cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
Kata Pengantar JMSTKIK Editor, Jurnal Muara
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.451

Abstract

Kata Pengantar Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
PENGARUH KEBIASAAN MAKAN TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA PRA LANSIA DI BLUD RSU MEURAXA KOTA BANDA ACEH Yusnanda, Febri; Rochadi, R. Kintoko; Maas, Linda T.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.1043

Abstract

Menurut data WHO, 171 juta penderita Diabetes Mellitus dan akan meningkat dua kali, 366 juta pada tahun 2030. Prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia mencapai jumlah 8.426.000 yang diproyeksikan mencapai 21.257.000 pada tahun 2030. Artinya, terjadi kenaikan tiga kali lipat dalam waktu 30 tahun. Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar didunia, Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam data pada tahun 2017 dari bulan Januari sampai April, terdapat Pra Lansia (45-59) yang mengalami DM sebanyak 2.512 orang. Sedangkan di BLUD RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh jumlah Pra Lansia (45-59) yang mengalami Diabetes Mellitus tipe I dan II adalah 484 orang. Aceh masuk dalam daftar sembilan besar daerah Indonesia yang penduduknya banyak menderita penyakit DM. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja atau keduanya. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan riwayat keturunan  terhadap kejadian Diabetes Mellitus pada Pra Lansia di BLUD RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2017.Jenis penelitian adalah analitik observasional desain case control. Sampel penelitian sebanyak 61 kasus dan 61 kontrol. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kebiasaan makan p=<0,001 OR = 5,067 (95%CI 2,324-11.048).Disimpulkan bahwa lansia yang mempunyai kebiasaan makan lebih mempunyai risiko 5 kali akan menderita diabetes mellitus dibandingkan dengan lansia yang mempunyai kebiasaan makan cukup. Kata kunci: Diabetes Mellitus, kebiasaan makan
PERBANDINGAN NILAI PRAKTIKUM HISTOLOGI BERDASARKAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Chris, Arlends; Dewi, Sari Mariyati; Tarcisia, Twidy; Tasdin, Willy
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.440

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa pasti akan mengalami kecemasan dalam berbagai situasi lingkungan akademik. Mahasiswa kedokteran khususnya, memiliki kecenderungan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa lainnya dalam rentang umur sebaya. Tingkat kecemasan ini dapat memberikan efek negatif bila tidak tertangani dengan baik, terutama terhadap performa akademik mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan nilai praktikum Histologi mahasiswa berdasarkan tingkat kecemasan mahasiswa. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kecemasan mahasiswa kedokteran dalam menjalani pendidikannya sebagai calon dokter. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan membandingkan tingkat kecemasan terhadap hasil ujian mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Beck Anxiety Inventory (BAI) dan tes akademik. Responden terdiri dari 88 orang mahasiswa yang dipilih dengan cara purposive non-random sampling. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22 menggunakan one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata nilai ujian praktikum Histologi pada mahasiswa dengan tingkat kecemasan rendah (mean=80.95±8.78) lebih tinggi daripada kelompok mahasiswa dengan tingkat kecemasan sedang (mean=72.87±12.03) dan tinggi (mean=77.00±10.81). Hasil uji homogenitas variansi dengan Levene Statistic adalah 0.651 dengan nilai kemaknaan sebesar 0.524 (p>0.05) yang berarti variansi dari ketiga ujian sama. Hasil uji statistik dengan one-way ANOVA menunjukkan nilai F hitung adalah 5.362 dengan nilai kemaknaan sebesar 0.006 (p<0.05) yang berarti terdapat perbedaan nilai ujian praktikum histologi mahasiswa terhadap tingkat kecemasan. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan rata-rata nilai ujian praktikum Histologi lebih tinggi pada mahasiswa dengan tingkat kecemasan rendah dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki tingkat kecemasan sedang dan tinggi. Kata kunci: pendidikan kedokteran, histologi, kesehatan mental, kecemasan, BAI
ANALISIS PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI PENYELENGGARAAN PROYEK PEMBANGUNAN PELABUHAN PATIMBAN Wati, Wilda; Sakti, Wahyu Indra
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1458

Abstract

The need for construction of new ports in Indonesia these days has encouraged the Indonesian government to plan the National Strategic Project, namely the construction and development of Patimban Port as an International Port located in Subang Regency, West Java. The goal is to support the Tanjung Priok Port which is currently considered to be saturated and is also expected to reduce the cost of national logistics. In implementing the project, proper human resource management is needed, especially in terms of designing the organizational structure of the project. Thus, the purpose of this research is to identify the form of organizational structure of the project, identify the roles and relationships of each stakeholder shown in the organizational structure of the Patimban Port construction project in stage 1-1. This research uses descriptive qualitative approach. Data collection was carried out by literature studies, documentation, participant observation, data gathering and in-depth interviews. The design result shows that the organizational structure of the Patimban Port project is in the form of a line, that is, the relationship of the work provider and the executor of the work is still one line of authority. The stakeholders identified in the project organizational structure are the President of the Republic of Indonesia, the Prime Minister of Japan, the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia, the Ministry of Transportation of Japan, other related Ministries of the Republic of Indonesia, Patimban Port Work Unit, planning consultants, land procurement teams, auction teams, bridge contractors, port terminal contractors, breakwater contractors and supervisory consultants. Each stakeholder has an important role and relationship with one another in the implementation of the Patimban Port construction project.Keywords: Port, Patimban Port, Human Resource Management, Project Organizational StructureKebutuhan pengembangan pembangunan pelabuhan baru di Indonesia dewasa ini, mendorong pemerintah RI untuk merencanakan Proyek Startegis Nasional yaitu pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai Pelabuhan Internasioanl yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tujuannya yaitu sebagai penyangga Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini telah dinilai jenuh dan juga diharapkan dapat menekan biaya logistik Nasional. Dalam penyelenggaraan proyek tersebut, dibutuhkan manajemen sumber daya manusia yang baik, terutama dalam hal perancangan struktur organisasi proyek. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk struktur organisasi proyek, mengidentifikasi peranan serta hubungan masing – masing stakeholders yang ditunjukkan dalam struktur organisasi proyek pembangunan Pelabuhan Patimban pada tahap 1-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, dokumentasi, observasi terlibat, penjaringan data dan wawancara mendalam. Hasil perancangan menunjukkan bahwa bentuk struktur organisasi proyek Pelabuhan Patimban berbentuk lini yaitu hubungan penyedia pekerjaan dengan pelaksana pekerjaan masih bersifat satu garis wewenang. Stakeholders yang teridentifikasi dalam struktur organisasi proyek yaitu Presiden RI, Perdana Menteri Jepang, Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Perhubungan Jepang, Kementerian RI terkait lainnya, Satuan Kerja Pelabuhan Patimban, konsultan perencana, tim pengadaan tanah, tim pelelangan, kontraktor jembatan, kontraktor terminal pelabuhan dan kontraktor  breakwater dan konsultan pengawas. Setiap stakeholders memiliki peranan penting serta hubungan satu dengan lainnya dalam penyelenggaraan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban.Kata Kunci: Pelabuhan, Pelabuhan Patimban, Manajemen Sumber Daya Manusia, Struktur Organisasi Proyek
HUBUNGAN IMT DM TIPE II DENGAN KEJADIAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA WANITA USIA SUBUR (15-49 TAHUN) DI PUSKESMAS BROMO MEDAN TAHUN 2017 Tatiana, Melza; Santosa, Heru; Ashar, Taufik
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.954

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan khususnya di Indonesia. Efek atau dampak yang di alami apabila seseorang terserang DM  menimbulkann akibat sangat luas, salah satu nya kerugian yang dapat di alami oleh wanita yang terkena DM adalah  gangguan kesehatan reproduksi. Wanita dengan DM cendrung mengalami gangguan seksual seperti terjadinya disfungsi seksual, disfungsi seksual pada wanita merupakan masalah kesehatan reproduksi yang penting karena berhubungan langsung dengan fungsi fisiologis reproduksi seorang wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT diabetes mellitus tipe II dengan kejadian disfungsi seksual pada wanita usia subur di Puskesmas Bromo Medan.Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan memiliki 85 responden. Pada hasil penelitian, hasil uji statistic diperoleh p value sebesar 0,001. Berdasarkan  kriteria uji Chi Square dapat dilihat bahwa p value < a (a <0,005), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan bahwa IMT diabetes yang obesitas dapat mengakibatkan kejadian disfungsi seksual pada wanita di Puskesmas Bromo Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara IMT DM tipe II dengan kejadiaan disfungsi seksual pada wanita usia subur. Hasil analisis diperoleh  (p= <0,001;PR=2 95%CI 1.185-15.045).
PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP OBESITAS DAN OVERWEIGHT PADA KARYAWAN UNIVERSITAS DI JAKARTA Lestari, Dewi Indah
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.431

Abstract

Obesitas dan overweight merupakan masalah kesehatan mayor saat ini karena meningkatkan angka mortalitas.Obesitas ini merupakan faktor komorbid bagi penyakit lain seperti diabetes tipe2, penyakit jantung, gangguan hati, hipertensi, stroke, kanker. Adapun faktor risiko adalah gaya hidup seperti kebiasaan makan, merokok, alkohol, tingkat aktivitas. Merokok masih merupakan hal yang kontroversial sebagai salah satu faktor risiko terhadap kelebihan berat badan.Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi hubungan antara kebiasaan merokok dengan prevalensi obesitas dan overweight pada karyawan universitas di Jakarta. Disain penelitian adalah cross- sectional untuk mengetahui pengaruh antara kebiasaan merokok terhadap kelebihan berat badan.Kebiasaan merokok diukur dengan kuisioner; kelebihan berat badan diukur dengan IMT (Indeks Massa Tubuh).Dari total 80 responden,12 orang (15%) memiliki kebiasaan merokok. Pada 12 orang perokok, didapatkan 2 orang (16,7%) overweight dan 9 orang (75 %) obesitas. Pada responden perokok, risiko overweight dan obesitas masing- masing 1,6 kali dan 1,3 kali lebih besar daripada risikonya pada yang bukan perokok. Namun, pada penelitian ini tidak tercapai kemaknaan secara statistik (p>0,05).Walaupun tidak didapatkan kemaknaan statistik, namun  kebiasaan merokok menunjukkan indikasi sebagai faktor risiko kelebihan berat badan. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam skala lebih besar dengan mengikutsertakan kemungkinan pengaruh faktor lainnya.Kata Kunci : Obesitas, Overweight, Status Gizi, Merokok, Karyawan
Cover Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2 No 1 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.2366

Abstract

Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu KesehatanVolume 2 No 1April 2018
Redaksi Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1 No 2 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.1449

Abstract

Redaksi Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu KesehatanVolume 1 No 2Oktober 2017
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DENGAN METODE FMEA J., Apriyan; H., Setiawan; W.I., Ervianto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.419

Abstract

Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang rawan terhadap terjadinya kecelakaan kerja, jika kecelakaan kerja terjadi maka dampak yang ditimbulkan bervariasi dari dampak yang ringan hingga serius. Kenyataan ini mengakibatkan diperlukannya manajemen keselamatan kerja yang berperan penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Salah satu bagian dari manajemen keselamatan kerja adalah mengetahui tingkat risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini berfokus pada metode FMEA (Failure Mode Effects Analysis) untuk mengidentifikasi kecelakaan kerja yang terjadi dan kemudian menentukan tingkat risikonya. Secara umum penelitian ini difokuskan pada kecelakaan kerja yang terjadi di proyek bangunan gedung di Yogyakarta. Selanjutnya secara khusus analisis dilakukan untuk kecelakaan kerja yang terjadi pada salah satu proyek bangunan gedung di Yogyakarta. Pelaksanaan penelitian diawali dengan mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja pada proyek bangunan gedung berdasarkan temuan penelitian-penelitian sebelumnya. Selanjutnya dilakukan konfirmasi kepada pelaksana proyek bangunan gedung di Yogyakarta untuk kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja berdasarkan kondisi yang dihadapi di lapangan. Kecelakaan kerja yang telah dikonfirmasi digunakan untuk mengidentifikasi kecelakaan kerja yang telah terjadi pada suatu proyek bangunan gedung di Yogyakarta. Akhirnya kecelakaan kerja yang telah terjadi tersebut ditentukan tingkat risikonya dengan menghitung nilai RPN (Risk Priority Number). Penelitian ini menemukan sepuluh kecelakaan kerja yang berpotensi terjadi pada proyek bangunan gedung yang dijadikan obyek penelitian. Sepuluh kecelakaan kerja ini masing-masing dihitung nilai RPN nya untuk menentukan tingkat risikonya. Berdasarkan nilai RPN, penelitian menemukan pekerjaan pemotongan besi tulangan (fabrikasi) pada pekerjaan pembesian balok mempunyai nilai RPN paling tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa pekerjaan ini perlu mendapat perhatian untuk ditingkatkan pengamanannya terhadap kecelakaan kerja. 
POLA PERJALANAN BERANGKAT BEKERJA MENGGUNAKAN LAYANAN TRANSJAKARTA (STUDI KASUS: PERUMAHAN SUNTER HIJAU VIII- SUNTER JAYA, DAN PERUMAHAN TAMAN BUARAN INDAH IV, PENGGILINGAN, PENGGILINGAN) Susandi, Yudi; Priatmodjo, Danang
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.2211

Abstract

Increased mobility in urban areas is caused by a variety of factors, one of which is the increasing rate of urbanization from year to year caused by how cities seem more promising compared to rural areas to the productive age population. The city of Jakarta also experienced the same thing, recorded from 2013-2016 the number of urbanization always increases by 1-1.5% each year, with a total population in 2016 of 10.2 million people. As the population continues to increase, there is more need for land that is planned for housing. Land in the city center has already been filled with offices and trade centers, making land prices for housing hardly affordable. This results in residents choosing housing that is located on the outskirts of the city or completely outside the administrative limits of the city center itself, and daily, each individual has to travel to do their respective activities, various activities that lead to mobility. For the city of Jakarta which has 14.5 million people during the day this certainly becomes a challenge of enormous mobility problems. Efforts of the Jakarta Provincial Government to overcome the mobility problems of the citizens of Jakarta include the BRT Transjakarta transportation service the Jakarta Provincial Government came up with in 2004. As we know, in order for a certain system to meet the needs of its users, it must be designed to suit the needs of its users. The purpose of this study is to explore commuting patterns of citizens of Jakarta using Transjakarta services. This study uses Collective Case Study method with descriptive qualitative approach, with 13 (thirteen) participants who use the Transjakarta transportation service daily to commute to work. The results of this study include: the distance traveled in relatively long distances caused by the separation of zoning that is too far between residential and commercial areas, the unreliability public transportation outside the Transjakarta BRT places more burden on community mobility services, travel time and low average cruising speed, the user of the Transjakarta BRT service contributes positively to the use of motorbikes used within a radius of <5 Km, and there are still many aspects that need to be addressed so that the Transjakarta BRT service becomes a reliable service that can meet the needs of its users. The recommendations of the results of this study are aimed at urban planners and urban transport planners who are very closely related to the success of the city in designing more livable cities. PT. Transjakarta transportation for Transjakarta BRT transportation services that is more reliable, in terms of time and operational costs, and better quality of public transportation services in serving all levels of society in Jakarta Metropolitan City.Keywords: Travel Pattern, Transjakarta BRT System.Meningkatnya mobilitas di perkotaan disebabkan oleh berbagai macam faktor, diketahui salah satunya adalah semakin meningkatnya tingkat urbanisasi dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh lebih menariknya perkotaan dibandingkan daerah rural di mata kalangan penduduk usia produktif. Kota Jakarta pun mengalami hal yang serupa, tercatat dari tahun 2013–2016 jumlah urbanisannya selalu meningkat 1-1,5% tiap tahunnya, dengan total penduduk pada tahun 2016 sebesar 10,2 juta jiwa. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk tersebut tentu lahan-lahan yg diperuntukan untuk pemukiman juga diharuskan bertambah, lahan pusat kota sudah banyak terisi oleh perkantoran dan pusat–pusat perdagangan menyebabkan harga lahan untuk pemukiman menjadi sulit untuk dijangkau. Hal ini mengakibatkan para penduduk memilih hunian yang agak di pinggir kota ataupun benar–benar keluar dari batasan administrasi pusat kota itu sendiri, dan dalam kesehariaannya setiap individu melakukan perjalanan dalam memenuhi aktivitas kegiatan masing–masing, berbagai aktivitas kegiatan tersebut menimbulkan sebuah mobilitas). Untuk kota DKI Jakarta yg memiliki 14,5 Juta Jiwa pada siang hari hal ini tentu menjadi sebuah tantangan permasalahan mobilitas yang sangat besar, usaha Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan mobilitas warga kota DKI Jakarta salah satunya adalah pada tahun 2004 Pemprov DKI Jakarta mencetuskan layanan transportasi BRT Transjakarta. Seperti yang kita ketahui agar suatu sistim tertentu dapat memenuhi kebutuhan penggunanya maka diharuskan dirancang agar sesuai untuk keperluan para penggunanya. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pola-pola perjalanan berangkat bekerja dengan menggunakan layanan Transjakarta pada penghuni perumahan di Kota Jakarta, penelitian ini menggunakan metode Collective Case Study dengan pendekatan kualitatif deskriptif, banyaknya partisipan dari penelitian ini berjumlah 13 (tiga belas) partisipan yang kesehariannya menggunakan layanan transportasi Transjakarta untuk berangkat bekerja. Temuan hasil penelitian ini antara lain: jarak tempuh perjalanan dalam jarak relative jauh yang disebabkan oleh pemisahan zonasi yang terlalu jauh antara residential-komersial, ketidakhandalan transportasi umum diluar BRT Transjakarta memberikan beban lebih pada pelayanan mobilitas masyarakat, waktu tempuh dan kecepatan jelajah rata-rata masih rendah, penggunaa layanan BRT Transjakarta memberikan kontribusi positif pada penggunaan sepeda motor yang digunakan dalam radius <5 Km, dan masih banyaknya aspek yang perlu dibenahi agar layanan BRT Transjakarta menjadi layanan yang handal dan dapat memenuhi kebutuhan penggunanya. Rekomendasi hasil penelitian ini ditujukan untuk perancang kota dan perancang transportasi perkotaan yang sangat berhubungan erat dengan kesuksesan kota dalam perancangan kota yang lebih layak huni. PT. Transportasi Transjakarta untuk layanan transportasi BRT Transjakarta yang lebih handal, reliable dalam waktu dan biaya  operasional, serta kualitas pelayanan transportasi publik yang lebih baik lagi dalam melayani seluruh lapisan masyarakat Kota Metropolitan Jakarta.Kata kunci: Pola Perjalanan, BRT System Transjakarta.