cover
Contact Name
Iva Yenis Septiariva
Contact Email
ivayenis@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsipil@ft.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Rekayasa Sipil
ISSN : 25797999     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
The Journal of Research and Civil Engineering is a journal to accommodate the writings of researchers and professionals in the field of civil engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
PENGARUH DILATASI TIPE ISOLATION JOINT DAN CONSTRUCTION JOINT TERHADAP DEFLEKSI LATERAL TIANG PANCANG DERMAGA Kuntoro Warso Nugroho; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.921 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i1.47115

Abstract

Kebutuhan transportasi laut yang meningkat mengakibatkan peningkatan pembangunan infrastruktur di tepi laut, yaitu pelabuhan. Dermaga adalah salah satu bangunan di dalam pelabuhan yang digunakan sebagai tempat sandar kapal dan melakukan aktivitas kepelabuhan seperti bongkar muat barang atau menaik-turunkan penumpang. Pada struktur dermaga yang besar, umumnya menggunakan dilatasi untuk memisahkan struktur. Dilatasi selain berfungsi untuk mengontrol keretakan struktur, juga untuk memisahkan dua struktur yang mempunyai sistem yang berbeda. Penelitian ini mempelajari pengaruh dilatasi tipe Isolation Joint dan dilatasi tipe Construction Joint terhadap defleksi ujung tiang pancang pada Dermaga. Hubungan antar struktur dermaga pada tipe Isolation Joint adalah terpisah 100%, sedangkan pada tipe Construction Joint pergerakan struktur dikunci pada arah memanjang dan dibebaskan pada arah melintang. Data tanah di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat digunakan sebagai contoh kasus dan proses analisis menggunakan software Metode Elemen Hingga dengan 6 (enam) simulasi pemodelan. Analisis titik jepit (fixity point) menggunakan program bantu AllPile dengan memperhitungkan potensi gerusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terbesar kombinasi pembebanan terhadap terhadap defleksi ujung tiang pancang arah memanjang pada tipe Isolation Joint (IJ) dan Construction Joint terjadi pada kondisi ekstrim, yaitu: 6,3 [U1] cm (IJ) dan 3,8 cm (CJ), sementara arah melintang adalah 7,5 cm (IJ) dan 6,8 cm (CJ) terjadi pada saat dermaga menerima beban sandar kapal. Dilatasi Tipe CJ berpengaruh dalam mereduksi defleksi ujung tiang pancang arah memanjang sebesar 38,96% dan arah melintang sebesar 9,03%. 
ANALISA KEKUATAN KOLOM GEDUNG RUMAH SAKIT TYPE C MEDAN LABUHAN PADA WILAYAH ZONA GEMPA YANG BERBEDA (STUDI KASUS) Rizki Rahman; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.131 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i1.55468

Abstract

Indonesia is a country that is a often hit by disasters, this is due to the meeting of 4 tectonic plates of the earth. The city of Padang is right at the meeting between the Indo-Australian plate and Eurasia so that it puts the city of Padang as one of the cities prone to earthquakes. This research analyzes the type C hospital building that was originally designed in the Medan city location to be designed in Padang city with the aim to determine the strength of the structure and the need for the width of the column reinforcement in the building. The first step is to determine the spectral response value of the Padang region earthquake, a short period of 0.2 seconds Ss = 1,289 g and a period of 1 second S1 = 0.549 g. Second is calculating dead load, live load and static earthquake load equivalent to SNI 03-1726-2012 and force output in using ETABS software, and third is calculating the column reinforcement area requirements. The results of the analysis show that the width of the column reinforcement there is a difference = 4750.00 mm against field data = 6801.24 mm in the dimensions of the column 500 mm x 500 mm with a value of = 2051.24 mm and an increase in the value of the calculation reinforcement area in the 700 mm column x 700 mm is = 9800.00 mm from the field data = 9068.32 mm with a selection = 731.68 mm.
ESTIMASI PEMELIHARAAN JALAN DAERAH BERDASARKAN PROGRAM KRMS (KABUPATEN ROAD MANAGEMENT SYSTEM) DAN LCCA (LIFE CYCLE COST ANALYSIS) Wahyudi Wahyudi; Florentina Pungky Pramesti; Bambang Setiawan
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.239 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i1.42423

Abstract

Terdapat beberapa program pengelolaan anggaran biaya pemeliharaan jalan, salah satu yang banyak digunakan belakangan ini adalah LCCA (Life Cycle Cost Analysis). Disamping program tersebut, Kementerian PU memperkenalkan program KRMS (Kabupaten Road Management System) yaitu program baru yang bukan hanya menghitung anggaran biaya yang terdapat di perkerasan saja, melainkan menghitung pula anggaran komponen-komponen jalan daerah. Akan tetapi penggunaan program tersebut masih dalam masa percobaan, sehingga diperlukan sebuah penelitian untuk melihat sejauh mana program tersebut dapat digunakan dengan cara membandingkannya dengan program LCCA. Lokasi penelitian adalah sembilan ruas jalan Kabupaten Takalar, yang menghubungkan antara daerah di Kabupaten. Selain hal tersebut, penelitian ini juga menghitung analisis sensitivitas terhadap Program KRMS dan LCCA akibat perubahan parameter-parameter biaya pemeliharaan . Hasil yang diperoleh nilai t-hitung -0,631 setelah dikonsultasikan dengan t-tabel yaitu -2,306 sampai 2,306 thit berada dalam t-tabel, sehingga terdapat persamaan perhitungan antara KRMS dan LCCA. Selain itu dalam analisis sensitivitas, biaya pemeliharaan jalan dengan menggunakan KRMS maupun LCCA sensitif terhadap perubahan LHR dan tidak sensitif terhadap perubahan peningkatan harga bahan bangunan. Program KRMS lebih sensitif dari pada program LCCA terhadap perubahan yang terjadi pada LHR.
TINJAUAN PENENTUAN PARAMETER KEKUATAN GESER TANAH DENGAN KORELASI HASIL UJI PENETRASI STANDAR (SPT) DAN BATAS-BATAS ATTERBERG DENGAN PENGUJIAN TRIAXIAL PADA TANAH DI BOYOLALI I Gusti Putu Yoga Putra Perdana; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.26 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i1.47865

Abstract

Soil investigations often encounter limitations that result in unavailability of the data required in calculation of building structure. These limitations can be in the form of geographical conditions, time of investigation, human resources, tools or budget availability. Researchers have previously studied the relationship between various soil parameters to determine other parameters required in civil building planning. In the railway construction project between Solo Balapan Station and Adie Soemarmo Airport Station, the engineering team conducted a fairly comprehensive soil investigation on the soil of Boyolali. This study studies the determination of the soil shear strength parameters using standard penetration test data and Atterberg limits test results in the project. The results of this determination are then compared with the available correlation formulas and graphs. The results showed that there was a significant difference between the correlation conducted by the researcher and the available correlation formulas and charts.
DESIGN PHASE OF A CYLINDRICAL LONG-SPAN COAL SHED WITH STEEL ARCH SPACE-TRUSS STRUCTURE Angga Fajar Setiawan; Akhmad Aminullah; Ali Awaludin; K. T. N. Gherry; Y. A. Adhitama; M. Fauzi Darmawan
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.407 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.56329

Abstract

This paper discusses the structural design phase of a long-span coal shed structure in a 2x50 MW steam power plant. This study aims to share knowledge on how to design a long-span coal shed structure safely based on the design standards. The main structural system of the coal shed roof is a steel arch space-truss with 120 m of span and 31 m of height above supporting 12.5 m height of reinforced concrete columns. The superstructure contains a roof system and reinforced concrete system. The substructure system consists of a tie beam, pile cap, and bore pile. In the numerical model, all structural members were idealized as frame elements, except the pile cap that to be idealized as shell elements. Then, the soil springs were assigned to the bore pile element nodals with a 1 m interval to simulate the soil-structure interaction. The gravity loads due to dead loads, additional dead loads, live loads, rain loads, and lateral loads due to wind action and earthquakes to be considered. Furthermore, the structural analysis was conducted with non-linear geometric to simulate the large displacement effects and tension only element of the wind bracing. In addition, a simplified method to estimate the structural stability under lateral load was conducted. Based on the structural analysis and structural design, the coal shed structure could fulfill the safety criteria in terms of ultimate and serviceability limit based on the design code criteria. Furthermore, the non-linear geometry and stability issue should be considered with an appropriate structural analysis method.
PERENCANAAN DAYA DUKUNG BORED PILE PROYEK RUSUNAMI TOD PONDOK CINA, DEPOK Falaq Putra Kusharta; A’isyah Salimah
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.855 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.44612

Abstract

Bangunan vertikal salah satu solusi dari sempitnya lahan yang akan digunakan sebagai hunian. Hal yang perlu diperhatikan dari bangunan vertikal adalah daya dukung pondasi, baik terhadap beban aksial dan lateral. Desain pondasi yang direncanakan harus dapat menahan beban dari struktur atas agar tidak terjadi gagal dan cacat pada bangunan. Rusunami TOD Pondok Cina, Depok terletak di samping stasiun kereta api sehingga perlu diperhatikan juga pengaruh dari beban dinamis kereta api. Hasil penyelidikan tanah adalah Pasir dan Lanau. Analisis struktur menggunakan ETABS 2016. Daya dukung yang digunakan adalah metode Reese dan Wright berdasarkan data SPT, dan daya dukung lateral menggunakan metode Broms. Diameter rencana pondasi 80 cm, 100 cm, dan 120 cm dengan masing – masing rencana pondasi dihitung pada kedalaman 30 m, 31 m, dan 32 m. Berdasarkan hasil analisis dengan D100 cm kedalaman 31 m didapatkan daya dukung aksial sebesar 5578,8 kN dan lateral sebesar 334,8 kN. Formasi tiang yang digunakan sebanyak 5 tiang penurunan maksimum sebesar 1,43 cm untuk tiang tunggal dan 0,123 cm untuk tiang kelompok.
GENANGAN BANJIR DAERAH IRIGASI BENGAWAN JERO DITINJAU DARI ASPEK HIDRAULIK Sabdoyono Wiyasa Harimurti; Mamok Suprapto; Cahyono Ikhsan
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.914 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.60495

Abstract

Beberapa daerah di Indonesia memiliki intensitas banjir yang semakin meningkat seiring dengan datangnya musim hujan. Seperti halnya Daerah Irigasi Begawan Jero yang mengalami banjir pada setiap tahunnya akibat hujan dan limpasan Blawi. Daerah Irigasi Bengawan Jero termasuk DAS Bengawan Solo berada di Wilayah Kabupaten Lamongan dan sebagian kecil di Kabupaten Gresik. Dalam menganalisis genangan yang terjadi maka dalam penelitian ini menggunakan simulasi dengan program HEC-RAS 5.0, program tersebut untuk menganalisis aliran satu dimensi pada sungai atau saluran. Metode penelitian dilakukan untuk mengetahui genangan yang paling dominan yang terjadi di Daerah Irigasi Bengawan Jero dengan parameter yang digunakan dalam analisis hidraulika ini adalah tinggi muka air genangan Sungai Blawi. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan maka didapat debit banjir maksimal pada Q10 tahun sebesar 282,76 m³/s dengan tinggi genangan 1,07 m.
ANALISIS BACKWATER DENGAN HEC-RAS DI KELURAHAN SEWU KOTA SURAKARTA Dinar Fauziyah Fatma Kartikaningrum; Rintis Hadiani; Endah Sitaresmi Suryandari
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.864 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.54730

Abstract

Kelurahan Sewu merupakan salah satu wilayah yang sering mengalami banjir di Kota Surakarta. Hal ini dikarenakan daerahnya yang rendah serta adanya luapan Kali Pepe yang masuk ke Sungai Bengawan Solo. Untuk mengetahui panjang arus balik terlihat pada perhitungsn software HEC-RAS, yang kemudian dipetakan dengan Sistem Informasi Geografis. Debit yang digunakan dalam perhitungan adalah Q2, Q5, Q10, Q25, Q50, dan Q3 harian. Dari penelitian ini diharapkan memperoleh debit banjir rencana periode ulang dan hujan 3 harian maksimum tahunan, serta mengetahui terjadi atau tidaknya arus balik air. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode HSS Nakaysu didapatkan nilai debit banjir periode ulang 2 Tahun (Q2) adalah 23,95 m3/detik, debit banjir 5 Tahun (Q5) adalah 32,56 m3/detik, debit banjir periode ulang 10 Tahun (Q10) adalah 38,62 m3/detik, debit banjir periode ulang 25 Tahun (Q25) adalah 46,71 m3/detik, debit banir periode ulang 50 Tahun (Q50) adalah 53,07 m3/detik, dan debit banjir akibat hujan 3 harian maksimum tahunan adalah 41,91 m3/detik yang terjadi pada tahun 2004. Berdasarkan hasil analisis program HEC-RAS, dapat dilihat bahwa keberadaan pintu air Demangan yang baru mampu menanggulangi permasalahan banjir yang selama ini terjadi.
OPTIMASI DESAIN KOMPONEN LENTUR GELAGAR PERSEGI BAJA Tria Octa Mutiara; Pratika Riris Putrianti; Agustinus Agus Setiawan
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.567 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.59765

Abstract

The traffic congestion in Indonesia’s big city needs effective infrastructure developments within limited areas. The purpose of this study is to determine an optimum dimension of steel box girder to carry the load on every span length and yield strength of girder based on SNI 1725-2016 and SNI 1729-2015. This study is using the Microsoft Excel program and limited only the compact section of flange and web section. The analysis result shows that higher yield strength the more in weight saving. Within the weight section of the yield strength, 690 MPa has 30% in saving weight compared to 250 MPa. Than the optimal web thickness for the yield strength of 250 MPa is 15 mm and for the yield strength of 690 MPa is 13 mm. The optimum ratio for depth of the web to span length is 1/60 L.
EVALUASI KINERJA SUB DAS ASEM KABUPATEN LUMAJANG Windy Bana Alam Perkasa; Gusfan Halik; Retno Utami Agung Wiyono
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.114 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.58139

Abstract

Sub daerah aliran sungai (Sub DAS) adalah satu kesatuan ekosistem yang terdiri dari sumber daya alam dan manusia yang kompleks. Sub DAS berperan sebagai daerah tangkapan hujan yang dalam perkembangan tidak bisa lepas dari segala bentuk tindakan yang dilakukan manusia. Pada Sub DAS Asem, seringkali terjadi masalah akibat tingkat perubahan cuaca yang tidak menentu, serta perubahan tata guna lahan yang ada, mengakibatkan meningkatnya debit air sungai hingga merusak infrastruktur yang ada, oleh karena itu diperlukan evaluasi penilaian dari semua kriteria secara lengkap merujuk pada Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia tentang Monitoring dan Evaluasi Daerah Aliran Sungai tahun 2014 mencakup evaluasi kondisi lahan, tata air, sosial ekonomi, investasi bangunan air dan pemanfaatan ruangan wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kinerja Sub DAS Asem pada tahun 2009 sebesar 86,50 termasuk dalam kondisi baik. Kemudian nilai kinerja Sub DAS Asem pada tahun 2019 meningkat sedikit sebesar 88,75 namun masih termasuk dalam kondisi baik. Sehingga secara keseluruhan daya dukung Sub DAS Asem dalam kondisi baik.

Page 6 of 12 | Total Record : 115