cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Psibernetika
ISSN : 19793707     EISSN : 25810871     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psibernetika (P-ISSN 1979-3707, E- ISSN 2581-0871) adalah jurnal psikologi yang berfokus pada hasil-hasil penelitian ilmiah psikologi yang mencakup Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Positif. Jurnal Psibernetika diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Universitas Bunda Mulia, Jakarta. Jurnal Psibernetika terbit dua kali dalam setahun di bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PARA GURU DI SEKOLAH “X” Laura Francisca Sudarnoto
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1858

Abstract

Guru merupakan figur teladan yang utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Guru yang memiliki kesehatan atau kesejahtearaan psikologis akan menjadi model yang benar bagi kesehatan mental para anak didik mereka. Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi individu yang sehat, bahagia, dan puas pada kualitas kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor anteseden yang mendukung kesejahteraan psikologis para guru. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data berupa instrumen skala penilaian. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel kesejahteraan psikologis, kepercayaan diri, dan kecerdasan emosional. Teknik analisis data adalah analisis regresi ganda. Subjek penelitian sebanyak 95 guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA sekolah “X” yang berlokasi di Jakarta Pusat. Hasil analisis deskrptif menunjukkan bahwa hampir seluruh guru (>90%) memiliki kesejahteraan psikologis, kepercayaan diri, dan kecerdasan emosional berada pada kategori yang tinggi dan sangat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kepercayaan diri merupakan faktor anteseden yang mendukung kesejahteraan psikologis para guru. Kecerdasan emosional memberikan nilai sumbangan yang lebih besar terhadap kesejahteraan psikologis daripada faktor kepercayaan diri. Pimpinan sekolah perlu memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para guru secara terprogram dan berkelanjutan, khususnya dalam mengelola kematangan dalam kemampuan emosional.
FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PERUNDUNGAN PADA PELAJAR USIA REMAJA DI JAKARTA Wenny Theodore; Shanty Sudarji
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1745

Abstract

Perundungan pada pelajar merupakan masalah yang marak terjadi di Jakarta. Perundungan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok. Untuk mencegah perilaku perundungan yang terjadi, pelajar perlu diberikan interevensi dari berbagai pihak berdasarkan pada faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan mempengaruhi pelajar usia remaja dalam melakukan perilaku perundungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah wawancara dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan meliputi koding, organisasi data, analisis tematik, tahapan interpretasi dan mengetahui keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber untuk pengujian terhadap dugaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok pada WA, J dan NC. Perilaku perundungan yang dilakukan AE disebabkan oleh faktor pola asuh, sekolah dan norma kelompok. Sedangkan perilaku perundungan yang dilakukan AJ disebabkan oleh faktor pola asuh dan norma kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa faktor pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok dapat menyebabkan pelajar melakukan perilaku perundungan. Kemudian, terdapat kaitan antara faktor pola asuh, sekolah dan norma kelompok.
POLA ASUH ORANGTUA DAN KECENDERUNGAN ADIKSI GAME ONLINE PADA REMAJA AKHIR DI JAKARTA Yosephine Yosephine; Teguh Lesmana
Psibernetika Vol 13, No 1 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i1.2272

Abstract

Perkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif terhadap penggunanya. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah munculnya perilaku bermain online game sampai kecenderungan kecanduan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kecenderungan adiksi online game remaja akhir di Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah adalah penelitian korelasional dengan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik non random sampling dengan jenis adalah Purposive sampling. Penelitian korelasional dilakukan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kecenderungan adiksi online game remaja akhir (18-21 tahun) di Jakarta. Pada pengumpulan data penelitian, peneliti mengunakan kuesioner The Development of Indonesian Online Game Addiction Questionnaire yang dikembangkan oleh Jap et al. dan Construction and Validation of PS-FFQ (Parenting Style Four Factor Questionnaire) yang dikembangkan oleh Shyny. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif antara pola asuh orangtua dengan kecenderungan adiksi online game pada remaja akhir berdomisili di Jakarta. Jadi semakin tinggi pola asuh orangtua, maka semakin tinggi kecenderungan adiksi online game yang ia rasakan. Hasil uji korelasi antara setiap dimensi pola asuh orangtua dengan kecenderungan adiksi online game, hanya ada dimensi authoritative yang menunjukkan tidak ada hubungan dengan kecenderungan adiksi online game. Sedangkan hasil uji korelasi dengan dimensi authoritarian, neglect, dan permissive terdapat hubungan positif dan ada hubungan dengan kecenderungan adiksi online game.
PENGARUH USIA TERHADAP REGULASI DIRI AKADEMIK MAHASISWA PADA KONDISI STUDY FROM HOME Eka Apristian Pantu
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2469

Abstract

The increasingly massive Covid-19 transmission forces universities to carry out study from home (SFH) activities. In SFH, individuals are required to organize their own learning at home, so the learning can run effectively. The ability of individuals to regulate their own learning is called self-regulated learning (SRL). Age is one of the factors that can influence SRL. The study was conducted to examine the effect of age on SRL. Respondents in this study were 296 students from all over Indonesia who were selected through the incidental sampling method. This study uses a self regulated learning scale that has been adapted into Indonesian. The results showed that age had a significant and positive effect on individual SRL (p= 0,008, β=0,153).
EFEKTIVITAS METODE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SEKOLAH X Vania Priskila; Heni Mularsih
Psibernetika Vol 13, No 1 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i1.2315

Abstract

Bahasa merupakan aspek yang penting dalam tahap perkembangan. Pembelajaran bahasa juga diterapkan di jenjang pendidikan bahkan sejak pendidikan sekolah dasar. Salah satu pembelajaran bahasa yang dimuat di sekolah adalah Bahasa Inggris. Bahasa Inggris bukan merupakan bahasa kedua di Indonesia melainkan masuk sebagai muatan bahasa asing. Pentingnya pembelajaran bahasa juga perlu diimbangi dengan metode pembelajaran yang tepat agar siswa menikmati proses pembelajaran, salah satunya dengan cooperative learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji keefektifan metode numbered heads together untuk meningkatkan kosakata Bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar kelas 1 secara signifikan.Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan one group Pretest-Posttest Design. Metode cooperative learning yang diterapkan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah numbered heads together. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t = -.889 dan sig. (2-tailed) .415.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Angka 1-3 Melalui Metode Stimulasi Multisensoris dan Reinforcement Pada Anak Tuna Grahita Sedang Nathaniele Esterina; Ikhmahwati Tan Mutiara; Cindy Febriani Lee
Psibernetika Vol 13, No 2 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i2.2383

Abstract

ABSTRACTEvery children in Indonesia, including children with special needs, has the same chance and right to pursue education. Intellectual disability children is the condition in which their intelligence experiences obstacles characterized by below-average intelligence and not proficient in social interaction that makes them to experience difficulties in learning and academic abilities such as writing which causes them to lag behind their other friends. The researchers’ aim is to improve the intellectual disability children’s ability to write numbers 1-3 through multisensory and reinforcement method. The research method is Single Subject Research (SSR) with A-B-A’ design (with 3 phases; pre-test, intervention, post-test). The initial of the subject in this research is G, 5 years old.Keywords: mental disability, multisensory stimulation, reinforcement, writing number ABSTRAKSetiap anak di Indonesia, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk menempuh pendidikan. Anak tunagrahita adalah kondisi dimana kecerdasan anak mengalami hambatan ditandai dengan intelegensi dibawah rata-rata dan tidak cakap dalam interaksi sosial sehingga mengalami kesulitan dalam belajar maupun kemampuan akademis seperti menulis yang akhirnya menyebabkannya tertinggal dengan teman-temannya yang lain. Tujuan yang diharapkan oleh peneliti adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis angka 1-3 melalui metode multisensoris dan reinforcement pada anak tunagrahita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A’ (dengan tiga tahap yaitu pre-test, intervensi, post-test). Subyek dalam penelitian berinisial G berusia 5 tahun.Kata kunci: kemampuan menulis angka, reinforcement, stimulasi multisensori, tunagrahita
SELF-COMPASSION PADA WANITA DEWASA MUDA PENYINTAS BUNUH DIRI Anthony Anthony; Garvin Garvin
Psibernetika Vol 13, No 1 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i1.2311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self-compassion pada wanita penyintas bunuh diri. Wanita pada rentang usia 15-29 tahun merupakan rentang usia yang paling rentan terhadap bunuh diri sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Penelitian sebelumnya menemukan bahwas self-compassion berhubungan dengan keinginan bunuh diri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode in-depth interview. Penelitian ini melibatkan 4 orang subjek yang semuanya berjenis kelamin perempuan, berada pada tahap perkembangan dewasa muda, dan pernah melakukan percobaan bunuh diri. Hasil penelitian menemukan bahwa tiga subjek masih mengalami self-judgement sedangkan seorang subjek sudah mulai mengembangkan self-kindness. Kemudian keempat subjek masih mengalami isolation dan belum mengembangkan common humanity. Keempat subjek juga masih lebih cenderung melakukan over identification dibandingkan mindfulness. Meski selamat dalam upaya percobaan bunuh diri, namun keempat subjek masih belum dapat menyelesaikan permasalahan hidupnya dan masih menyimpan rasa kecewa dengan dirinya sendiri. Peneliti menyimpulkan bahwa keempat subjek masih belum memiliki self-compassion dengan baik. Adapun satu orang subjek sudah mulai mengembangkan self-kindness yang merupakan komponen positif dari self-compassion dan subjek ini diketahui memiliki social support dari orang di sekitarnya. Penelitian ini menyarankan agar keluarga maupun sahabat dari penyintas bunuh diri dapat memberikan dukungan sosial untuk mengembangkan self-compassion..
MOTIVASI HEDONIC DAN UTILITARIAN MAHASISWA ATLET DENGAN PURCHASE INTENTION PADA PERALATAN OLAHRAGA SECOND-HAND Javier Natanael Oswaldo Sugiarto; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka; Anton Johannes Tjahjoanggoro
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2642

Abstract

Mahasiswa berstatus atlet memerlukan peralatan olahraga untuk mendukung aktifitasnya, namun harga peralatan olahraga baru yang ditawarkan produsen terkadang tidak sesuai dengan budget mahasiswa. Seringkali mahasiswa berstatus atlet membeli peralatan olahraga secara second-hand untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hedonic dan utilitarian motivation dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand. Responden penelitian ini mahasiswa atlet berusia 18–25 tahun (N=187) dan menggunakan teknik purposive sampling untuk teknik pengambilan datanya. Uji korelasi Product Moment menunjukkan bahwa hedonic dan utilitarian motivation memiliki hubungan positif dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand di kalangan mahasiswa atlet. Pada hedonic motivation diketahui bahwa motif mahasiwa berstatus atlet membeli peralatan olahraga second-hand didasari oleh kesenangan saat mencari barang, dapat berkomunikasi dengan orang lain, mempelajari tren, menghilangkan masalah atau stress, serta mencari berbagai pengalaman personal lainnya. Sedangkan pada utilitarian motivation motif mahasiswa membeli peralatan olahraga second-hand adalah melihat fungsi barang. Para mahasiswa atlet diharapkan dapat mengenali dan mengelola shopping motivationnya agar tidak muncul perilaku impulsive buying, namun diharapkan mereka dapat fokus pada tujuan membeli peralatan olahraga.Kata Kunci: purchase intention, hedonic motivation, utilitarian motivation, second-hand Mahasiswa berstatus atlet memerlukan peralatan olahraga untuk mendukung aktifitasnya, namun harga peralatan olahraga baru yang ditawarkan produsen terkadang tidak sesuai dengan budget mahasiswa. Seringkali mahasiswa berstatus atlet membeli peralatan olahraga secara second-hand untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hedonic dan utilitarian motivation dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand. Responden penelitian ini mahasiswa atlet berusia 18–25 tahun (N=187) dan menggunakan teknik purposive sampling untuk teknik pengambilan datanya. Uji korelasi Product Moment menunjukkan bahwa hedonic dan utilitarian motivation memiliki hubungan positif dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand di kalangan mahasiswa atlet. Pada hedonic motivation diketahui bahwa motif mahasiwa berstatus atlet membeli peralatan olahraga second-hand didasari oleh kesenangan saat mencari barang, dapat berkomunikasi dengan orang lain, mempelajari tren, menghilangkan masalah atau stress, serta mencari berbagai pengalaman personal lainnya. Sedangkan pada utilitarian motivation motif mahasiswa membeli peralatan olahraga second-hand adalah melihat fungsi barang. Para mahasiswa atlet diharapkan dapat mengenali dan mengelola shopping motivationnya agar tidak muncul perilaku impulsive buying, namun diharapkan mereka dapat fokus pada tujuan membeli peralatan olahraga. 
KEPUASAN PERKAWINAN PADA PASANGAN MARRIED BY ACCIDENT Maria Nona Nancy; Maria Megaloma H. Gaharpung; Maria Himelta Astri Yuni
Psibernetika Vol 13, No 2 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i2.2321

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan perkawinan pada pasangan married by accident. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan skala Likert modifikasi. Skala yang digunakan oleh peneliti adalah skala kepuasan perkawinan. Kepuasan perkawinan diukur berdasarkan aspek-aspek kepuasan perkawinan yaitu Communication, Leisure Activity, Religious Orientation,  Conflict Resolution, Finansial Management, Sexual Orientation, Family and Friends, Children and Parenting, Personality Issues, dan Equalitarian Role yang terdiri dari 16 item valid dengan reliabilitas sebesar 0.844. Sampel dalam penelitian ini adalah 59 pasang suami istri dengan latar belakang married by accident di kota Maumere dengan lokasi penelitian di wilayah kecamatan kecamatan Alok Timur, kecamatan Alok dan kecamatan Alok Barat. Hasil penelitian menunjukkn bahwa kepuasan perkawinan pada pasangan married by accident tergolong sedangKata Kunci: kepuasan perkawinan, married by accident
PERBEDAAN PERILAKU ALTRUISME DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN DAN JENIS KELAMIN PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS Annisa - Fitriani; Galistara - Kusumaningrum
Psibernetika Vol 13, No 2 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i2.2332

Abstract

Altruism is a helping act carried out without coercion and without expecting compensation from the person being helped. This study aims to determine differences in altruistic behavior in terms of personality types and gender in high school adolescents. The hypothesis proposed in this study is that there are differences in altruistic behavior in terms of personality types and gender in high school adolescents. The subjects of this study were 71 students of SMA Negeri 6 Metro. This study uses two data collection methods, first, the psychological scale (altruism behavior scale) of 35 items (α = 0, 937). Second, using 60 personality test instruments (MBTI) with the number stated in the respondent's gender identity. Based on the results of the analysis that has been done, it can be taken the results of the analysis of FA = 13,433 with p = 0,000 (p <0.01) which means there are differences in altruistic behavior in terms of personality types. FB = 13, 433 with p = 0,000 (p <0.01) which means that there are differences in altruistic behavior in terms of gender. FAB = 0.024 with a value of p = 0.879 (p> 0.05) which means there is no interaction between personality type and gender on altruistic behavior.Keywords: Altruistic behavior, gender, personality typeAltruism is a helping act carried out without coercion and without expecting compensation from the person being helped. This study aims to determine differences in altruistic behavior in terms of personality types and gender in high school adolescents. The hypothesis proposed in this study is that there are differences in altruistic behavior in terms of personality types and gender in high school adolescents. The subjects of this study were 71 students of SMA Negeri 6 Metro. This study uses two data collection methods, first, the psychological scale (altruism behavior scale) of 35 items (α = 0, 937). Second, using 60 personality test instruments (MBTI) with the number stated in the respondent's gender identity. Based on the results of the analysis that has been done, it can be taken the results of the analysis of FA = 13,433 with p = 0,000 (p <0.01) which means there are differences in altruistic behavior in terms of personality types. FB = 13, 433 with p = 0,000 (p <0.01) which means that there are differences in altruistic behavior in terms of gender. FAB = 0.024 with a value of p = 0.879 (p> 0.05) which means there is no interaction between personality type and gender on altruistic behavior.Keywords: Altruistic behavior, gender, personality type