cover
Contact Name
Royan Nur Fahmi
Contact Email
royanjonero@gmail.com
Phone
+6287888344094
Journal Mail Official
royanjonero@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Jalan Anyar Km. 4, Sukahati, Citeureup, Bogor, Jawa Barat 16810, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
ISSN : 26855135     EISSN : 26858053     DOI : https://doi.org/10.26499/jbipa
Core Subject : Education,
The scope of this journal encompasses enhancement of BIPA teaching methods, BIPA (Indonesian as a Foreign Language/IFL) learning outcomes, development of BIPA (IFL) teaching materials, curriculum of BIPA (IFL), and studies on Indonesian language internationalization policies.
Articles 66 Documents
Interferensi Fonologis Bahasa Jepang terhadap Bahasa Indonesia pada Pemelajar BIPA di PT Sakai Mulia Koken Indonesia Sarra Nurfitriani; Dona Karunia Putra
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i1.3626

Abstract

Interferensi fonologis bahasa Jepang terhadap bahasa Indonesia yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Jepang merupakan salah satu kendala yang dialami oleh pemelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interferensi yang terjadi pada pemelajar, faktor penyebab interferensi, dan solusi interferensi bahasa Jepang terhadap bahasa Indonesia yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Jepang di PT Sakai Mulia Koken Indonesia. Penelitian dimulai dari 20 Oktober hingga 11 November 2020 di PT Sakai Mulia Koken Indonesia, Sumber data dalam penelitian ini adalah pemelajar atau penutur asing yang sedang belajar berbahasa Indonesia yang dengan jumlah informan yang diambil berjumlah 3 orang yang merupakan pemelajar BIPA level A1 (Pemula). Pada penelitian ini penulis menggunakan tiga metode dalam menganalisis, yaitu: metode padan artikulatoris, metode padan ortografis, dan metode komparatif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik rekam, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat (transkripsi).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi dalam bentuk perubahan bunyi fonem, penambahan fonem, penghilangan fonem, dan pemenggalan fonem pada ketiga subjek yang diteliti. Ditemukan sebanyak 564 interferensi, frekuensi interferensi fonem vokal sebanyak 11 interferensi, dan interferensi fonem konsonan sebanyak 553 interferensi pada ketiga subjek. Interferensi fonologis pada penutur asing dapat diatasi salah satunya saat pembelajaran BIPA dapat menggunakan metode praktik langsung (drill method) dan metode audiolingual dan memperbanyak frekuensi interaksi menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran maupun diluar pembelajaran.
Persepsi dan Produksi Tuturan BIPA Penutur Jati Bahasa Inggris Faisal Azhar
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v2i2.2847

Abstract

Speakers of two or more languages or known as multilinguist who could produce speech yet differently from their perception. A language which used outside their social context generally known as foreign language. The Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia has since 2017 held a program titled Apresiasi PemenangLomba Berpidato dan Bercerita (APLBB BIPA) which awardees are from around the globe. In 2019, the awardees were the winner of speech and story-telling competition in Indonesian Embassies and Consulates from twenty-one countries, including the L1 English-speaker from Australia, and the United States of America. L2 speakers often produce different speech than they have perceived, in this case, with the awardees of APLBB BIPA L1 English-speakers. Based on perception and speech production analysis, it is found that phonological variables such as vocals, consonants, and sound-added vocals produced by L1 English-speaker awardees appeared. This means that they perceived the sounds differently from their speech productions
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Kosakata Melalui Aplikasi Kuis Kosakata Daring bagi Pemelajar BIPA Level A2 Christine Permata Sari
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4209

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi efektivitas penggunaan aplikasi permainan kosakata daring untuk meningkatkan pemahaman kosakata dan makna dalam konteks pada pemelajar BIPA level A2. Penelitian ini didasarkan pada evaluasi performa pemelajar dalam memahami kosakata ketika berada pada level sebelumnya Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dan menggunakan observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Aplikasi kuis daring yang dipakai adalah Quizizz dan Wordwall yang dipakai secara bergantian karena mempunyai fitur yang berbeda – beda. Ada lima set kuis yang dibuat dengan model latihan soal yang bervariasi. Hasil kuis dianalisis termasuk skor dan jenis eror yang dibuat oleh pemelajar. Selanjutnya untuk tahap terakhir, murid mendapatkan tes kosakata tertulis sebagai ujian akhir program. Semua hasil kuis dan tes diolah bersama dengan hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunaan aplikasi permainan kosakata daring murid lebih menguasai kosakata dan memakainya sesuai dengan konteks yang benar. Pemelajar juga mampu memahami kalimat secara reseptif dan mampu memproduksi tuturan yang bermakna baik secara lisan dan tertulis. 
Sastra Lisan Kidung Rumeksa Ing Wengi Karya Sunan Kalijaga sebagai Materi Ajar BIPA Tingkat Lanjut Sri Lestari Sunardi
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4204

Abstract

Pembelajaran BIPA berbasis kearifan lokal dengan mengenalkan lagu sebagai wujud dari kekayaan budaya nusantara merupakan sebuah cara menarik minat pelajar asing. Budaya nusantara yang memiliki keanekaragaman dapat dimanifestasikan melalui lagu yang bernafaskan ajaran moral dan tata nilai untuk hidup seimbang. Tujuan penelitian ini yaitu memaparkan sastra lisan yang berupa kidung rumeksa ing wengi sebagai materi ajar untuk mahasiswa asing yang berminat mendalami budaya nusantara khususnya Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Teknik validasi data menggunakan triangulasi teori dan teknik analisis data dengan semiotik Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi ajar sastra lisan Kidung Rumeksa ing Wengi dapat diberikan kepada pembelajar BIPA tingkat lanjut dengan cara mengartikannya terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia kemudian baru diperdengarkan versi aslinya.  Kata kunci: BIPA,  materi ajar, sastra lisan, kidung
Pemanfaatan Linguistik Korpus dalam Menentukan Kata Berfrekuensi Tinggi pada Buku Sahabatku Indonesia BIPA 1 Diyah Wahyuningtyas; Tri Mastoyo Jati Kesuma
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4125

Abstract

The purpose of writing this article is describing parts of speech ‘kelas kata’ in the book “Sahabatku Indonesia BIPA 1 Umum”. The parts of speech were analyzed using a tool-based corpus, namely AntConc. The aim of using AntConc is for deciding the frequent or word using on that book. The result of this research is shown (1) ten high frequency words in the book “Sahabatku Indonesia BIPA 1 Umum” is: dan (402); di (289); saya (219); yang (199); ada (159); ini (159);  dengan (145); untuk (125); kegiatan (113); apa (106); and also (2) the frequency of occurrence of parts of speech is noun (4.783); verb (2.134); particle (1.756); adjektive (948); pronoun (923); adverb (415); numeral (207); dan clitic (10).
Penerapan Metode Berbasis Komunitas dengan Pembiasaan Aktivitas Sehari-Hari pada Pembelajaran Ika Martanti Mulyawati
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4206

Abstract

Berkomunikasi secara aktif adalah tujuan utama pembelajar BIPA. Bahan ajar yang optimal dapat diterapkan dengan metode yang tepat, agar BIPA dapat dipahami oleh pembelajar. Tujuan tulisan ini adalah mendeskripsikan metode pembelajaran berbasis komunitas pada pembiasaan sehari-hari untuk mengoptimalkan bahan ajar BIPA. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriftif dengan pengumpulan data dengan studi pustaka dan wawancara. Hasil yang signifikan dapat dilihat dari banyaknya kosakata yang mereka gunakan saat presentasi berlangsung di kelas. Hal itu diperoleh dari bantuan komunitas kelompok yang mendampingi selama melakukan aktivitas mereka diluar perkuliahan saat di kampus. Pembiaasaan lain juga berlangsung di tempat tinggal mereka yang dipantau oleh kakak senior yaitu mahasiswa Thailand yang terlebih dahulu kuliah di program studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Raden Mas Said Surakarta. Bahan ajar A1 untuk kategori pembelajar BIPA bagi pemula dapat dioptimalkan dengan metode pembelajaran berbasis komunitas ini. Kenyamanan dengan anggota kelompok jadi hal penting untuk keberhasilan pembelajarn ini. Hasil yang bisa dilihat adalah mahasiwa Thailand yang pada dasarnya menggunakan bahasa Melayu yang serumpun dengan bahasa Indonesia, menyerap cepat kosakata yang berlangsung dari percakapan sehari-hari. Kata Kunci: BIPA, Pembiasaan, Metode Komunitas
Pemanfaatan Media Digital G Suite For Education dalam Pembelajaran BIPA Jarak Jauh di University Of Vienna Hilda Septriani
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4174

Abstract

The Covid-19 pandemic has affected almost all social structures, including education. Learning Indonesian language for Foreign Speakers (BIPA) is one of the teaching fields that are affected. The targets of BIPA learners to be discussed in this study are Austrian citizens who studied Indonesian language at the University of Vienna for winter semester between 2020-2021. The use of various technological media and digitalization strategies carried out during BIPA teaching is a precise effort that is implemented to deal with the effectiveness of distance learning. The research method that will be used by the author is descriptive analysis and literature study to describe digitalization strategies in online BIPA teaching for students in Austria. The purpose of this study is to identify the utilization of digital media G Suite for Education in online BIPA teaching for students at the University of Vienna. However, the ability to access digital media is still considered difficult by some students in the class. These various digitalization and implementation strategies will be described in more detail in the research results as a representation of the effectiveness of using various technology platforms in the teaching of BIPA.
Representasi Budaya Jawa dalam Film “Lagi-Lagi Ateng” Karya Monty Tiwa serta Implementasinya sebagai Bahan Ajar BIPA Tingkat Mahir Tiya Agustina
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4324

Abstract

AbstractThere are many ways to improve the quality of BIPA institutions, one of which is through teaching materials. Films can be used as an alternative choice of media for delivering teaching materials in introducing language and culture to foreign students. This research is a qualitative descriptive study with a content analysis strategy in the film "Lagi-Lagi Ateng" by Monty Tiwa. The data sources in this research are shot/sequence/scene and dialogue text contained in the film. The data collection technique used the listening and note-taking technique. The data validity technique uses source triangulation and theory. Finally, the data analysis technique uses the Miles & Huberman model. Based on the results and discussion, it was found that the cultural aspects of objects in the film "Lagi-Lagi Ateng" include, among others, a) clothing, in the form of palace clothing and buns, b) technology, in the form of wooden rakes and buffalo for plowing the fields, c) cultural arts, in the form of caping and songong, and d) typical food such as tempeh. The representation of Javanese culture in the category of non-object culture includes, among others, a) belief, in the form of kejawen which has animist and shamanic belief patterns, b) values and norms, in the form of adjusting attitudes and speech aimed at creating harmony between human beings. This teaching material can be developed based on the innovativeness of the teacher.Keywords: Cultural Representation, Film, BIPA
Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia oleh Pemelajar BIPA Level Dasar (BIPA 1) di Hanoi Vietnam Eko Widianto
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.3292

Abstract

BIPA students in Hanoi, Vietnam have unique characteristics. For this reason, this study aims to reveal the learning difficulties of BIPA students at the basic level. This research is a case study that describes the difficulties of BIPA students in Hanoi, Vietnam in learning Indonesian language and culture. The research was conducted with an autoethnographic approach. The data of this research are fragments of speech and learning outcomes of BIPA students. This is generated from data sources in speech and discourse in BIPA learning in the classroom. The data is generated from the natural observation process. The data was presented informally. These difficulties become their unique and distinctive character. This can be used as a basis for preparing teaching materials and learning processes. In general, some difficulties are found at the phonological, morphological, syntactic, and discourse levels. For example, the word [rusak] becomes [lusak], [ramai] becomes [zamai], and [rajin] becomes [lajin]. This is influenced by the habits of Vietnamese speakers who often pronounce the sound [r] at the beginning of the word to become [z], such as [rau] to [zau] which means 'vegetable', [rεt] becomes [zεt] which means 'very'. The difficulty of BIPA students is generally influenced by their first or second language, namely Vietnamese and English. Therefore, these difficulties need to be identified and grouped as recommendations for learning BIPA in Hanoi, Vietnam in the next period.
Pemanfaatan Aplikasi SIPEBI untuk Pemelajar BIPA Syihaabul Hudaa
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4201

Abstract

Learning Indonesian for foreign speakers is not an easy thing. This difficulty arises because in Indonesian there are various kinds of language rules regulated by: KBBI, PUPI, PUEBI, and other grammars. The purpose of writing this article is to convey that the use of technology can streamline learning activities. This paper will discuss how the Sipebi application can be used for BIPA learning activities, especially in studying writing competence. This article is still limited to a literature review, so this design still needs to be implemented in learning activities. However, the use of the Sipebi application in improving the ability of BIPA students in writing was considered effective based on the design presented by the researcher. The design includes: application introduction, installation, application utilization, writing, and evaluation. By utilizing the Sipebi application, researchers hope that BIPA students will be happier learning Indonesian.