cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
MediaTor: Jurnal Komunikasi
ISSN : 14115883     EISSN : 25810758     DOI : -
Core Subject : Education,
Mediator: Jurnal Komunikasi focuses on communication studies and media. Although centered on communication, Mediator is open and welcomes the contribution of many disciplines and approaches that meet at crossroads with communication studies. Type of writing is in the form of scientific articles (the results of field research, conceptual articles, or desk studies). This journal is intended as a medium of scientific study to communicate vision, reflection, conceptual thinking, research results, interesting experiences in the field, and critical analysis-studies on contemporary communication issues.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
“Meraba” Pornografi di Ruang Kelas Rita Gani
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v8i1.1239

Abstract

Controversies spark everywhere when Playboy, an American franchise adult magazine, appeared in the market. Although Indonesians have experienced some important social transformations, such controversies marked the proof that there are still many conservatives among Indonesians who object a man-mag
Sebuah Perspektif Baru Humas Elvinaro Ardianto
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 1 (2001): “Publish or Perish!”
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i1.695

Abstract

Teknologi internet telah mengubah pola komunikasi Public Relations sebelumnya yang masih konvensional, seperti komunikasi dari atas ke bawah, bawah ke atas, horisontal, atau pola komunikasi massa yang dilakukan. Semua itu telah mereka tinggalkan dengan pola yang lebih aktual setelah lahirnya Internet. Internet dan intranet ini membawa pola di era informasi dalam bentuk jaringan teknologi yang memungkinkan setiap orang mengakses ke mana saja untuk mememnuhi kebutuhannya. Bagi organisasi atau perusahaan yang mengadopsi Internet akan mengalami perkembangan pesat di tengah-tengah masyarakat informasi yang semakin heterogen dan dapat meraup khalayak atau pasar sasaran yang lebih besar jumlahnya. Melalui internet pula annual report (laporan tahunan) yang dibuat divisi PR, perusahaan dapat memasukkannya ke dalam situs Web perusahaan atau perusahaan jasa PR di internet.
Membaca “Pojok” Koran Alex Sobur
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 9, No 1 (2008): Isu Komunikasi Kesehatan yang Ter-”Pojok”-kan
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v9i1.1135

Abstract

Sepanjang sejarahnya, pojok tampil sebagai pembawa kritik dengan gaya yang sinis tapi lucu. Iklim kebebasan pers yang bergulir, sejak era reformasi, menyebabkan semakin banyaknya pejabat atau tokoh yang menjadi sasaran “tembak”pojok surat kabar. Informasi yang berhasil didengar wartawan, tetapi belum muncul atau sulit diungkapkan dengan berita biasa, pada suatu ketika bisa muncul lewat pojok. Sejak kapan sebetulnya pojok itu muncul dalam surat kabar? Bagaimana dan apa sebab pojok lahir dalam pers Indonesia, tidaklah jelas. Namun yang pasti, pojok merupakan rubrik khas yang hanya dimiliki pers Indonesia.
Pemasaran bagi Petualang sebagai Kegiatan Komunikasi Pemasaran Ratih Tresnati
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v7i2.1284

Abstract

Marketing for Adventurer aims adventurer as its consumers. Instead of revenue-based, adventurer consumer is based on lifestyle. Their hobbies are outdoor sports such as bungee jumping, rock climbing, off-road driving, wild-river canoeing, etc. Marketing for adventurer has specific strategic: (1) STP Strategy—market segmenting, market targeting, market positioning; (2) Customer Experience Strategy (CES) as the sequel of Experiential Marketing (EM). EM focuses more on emotion touch and feelings.
AS, Perang, dan Kebebasan Pers Awang Ruswandi
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 3, No 1 (2002): Atas Dasar Apa: Mediator Kali ini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v3i1.741

Abstract

Perang ternyata telah membawa AS kepada satu situasi yang buruk bagi kebebasan persnya, Meski kebebasan media massa AS dilindungi the First Amendment, namun pada pelaksanaannya di lapangan, praktik- praktik pengingkaran terhadap nilai-nilai kebebasan, tetap saja berlangsung. Kebebasan yang selalu menjadi acuan media, tampaknya tak lagi kebal terhadap tekanan pemerintah. Kebebasan yang kerap didengungkan itu nyatanya tak berkutik ketika berhadapan dengan kasus-kasus yang menyangkut eksistensi pemerintah dan kerahasiaan negara.
Dakwah dalam Perspektif Modernisme Antisipasi menuju Postmodernisme Nia Kurniati Syam
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 6, No 1 (2005): Kontroversi Dakwah dan Politik
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v6i1.1170

Abstract

Dakwah in the age of postmodernism has faced serious challenge due to the high tempo of information exchange which transform communication and cultural landscape of society. Postmodernism essentially rejected the universality of science and ideology. Postmodernism also challenge the neutrality of technology. Postmodernism challenge toward dakwah is aimed to the concept of dakwah itself. Is it possible to communicate Islamic messages in postmodernism era? The author offers five principles for dakwah strategies consisted of synergy, accumulation, convergence, totality, and inclusiveness.
Pengadaan Media Literasi Melalui Cerita Bergambar dalam Memperkenalkan Dunia Disabilitas kepada Anak Usia Dini hanny hafiar; Retasari Dewi; Lilis Puspitasari
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 10, No 2 (2017): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v10i2.2747

Abstract

Media literasi yang mengangkat isu disabilitas, masih relatif terbatas, terutama di Indonesia. Padahal pengenalan tentang dunia disabilitas merupakan langkah strategis untuk mengurangi stereotip dan diskriminasi kepada kelompok marjinal ini. Oleh karena itu, perlu kiranya dilakukan upaya penyampaian informasi mengenai disabilitas untuk menanamkan nilai kesetaraan kepada anak sejak usia dini melalui cerita bergambar. Penelitian ini menggunakan konsep proses PR yang dijadikan patokan untuk melakukan kegiatan komunikasi strategis melalui pembuatan media literasi yang efektif. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sedangkan hasil yang diperoleh antara lain adalah gambaran teknis mengenai tahapan fact finding, Planning, communicating dan evaluation. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlunya keterlibatan organisasi disabilitas untuk menjaga agar isi dan gambar dalam cerita bergambar anak tidak menyentuh sisi sensitif kaum disabilitas. Selain itu diperlukan pula upaya review dari psikologi anak dalam meningkatkan efektivitas penyampaian informasi yang efektif dan sesuai dengan perkembangan usia anak dalam menyerap informasi dalam sebuah media literasi.
"Feedback" terhadap Layanan dan Aturan Pemerintah: Sebuah Studi Kasus Atie Rachmiatie
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v3i2.780

Abstract

Dari beragam unsur komponen komunikasi, umpan balik atau feedback merupakan unsur yang agaknya tidak banyak mendapatkan perhatian para peneliti komunikasi, yang umumnya lebih tertarik untuk mengungkap kedigjayaan komunikator atau memfokuskan perhatian pada penafsiran pesan komunikasi. Padahal, umpan balik memiliki peran yang tidak kalah menentukan dalam proses komunikasi, karena dapat membantu perencana komunikasi mengetahui tanggapan khalayak terhadap proses komunikasi yang tengah berlangsung. Studi kualitatif ini merupakan satu dari sedikit riset yang berusaha mengungkap peranan feedback. Mengambil objek penelitian berupa UU No. 22 dan UU No. 25 tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah. diperoleh kesimpulan bahwa umpan balik ternyata lebih banyak yang bersifat positif,dalam arti mendukung objek penelitian. Kendatidemikian, dalam konteks teori Sibernetika yang dirumuskan Norbert Wiener, fenomena ini perlu diwaspadai karena umpan balik positif justru memiliki potensi meneguhkan atau memperbesar penyimpangan yang ada dalam strategi komunikasi, dan bukannya menetralisir penyimpangan tersebut.
komunikasi Dokter - pasien Alfitri Alfitri
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 7, No 1 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v7i1.1214

Abstract

Mistakes in understanding the meaning of medical symbols result in negative impact for the patients. Futhermore, it can cause malpractice. Therefore, communication between a doctor and a patient is very essential to observe. It is because some malpractices occur due to miscommunication. Disease diagnosis through patient-doctor communication is influenced by the some understanding toward the messages. It creates an effective communication. Gap in communication between a docter and a patient can cause misunderstanding as well as misinformation for the patient on his disease. The hesitation of a doctor to inform the patient on the disease well in order to prevent emotional action of the patient and his family.
Analisis Komunikasi Antar Penggemar “Seventeen” sebagai “Cyberfandom’’ di Twitter Eza Okta Afifah; Triarona Kusuma
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 12, No 1 (2019): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v12i1.4624

Abstract

Research on “The Analysis of Communication Among Fans of Seventeen as a Cyberfandom on Twitter” comes from the observation of the fan phenomenon of a K-Pop group Seventeen on Twitter. Seventeen fans, known as Carat, use Twitter as a medium to communicate and share information between fans. The theory that used in this article are CMC theory, new media theory and cyber community theory. This article used a method of netnography or online ethnography conducted with interviews and online observation of the activitiy of Seventeen fans Twitter account. The analysis technique used in this article is qualitative analysis technique by using data reduction, data presentation and data conclusion. The results of this paper indicates that Seventeen fans exchange information and communicate with each other using Twitter. Carat uses the tweets, reply, quote tweet, retweet and direct message to communicate and exchange information on Twitter.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2022): (Accredited Sinta 2) Vol 15, No 1 (2022): (Accredited Sinta 2) Vol 14, No 2 (2021): (Accredited Sinta 2) Vol 14, No 1 (2021): (Accredited Sinta 2) Vol 13, No 2 (2020): (Accredited Sinta 2) Vol 13, No 1 (2020): Terakreditasi Sinta 3 Vol 13, No 1 (2020): (Accredited Sinta 2) Vol 12, No 2 (2019): (Accredited Sinta 3) Vol 12, No 1 (2019): (Accredited Sinta 3) Vol 11, No 2 (2018): (Accredited Sinta 3) Vol 11, No 1 (2018): (Accredited Sinta 3) Vol 10, No 2 (2017): (Accredited Sinta 3) Vol 10, No 1 (2017): (Accredited Sinta 3) Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar Vol 9, No 1 (2008): Isu Komunikasi Kesehatan yang Ter-”Pojok”-kan Vol 8, No 2 (2007): Proses Berkesenian = Proses Berkomunikasi Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan? Vol 7, No 1 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan? Vol 6, No 2 (2005): Bagaimana Kita Menjelaskan Penerapan Teknologi? Vol 6, No 1 (2005): Kontroversi Dakwah dan Politik Vol 5, No 2 (2004): Seorang Periset yang Baik Mesti Memiliki Sikap Enteng Vol 5, No 1 (2004): Filsafat Itu Ibarat Orang Bertanya Vol 4, No 2 (2003): Dari Politik, Media, sampai Lain-Lain Vol 4, No 1 (2003): Merayakan Wacana Kontemporer Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif? Vol 3, No 1 (2002): Atas Dasar Apa: Mediator Kali ini Vol 2, No 2 (2001): 'Chaos' Komunikasi 'Nothing to Hide' Vol 2, No 1 (2001): “Publish or Perish!” Vol 1, No 1 (2000): Salam (Pembuka) More Issue