cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
MediaTor: Jurnal Komunikasi
ISSN : 14115883     EISSN : 25810758     DOI : -
Core Subject : Education,
Mediator: Jurnal Komunikasi focuses on communication studies and media. Although centered on communication, Mediator is open and welcomes the contribution of many disciplines and approaches that meet at crossroads with communication studies. Type of writing is in the form of scientific articles (the results of field research, conceptual articles, or desk studies). This journal is intended as a medium of scientific study to communicate vision, reflection, conceptual thinking, research results, interesting experiences in the field, and critical analysis-studies on contemporary communication issues.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Komunikasi Politik DPRD Dalam Meningkatkan Peran Legislasi di Kota Bandung Yadi Supriadi
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 10, No 1 (2017): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v10i1.2119

Abstract

DPRD merupakan lembaga legislatif yang sangat penting dalam sistem demokrasi sebagai jembatan antara masyarakat dengan eksekutif. Untuk menjalankan fungsinya, komuikasi politik menjadi strategi yang dilakukan untuk meningkatkan fungsi legislatif lembaga tersebut. Penelitian ini mengkaji tiga pokok persoalan dalam indentifikasi masalah, antara lain; (1) perencanaan komunikasi politik, (2) pesan komunikasi politik, dan (3) media komunikasi politik DPRD Kota Bandung dalam meningkatkan peran legislatif di Kota Bandung. Dengan menggunakan studi kasus, data penelitian dikumpulkan dari berbagai sumber yang variatif. Perencanaan komunikasi politik DPRD Kota Bandung dilakukan berdasarkan pesan-pesan yang disaring dari berbagai sumber seperti kegiatan reses, informasi media massa, dan rutinitas rapat dewan. Pesan yang disampaikan dalam komunikasi politik dijalankan berdasarkan perencanaan yang telah dibuat, namun sebagian besar pesan dijalankan berdasarkan mekanisme kerja yang baku. Sementara itu media yang digunakan dalam melakukan komunikasi politik sangat beragam, mulai dari komunikasi langsung dengan masyarakat yang dikunjungi, sampai pemanfaatan media sosial seperti website, twitter, Instagram, dan faceboook. Kata Kunci: Perencanaan Komunikasi, Pesan, Media, Komunikasi Politik
Characteristic of Moslem Intellectual, a Perspective of Communication Psychology O Hasbiansyah
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 3, No 1 (2002): Atas Dasar Apa: Mediator Kali ini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v3i1.762

Abstract

Makna intelektual muslim tidak terpisahkan dari makna intelektual itu sendiri. Seseorang dikatakan sebagai intelektual bukan karena gelar akademik atau tingkat pendidikan yang dicapainya. tetapi dilihat apakah ia memiliki komitmen untuk membangun masyarakat ke arah yang lebih baik lewat gagasan dan alesi-alesi yang dikembangkannya. Seiring dengan pengertian ini. intelektual muslim adalah orangyang terikat dengan ajaran Islam. yang dengan kecerdasannya dan kearifannya. merasa terpanggil untuk menerjemahkan ajaran Islam sebagai rahmat bagi manusia dan alam semesta. Dalam perspektifkomunikasi. seorang intelektual muslim adalah orang yang terbuka sekaligus kritis. Kehadiran mereka di tengah umat sangat dibutuhkan sebagai mitra dialog agar umat tidak terjerembab pada fanatisme buta serta mampu menggali hikmat dari berbagai informasi dan perbedaan paham. lebih-lebih di tengah membludaknya arus informasi padajaman sekarang ini.
Pengaruh Karakteristik Teknologi dan Karakteristik Pekerjaan terhadap Penerapan “Collaboration Technology Internet Content Filter” Dhanik Sulistyarini; Baroroh Lestari
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 6, No 2 (2005): Bagaimana Kita Menjelaskan Penerapan Teknologi?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v6i2.1186

Abstract

The purpose of this research was to empirically examine the influence of technology characteristics and task characteristics on the implementation of collaboration technology which is internet content filter. Data were collected using questionnaires. The respondents of this research were 15-19 years old teenagers in Bandar Lampung, which were 100 respondents. The research was conducted at Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung. The results showed that among the two independent variables, task characteristics variable was the dominant variable in influencing the respondents to implement the collaboration technology internet content filter with the value of r partial of 0,317 with t hit=3,289 and p=0,001, since it had the biggest regression coefficient.
Menumbuhkan Kesadaran Hidup Ekologis melalui Komunikasi Lingkungan di Eco Learning Cam Santi Susanti; Tine Silvana Rachmawati
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 11, No 2 (2018): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v11i2.3961

Abstract

This study aims to reveal the forms of environmental communication applied at Eco Learning Camp or Eco Camp Bandung in fostering awareness of ecological life. Eco Camp is a non-profit institution that aimed to build public awareness to preserve nature and live in harmony with nature as a fellow creation of God. The method used is descriptive qualitative, in the form of observations of experienced situation and interviews with Eco Camp managers. This research resulted in findings ; Eco Camp has seven new awareness of ecological life that is applied in daily life in the Eco Camp environment, starting from the internal environment of its management, since waking up until before going to bed. The activities is expected to emerge awareness of the importance of maintaining good relations with nature, so that nature provides good reciprocity for humans. The conclusion of this study is that attractive and patterned enviromental communication in an institution that cares about the environment can contribute to the emergence of awareness to maintain good relations between humans and natural environment.
Mediamorfosis: Teknologi yang Menstruktur Masa Depan Manusia Santi Indra Astuti
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 4, No 1 (2003): Merayakan Wacana Kontemporer
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v4i1.835

Abstract

Judul: Mediamorfosis: Memahami Media Baru; Pengarang: Roger Fiddler; Penerbit: Bentang Budaya, Yogya, (kerjasama dengan Yayasan Adikarya Ford Foundation); Tahun terbit: Feb 2003; Tebal: xxviii + 444 halaman; Harga: Rp 40.000,00
Menimbang Iklan Politik di Media Massa Menjelang Pemilihan Presiden 2004 Deddy Mulyana
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 5, No 1 (2004): Filsafat Itu Ibarat Orang Bertanya
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v5i1.1098

Abstract

Berbagai penelitian menunjukkan, pemberitaan kampanye politik tidak begitu berpengaruh untuk mengubah perilaku memilih, selain memperteguh kecenderungan yang sudah ada. Oleh karena itu, iklan politik di kita – yang mirip dengan iklan kecap yang selalu mengklaim sebagai nomor satu–paling banter sekadar mengekalkan memori khalayak bahwa para capres dan cawapres itu eksis dan dapat dipertimbangkan untuk dipilih. Berdasarkan Teori Penggolongan Sosial, kesetiaan khalayak kepada partai politik atau kandidat politik lebih bersifat primordial, alih-alih merupakan pilihan rasional. Keanggotaan orang-orang dalam suatu kelompok tertentu menimbulkan dampak yang penting atas perilaku mereka. Media massa mungkin berhasil mempengaruhi massa untuk mengubah pilihan bila komunikasi tatap-muka juga digunakan untuk memperteguh pesan-pesan media massa. Bila komunikasi tatap-muka tidak dilakukan, pilihan seseorang akan lebih dipengaruhi kelompok rujukannya. Dalam konteks demikian, kampanye politik –lewat media massa– akan berdampak penting terutama bagi khalayak yang belum punya pilihan. Dengan asumsi bahwa setiap pertambahan suara itu penting, maka kampanye politik, termasuk iklan politik, harus dirancang sungguh-sungguh untuk menciptakan citra kandidat sebaik mungkin. Dan, para tim sukses sebaiknya tidak menggunakan iklan sloganistik, melainkan yang dramatik, tetapi rasional, tidak jauh dari kenyataan para kandidat. Untuk itu, media yang tepat adalah televisi. Dalam media ini, komunikasi verbal dan nonverbal, termasuk penampilan, perlu diperhatikan untuk mengarahkan kandidat agar tampil prima di mata khalayak. Lewat acara debat di televisi, sang kandidat dapat menampilkan citra-dirinya semaksimal mungkin, mulai dari kepribadian, kecerdasan hingga daya tarik fisiknya.
Polemik Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi & Pornoaksi (RUU-APP) Dedeh Fardiah
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v8i1.1233

Abstract

This article focuses on polemics concer
Rethinking Journalism Education in Indonesia: Nine Theses Thomas Hanitzsch
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 1 (2001): “Publish or Perish!”
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i1.710

Abstract

Since the number of Indonesian mass media products is rapidly increasing, the media industry is seeking – more than ever before – for qualified and professional journalists. Although Indonesia disposes of a broad variety in journalism education, the findings of a qualitative case study show a serious amount of problems and deficiencies. What the Indonesian journalism education currently needs, is a rethinking of political, legal, and curricula aspects within a nationwide debate.
Communication Policy: the Efforts to Strengthen Civil Society Teguh Ratmanto
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 9, No 1 (2008): Isu Komunikasi Kesehatan yang Ter-”Pojok”-kan
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v9i1.1150

Abstract

In the last decades there were a tendency to make public institution more open and greater public participation in decision making. It is believed that transparency is the only way to strengthen public institutions which it is highly possible because of the progress in Information and Communication Technology. Nowadays Indonesia is entering the Era of Opennes. The idea of civil society and establisihng social welfare which is the first priority require partnership between the government and public. The whole stakeholder should cooperate to improve accessibility on ICT and should develope information and communication infra structure, and should improve application of ICT in every aspect of public services.
Mengenalkan Anak pada Dunia Film Satya Indra Karsa
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v7i2.1288

Abstract

According to research conducted by Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (Indonesian Children Wealth Foundation—YKAI), children spent their times in front of TV more than 20-25 hours/week, or 3-4 hours/day. Another research stated that children viewing habit reached a relatively high exposure. Based on these facts, this article speaks about the importance to teach children how to appreciate lesson films and other audiovisuals. The process included several steps, such as an introduction to the duty and responsibility of media worker or film maker toward their masterpiece and their audience, reading critics and reference to reduce disappointment if someone meets an underdeveloped or low quality film.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2022): (Accredited Sinta 2) Vol 15, No 1 (2022): (Accredited Sinta 2) Vol 14, No 2 (2021): (Accredited Sinta 2) Vol 14, No 1 (2021): (Accredited Sinta 2) Vol 13, No 2 (2020): (Accredited Sinta 2) Vol 13, No 1 (2020): Terakreditasi Sinta 3 Vol 13, No 1 (2020): (Accredited Sinta 2) Vol 12, No 2 (2019): (Accredited Sinta 3) Vol 12, No 1 (2019): (Accredited Sinta 3) Vol 11, No 2 (2018): (Accredited Sinta 3) Vol 11, No 1 (2018): (Accredited Sinta 3) Vol 10, No 2 (2017): (Accredited Sinta 3) Vol 10, No 1 (2017): (Accredited Sinta 3) Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar Vol 9, No 1 (2008): Isu Komunikasi Kesehatan yang Ter-”Pojok”-kan Vol 8, No 2 (2007): Proses Berkesenian = Proses Berkomunikasi Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan? Vol 7, No 1 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan? Vol 6, No 2 (2005): Bagaimana Kita Menjelaskan Penerapan Teknologi? Vol 6, No 1 (2005): Kontroversi Dakwah dan Politik Vol 5, No 2 (2004): Seorang Periset yang Baik Mesti Memiliki Sikap Enteng Vol 5, No 1 (2004): Filsafat Itu Ibarat Orang Bertanya Vol 4, No 2 (2003): Dari Politik, Media, sampai Lain-Lain Vol 4, No 1 (2003): Merayakan Wacana Kontemporer Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif? Vol 3, No 1 (2002): Atas Dasar Apa: Mediator Kali ini Vol 2, No 2 (2001): 'Chaos' Komunikasi 'Nothing to Hide' Vol 2, No 1 (2001): “Publish or Perish!” Vol 1, No 1 (2000): Salam (Pembuka) More Issue