cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): Desember" : 11 Documents clear
Perilaku Penyalahgunaan Obat Pada Komunitas Lesbian Di Kota Makassar Indra Fajarwati Ibnu; Muh Syafar; A. Amalia Arismaya
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.636 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i2.497

Abstract

Lesbian merupakan salah satu kelompok yang mempunyai resiko tinggi menjadi seorang penyalahguna obat karena faktor pergaulan, trauma, konflik dan lingkungan. Penyalahgunaan obat pada komunitas lesbi terjadi karena kurang tersentuhnya  komunitas tersebut sehingga seorang lesbi dapat menjadi pengguna obat-obatan karena dipengaruhi oleh perilaku pada masing-masing pergaulan dikomunitas lesbi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perilaku lesbian terhadap penyalahgunaan obat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian adalah lesbian yang terdiri dari  terdiri dari 2 butchi (peran sebagai pria) dan 1 informan femm (peran sebagai wanita). Pengumpulan data primer dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mulai menjadi lesbi sejak SD, SMP dan SMA dengan alasan ketertarikan sendiri yang sudah ada dalam diri dan karena pengaruh dari teman. Semua lesbi menggunakan obat dalam pergaulan di komunitas lesbinya. Jenis obat yang digunakan oleh lesbi yaitu somadril dan karnopen. Lesbi menggunakan obat dengan alasan untuk menghilangkan stress, membuat tenang, simbol sebagai anak gaul dan untuk melakukan seks. Untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, disamping minum obat tersebut, lesbi juga menggunakan vinger dan vibrator. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa perilaku lesbi sudah muncul sejak usia anak-anak hingga remaja. Perilaku ini kadang tidak sadari munculnya dengan berbagai alasan hingga lesbi terjebak dalam status yang membuat komunitas tersendiri demi pemuasan psikologi dan seksualnya. Perilaku berisiko yang dilakukan pun sering menyertai pergaulan lesbi seperti menggunakan obat penenang yang dapat mereka dapatkan diapotik untuk mengatasi stress dan melakukan seks. Hubungan seks dilakukan dengan pasangan lesbinya maupun dengan tante-tante bahkan kadang dengan teman lesbi apabila lesbi telah teler. Disarankan kepada Balai Pengawasan Obat dan Makanan untuk memperketat pengawasan terhadap pembelian obat-obat penenang di apotik-apotik.
Pemaknaan Pasien terhadap Komunikasi Pelayanan Kesehatan Dokter yang Bertugas di Klinik dan Puskesmas Riselligia Caninsti; Rahmi Nur Hidayati; Alabanyo Brebahama; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.081 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i2.502

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sering terjadinya kesalahpahaman dalam hal komunikasi antara petugas kesehatan, yaitu dokter dengan pasien dan keluarga pasien di berbagai seting, seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik atau praktik pribadi. Pada penelitian ini, peneliti mencoba memahami pemaknaan pasien terhadap komunikasi pelayanan kesehatan dokter di fasilitas kesehatan primer yaitu klinik swasta dan Puskesmas. Tujuan penelitian ini yaitu memahami pengalaman pasien dan pemaknaannya terhadap komunikasi pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dokter. Subjek penelitian berjumlah 6 orang, dengan 3 subjek merupakan pasien klinik dan 3 subjek adalah pasien Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pemaknaan terhadap komunikasi pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dokter pada pasien klinik dan pasien Puskesmas. Perbedaan pemaknaan dalam komunikasi pelayanan kesehatan ini dilihat dari sisi proses komunikasi, unsur-unsur dalam komunikasi dan komunikasi efektif. Ada beberapa faktor yang memengaruhi persepsi pasien klinik dan Puskesmas terhadap komunikasi dokter. Pada pasien klinik, faktor yang memengaruhi persepsi pasien adalah si pemersepsi (orang yang melakukan persepsi, yang dalam hal ini adalah individu pasien). Sedangkan, pada pasien Puskesmas, persepsi komunikasi pasien lebih dipengaruhi oleh faktor target atau tujuan yang ingin dicapai ketika melakukan komunikasi dengan dokter di Puskesmas.
Pelatihan Emotion Coaching Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Orangtua Dalam Merespon Momen Emosional Anak Usia 4-5 Tahun Reno Intan; Farida Kurniawati; Eko Handayani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.279 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i2.507

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan skor pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam merespon momen emosional anak usia 4 – 5 tahun, dengan metode emotion coaching. Pelatihan diberikan selama tiga hari (N=12). Pengetahuan partisipan diukur menggunakan alat ukur yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah kuesioner pengetahuan emotion coaching yang terdiri dari pertanyaan terbuka. Bagian kedua adalah kuesioner momen emosional yang diberikan dalam bentuk skala likert. Partisipan diberikan alat ukur yang sama di awal, di akhir pelatihan, dan follow up. Kegiatan follow up dilakukan setelah dua minggu. Untuk melihat perubahan pengetahuan, skor pada kuesioner pengetahuan dibandingkan. Keterampilan partisipan dalam merespon momen emosional anak yang terdapat dalam tayangan video, diukur dengan menggunakan ceklis emotion coaching. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan pada partisipan. Pada follow up, partisipan menunjukkan penurunan skor pada pengetahuan tetang emotion coaching, namun terdapat peningkatan pengetahuan partisipan mengenai cara merepon momen emosional anak. Disarankan pengukuran kembali, terhadap keterampilan partisipan dengan menggunakan metode langsung seperti wawancara dan observasi untuk memastikan efektivitas pelatihan.
Pengaruh Rasa Kesadaran terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Annisa Awaliyah; Ratih Arruum Listiyandini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.498

Abstract

Mahasiswa merupakan individu yang berada dalam masa dewasa transisi sehingga dibutuhkan kesejahteraan psikologis yang optimal dalam menghadapi tugas perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dimensi-dimensi rasa kesadaran (mindfulness) terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 200 orang mahasiswa dari wilayah Jabodetabek, yang dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian menggunakan adaptasi skala Five Facet Mindfulness Quisionare (FFMQ) untuk mengukur rasa kesadaran dan adaptasi skala Scale of Psychological Well-Being (SPWB) untuk mengukur kesejahteraan psikologis. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa rasa kesadaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, yaitu pada dimensi penerimaan diri dan penguasaan lingkungan. Dimensi rasa kesadaran yang berpengaruh terhadap penerimaan diri adalah mengamati dan tidak menghakimi pengalaman internal, sedangkan dimensi rasa kesadaran yang berpengaruh terhadap penguasaan lingkungan adalah mengamati. Dengan demikian, menjadi penting untuk mahasiswa mengembangkan rasa kesadaran dengan menerima dan mengamati berbagai pengalaman internal maupun eksternal agar lebih mampu menerima diri sendiri dan menguasai tantangan hidup sehari-hari.
Gambaran Keterlibatan Ayah dalam pengasuhan Anak Usia Remaja (Usia 16-21 Tahun) Wieka Dyah Partasari; Fransisca Rosa Mira Lentari; Mohammad Adi Ganjar Priadi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.352 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i2.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran keterlibatan ayah terhadap anak remajanya  yang berusia 16-21 tahun.. Keterlibatan itu dilihat dari sudut pandang ayah. Ayah yang berperan aktif dalam keluarga memiliki dampak bagi dirinya sendiri dan juga bagi anak, baik anak perempuan maupun laki-laki. Keterlibatan ayah sendiri merupakan bentuk interaksi ayah terhadap anak yang tercakup dalam lima komponen, yaitu (a) activity engagement; (b) warmth-responsiveness; (c) control; (d) indirect care; dan (e) process responsibility. Pada remaja perempuan, peran ayah dapat membangun harga diri positif dan menumbuhkan keinginan berprestasi. Pada remaja laki-laki, peran ayah mampu mengembangkan motivasi untuk sukses dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini melibatkan 201 partisipan yang merupakan seorang ayah berdomisili di DKI Jakarta dan memiliki anak berusia remaja (16-21 tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner keterlibatan ayah dari sudut pandang ayah yang mengacu pada konsep father involvement (Pleck, dalam Lamb, 2010) yang diadaptasi oleh Kristianto, Gurmichele, Utama, Adriel, dan Sidarta (2016). Hasil penelitian terhadap 201 partisipan mengungkapkan bahwa sebagian besar ayah memiliki keterlibatan dalam pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga yang tergolong sedang. Hasil tambahan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi kerja ayah dan keterlibatannya di dalam keluarga. Selain itu, tidak ada perbedaan keterlibatan ayah antara ayah yang memiliki istri bekerja dan tidak bekerja.
Hubungan antara Mindfulness dengan Depresi pada Remaja Endang Fourianalistyawati; Ratih Arruum Listiyandini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.59 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i2.500

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang umum terjadi di dunia, namun tetap menjadi suatu faktor kontribusi pada penurunan kecepatan penyembuhan berbagai penyakit lain. Prevalensi gangguan depresif mayor merupakan salah satu yang tertinggi dan angka tersebut terus meningkat sepanjang sepuluh tahun belakangan ini. Beberapa faktor yang berperan terhadap penurunan depresi banyak dilakukan. Salah satu penelitian di Amerika menunjukkan bahwa individu yang mengalami depresi atau simtom depresi cenderung memiliki tingkat mindfulness yang rendah, dibuktikan dengan aktivitas neural yang bertolak belakang pada individu yang depresi dan individu yang memiliki tingkat mindfulness yang tinggi. Mindfulness merupakan kemampuan seorang individu untuk sadar dan memerhatikan setiap detil kejadian yang sedang terjadi saat itu. Dengan kemampuan disposisional untuk mindful, individu dapat menerima setiap pengalaman yang terjadi dengan reseptif dan terbuka, sehingga kecil kemungkinan individu untuk melakukan ruminasi. Individu dengan kemampuan mindfulness yang tinggi cenderung memiliki tingkat depresi yang rendah, sebaliknya individu yang dengan tingkat depresi tinggi diketahui memiliki tingkat mindfulness yang rendah. Hanya sedikit publikasi yang telah mendiskusikan depresi pada remaja secara menyeluruh, meskipun beberapa penelitian telah menemukan bahwa awal kemunculan depresi dimulai sejak awal periode kehidupan tersebut. Mengetahui hubungan antara mindfulness dan depresi pada remaja di Indonesia diperlukan sebagai landasan awal untuk penelitian selanjutnya dan memberikan panduan untuk terapi mindfulness dalam mengatasi depresi pada remaja di Indonesia. Menggunakan metode kuantitatif dan desain korelasional, Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) dan kuesioner depresi yaitu BDI, disebarkan kepada 200 remaja. Dari hasil analisis menggunakan korelasi Spearman, diketahui bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara mindfulness dan depresi, terutama pada dimensi acting with awareness dan non judging of inner experience. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi skor mindfulness pada dimensi acting with awareness dan non judging of inner experience, maka semakin rendah skor depresi yang dimiliki remaja.
Hubungan Antara Persahabatan dan Kecerdasan Emosi dengan Kepuasan Hidup Remaja Agoes Dariyo
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.505

Abstract

Kepuasan hidup sebagai konsep yang sangat menarik perhatian dari para ahli psikologi untuk diteliti dalam konteks remaja Indonesia (Diponegoro, 2004; Afiatin, 2013). Kepuasan hidup merupakan konsep kebahagiaan yang ditandai dengan pemenuhan kebutuhan berbagai aspek hidup (Diener, at al,  1999; Oishi, Schimmack Diener, 2001; Afiatin, 2013). Penelitian ini hendak mengetahui mengenai hubungan antara persahabatan dan kecerdasan emosi dengan kepuasan hidup remaja. Penelitian ini melibatkan 235 orang remaja (M = 19, 5; SD = 2.15883). Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yaitu persahabatan, kecerdasan emosi dan kepuasan hidup. Teknik analisis data dengan menggunakan uji korelasi Kendal’s tau dan ditemukan ada hubungan signifikan antara persahabatan dengan kepuasan hidup remaja,  ada hubungan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kepuasan hidup remaja, dan ada hubungan signifikan antara persahabatan dengan kecerdasan emosi remaja. Selanjutnya, hasil penelitian didiskusikan dalam tulisan ini.
Hubungan Antara Kepribadian Proaktif dan Perilaku Kerja Inovatif di BUMN X Retno Windiarsih; Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara kepribadian proaktif dan perilaku kerja inovatif. Penelitian dilakukan terhadap 135 karyawan BUMN X yang terdiri dari empat divisi kerja yang sedang mengembangkan inovasi pada aktivitas pekerjaannya. Pengukuran perilaku kerja inovatif mengacu pada alat ukur Skala Perilaku Kerja Inovatif dan terbukti reliabel (α= 0,97), sedangkan pengukuran kepribadian proaktif menggunakan alat ukur Skala Kepribadian Proaktif yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan terbukti reliabel (α=0,73). Hasil analisis Pearson’s Product Moment Correlation menunjukkan adanya hubungan antara kepribadian proaktif dan perilaku kerja inovatif (r=0,49, p 0,05). Dengan demikian, semakin tinggi kepribadian proaktif yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi intensitasnya dalam menampilkan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor demografi berupa jenis kelamin dan masa kerja terhadap perilaku kerja inovatif.
Peran Dukungan Sosial Keluarga terhadap Motivasi Menjaga Kesehatan Melalui Aktivitas Fisik pada Lansia Rizka Ahadiningtyas Juliana Atmaja; Rina Rahmatika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.506

Abstract

Individu yang telah lanjut usia (lansia) mengalami penurunan fungsi fisik seiring bertambahnya usia, oleh karena itu diperlukan dorongan untuk melakukan aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan. Salah satu hal yang diperlukan adalah dukungan dari berbagai pihak seperti misalnya dukungan sosial keluarga. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peran dari dukungan sosial keluarga terhadap motivasi menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik pada lansia. Partisipan penelitian ini berjumlah 101 orang lansia dengan kisaran usia 60-84 tahun (M=65,64; SD=5,973) di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah incidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Social Provisions Scale yang telah diadaptasi ke dalam  bahasa Indonesia, untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan Health Motivation in Physical Activity sebagai alat ukur motivasi menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berperan signifikan terhadap motivasi menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik pada lansia (R²=0,072; p= 0,05). Hasil tersebut memiliki arti bahwa dukungan sosial keluarga memiliki peran sebesar 7,2% terhadap motivasi menjaga kesehatan terhadap lansia yang melakukan aktivitas fisik.
Peran Trait Kepribadian terhadap Perilaku Mengemudi Pengendara Bermotor di Jakarta Arif Triman; Sunu Bagaskara
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.503

Abstract

Meningkatnya angka kecelakaan tiap tahunnya menjadi permasalahan sendiri di Indonesia. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan faktor internal dari pengemudi seperti kepribadian berhubungan dengan perilaku para pengemudi di jalan raya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kepribadian terhadap perilaku mengemudi berisiko (RDB) pada pengendara mobil dan sepeda motor di wilayah JABODETABEK. Sebanyak 318 pengemudi dalam rentang umur 16 sampai 57 tahun telah menyelesaikan kuesioner Big Five Inventory dan perilaku mengemudi berisiko (RDB) yang disebarkan secara online. Analisis regresi digunakan untuk melihat pengaruh antara kedua variabel ini. Hasil analisa menemukan adanya pengaruh yang signifikan trait neuroticism, agreeableness dan conscientiousness terhadap RDB. Hasil penelitian ini turut mendukung penelitian terdahulu di mana kepribadian memegang peranan penting dalam  perilaku mengemudi yang aman

Page 1 of 2 | Total Record : 11