cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
MediaTor: Jurnal Komunikasi
ISSN : 14115883     EISSN : 25810758     DOI : -
Core Subject : Education,
Mediator: Jurnal Komunikasi focuses on communication studies and media. Although centered on communication, Mediator is open and welcomes the contribution of many disciplines and approaches that meet at crossroads with communication studies. Type of writing is in the form of scientific articles (the results of field research, conceptual articles, or desk studies). This journal is intended as a medium of scientific study to communicate vision, reflection, conceptual thinking, research results, interesting experiences in the field, and critical analysis-studies on contemporary communication issues.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Tipografi: Sebuah Pengantar Dendi Sudiana Dendi Sudiana
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 2 (2001): 'Chaos' Komunikasi 'Nothing to Hide'
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i2.740

Abstract

Sering dinyatakan bahwa “era milenium baru merupakan era masyarakat tanpa kertas” (paperless society) dan akhir dominasi grafika lama. Adakah yang lestari? Pada awalnya adalah kata, kemudian t ulisan, lalu tipografi. Demikianlah, pekerjaan penerbitan buku, surat kabar dan sebaran lainnya, baik melalui media cetak nyata maupun mayatara (cyberspace)
Cross-Cultural Health Communication Deddy Mulyana
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 5, No 2 (2004): Seorang Periset yang Baik Mesti Memiliki Sikap Enteng
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v5i2.1169

Abstract

Setiap kebudayaan memiliki pandangan yang beragam tentang kesehatan atau penyakit, kehidupan atau kematian. Ada masyarakat yang menganggap penyakit sebagai nasib yang harus diterima secara fatalistik. Ada pula masyarakat yang memandangnya sebagai cobaan dari Tuhan, dsb. Selain itu, terdapat juga perbedaan konsep untuk menamai jenis penyakit tertentu pada sejumlah pengguna bahasa yang berbeda. Nama suatu penyakit dalam suatu bahasa tidak bisa diterjemahkan langsung ke dalam bahasa lain. Dokter berkebangsaan Amerika, misalnya, akan kebingungan bila menangani pasien orang Indonesia yang berpenyakti “raja singa”, karena nama penyakit itu tak bisa diterjemahkan langsung menjadi “king lion”. Keragaman budaya ini berimplikasi pada para petugas kesehatan, perawat, dokter, untuk memahami budaya pasien, yang ditanganinya, yang berasal dari komunitas budaya berbeda. Kekeliruan memahami latar belakang budaya pasien dapat menimbulkan kesalahan dalam mendiagnosis penyakit, menangani pasien, atau menentukan resep obat.
Komunikasi Terapeutik pada Lansia di Graha Werdha AUSSI Kusuma Lestari, Depok Fitria Ayuningtyas; Witanti Prihatiningsih
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 10, No 2 (2017): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v10i2.2911

Abstract

Semakin tua umur seseorang, maka semakin rentan seseorang tersebut akan kesehatannya. Terdapat banyak bukti bahwa kesehatan yang optimal pada pasien lanjut usia tidak hanya bergantung kepada kebutuhan biomedis semata namun juga bergantung kepada kondisi disekitarnya, seperti perhatian yang lebih terhadap keadaan sosialnya, ekonominya, kulturalnya bahkan psikologisnya dari pasien tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komunikasi terapeutik yang baik bagi lansia khususnya yang berada di panti werdha. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada studi kasus. Penulis juga menggunakan teknik observasi yaitu salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian apapun, termasuk penelitian kualitatif. Berdasarkan observasi langsung penulis ke Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari, pasien lansia sangat memerlukan komunikasi yang baik dan empati serta perhatian yang “cukup” dari berbagai pihak. Banyak hambatan dari komunikasi terapeutik pada pasien lansia yang terjadi, namun dalam kasus ini yang banyak terjadi di panti werdha yaitu resisten. Perilaku resisten biasanya diperlihatkan oleh pasien pada masa penyembuhan terhadap penyakit tertentu dikarenakan adanya rasa lelah, marah dan sedih terhadap penyakit yang diderita olehnya. Hasil dari penelitian ini yaitu harus adanya pendekatan untuk berkomunikasi pada pasien lansia dengan baik. Oleh karena itu komunikasi terapeutik harus dapat diimplementasikan secara optimal bagi pasien lansia. 
Pengaruh Terpaan Informasi Kesehatan di Televisi terhadap Sikap Hidup Sehat Keluarga Dadan Mulyana
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v3i2.779

Abstract

Masalah yang kaji dalam penelitian ini muncul dari fenomena bahwa pada dewasa ini informasi kesehatan sering ditayangkan melalui televisi, baik televisi milik pemerintah maupun swasta. Penayangan informasi yang berkaitan dengan materi kesehatan disampaikan baiksecara tidak langsung terselip dalam isi berita, sinetron, dan dialog, ataupun secara langsung berupa iklan dan bahkan ada yang dikemas secara khusus dalam sebuah acara tv. Informasi kesehatan yang disiarkan melalui televisi akan menerpa penontonnya dan diduga akan berpengaruh terhadap sikap sehat keluarga pada penontonnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penayangan informasi kesehatan melalui televisi berpengaruh terhadap sikap Ibu-ibu rumah tangga mengenai hidup sehat dalam keluarga.
Perlawanan Pers Islam pada Masa Orde Baru Abdul Firman Ashaf
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 7, No 1 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v7i1.1212

Abstract

This study discussed Republika—a widely circulated national newspaper in Indonesia—as ICMI’s articulation medium. The main question lies here is how did Republika conducted its social practices role in the New Order Era in order to frame Islam and its state relation? Employing descriptive qualitative method, this research analyzed some news event dated back on July, 26th, 1996. The research aimed to understand ICMI political journalism reflected by Republika daily news, and relate it to the journalist respons and sociopolitical context during New Order Era. It was found that Republika was an actor resulted from sociopolitical struggles during New Order Era. At the end of 90’s, Republika was really aware of the objective conditions happened during New Order era. Republika was also understanding such changes that happened within elites and society, and then placed itself as the actor of change by conducting a kind of resistance through its respons and report. As an alternative discourse, this resistance was appeared on Republika’s report concerning the involvement of Partai Rakyat Demokratik (PRD—Democratic People Party) in July, 27th, 1996 chaos.
Event Carnival sebagai Media Komunikasi Pemasaran: Studi Kasus di SMA PKP JIS Yayat Wahyat Herianto; Irwansyah Irwansyah
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 12, No 1 (2019): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v12i1.4281

Abstract

This study aims to introduce an event in educational institution by adopting cultural event that was rife in Indonesia such as Jember Fashion Carnaval. The event which was named Carnival based on research has shown results. (1) Event carnival can improve the school brand, (2) Event Carnival activities that were attended by many junior and senior high schools indicated the formation of a network society, (3) event which were based on local wisdom and culture was infrequently  done in schools.  (4 ) Carnival event for PKP JIS High School was part of marketing communication that was important in the context of school promotion. This study uses a qualitative design with a case study approach. The data is carried out through observations, interviews and documentation studies
Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset Santi Indra Astuti
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 1, No 1 (2000): Salam (Pembuka)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v1i1.682

Abstract

Paradigma klasik mendominasi penelitian ilmiah komunikasi di Indonesia. Model-model komunikasi yang linier dari Schramm, Laswell, juga Shannon dan Weaver, masih dipertahankan untuk mengkaji efek-efek komunikasi. Dalamrisetsosial, terdapat banyak perspektif untuk menjelaskan objek penelitian berupa realitas sosial, yang salah satunya adalah peristiwa komunikasi. Yang pertama adalah emprisisme. Pendekatan kedua yang perlu diperkenalkan lebih meluas lagi adalah realisme. Perspektifketiga adalah subjektivisme. Idealisme adalah perspektif sosial lain yang belum begitu populer di kalangan periset komunikasi. Posmodernisme adalah istilah, sekaligus perspektif penelitian, yang sangat populer saatt ini. Pendekatan feminisme, dalam riset,juga bisa diterapkan sebagai panduan etis yang diharapkan bisa mencegah terulangnya fenomena "the age-oldfallacy of woman". Multiparadigma, sama halnya dengan multi-opinion dalam demokrasi, akan melahirkan dialektika yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu yang bersangkutan. Tulisan ini mencoba memperkenalkan sejumlah alternatif di luar maupun di dalam paradigm klasik yang mendominasi studi ilmu komunikasi di Indonesia selama ini. Tidak semuanya merupakan pendekatan baru dalam riset-riset sosial, namun di Indonesia, alternatif ini iperkirakan merupakan sesuatu yang menyegarkan karena belum banyak disentuh oleh para peneliti kajian komunikasi.
Pengaruh Interaksi Sosial KAT Baduy Luar terhadap Persepsinya pada Kebutuhan Keluarga Ahmad Sihabudin
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v9i2.1110

Abstract

The objectives of this study are (1) to get description the family needs of the Outer Baduy Community, (2) to analyze factors that influence the perception of Outer Baduy Community towards the needs of their families; and (3) To get tentative model of Planned Changes, such as intervention, and things that need to be intervened to fulfill the needs of Outer Baduy Community’s Family. (5) Social Interaction through interpersonal communication and with the agent of change had significant relation to the perception of Heads of family on basic needs, safety, loved, and appreciated are felt, and the perception towards the satisfaction on safety, loved, and appreciated; To develop strategy and policy in fulfilling the needs of SCC family of Baduy can be created through the enhancement of standard family’s needs by making a centre of business practice, discussion forum (community information group), escalation of business facility, community participation, the support by opinion leader in Baduy community, private support, and the motive and the awareness to change is high.
Membangun Loyalitas Pelanggan “Citilink” Garuda: Tinjauan Manajemen Hubungan Pelanggan Prima Mulyasari Agustini
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 8, No 2 (2007): Proses Berkesenian = Proses Berkomunikasi
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v8i2.1255

Abstract

Building a loyal customer community is the aim of transportation business. Citilink as one of national flag carrier manages its customer relation by maintaining communication among customer, corporate, and workforce. Using communication management approach to build a close connection among its customers, Citilink focused on 4 aspects: makes regular repeat purchase, purchases across products and service lines, refers others, and demonstratesimmunity to the pull of competition. A system of customer satisfaction fulfillment needs to be established to ensure customer loyalty.
Komunikasi Persuasif, Kohesi Kelompok, dan Apresiasi Seni Gamelan Sunda: Kasus di Kalangan Mahasiswa Anne Maryani
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v3i2.782

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai dengan unit analisisnya para mahasiswa anggota Lingkung Seni Sundapada tiga perguruan tinggi: Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pasundan (Unpas), dan Universitas Langlangbuana (Unla). Variabel bebas yang diteliti adalah (I) komunikasi persuasif pelatih seni gamelan Sunda (XI: kredibilitas, X2: daya tarikpesan, X3: kepribadian anggota); (2) kohesivitas kelompok (X4: ketertarikan anggota pada satu sama lain, X5 : ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok); dan (3) Variabel terikat (Y): apresiasi mahasiswa anggota Lingkung Seni Sunda terhadap gamelan Sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya hubungan variable X2, X3,dan X4 masing-masing secara terpisah, tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan variable Y. Sedangkan variabel bebas lainnya, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan, memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Y.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2022): (Accredited Sinta 2) Vol 15, No 1 (2022): (Accredited Sinta 2) Vol 14, No 2 (2021): (Accredited Sinta 2) Vol 14, No 1 (2021): (Accredited Sinta 2) Vol 13, No 2 (2020): (Accredited Sinta 2) Vol 13, No 1 (2020): Terakreditasi Sinta 3 Vol 13, No 1 (2020): (Accredited Sinta 2) Vol 12, No 2 (2019): (Accredited Sinta 3) Vol 12, No 1 (2019): (Accredited Sinta 3) Vol 11, No 2 (2018): (Accredited Sinta 3) Vol 11, No 1 (2018): (Accredited Sinta 3) Vol 10, No 2 (2017): (Accredited Sinta 3) Vol 10, No 1 (2017): (Accredited Sinta 3) Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar Vol 9, No 1 (2008): Isu Komunikasi Kesehatan yang Ter-”Pojok”-kan Vol 8, No 2 (2007): Proses Berkesenian = Proses Berkomunikasi Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan? Vol 7, No 1 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan? Vol 6, No 2 (2005): Bagaimana Kita Menjelaskan Penerapan Teknologi? Vol 6, No 1 (2005): Kontroversi Dakwah dan Politik Vol 5, No 2 (2004): Seorang Periset yang Baik Mesti Memiliki Sikap Enteng Vol 5, No 1 (2004): Filsafat Itu Ibarat Orang Bertanya Vol 4, No 2 (2003): Dari Politik, Media, sampai Lain-Lain Vol 4, No 1 (2003): Merayakan Wacana Kontemporer Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif? Vol 3, No 1 (2002): Atas Dasar Apa: Mediator Kali ini Vol 2, No 2 (2001): 'Chaos' Komunikasi 'Nothing to Hide' Vol 2, No 1 (2001): “Publish or Perish!” Vol 1, No 1 (2000): Salam (Pembuka) More Issue