cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
STUDI PERUBAHAN TINGKAT KEPUASAN PENGHUNI PERUMAHAN SEDERHANA AKIBAT PERKEMBANGAN KAWASAN (KASUS : PERUMNAS BUMI KARAWACI, TANGERANG) Saputra, Yuanda
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.435

Abstract

Upaya pengadaan perumahan bagi masyarakat penghasilan rendah dilakukan pemerintah lewat pendirian Perum Perumnas pada tahun 1974. Perumnas memulai misinya dalam membangun perumahan rakyat menengah ke bawah beserta sarana dan prasarananya. Untuk memenuhi tingginya kebutuhan dan permintaan akan sarana hunian sederhana yang layak oleh masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta dan sekitarnya, maka dipilih Kabupaten Tangerang sebagai salah satu lokasi pembangunan perumahan sederhana tahun 1984 yakni Perumahan Bumi Karawaci. Saat ini, kondisi fisik dan pemanfaatan hunian di Perumahan Bumi Karawaci sudah mengalami banyak perubahan dari konsep dan peruntukan awalnya. Perubahan yang ada, selain mengindikasikan adanya peningkatan nilai properti, juga dapat berimplikasi pada kepuasan penghuni yang tinggal, dapat sesuai ataupun tidak dengan harapan penghuni. Penelitian ini akan meneliti mengenai perkembangan kawasan, kenaikan nilai properti, tingkat kepentingan dan kepuasan penghuni. Faktor yang digunakan sebagai variabel ukur adalah faktor fisik-lingkungan, faktor aksesibilitas-lokasi, faktor fasilitas, faktor sosial-demografi, faktor ekonomi dan faktor regulasi. Identifikasi dan analisis pada penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan perubahan Perumahan Bumi Karawaci dan sekitarnya, menganalisis faktor-faktor yang penting menurut penghuni dan perubahan tingkat kepuasan penghuni. Hasil analisis menjelaskan bahwa terjadi perkembangan dan kenaikan nilai properti di kawasan Perumahan Bumi Karawaci. Hasil penelitian juga mengungkapkan ketidaksesuaian faktor tingkat kepentingan penghuni dengan preferensi huni masyarakat berpenghasilan rendah, terjadinya peningkatan kesejahteraan ekonomi penghuni dan peningkatan kepuasan penghuni hampir pada semua sub faktor. Penelitian ini juga  memberi kesimpulan dan rekomendasi langkah yang dapat dilakukan, baik oleh pemerintah, Perum Perumnas dan masyarakat, agar dapat meningkatkan kepuasan penghuni dan menjadi preseden yang baik untuk dapat diterapkan pada proyek sejenis di lokasi lain.Kata kunci: Perkembangan kawasan, Kenaikan nilai properti, Tingkat kepuasan
Cover Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2 No 2 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.3347

Abstract

Cover Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2 No 2
PENGARUH ATRIBUT PUSAT PERBELANJAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI KAWASAN SENTRA PRIMER JAKARTA BARAT Soewito, Perez Januar
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.856

Abstract

SPBB Jakarta Barat merupakan sebuah pusat bisnis baru di mana terdapat 2 buah pusat perbelanjaan skala regional yaitu Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri. Kualitas atribut masing – masing pusat perbelanjaan memberikan pengalaman dan kepuasan belanja bagi konsumen. Hal ini menjadi menarik untuk dilihat bagaimana tingkat kepuasan konsumen pada persaingan pusat perbelanjaan di kawasan SPBB Jakarta Barat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengukur tingkat kepuasan konsumen pada 7 atribut pusat perbelanjaan Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang berisikan pertanyaan dan pernyataan mengenai profil konsumen dan 7 atribut pusat perbelanjaan pada 150 konsumen pusat perbelanjaan di Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri. Hasil kuesioner kemudian dianalisis menggunakan analisis Likert Scale untuk mengetahui atribut pusat perbelanjaan yang memiliki peringkat teratas sampai terbawah. Hasil dari penelitian ini adalah dari 7 atribut pusat perbelanjaan pada Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri, 3 atribut dengan nilai tertinggi adalah Lingkungan Mall, Kenyamanan, dan Tenant Pengisi. Sedangkan atribut dengan nilai terendah adalah penghargaan / reward sehingga perlu ditingkatkan lagi. Dari hasil perbandingan tingkat kepuasan menunjukkan bahwa konsumen lebih puas pada atribut Lippo Mall Puri dibandingkan dengan atribut Puri Indah Mall. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Puri Indah Mall perlu lebih lagi meningkatkan kualitas atributnya agar konsumen – konsumen loyalnya dapat dipertahankan karena Lippo Mall Puri hadir dengan inovasi yang mampu menarik banyak konsumen.
ANALISIS LENDUTAN PERKERASAN KAKU PADA PEMBEBANAN SUDUT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Yasir, Farid; Surjandari, Niken Silmi; Purwana, Yusep Muslih
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.426

Abstract

Perkerasan kaku adalah salah satu jenis perkerasan untuk menangani permasalahan akibat daya dukung tanah yang rendah. Tebal perkerasan merupakan salah satu yang diperhitungkan agar tidak terjadi lendutan yang melebihi lendutan yang diijinkan pada tanah dasarnya. Penggunaan koperan pada ujung pelat perkerasan kaku adalah alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan lendutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lendutan pada perkerasan kaku akibat beban pada posisi sudut dengan variasi ketebalan dan penambahan koperan. Besarnya lendutan akibat pembebanan sudut dianalisis dengan Metode Elemen Hingga. Model pelat berukuran 6x3 m dengan variasi tebal 15 cm, 20 cm, 25 cm, 30 cm dan 35 cm, nilai CBR 10%, mutu beton yang digunakan adalah K350, posisi pembebanan sudut dengan beban 8 ton dan koperan lebar 25 cm tinggi 50 cm. Penggunaan koperan dapat mereduksi lendutan hingga 42,36%  pada tebal 15 cm dan semakin turun dengan bertambahnya tebal pelat hingga sebesar 13,13% pada tebal 35 cm, sehingga dapat diperoleh tebal perkerasan yang lebih kecil, sebagaimana dalam hasil analisis pelat tebal 35 cm tanpa koperan diperoleh lendutan maksimum sebesar 10,659 mm atau lebih besar lendutannya dari pelat tebal 25 cm menggunakan koperan dengan lendutan maksimum sebesar 10,413 mm.Kata kunci: perkerasan kaku, koperan, lendutan, metode elemen hingga.
POTENSI PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN PERTANIAN UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN PARIWISATA Simatupang, Wita
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1040

Abstract

Pertanian adalah sektor ekonomi utama di propinsi Nusa Tenggara Timur.Flores, salah satu pulau utama di propinsi ini, dikenal di dunia melalui keragaman hasil buminya, termasuk kopi, kemiri, mete, coklat, cengkeh, dan lainnya.Akan tetapi, hasil dari pertanian rupanya belum dapat menjamin kesejahteraan masyarakat Flores umumnya; masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Saat ini, desa-desa di Flores menghasilknya banyak produk pertanian yang dijual langsung setelah panen tanpa diolah lebih lanjut; sehingga masyarakat kehilangan potensi untuk mendapatkan nilai tambah dari produk olahan.Pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat di Flores. Akan tetapi, perkembangan industri pariwisata saat ini belum banyak tersinergikan dengan potensi hasil pertanian di masyarakat. Padahal perkembangan pariwisata di kota utama di Flores seperti Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat) dan Maumere dapat menjadi pasar bagi produk-produk turunan hasil pertanian.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan produk lokal berbasis pertanian sebagai modal utama dalam upaya mengembangkan sinergi antara pertumbuhan pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal di Manggarai Barat, Flores. Hasil pertanian lokal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk olahan bagi pasar pariwisata, dilihat dari jumlah dan sebarannya.Produk pertanian, baik pangan, perkebunan, dan hortikultura yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah beras, singkong, kopi, kacang mete, kemiri, dan pisang. Akan tetapi pengolahan produk masih memiliki banyak kendala untuk bisa dilaksanakan, termasuk keterbatasan keahlian masyarakat untuk mengolahan hasil pangan dan keterbatasan infrastruktur utama.Wisatawan dan industri pariwisata juga harus menjadi pertimbangan penting dalam pengolahan produk. Kata Kunci: produk olahan pertanian, pariwisata, FloresAgriculture is the main economic sector in the province of East Nusa Tenggara. Flores, one of the main islands in the province, is known worldwide through its diversity of agricultural products, including coffee, candlenut, cashew, cocoa, cloves, and so on. However, the results of agriculture are apparently unable to guarantee the welfare of the people of Flores in general; there are still many people living below the poverty line. At present time, villages in Flores produce many agricultural products which are sold directly after harvest without further processing; so that people lose the potential to gain added value from processed products. Tourism is one of the fast growing economic sectors in Flores. However, the development of the tourism industry at this time has not been much synergized with the potential of agricultural products in the community. Whereas the development of tourism in major cities in Flores such as Labuan Bajo (West Manggarai Regency) and Maumere can be a market for agricultural derivative products. This study aims to determine the potential for developing local agriculture-based products as the main capital in efforts to develop synergies between tourism growth and local economic development in West Manggarai, Flores. Local agricultural products have the potential to be developed as processed products for the tourist market, in terms of quantity and distribution. Agricultural products, for either food, plantations, and horticulture that have great potential for development are rice, cassava, coffee, cashews, candlenuts, and bananas . However, product processing still has many obstacles to be carried out, including limited community expertise to process food products and limited infrastructure. Tourists and the tourism industry must also be an important consideration in product processing.
Relationship Between Frequency Of Breastfeeding With Breastmilk Production Mother post Partum In Region Work Puskesmas Peusangan Selatan Bireuen City Year 2017 angriani, riana -; Sudaryati, Etti; Lubis, Zulhaida
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.2110

Abstract

Lower breastfeeding is a service for infant growth, if exclusive breastfeeding will not, infants will be more susceptible and greater for growth and stamina of children where the prevalence of post partum mothers who produce milk is not fluent that is equal to 60% . This study aims to determine the relationship of data with the smooth production of mother's milk post partum in the Working Area of Peusangan Selatan Public Health Center of Bireuen Regency of Aceh Province. This type of research is an observational analytic study using cross sectional design. The population of this study is all post partum mothers, in Peusangan Selatan Public Health Center report conducted in February-October 2017. The sample in this research is open 69 people. The data were analyzed by univariate to see the variables and bivariate with chi-square test to see the relation between the variables. Based on the result of the research to measure the relationship with the mother's milk production with p value = 0,019 PR = 2,438 (95% CI 1,261-4,711) . It was concluded that mothers with good facilities had an opportunity of 2,438 times to have breast milk production working with mothers with poor breastfeeding frequency.
EFEK HIGH PASS FILTERING DENGAN KOEFESIEN NOL PADA CITRA BINER Mulyana, Teady Matius Surya
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.394

Abstract

Filtering akan melakukan penapisan terhadap nilai tertentu. Nilai intensitas yang dimiliki oleh citra biner hanya mempunyai nilai 1 dan 0. Filtering pada citra biner dengan menggunakan high pass filtering dengan total koefesien nol akan menghasilkan pemisahan piksel tepi dengan piksel objek yang tegas daripada filtering pada citra grayscale. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mencermati efek high pass filtering dengan koefesien nol terhadap citra biner. Penelitian dilakukan dengan melakukan proses konvolusi terhadap citra yang dibinerkan terlebih dahulu. Variasi objek hitam dengan latar putih, maupun objek putih dengan latar hitam, jika dioperasikan dengan variasi kondisi core filter berupa nilai core positif maupun nilai core negatif akan sama-sama menghasilkan piksel tepi objek yang berwarna putih dan piksel yang bukan tepi objek baik pada latar maupun objek menjadi berwarna hitam. Hasil penelitian ini menghasilkan keberhasilan 100% terhadap dugaan awal mengenai efek high pass filtering dengan koefesien nol terhadap citra biner. Dugaan awal tersebut adalah variasi efek tersebut menghasilkan tepi di bagian luar objek dan tepi di bagian dalam objek. Filter dengan core positif pada citra biner dengan objek hitam dan latar putih akan menghasilkan tepian dibagian luar dari objek. Hal yang sama terjadi pada filter dengan core negatif, pada citra biner dengan objek putih dengan latar hitam. Sedangkan Filter dengan core positif pada citra biner dengan objek putih dan latar hitam akan menghasilkan tepian di bagian dalam dari objek, demikian juga filter dengan core negatif, pada citra biner dengan objek hitam dengan latar putih.
STUDI TRANSFORMASI-ADAPTASI RUANG KOTA DI KAWASAN PUSAT BISNIS KARET KUNINGAN, JAKARTA Darmady, Irene Syona
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1640

Abstract

Karet Kuningan area is an area dominated by various business and commercial centers. The development of Karet Kuningan area is large scale with an average building intensity exceeding 100,000 m2, land tenure above 20,000 m2, and trillions of rupiah investment costs. When viewed from the activities of urban space utilization, land utilization in the Karet Kuningan area is a physical transformation of urban space that was born due to external factors (government policy and the private sector - real estate). The dominance of large-scale development in the Karet Kuningan area has in fact led to the dynamics of functional and physical changes in the surrounding residential areas to adapt. One form of adaptation effort that can be observed is the emergence of various "micro" scale development models such as the provision of houses / boarding houses in Kampung Karet Kuningan as one of the residential areas in the Karet Kuningan business center. This study was conducted with the aim of getting a picture of the interrelationship of how the dynamics of the relationship of change occur. The study uses qualitative approach with descriptive analysis method. Mapping of land use, the intensity of commercial buildings in the Karet Kuningan area, and the survey of boarding room growth are used as one step to acquire the image of relationship / pattern of transformation and spatial adaptation. As a result, the image that the massive commercial development and physical transformation of the Karet Kuningan area was also followed by the progressive growth of the boarding house business in the surrounding residential area was acquired.Keywords: Adaptation, Transformation, Commercial, Kampung, Boarding House.Kawasan Karet Kuningan merupakan salah satu area yang keberadaannya didominasi oleh berbagai pusat bisnis dan komersial. Karakter pengembangan di kawasan Karet Kuningan adalah berskala besar dengan rata-rata intensitas bangunan melebihi 100.000 m2, penguasaan lahan diatas 20.000 m2, dan biaya investasi triliunan rupiah. Apabila ditinjau dari aktivitas pemanfaatan ruang kota, maka pemanfaatan lahan yang terjadi di kawasan Karet Kuningan adalah sebuah transformasi fisik ruang kota yang lahir oleh karena adanya dorongan faktor eksternal (kebijakan pemerintah dan sektor swasta—real estat). Dominasi pengembangan skala besar pada kawasan Karet Kuningan nyatanya menimbulkan adanya dinamika perubahan fungsi serta fisik pada area permukiman disekitarnya untuk beradaptasi. Salah satu bentuk upaya adaptasi yang dapat diamati adalah timbulnya berbagai model pengembangan skala “mikro” seperti penyediaan rumah/ kamar kos di Kampung Karet Kuningan sebagai salah satu area permukiman di kawasan pusat bisnis Karet Kuningan. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapat gambaran keterkaitan tentang bagaimana dinamika hubungan perubahan tersebut terjadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pemetaan terkait pemanfaatan lahan, intensitas bangunan komersial di kawasan Karet Kuningan, serta survey pertumbuhan kamar kos digunakan sebagai salah satu tahapan untuk mendapat gambaran hubungan/ pola transformasi dan adaptasi secara spasial. Hasilnya, didapat gambaran bahwa perkembangan komersial yang terjadi secara masif dan mentransformasi fisik kawasan Karet Kuningan turut diikuti oleh pertumbuhan usaha kamar kos secara progresif pada area permukiman disekitarnya.Kata kunci: Adaptasi, Transformasi, Komersial, Kampung, Rumah Kos.
PERKEMBANGAN BAYI USIA 6-12 BULAN BERDASARKAN PEMBERIAN ASI Ara, Maida Ayu; Sudaryati, Etti; Lubis, Zulhaida
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1760

Abstract

Pemberian ASI eksklusif secara global kurang dari 43% pada bayi usia 6 bulan. Dinegara-negara berkembang setiap tahun terdapat 101.1 milyar anak-anak yang tidak mendapatkan ASI sesuai dengan rekomendasi internasional dan di Indonesia persentase ASI eksklusif hanya 30,2%. Bayi yang tidak diberi ASI eksklusif berisiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan dibandingkan bayi yang diberi ASI eksklusif. Perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan bayi usia 6-12 bulan berdasarkan pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Ngkeran Kabupaten Aceh Tenggara. Jenis penelitian bersifat analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 124 orang yang terdiri dari 62 bayi yang diberi ASI eksklusif dan 62 bayi yang tidak ASI eksklusif yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner melalui wawancara dan observasi yang dilakukan pada bulan Desember 2017. Analisis data bivariat dilakukan dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bayi yang sesuai dengan umur pada bayi yang tidak ASI eksklusif lebih rendah dibandingkan bayi yang ASI eksklusif (71,0%) dan (90,3%). Hasil uji statistik ada perbedaan perkembangan bayi berdasarkan pemberian ASI (p=0,006) dengan nilai PR=3,818 (95% CI: 1,398-10,429). Bayi yang tidak  diberi ASI eksklusif berisiko 3,818 kali mengalami perkembangan kurang baik dibandingkan bayi yang diberi ASI eksklusif. Diharapkan kepada ibu agar memberikan ASI secara eksklusif  dan  mengikuti  standar emas pemberian makan pada bayi sesuai rekomendasi WHO dan UNICEF.Kata kunci: ASI eksklusif, perkembangan.
PENGARUH PERUBAHAN RENCANA KONSTRUKSI TERHADAP SISTEM OPERASIONAL HOTEL Astari, Renetta; Oei, Fuk Jin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1435

Abstract

Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber devisa negara. Salah satu komponen industri pariwisata yang memiliki peran besar di Indonesia adalah usaha perhotelan. Hotel merupakan suatu jenis akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan penginapan, berikut makan dan minum. Usaha perhotelan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan kamar atau jasa penginapan selama bepergian. Seiring dengan maraknya globalisasi, berbagai jenis fasilitas dan jasa mulai ditawarkan bukan hanya untuk memenuhi kepuasan konsumen, namun juga untuk tujuan komersil. Di sisi lain, globalisasi juga membawa pengaruh pada meningkatnya jumlah wisatawan yang berdampak pada keputusan investor dalam berinvestasi. Kematangan dari segi desain dan biaya menjadi aspek penting dalam penentuan nilai dan strategi investasi. Karena pada umumnya investasi mencakup biaya yang tinggi, maka perlu dilakukannya suatu proses studi kelayakan. Penelitian ini melakukan perbandingan analisis kelayakan finansial antara alternatif full operation (sistem operasional secara tidak bertahap atau menyeluruh) dan half operation (sistem operasional secara bertahap) sebagai dampak dari perubahan rencana konstruksi. Analisis dilakukan dengan perhitungan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil dari penelitian ini adalah kedua sistem operasional adalah layak secara finansial, akan tetap sistem operasional Full Operation lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem operasional Half Operation. Nilai Net Present Value (NPV) menunjukkan bahwa sistem Full Operation memiliki nilai yang lebih tinggi sebesar 16,43% dibandingkan dengan sistem Half Operation. Nilai Internal Rate of Return (IRR) pada kedua sistem operasional lebih tinggi daripada nilai MARR, yaitu sebesar 13%.Kata kunci: usaha perhotelan, kelayakan investasi, Full Operation, Half Operation

Page 11 of 38 | Total Record : 373