cover
Contact Name
Iva Yenis Septiariva
Contact Email
ivayenis@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsipil@ft.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Rekayasa Sipil
ISSN : 25797999     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
The Journal of Research and Civil Engineering is a journal to accommodate the writings of researchers and professionals in the field of civil engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
PERBANDINGAN MIX DESIGN SNI 03-2834-2000 DAN SNI 7656:2012 DITINJAU DARI PROSES PENGECORAN BETON NORMAL Joerda Foulhudan; Dwi Nurtanto; Krisnamurti Krisnamurti
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.834 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.48172

Abstract

Beton merupakan material yang hampir 60% digunakan dalam pekerjaan konstruksi dan dipadukan dengan baja. Agregat halus, agregat kasar, semen, dan air merupakan material dari beton. Mix design dan proses pengecoran sangat menentukan mutu beton. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan mix design dan proses pengecoran yang tepat untuk mendapatkan kuat tekan optimum. Mix design pada penelitian ini menggunakan SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012 kemudian dikombinasi dengan tiga variasi urutan pemasukan material (agregat kasar - agregat halus - semen) dan ada dua metode pemasukan air yaitu, pemasukan air di akhir langkah (dry mixing) dan  pemasukan air pada setiap langkah pemasukan material (wet mixing). Sehingga terdapat 12 variasi penelitian. Berdasarkan hasil pengujian, kuat tekan optimum yang dihasilkan adalah 43,52 MPa pada variasi penelitian P2M12 dengan proses pelaksanaan pengecoran yaitu, kerikil, semen, pasir, dan ditambahkan air pada akhir proses pengecoran (dry mixing) dan mix design yang digunakan adalah SNI 7656:2012. Jika dilihat dari nilai standar deviasi yang kecil maka dapat dikatakan hasil kuat tekan valid karena interval data tidak terlalu jauh. Namun, nilai kuat tarik yang dihasilkan tidak optimum yaitu sebesar 3,29 MPa meskipun nilai standar deviasinya kecil dan terbilang valid sedangkan untuk nilai modulus elastisitas adalah 10991,89 MPa dan nilai standar deviasi nya tinggi.
ANALISIS HUBUNGAN URBAN HEAT ISLAND TERHADAP INDEKS KEKERINGAN METEOROLOGIS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Dyah Dhani Mustikarini; Karlina Karlina; Joko Sujono
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.387 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.55415

Abstract

Laju urbanisasi yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan pertumbuhan kawasan perumahan dan industri yang sangat cepat. Hal tersebut dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan dan mempercepat terjadinya perubahan iklim. Salah satu akibat dari perubahan iklim adalah terjadinya kekeringan meteorologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan fenomena Urban Heat Island (UHI) terhadap kekeringan meteorologis yang ditinjau berdasarkan nilai Standardized Precipitation Index (SPI). Analisis UHI dilakukan berdasarkan pengolahan band-10, band-5, dan band-4 pada citra Landsat-8, sehingga diperoleh nilai Land Surface Temperature (LST) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Analisis SPI dilakukan dengan menggunakan perhitungan SPI 3 bulanan (SPI-3). Hubungan UHI dan SPI dianalisis menggunakan metode korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara UHI dengan SPI-3, dengan nilai korelasi Pearson 0,87 yang terdapat di Kota Yogyakarta. Hasil korelasi moderat didapatkan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul. Hubungan antara UHI dengan SPI-3 adalah kuat pada wilayah urban. Berdasarkan hasil penelitian, UHI dapat digunakan sebagai parameter tambahan dalam pemantauan bencana kekeringan meteorologis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat indeks kekeringan yang dapat merepresentasikan nilai UHI dengan baik.
EVALUASI SEISMIK GEDUNG BERTINGKAT EKSISTING MENGGUNAKAN PROSEDUR ASCE 41-17 Yuliar Azmi Adhitama; Bambang Supriyadi; Bambang Suhendro
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.022 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.65864

Abstract

Gedung XYZ merupakan gedung beton bertulang 5 lantai dengan proses perencanaan ketahanan gempa gedung menggunakan standar SNI 1726:2002, sedangkan saat ini berlaku standar perencanaan ketahanan gempa yang baru mengacu pada SNI 1726:2019. Perubahan peta gempa dan cara perancangan spektra desain menjadikan proses evaluasi ketahanan gempa menjadi menarik untuk diteliti sehingga dapat mengetahui kinerja struktur bangunan. ASCE 41-17 adalah standar yang diterbitkan oleh American Society of Civil Engineers mengatur evaluasi seismik dan evaluasi perbaikan bangunan eksisiting. Proses evaluasi berdasarkan data sekunder asbuilt drawing yang dianalisis menggunakan prosedur statik nonlinier (pushover) dengan program SAP2000. Hasil analisis struktur ditinjau secara global, Gedung XYZ mampu menahan gaya lateral sampai pada displacement target dan memenuhi target kinerja Immediate Occupancy untuk seismic hazard BSE-1E dan target kinerja Life Safety untuk seismic hazard BSE-2E. Distribusi sendi plastis terjadi pada balok terlebih dahulu, sehingga memenuhi prinsip strong column weak beam. Namun jika dilihat lebih detail, balok G2 tidak memenuhi persyaratan ketika dievaluasi menggunakan metode statik nonlinier dengan koefisien gc (DCR 1,14) dan jika tidak dikalikan koefisien gc balok tersebut masih memenuhi syarat dengan (DCR 0,91). Kapasitas kolom dalam menerima demand secara keseluruhan memenuhi syarat dengan rasio kurang dari 1. Setiap jenis kolom memenuhi syarat baik ketika demand tidak dikalikan dengan koefisien gc maupun setelah dikalikan dengan koefisien gc.
DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO (STUDI KASUS : KABUPATEN MAGETAN, INDONESIA) G. Christ Martin Rinaldi; Rr. Rintis Hadiani; Muhtar Wakid
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.692 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.64389

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH) adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang menghasilkan daya listrik kurang dari 5 kW. Pembangkit listrik skala kecil ini sangat cocok diterapkan pada saluran irigasi yang memiliki tinggi jatuh dan debit rendah. Salah satu lokasi yang berpotensi untuk dijadikan PHPP adalah saluran irigasi Ngentep di Desa Giripurno Kabupaten Magetan. Penelitian yang berlokasi di Desa Giripurno ini berupaya merancang Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH). Survei topografi dan survei kondisi tanah dilakukan kemudian data diolah dengan bantuan software berupa Microsoft Office, HPP Design, AutoCAD, dan Sketchup sehingga menghasilkan tinggi jatuh efektif, daya listrik, energi listrik, daya dukung tanah, dan gambar desain 2D dan 3D. Ada 2 alternatif desain untuk perencanaan PLTPH Ngentep ini. Desain I dengan debit 0,1917 m3/det dan tinggi efektif 1,77 m menghasilkan daya 1,7662 kW dan energi tahunan 15472 kWh, sedangkan Desain II dengan debit 0,02 m3/det dan tinggi efektif 2,0699 m menghasilkan daya 0,2762 kW dan energi tahunan 2419,13 kWh. Rumah turbin kedua desain dirancang dengan fondasi dangkal bujur sangkar dan dianalisis dengan persamaan Schmertmann menggunakan SF 3 menghasilkan bahwa kedua desain aman.
ANALISA KETAHANAN GESER TANAH LEMPUNG DI WILAYAH UNIVERSITAS KADIRI DENGAN UJI KUAT GESER LANGSUNG Khoirun Nisa'; Agata Iwan Candra; Mohammad Abdul Aziz Hanafi; Rahmat Heru; Arif Rivianto
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.193 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.61580

Abstract

Tanah lempung adalah salah satu jenis tanah lunak berbutir halus dan memiliki luas permukaan yang lebih besar dibanding diameter partikelnya. Tanah lempung memiliki kompresibilitas dan pemampatan yang tinggi, serta memiliki sifat kembang susut akibat interaksi dengan air. Faktor tersebut mengakibatkan daya dukung tanah menjadi rendah sehingga rawan terjadi kelongsoran apabila tanah tersebut dijadikan sebagai dasar perletakan konstruksi. Oleh karena itu perlu dilakukan stabilisasi tanah. Tujuan stabilisasi tanah adalah untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan beban dan daya dukung dengan peningkatan parameter kuat geser tanah. Berdasarkan hasil penelitian uji kuat geser langsung yang dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Kadiri menggunakan mesin Direct Shear Test diperoleh  nilai kohesi sebesar 0,224 kPa dan nilai sudut geser dalam sebesar 3,783°, sehingga dapat disimpulkan bahwa tanah di wilayah Universitas Kadiri ini rawan terjadi kelongsoran dan perlu dilakukan upaya stabilisasi tanah apabila difungsikan sebagai dasar perletakan suatu konstruksi.
TAHANAN LATERAL SAMBUNGAN GESER GANDA KAYU KARET FJLB – PELAT BESI DENGAN ALAT SAMBUNG BAUT Sherly Octavia; Ali Awaludin Awaludin; Urwatul Wusqo
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.189 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.62337

Abstract

Rumah Instan Kayu (RIKA) merupakan salah satu rumah tahan gempa yang direkomendasikan untuk percepatan perbaikan pembangunan rumah terdampak bencana memiliki tantangan terutama dalam penyediaan material kayu. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan menggunakan material Finger Joint Laminated Board (FJLB) sebagai komponen struktur. Untuk desain bangunan tahan gempa, salah satu komponen yang perlu ditinjau dengan teliti adalah komponen sambungan. Pada penelitian ini, tahanan lateral dari sambungan FJLB dengan baja akan dikaji. Alat sambung yang digunakan adalah baut. Sambungan diuji dengan menggunakan beban monotonik pada arah sejajar serat dan tegak lurus serat. Hasil pengujian pada 12 benda uji dengan standar ASTM D-5764-97a kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan manual menggunakan teori European Yield Model (EYM) yang tertera pada Eurocode 5. Dari pengujian, didapatkan rata-rata nilai tahanan lateral per baut adalah sebesar 18,63 kN (sambungan sejajar serat) dan 15,22 kN (sambungan tegak lurus serat). Rasio antara nilai tahanan lateral hasil pengujian dan perhitungan manual menggunakan teori EYM mendekati nilai 1, dimana sebagian besar mode kegagalan sambungan dari hasil pengujian mendekati mode kegagalan sambungan secara teoritis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi teori EYM pada sambungan FJLB dengan baja menggunakan alat sambung baut masih cukup relevan dan memberikan hasil yang cukup dekat dengan hasil pengujian.
KINERJA BETON MENGANDUNG AGREGAT KASAR DAUR ULANG LIMBAH BONGKAHAN BETON syahrul syahrul
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.152 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.63206

Abstract

Limbah beton yang dihasilkan konstruksi dan pembongkaran adalah masalah utama yang diproduksi dalam jumlah besar, pemanfaatan limbah bongkahan beton secara keseluruhan sebagai pengganti bahan agregat konvensional merupakan cara untuk mereduksi limbah hasil pembuatan sampel pengujian dan konstruksi serta mengurangi ekplorasi material alam yang berdampak pada lingkungan dan berbagai pencemaran sumber daya alam akibat emisi debu dan limbah. Bahan limbah sepenuhnya dapat didaur ulang dan dapat digunakan dengan beberapa kemanfaatan. Kinerja material agregat daur ulang dari limbah bongkahan beton memiliki potensi yang dapat mempengaruhi kekuatan material beton. Penggunaan agregat kasar berkisar 70 hingga 80 % pada campuran beton sehingga penggunaan kembali agregat kasar beton daur ulang telah dilaporkan secara luas, tetapi hanya sedikit penelitian yang berfokus pada daur ulang dan ekstraksi nilai dari butiran beton. Pengujian laboratorium metode yang digunakan dengan beberapa parameter mengetahui sifat fisik material campuran beton dan karakteristik kekuatan tekan beton kubus 150 mmx 150 mm x 150 mm dengan jumlah 12 sampel 0 % agregat kasar limbah daur ulang dan 12 sampel 100 % agregat kasar daur ulang, kekuatan tekan beton ditinjau pada 3 dan 28 hari setelah dilakukan perawatan berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Kekuatan tekan beton agregat limbah daur ulang bongkahan beton meningakat 11,54 % pada umur 3 hari dan terjadi penurunan 27,64 % pada umur 28 hari terhadap kekuatan tekan beton agregat alami
PEMETAAN ANALISIS KEBUTUHAN PENYEDIAAN AIR MINUM INSTALASI PENGELOLAAN AIR BEDOG TIRTAMARTA KOTA YOGYAKARTA Evy Kusumaningrum; Rizky Andika; Lily Handayani
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.876 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.63151

Abstract

Instalasi Pengelolaan Air Bedog termasuk sub Sistem pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Tirtamarta. Air sumber di instalasi Pengeloaan Air Bedog berasal dari air tanah dengan membuat sumur dala . Saat ini permasalahan yang timbul adalah semakin bertambahnya pelanggan dan meningkatnya permintaan sedangkan debit air setiap tahunnya menurun. Dengan melihat permasalahan yang ada tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan  teknologi SIG untuk memetakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  guna memberikan informasi batasan pelayanan pelanggan yang terlayani pada daerah pelayanan IPA Bedog. Pemetaan kondisi SPAM IPA Bedog menggunakan program QGIS 3.10 berdasarkan hasil pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi literatur, dan praktik lapangan. Yang kemudian dilakukan pengolahan data analisis kebutuhan air dan analisis ketersediaan air baku menggunakan metode proyeksi Least Square (Regresi Linier). Dari hasil analisis kebutuhan air dan ketersediaan air baku di dapatkan bahwa dari hasil proyeksi ketersediaan air SPAM IPA Bedog mengalami penurunan debit di tiap tahunnya. Ketersediaan air baku SPAM IPA Bedog pada tahun 2035 sebesar 48,05 liter/detik, sedangkan kebutuhan air di tahun 2035 sebesar 286,07 liter/detik. Sesuai hasil analisis yaitu menurunnya debit setiap tahunnya maka perlu ada solusi lain misalnya dengan memanfaatkan air baku yang diambil dari air permukaan misalnya sungai.
EVALUASI PEMERIKSAAN INTEGRITAS BETON PONDASI BORED PILE BERDASARKAN UJI PIT (PILE INTEGRITY TEST) DAN UJI CSL (CROSSHOLE SONIC LOGING) Ervina Yonamastuti; Mufti Astu Naufal; Hinawan Teguh Santoso
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.389 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.65109

Abstract

Pondasi bor (bored pile) merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang pembuatannya dilakukan dengan cor di tempat (cast in-situ) sesuai dengan kedalaman rencana.  Kontrol mutu pekerjaan pengecoran pada pondasi bor berupa integritas beton tidak memungkinkan dilakukan secara visual karena tertanam di dalam lubang bor. Oleh karena itu, metode uji non-destructive dengan Pile Integrity Test (PIT) dan Crosshole Sonic Logging (CSL) lazim digunakan untuk mendapatkan gambaran integritas beton pondasi bor. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel berupa 4 buah pondasi bor dengan diameter 1000 mm pada Proyek Paket Penggantian Jembatan Besuk Kobo’an, Lumajang, Jawa Timur. Pengujian integritas beton dengan PIT dilakukan terhadap 2 buah tiang uji, yaitu A15 dengan kedalaman 20,70 m dan B12 dengan kedalaman 23,60 m. Adapun pengujian integritas beton dengan CSL dilakukan pada 2 buah tiang uji, yaitu A1 dengan kedalaman 17,50 m dan B5 dengan kedalaman 22,28 m. Hasil pengujian PIT pada kedua tiang uji menunjukkan bahwa integritas beton tiang tersebut masuk dalam kategori undamage dengan nilai impedansi (BTA) sebesar 100%. Untuk hasil pengujian CSL pada kedua tiang uji menunjukkan bahwa integritas beton tiang tersebut masuk dalam kategori Good (G) dengan nilai FAT antara 0 sampai 10% serta reduksi energi <6 dB. Dapat disimpulkan bahwa seluruh sampel pondasi bor yang dilakukan pengujian PIT dan CSL memiliki integritas beton yang baik. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian dalam pelaksanaan uji CSL, yaitu jumlah dari pipa akses yang digunakan, bahan penyambung pipa akses, dan waktu pelaksanaan pengujian.
PERENCANAAN PONDASI GERBANG TOL KUTANEGARA PROYEK TOL JAKARTA-CIKAMPEK II BERDASARKAN DATA CONE PENETRATION TEST (CPT) Siti Nurlita Fitri; Erik Wahyu Pradana
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Civil Engineering Study Program, Engineering Faculty Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.917 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i2.68619

Abstract

The Jakarta Cikampek II Toll Road has several toll gates that require an analysis of the substructure against the load from the upper structure, one of them is the Kutanegara Toll Gate. The design of the substructure (foundation) is calculated based on upper loads and reactions from the superstructure. This study aims to analyze the bearing capacity of the deep foundation due to the reaction of the upper structure. As a result, this analysis ensures the safe condition of the infrastructure system. The method of this study use bearing capacity analysis based on the Cone Penetration Test (CPT) investigation with the Schmertmann and Nottingham Approach which is combined with the calculation of pile group efficiency using the Converse-Labarre formula. Based on the results of a soil investigation using CPT, the subgrade is clay soil at a depth of 0-10m with a qc value of 30-160 kN/m2 with a γ value of 18-20 kN/m3 and a cohesion of 50 kN/m2. The bearing capacity result at a depth of 10m reaches 428.71 kN. The pile configuration uses 2x2 piles with a diameter of 40cm and a pile cap size of 2m x 2m. The maximum Pu describes 193.6 kN, this value is still less than the bearing capacity of the pile which means the safety condition. This research is expected to be a reference for the analysis of the bearing capacity of the bottom structure for related toll gate designs.