari penelitian didapat 128.750 VHN, jadi komposisi mempengaruhi konduktivitas termal dan kekerasan komposit.

Page 10 of 38 | Total Record : 373