cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020): Juni" : 9 Documents clear
Perbedaan Perkembangan Sosial Anak Usia Prasekolah yang Mengikuti PAUD dan Tidak Mengikuti Paud Indra Fajarwati Ibnu; Ummiyah Saleh; Healthy Hidayanti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1131

Abstract

Perkembangan sosial anak mulai agak kompleks ketika anak menginjak usia 3 tahun karena anak mulai memasuki ranah pendidikan yang paling dasar yaitu taman kanak-kanak. Perkembangan sosial anak diperoleh dari kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons lingkungan terhadap anak. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk upaya untuk melakukan  stimulasi terjadap perkembangan social anak pra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan perkembangan social anak usia pra sekolah yang mengikuti PAUD dan yang tidak mengikuti PAUD. Jenis Penelitian adalah observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel yaitu random sample (probability samples) Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan perkembangan social pada anak usia pra sekolah yang mengikuti pendidikan usia dini dan tidak pendidikan usia dini secara signifikan (p.0,0025).
Resiliensi Keluarga yang Memiliki Anak Tunagrahita: Bagaimana Peran Koherensi Keluarga? Alifah Nuke Febrianty; Alabanyo Brebahama; Melok Roro Kinanthi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1315

Abstract

Tunagrahita merupakan salah satu jenis disabilitas yang membuat penyandangnya memiliki inteligensi jauh di bawah rata-rata serta kemampuan bina bantu diri yang terbatas. Hambatan tersebut membuat anak tunagrahita menjadi kurang mandiri sehingga orang tua harus memberikan perhatian serta bantuan yang lebih besar dibandingkan dengan anak pada umumnya. Hal inilah yang dapat menjadi stressor bagi keluarga terutama ibu yang merupakan caregiver utama pada anak karena ibulah yang paling banyak meluangkan waktu untuk pengasuhan sang anak. Oleh karena itu dibutuhkan ketangguhan keluarga dalam menghadapi masalah terkait kehadiran anak tunagrahita. Resiliensi keluarga dianggap sukses bila keluarga dapat bertahan dari kesulitan dan mengambil makna dari kesulitan yang dihadapi. Salah satu cara untuk dapat resilien adalah dengan mengembangkan pandangan positif saat menghadapi masalah yang disebut juga sebagai koherensi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran koherensi keluarga terhadap resiliensi keluarga yang memiliki anak tunagrahita dari perspektif ibu. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 60 orang ibu yang memiliki anak tunagrahita, berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang dipilih menggunakan metode  purposive sampling ­. Alat ukur yang digunakan yaitu Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ) untuk mengukur resiliensi keluarga dan Family Sense of Coherence Scale (FSOCS) untuk mengukur family sense of coherence. Berdasarkan hasil uji regresi, didapatkan hasil bahwa family sense of coherence berperan secara signifikan (p 0,05) terhadap resiliensi keluarga (R-square= 0,235). Hal ini berarti koherensi keluarga berperan sebesar 23,5% terhadap resiliensi keluarga dan 76,5% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Terkait dengan hal ini, upaya meningkatkan resiliensi keluarga dapat dilakukan dengan membantu keluarga mengembangkan perspektif positif dalam melihat situasi yang terjadi, menumbuhkan optimisme, dan mengedukasi keluarga untuk dapat memanfaatkan sumber daya di sekitarnya untuk membantu atasi situasi. Intellectual disability is the one of disability in which the individu has intellectual far below the average, and limitation in activity daily living. This limitation makes the children with intellectual disability have low autonomy cause parents should give care and assitaant more then usual. This condition can be the one of stressor for family, especially for the mother as caregiver who give more time to practice parenting for their children. So, family resillience is very important to face the emergence of intellectual disability children in family. In order to be resillient, a family should have positive perspective when facing the problem, called sense of coherence. The purpose of this research is finding the role of family sense of coherence towards family resillience among family who has intellectual disability children. The participant of this research is 60 mothers who have intellectual disability children and live in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi (Jabodetabek). The participants is selected by using purposive sampling method. This research uesd Family Resilience Questionnaire (WFRQ) to measure family resillience, and Family Sense of Coherence Scale (FSOCS) to measure family sense of corerence. Based on regression test, family sense of corerence has significant role towards family resilience (R Square = 0,235, p 0,05). It meanse that family sense of coherence gives contribution about 23,5 % to family resillience, and 76,5 % influenced by another factors. As the conslusion, family can be more resillient if it develops positive perspective when facing problem, build optimism, and use every resources wisely in order to solve problem. 
Kelekatan Orangtua dan Kecerdasan Sosial pada Remaja Pondok Pesantren Modern Nurjanah Nurjanah; Adi Heryadi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1090

Abstract

This study aims to determine the relationship between the attachment of parents to the social intelligence of adolescent Miftahunnajah Modern Islamic Boarding School. Social intelligence becomes a very important thing because basically humans cannot live alone. Many activities in an individual's life are related to others. The many social phenomena that occur illustrate the increasingly eroding social intelligence in society. Weakening social sense and empathy also occur among adolescents.The research subject was students of the Modern Miftahunnajah Islamic Boarding School with the criteria of adolescents aged 10-22 years. The number of subjects in this study were 112 students. The sampling technique in this study used a simple random sampling. Data collection uses a scale that has been tested for validity and reliability. The scale of parental attachment in this study was based on three aspects of stickiness, namely trust, communication and alienation, which amounted to 41 items. The scale of social intelligence in this study is based on two aspects of social intelligence, namely social awareness and social facilities totaling 30 items. From the hypothesis test, it is known that the correlation coefficient (pearson correlation) is 0.376 and the significance level is 0.000. The significance level is smaller than 0.05 (p 0.05) so that it can be said that there is a significant relationship between the attachment of parents and social intelligence. The coefficient of determination on the two variables shows R square of 0.121 or equal to 12.1%. This value shows the effective contribution of parental attachments that contribute to parental intelligence is equal to 12.1% and 87.9% social intelligence is influenced by other factors
Hubungan Trait Mindfulness dan Keterikatan Kerja dengan Melibatkan Peran Mediasi Modal Psikologis Arvidyani Anindita; Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1039

Abstract

Abstract— Trait mindfulness received great attention in academic research in the past years. Early research about trait mindfulness in the professional area focused on stress reduction and well-being outcomes yet little known its impact on performance and work-related outcomes. This study aimed to know trait mindfulness’ impact on work engagement, with psychological capital as the mediator. This is cross-sectional study with 591 white-collar workers in Indonesia as the sample. The result showed that psychological capital partially mediates the relationship between trait mindfulness and work engagement even after controlling demographic and organizational factors (age, gender, education level, job tenure, job level, and organization type). The findings of this study indicated the positive benefits of developing trait mindfulness and psychological capital in employees.Abstrak— Beberapa tahun terakhir, trait mindfulness mendapat banyak perhatian di dunia ilmiah. Penelitian-penelitian awal mengenai trait mindfulness di dunia kerja lebih berfokus pada kesejahteraan karyawan dan penurunan stres namun belum banyak diketahui dampaknya terhadap performa dan hasil kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak trait mindfulness terhadap keterlibatan kerja karyawan, dengan modal psikologis sebagai mediator. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan 591 karyawan kerah putih di Indonesia sebagai sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa modal psikologis secara parsial memediasi hubungan antara trait mindfulness dan keterlibatan kerja karyawan bahkan setelah mengontrol faktor demografis dan faktor organisasi (usia, gender, tingkat pendidikan, masa kerja, tingkat jabatan, dan jenis organisasi). Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya manfaat positif dari mengembangkan trait mindfulness dan modal psikologis karyawan.
Pengaruh Spiritualitas dan HEXACO Personality terhadap Intensitas Perilaku Korupsi pada Mahasiswa Nur Hayati; Fathul Lubabin Nuqul
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.943

Abstract

Di Indonesia kasus korupsi dianggap sebagai hal yang biasa dan dimaklumi oleh publik. Kasus korupsi tidak hanya terjadi pada kalangan pejabat akan tetapi sudah menyentuh kalangan akademisi seperti mahasiswa. Faktanya dalam praktik keuangan pada salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yaitu meninggikan biaya dalam pelaporan pertanggungjawaban dan penyalahgunaan aset lembaga untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan fenomena tersebut maka dapat membentuk perilaku kecurangan pada mahasiswa. Adanya kasus korupsi menggambarkan bahwa korupsi mampu mengalahkan keimanan seseorang. Hal ini menunjukkan lemahnya jiwa spiritualitas sebagai benteng keimanan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spiritualitas dan hexaco personality terhadap intensitas perilaku korupsi pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 271 mahasiswa. Subjek dipilih menggunkan teknik purposif sampling dengan kriteria terdaftar sebagai anggota organisasi intra kampus atau pernah mengelolah keuangan, atau melakukan pelaporan keuangan atau pernah menggunakan fasilitas organisasi untuk kepentingan pribadi. Data dianalisi dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 20 for Windows. Menggunakan metode stpewise dengan tujuan untuk mengetahui variabel bebas yang paling dominan mempengaruhi intensitas perilaku korupsi  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, terdapat pengaruh spiritualitas dan hexaco personality terhadap intensitas perilaku korupsi
Acceptance & Commitment Therapy (ACT) Kelompok untuk Meningkatkan Self-esteem pada Mahasiswa yang Mengalami Adiksi Media Sosial Fina Dwi Putri; Fivi Nurwianti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1262

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas acceptance and commitment therapy kelompok dalam membantu meningkatkan self-esteem individu yang mengalami adiksi media sosial. Penelitian ini menggunakan quasi-experimental one-group, pre-test and post-test design dan diikuti oleh lima partisipan yang merupakan mahasiswa/i berusia 19 – 21 tahun. Kelima partisipan memiliki skor self-esteem yang cenderung rendah berdasarkan alat ukur Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), mengalami adiksi media sosial yang diukur dengan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) dan penerimaan diri yang rendah diukur berdasarkan Acceptance and Action Questionnaire-II (AAQ-II). Intervensi yang dilakukan terdiri dari empat sesi dengan durasi sekitar dua jam per sesi. Sesi follow-up dilakukan satu minggu setelah empat sesi selesai dilakukan untuk melihat efek setelah intervensi diberikan. Data kualitatif didapatkan menggunakan wawancara tidak terstruktur sebelum, selama, dan sesudah intervensi diberikan. Data kuantitatif dianalisa menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berhasil secara signifikan meningkatkan perilaku penerimaan dan komitmen diri pada partisipan (Z = -2.023; p = 0.043) yang diikuti dengan meningkatnya self-esteem pada diri partisipan (Z = 2.060; p = 0.039; r = 0.65). Tingginya nilai effect size (r ? 0.50) menunjukkan bahwa intervensi ACT berpotensi meningkatkan self-esteem. Selain itu, tingkat adiksi media sosial yang dimiliki partisipan juga mengalami penurunan meskipun tidak signifikan.
Peran School Well-Being terhadap Motivasi Sekolah Siswa Sekolah Menengah Ahist Noviyanti; Dewi Kumalasari
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1228

Abstract

Masa SMA merupakan masa terakhir pendidikan dasar dan gerbang untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi. Pada masa masa tersebut, seseorang akan mulai memikirkan hal mengenai masa depan. Namun, hasil survei mengatakan bahwa 40% siswa SMA tidak tetarik berlajar dikelas, tidak memiliki inisiatif, memiliki usaha yang rendah dalam mengerjakan tugas sekolah, dan mudah merasa bosan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran school well-being terhadap motivasi siswa Sekolah Menengah Atas. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 siswa SMA dengan menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur School Well-Being Model dan Inventory of School Motivation. Hasil uji regresi menemukan dimensi being pada school well-being memiliki peran yang positif terhadap motivasi sekolah pada dimensi performance goals dan  sebaliknya dimensi loving pada school well-being memiliki peran negatif terhadap motivasi sekolah pada dimensi dimensi performance goals. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi sekolah agar dapat meningkatkan kesejahteraan siswa di sekolah agar mereka dapat memiliki motivasi sekolah yang baik.
Bagaimana Persepsi Dukungan Organisasi dan Perilaku Kerja Inovatif Saling Terkait? Peran Mediasi Keterlekatan Kerja Ellysabeth Ayuni; Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran mediasi keterlekatan kerja pada hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dan data diperoleh dari 281 karyawan sebuah perusahaan milik negara di Indonesia yang sedang melakukan inovasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini ialah Innovative Work Behavior Scale (Janssen, 2000), Survey of Perceived Organizational Support (Neves Eisenberger, 2014) dan Job Embeddedness Scale (Lee dkk., 2004). Pengujian hipotesis mediasi dilakukan menggunakan macro PROCESS Hayes dan ditemukan bahwa keterlekatan kerja memediasi secara penuh hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan perilaku kerja inovatif (indirect effect = 0,139, Boot SE = 0,031, CI [0,083, 0,207]; direct effect = 0,054, Boot SE = 0,063, CI [-0,070, 0,179]). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan persepsi dukungan organisasi dan perilaku kerja inovatif dimediasi oleh keterlekatan kerja.
Perilaku Online Beresiko Remaja Hubungannya dengan Kualitas Hidup dan Mediasi Orang Tua Zulfa Febriani; Octaviani Indrasari Ranakusuma
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.621

Abstract

Adolescents in urban area of Indonesia have become the highest internet users. Most of them were social media consumers. The high usage could make them involve in risky online behavior, which included giving personal information and accessing sexual content. The activities could affect to adolescents’ permissiveness about sexuality and interfere with their psychological development. Among the factors associated to risky behavior were parental monitoring and adolescent psychososial condition, but there was not many study in Indonesia that directly see the role of the factors in adolescents’ risky sexual online behavior. Therefore, the study aimed to know wheater adolescents’ quality of life and parental mediation contributed to their risky sexual online behavior. This associative research had included 148 adolescents in Jakarta by accidental sampling technique. We used EU KIDS ONLINE sub parental mediation, online risky activity, risky sexual activity and KIDSCREEN-27 as instrument. The study indicated that parental technical mediation and physical activity and health associated to risky sexual activity as the perpetator. The result should be generalized with caution to adolesecence population in Jakarta as the sample and data were not normally distributed. Any research of the same topic should consider the sample representativeness and social desireability of the risky sexual online behavior scale. Literacy about the safety of technical internet use and interaction needs to be increased.  

Page 1 of 1 | Total Record : 9