cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Psibernetika
ISSN : 19793707     EISSN : 25810871     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psibernetika (P-ISSN 1979-3707, E- ISSN 2581-0871) adalah jurnal psikologi yang berfokus pada hasil-hasil penelitian ilmiah psikologi yang mencakup Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Positif. Jurnal Psibernetika diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Universitas Bunda Mulia, Jakarta. Jurnal Psibernetika terbit dua kali dalam setahun di bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
ADIKSI INTERNET DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Pradinata Kusumo; Devi Jatmika
Psibernetika Vol 13, No 1 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i1.2312

Abstract

Penggunaan internet sudah sangat meluas dalam kehidupan masa kini, hampir setiap individu memiliki akses untuk menggunakan internet. Namun, pada batasan tertentu penggunaan internet yang seharusnya positif dapat berubah menjadi negatif karena adanya efek kecanduan. Pada penelitian-penelitian sebelumnya telah diperoleh hasil mengenai adanya komorbid efek candu internet dengan depresi, masalah sosial, maupun kecemasan. Penggunaan internet yang berlebihan dapat mempengaruhi kemampuan keterampilan komunikasi interpersonal seseorang. Sedangkan pada masa kini, komunikasi menjadi hal yang penting dalam kehidupan manusia, khususnya bagi para remaja yang masih pada tahap perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hubungan antara internet adiktif dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 400 remaja usia 15-19 tahun di wilayah Jakarta. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini internet adiktif diukur dengan menggunakan Internet Addiction Test yang dibawakan oleh Young, dengan reliabilitas sebesar 0.819 dan pengukuran keterampilan komunikasi interpersonal dengan menggunakan alat ukur keterampilan komunikasi interpersonal berdasarkan dimensi Joseph DeVito, reliabilitas yang diperoleh sebesar 0.881. Hasil penelitian ini diperoleh nilai uji korelasi r pearson sebesar -0.167 dan nilai signifikansi 0.001. Hal ini menunjukkan adanya korelasi negatif antara internet adiktif dengan keterampilan komunikasi interpersonal namun dalam kategori sangat rendah.
PERAN PERFEKSIONISME TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA REMAJA DI DKI JAKARTA Debora Basaria; Zamralita Zamralita; Fransiska Xaveria Aryani
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2365

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak untuk memasuki masa dewasa. Remaja yang berusia antara 12-19 tahun diketahui sedang menempuh pendidikan formal pada jenjang sekolah atau universitas. Keberhasilan belajar remaja di institusi pendidikan tergantung pada perilaku belajar yang dilakukan siswa dan lingkungannya. Salah satu faktor yang bersumber dari dalam diri sendiri adalah perilaku belajar. Perilaku menunda-nunda pekerjaan atau mengulur waktu mengerjakan tugas disebut dengan istilah prokrastinasi. Salah satu faktor utama yang menyebabkan prokrastinasi adalah perasaan takut gagal (fear of failure) atau suatu kecenderungan individu yang akan merasa bersalah apabila tidak dapat mencapai tujuan atau gagal. Faktor takut gagal ini dapat berhubungan dengan salah satu jenis kepribadian neurotik yaitu perfeksionisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perfeksionisme terhadap prokrastinasi akademik pada remaja di DKI Jakarta. Penelitian ini melibatkan 152 responden dari wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental. Teknik pemilihan partisipan yang digunakan yaitu teknik convenience sampling. Kriteria partisipan penelitian ini adalah individu yang berusia antara 12 sampai 19 tahun, berstatus sebagai pelajar. Alat ukur yang digunakan merupakan hasil adaptasi dari Procrastination Assessment Scale for Students (PASS) dan Multidimensional Perfectionism Scale (MPS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perfeksionisme berperan positif dan signifikan terhadap prokrastinasi pada remaja di DKI Jakarta. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat perfeksionisme individu maka akan semakin tinggi pula tingkat kemungkinan individu tersebut melakukan prokrastinasi, dan sebaliknya.  
Hubungan Psychological Capital dengan Coping Stress pada Mahasiswa yang Bekerja Kezia Subandy; Devi Jatmika
Psibernetika Vol 13, No 2 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i2.2382

Abstract

Kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang mudah dan memiliki keterbatasan dan dapat menimbulkan stres atau tekanan ketika melakukan kuliah sambil bekerja. Dalam melakukan kedua hal ini tampaknya mahasiswa memerlukan suatu kondisi psikologis positif. Kondisi psikologis positif ini disebut sebagai Psychological Capital. Ketika seseorang mengalami masalah yang cukup kompleks dan menimbulkan stres, psychological capital membantu untuk mengatasi tekanan. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara psychological capital dengan coping stress yang pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini  seluruh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di Jakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 387 dengan teknik sampling cluster sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan kuat antara psychological capital dengan coping stress pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dengan nilai r = 0,613. Saran untuk mahasiswa dengan tetap menjaga keyakinan, harapan, rasa optimis, dan adanya ketahanan ketika melakukan kuliah sambil bekerja agar tetap dapat mengatasi dan melalui masalah yang ada ketika melakukan kuliah dan bekerja.
ONLINE LEARNING DURING COVID 19 PANDEMIC: HOW SELF-REGULATED LEARNING STRATEGIES AFFECT STUDENT ENGAGEMENT? Helsa Helsa; Krishervina Rani Lidiawati
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570

Abstract

The coronavirus disease 19 (COVID-19) pandemic has many impacts in educational setting, such as switching learning process into online. Online learning is not easy in Indonesia due to inadequate facilities and students who are still not able to be independent learner. Thus, self-regulated learning strategies can help students to be more engaged in the online learning process. The purpose of this study was to determine students' involvement in distance learning process during the pandemic in terms of students' ability to self-regulate in learning. This study involved 521 participants who were active students in distance learning during the COVID-19 pandemic, consisting of 161 men and 360 women aged 18-21 years. The results showed a significant correlation between self-regulated learning and student engagement (r = .748, p = 0.000). The results of linear regression test obtained significant result F (df1, df2) = 659.20, p = .000). The regression coefficient R2 shows that self-regulated learning influenced 55.9% on student engagement, then 44.1% is influenced by other factors outside of self-regulated learning. In conclusion, this research shows significant effect of SRL on student engagement.
PSYCHOLOGICAL CAPITAL DAN STRES KERJA PADA KARYAWAN DI PT. MN Meiliana Meiliana
Psibernetika Vol 13, No 1 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i1.2313

Abstract

Tuntutan dan persaingan tenaga tenaga kerja saat ini semakin tinggi sehingga mengakibatkan pekerja rentan mengalami stres kerja. Stres kerja yang tinggi dialami oleh karyawan PT.MN. Melihat adanya fenomena stres kerja yang dialami karyawan MN membuat peneliti tertarik untuk melihat kaitan antara psychological capital dengan stres kerja yang dimiliki oleh karyawan MN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini melibatkan 153 karyawan MN yang telah bekerja selama lebih dari enam bulan. Data diperoleh melalui instrumen penelitian dan  dianalisis menggunakan program SPSS 17. Untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan stres kerja pada karyawan MN, peneliti menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan gambaran psychological capital yang rendah dan stres kerja yang tinggi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan yang kuat antara psychological capital dengan stres kerja pada karyawan MN. Dengan adanya korelasi tersebut, bagi pihak MN sebaiknya meningkatkan psychological capital yang dimiliki karyawan agar stres kerja dapat berkurang. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan karyawan maupun perusahaan.
EMOSI DALAM TULISAN Budi Sarasati; Okta Nurvia
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2745

Abstract

 Studi ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan psikolinguistik. Masa pandemi menyebabkan sistem belajar menggunakan daring. Akibatnya mahasiswa mengalami kejenuhan dan kebosanan. Penelitian ini hendak melihat emosi mahasiswa selama mengikuti pembelajaran secara daring. Subyek penelitian berjumlah 43 orang mahasiswa yang sedang menjalani kuliah daring. Mahasiswa diberikan beberapa pertanyaan dan mereka wajib menjawab setiap pertanyaan dengan menuliskan di lembar kerja. Mahasiswa diberikan kebebasan dalam memilih setiap kata yang digunakan untuk menggambarkan emosi mereka. Mahasiswa diberi waktu satu minggu untuk mengembalikan kertas kerjanya. Metode penelitian dengan mix method, berupa analisa deskriptif dan analisa isi. Analisa isi dilakukan pada jawaban mahasiswa berupa tulisan. Kesimpulannya adalah para mahasiswa mengalami berbagai macam emosi secara bersamaan dan respon emosi masing-masing ada yang sama dan ada yang berbeda.
PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP COMMUNICATION APPREHENSION PADA MAHASISWA BARU TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU Nur Fitriyana; Puti Febrina Niko
Psibernetika Vol 13, No 2 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i2.2322

Abstract

Kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan merupakan modal yang penting dalam proses penyebaran informasi, ilmu pengetahuan dan menunjang proses pembelajaran di kampus khususnya dalam mengekspresikan gagasan kepada orang lain. Beda halnya pada waktu duduk dibangku sekolah, di Perguruan tinggi seorang mahasiswa dituntut agar bisa lebih berperan aktif dalam proses belajar mengajar serta lebih mandiri dalam mencari informasi-informasi perkuliahan. Oleh karena itu, mahasiswa yang baru memasuki dunia kampus harus mampu beradaptasi dengan pola yang ada di kampus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh efikasi diri terhadap communication apprehension pada mahasiswa baru tahun pertama. Penelitian ini menggunakan kajian survey dengan skala penelitian. Populasi penelitian merupakan mahasiswa tahun. Teknik pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini yaitu quota random sampling. Teknik pengelohan data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel tergantung (communication apprehension) dan variabel bebas (efikasi diri). Adapun hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa efikasi diri memiliki pengaruh terhadap communication apprehension pada mahasiswa baru tahun pertama Universitas Muhammadiyah Riau. Pada tabel 1 menunjukan r yaitu 0,503 dengan signifikansi 0,000. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh efikasi diri terhadap communication apprehension pada mahasiswa baru tahun pertama Universitas Muhammadiyah Riau. Dari hasil uji regresi sederhana bahwa variable efikasi diri berpengaruh terhadap communication apprehension sebesar 17,3% sedangkan sisanya 82,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Skor koefisien pengaruh efikasi diri memiliki persentasi menunjukan skor yang berarah negatif terhadap communication apprehension. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah communication apprehension dan sebaliknya
FAKTOR-FAKTOR DETERMINASI PERILAKU KEJAHATAN (DETERMINATION FACTORS OF CRIMINAL BEHAVIOR) Retno Ristiasih Utami; Martha Kurnia Asih
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2407

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor determinasi perilaku kejahatan sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi terumuskannya dasar-dasar untuk konstruksi pengukuran prediksi perilaku kejahatan. Populasi penelitian ini adalah tahanan di Polrestabes Semarang yang diambil sampelnya dengan teknik Insidental Sampling sebanyak 40 orang, bejenis kelamin laki-laki. Data dikumpulkan melalui angket yang merupakan modifikasi dari Level of Service Inventory revised (LSI-R) berupa riwayat kejahatan, pendidikan dan pekerjaan, Keuangan, Keluarga, Narkoba dan Alkoholisme, Emosi dan Kepribadian dan Penyebab dilakukannya perilaku kejahatan. Data dianalisis secara statistik melalui teknik analisis deskriptif dengan JASP v 0.11. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat faktor resiko dan faktor penyebab munculnya perilaku kejahatan. Faktor resiko adalah penyalahgunaan narkoba dan alkohol serta usia pertama kali responden melakukan tindak kejahatan sedangkan faktor penyebab adalah kondisi ekonomi. Kata kunci : Perilaku Kejahatan
PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH SISWA/I SMAN X MANADO Marisstella Meira Menggasa
Psibernetika Vol 13, No 1 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i1.2314

Abstract

ABSTRAKJumlah perilaku seksual pranikah yang meningkat menyebabkan terjadinya peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Sehingga peran orangtua lewat pola asuh diperlukan untuk membentuk dan mengarahkan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah. Pola asuh orang tua dapat dipersepsi secara positif dan negatif oleh remaja. Tujuan dalam penelitian ini untuk melihat hubungan antara persepsi pola asuh orang tua dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja di SMAN X Manado. Jumlah sampel penelitian sebanyak 220 partisipan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner persepsi pola asuh orangtua yang dibuat berdasarkan teori pola asuh orangtua yang terbagi menjadi pola asuh otorites, autoritatif dan permisif. Alat ukur skala sikap dibuat berdasarkan komponen sikap yaitu: kognitif, afektif dan konatif. Hasil menunjukan bahwa persepsi pola asuh otoriter tidak memiliki hubungan dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah dengan nilai p = 0,153 > 0,05, begitupula persepsi pola asuh autoritatif yang tidak memiliki hubungan dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah dengan nilai p= 0,301 > 0,05. Sedangkan untuk persepsi pola asuh permisif mengabaikan memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap terhdap perilaku seksual pranikah dengan nilai p= 0,000 < 0,01 dan persepsi pola asuh permisif memanjakan juga memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap terhdap perilaku seksual pranikah dengan nilai p= 0,001 < 0,01.
ENTREPRENEURIAL SELF-EFFICACY, PERCEIVED FAMILY SUPPORT, DAN ENTREPRENEURIAL INTENTION PADA MAHASISWA Agata Sofia; Ersa Lanang Sanjaya
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2717

Abstract

This studi aimed to examine entrepreneurial self-efficacy and perceived family support together as predictors of entrepreneurial intention of college student in Surabaya. A quantitative approach with a correlational design was used in this study. The participant of this study was 244 undergraduate students in Surabaya. The sampling technique used in the study was convenience sampling. The instruments used to measure the variables were Entrepreneurial Intention Questionnaire (Liñán & Chen, 2009), Entrepreneurial Self-Efficacy Scale (Mcgee, Peterson, Mueller, & Sequeira, 2009), and Perceived Family Support Scale (Shen, Osorio, & Settles, 2017). All of the scales were adapted into Indonesian. Result of the multiple regression analysis suggested that entrepreneurial selfefficacy and perceived family support simultaneously predicted entrepreneurial intention (R2 = 0,310, p < 0,05). The results of simple regression test showed a influence between entrepreneurial self-efficacy and entrepreneurial intention by controlling perceived family support (r = 0,482; R2 = 0,232; p < 0,05).The results of simple regression test also showed a positive relationship between perceived family support and entrepreneurial intention by controlling entrepreneurial self-efficacy (r = 0,393; R2 = 0,154; p < 0,05)