cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
pakarena@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pakarena@unm.ac.id
Editorial Address
Lantai 1 Gedung Program Studi Fakultas Seni dan Desain Kampus UNM Parangtambung, Jalan Daeng Tata Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pakarena
ISSN : 25286994     EISSN : 27146081     DOI : 10.26858
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan musik.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
PENDIDIKAN SENI TEATER; SEKOLAH, TEATER DAN PENDIDIKNYA Prusdianto, Prusdianto
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.495 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8083

Abstract

Sekolah yang menawarkan mata pelajaran seni teater untuk dijadikan mata pelajaran kesenian, akan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk bisa berhubungan dengan masyarakat. Siswa tidak saja merasa memiliki kaitan dengan sekolah, masyarakat dan bangsa, akan tetapi ikut merasakan diri sebagai bagian dari peradaban. Perkembangan siswa berada dalam sebuah keterlibatan sosial (rasa kebersamaan, rasa keikutsertaan, rasa ikut memiliki, rasa kemanusiaan). Sekolah sebagai sebuah sistem adalah mencakup beberapa komponen, dimana masing-masing komponen terdiri atas beberapa faktor. Antara satu dengan lainnya saling terkait sehingga membentuk sebuah sistem. Komponen – komponen dari sistem sekolah terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output) dan keluaran tidak langsung (outcome). Seni teater dalam pelajaran seni budaya merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap penyajian pertunjukan dan alat pendidikan. Selain itu teater juga merupakan sarana untuk membentuk; (a) pengertian siswa terhadap diri sendiri maupun orang lain, (b) kekuatan penafsiran diri, (c) kepercayaan terhadap dirinya sendiri, dan (d) kesadaran bekerja sama dengan kelompok besar yang terdiri dari pribadi-pribadi dalam melaksanakan produksi sebuah pertunjukan. Seorang pendidik yang telah memahami maksud dan tujuan pengajaran, diharapkan dapat melaksanakannya dengan mudah. Menjadi sebuah tantangan, bahwa di sini juga dituntut kraetifitas guru untuk membuat umpan-umpan baru, segar, dan tidak membosankan bagi anak, sehingga dengan demikian, akan diperoleh umpan balik yang segar dan orisional pula.
MUSIK PATROL PADA MALAM MAPPACCI DESA SEMPANG TIMUR KABUPATEN PINRANG Hamrin Hamrin
JURNAL PAKARENA Vol 3, No 1 (2018): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.154 KB) | DOI: 10.26858/p.v3i1.14205

Abstract

Musik patrol dalam upacara mappacci pada masyarakat Bugis di Sempang Timur Kabupaten Pinrang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan penelitian dijelaskan dalam bentuk aspek yaitu (1) Latar belakang musik patrol dalam upacara mappacci di desa Sempang timur Kabupaten Pinrang dan (2) Bentuk penyajian musik patrol dalam upacara mappacci pada masyarakat bugis di Sempang Timur Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Adapun dalam proses pengumpulan data, penulis melakukan studi pustaka. Adapun wawancara dan dokumentsi termasuk perekaman kegiatan penelitian. Sehingga teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif sebagai cara untuk menganalisis rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Metode. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Latar belakang musik patrol dalam upacara mappacci masyarakat bugis di Sempang Timur Kabupaten Pinrang ini sebagai hiburan yang mendidik masyarakat. (2) Bentuk penyajian musik patrol pada acara malam mappaci yaitu dengan melakukan sebuah pertunjukan musik dan ceramah dengan diiringi gerakan kekanan kiri ataupun depan belakang mengikuti irama musik yang dimainkan dengan intrumen musik seperti keyboard, kentongan, toms drum. Dengan pakaian yang lengkap seperti kemeja dan celana hitam tidak lupa memakai kopia hitam. Lagu yang mereka bawakanpun beragam dan syairnyapun berisi lagu puji-pujian terhadap keindahan dan bersifat islami.
KESENIAN MA’RONGGENG DI DESA PAROMBEAN KABUPATEN ENREKANG Hamrin Hamrin
JURNAL PAKARENA Vol 3, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.47 KB) | DOI: 10.26858/p.v3i2.13056

Abstract

       Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana latar belakang kesenian ma’ronggeng serta fungsi kesenian ma’ronggeng di Desa Parombean Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kesenian ma’ronggeng di Desa Parombean Kabupaten Enrekang serta fungsi kesenian ma’ronggeng di Desa Parombean Kabupaten Enrekang. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif, sedangkan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: Jauh sebelum islam masuk di Parombean, barutung atau bambu yang biasa disebut suke oleh masyarakat sekitar, digunakan sebagai media penghubung dalam ritual penolak bala kepada dewata. Barutung yang hadir pada setiap sendi kehidupan masyarakat Parombean, secara alami mengekspresikan karya kesenian yang menjadi kultur dalam masyarakatnya. Sejarah kesenian ma’ronggeng berawal dari kebiasaan masyarakat sekitar yang mengantri menunggu giliran mengambil air pada satu-satunya sumber mata air di Desa Parombean. Aktivitas ketika menunggu air adalah menghentak-hentakkan bambu panjang yang disebut lampa dan pongke yang kemudian menimbulkan ide dan gagasan untuk menjadikannya sebuah kesenian tradisional. Lampa, pongke, dan suke digabungkan sehingga menghasilkan bunyi khas bambu yang kemudian dinamai dengan kesenian ma’ronggeng atau ma’barutung. Adapun 4 fungsi kesenian ma’ronggeng di Desa Parombean yaitu fungsi hiburan, fungsi komunikasi, fungsi ritual, danfungsi pengintegrasian masyarakat.
Tari Pa’randing Di Tana Toraja: Kajian Struktur Gerak Feranita Feranita; Sumiani Sumiani; Rahma M Rahma M
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.285 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12086

Abstract

Struktur Gerak Tari Pa’randing di Tana Toraja, skripsi, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan memperoleh data dan informasi tentang: 1) deskripsi gerak tari Pa’randing dengan Notasi Laban, 2) deskripsi tata hubungan ragam gerak tari Pa’randing di Tana Toraja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang akan menggambarkan keadaan berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan informan masyarakat Toraja yang dianggap mengetahui tari Pa’randing secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tari Pa’randing mempunyai tiga ragam gerak yaitu ragam gerak biasa atau Pamula, ragam gerak Tekka Tallu dan ragam gerak Ma’putara yang menjelaskan gerakanya dalam struktur yang merupakan sebuah sistem atau lambang (tanda), artinya gabungan atau rangkaian dari beberapa elemen-elemen yang dirakit sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bentuk Notasi laban yang dilihat dari bentuk tangan, kaki, dan badan yang digambarkan dalam Notasi laban. 2) Tata hubungan dalam tari ini termasuk tata hubungan bentuk Marfologis yang saling berhubungan antara ragam gerak.
Struktur Gerak Tari Pakarena Bura’ne Canggolong-Golong Di Kelurahan Anrong Appaka (Pacce’lang) Kecamatan Pangkaje’ne Kabupaten Pangkep. Nelan Fenty Mardian M; Syakhruni Syakhruni; Bau Salawati Bau Salawati
JURNAL PAKARENA Vol 5, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v5i1.12508

Abstract

Peneliti ini bertujuan memperoleh data yang jelas dan akurat mengenai: Struktur Gerak Tari Pakarena Bura’ne Canggolong-Golong Di Kelurahan Anrong Appaka (Pacce’lang) Kecamatan Pangkaje’ne Kabupaten Pangkep yang dianalisis atau diuraikan dari latar belakang tari Pakarena Bura’ne dan tataran-tataran geraknya hingga tersusun suatu bentuk tari secara utuh dimulai dari Motif gerak, Frase gerak dan Kalimat gerak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan untuk mendapatkan data-data dalam penelitian ini yaitu studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian Struktur Gerak Tari Pakarena Bura’ne Canggolong-Golong Di Kelurahan Anrong Appaka (Pacce’lang) Kecamatan Pangkaje’ne Kabupaten Pangkep terdapat dua ragam gerak yang terdiri dari 3 motif gerak, 3 frase gerak diantaranya 1 frase angkatan dan 2 frase seleh, dan terdapat 2 kalimat gerak.
Analisis Daya Dukung Ruang Kuliah Dan Ruang Laboratorium/Studio Program Studi Pendidikan Seni Rupa Pada Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Ditinjau Dari Aspek Desainnya Agussalim Djirong; Sukarman B
JURNAL PAKARENA Vol 5, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.085 KB) | DOI: 10.26858/p.v5i1.13699

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Keefektifan Tata Ruang Kuliah dan Ruang Laboratorium/Studio Program Studi Pendidikan Seni Rupa pada Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Ditinjau dari Aspek Desainnya”. Penelitian ini dilatari oleh pemikiran bahwa beberapa ruang pada kampus Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar, telah mengalami perubahan tataan yang diduga tanpa didahului dengan kajian yang mendalam terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi kenyamanan penggunaan ruang tersebut serta dengan pengerjaan yang tidak maksimal karena berbagai keterbatasan. Akibatnya, tata ruang yang dilakukan juga sangat mungkin kurang efektif dalam upaya memenuhi kebutuhan kenyamanan penggunaan ruang tersebut. Alasan ini mendasari sehingga dipandang perlu penelitian yang dapat mengungkap secara ilmiah keadaan yang sesungguhnya. Masalah penelitian yang akan menjadi fokus penelitian ini, yakni “bagaimanakah keefektifan tata ruang kuliah dan ruang laboratorium/studio Program Studi Pendidikan Seni Rupa pada kampus Fakultas Seni dan Desain Universitas ditinjau dari aspek desainnya”. Tujuannya adalah mengetahui secara akurat serta menjelaskan keefektifan tata ruang dalam kampus Fakultas Seni dan Desain UNM ditinjau dari aspek desainnya. Tujuan berikutnya apabila tata ruang tersebut ternyata kurang efektif adalah mengetahui dan mengungkapkan unsur-unsur dari tata ruang tersebut yang dipandang kurang mendukung. Manfaatnya antara lain adalah memberikan informasi mengenai keefektifan tata ruang dalam (interior) yang dilakukan pada kampus FSD-UNM selama ini, sekaligus menjadi masukan kepada pihak berwenang dalam melakukan penataan ruang di masa datang. Metode yang ditempuh untuk memperoleh data yang dibutuhkan adalah survei dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif berasarkan teori-teori desain (interior) yang lazim digunakan. Kesimpulan, beberapa unsur pendukung suasana ruang tidak secara efektif mendukung terwujudnya kenyamanan penggunaan dan pencitraan dan estetika ruang. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan melakukan redesain atau penataan ulang terhadap ruangan tersebut untuk meningkatkan efektivitasnya.
Transformasi Model Gambusu’ Menjadi Gambusu’ Eletrik Pada Musik Batti’-Batti’ Di Kepulauan Selayar Sebagai Praktik Dekulturasi Hamrin Hamrin
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 1 (2019): Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.414 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i1.12981

Abstract

Gambusu’ digolongkan sebagai alat musik petik berjenis dawai. Gambusu’ digunakan di pertunjukan Batti’-Batti’ di Kepulauan Selayar. Fenomena sekarang ini terdapat perubahan signifikan yang ditemukan pada bentuk instrumen gambusu’, yakni berbentuk gitar elektrik. Perubahan tersebut dianggap oleh masyarakat sebagai sesuatu yang bersifat tradisional karena spirit dari ke-tradisonalannya masih hadir, tetapi dalam bentuk fisik dan perilaku sudah dekulturasi. Bentuk instrument Gambusu’ model gitar elektrik tidak hadir begitu saja, hal tersebut dipengaruhi oleh perubahan sosial masyarakat. Pada praktik yang terindikasi dekulturasi pada instrument Gambusu’ mulai berubah secara signifikan pada bentuk organologi serta di sisi lain kebiasaan-kebiasaan musikal mengalami perkembangan di mana teks lagunya sudah agak longgar yakni terdapat pencampuran bahasa daerah, bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris. Dengan demikian, kesenian ini tidak hanya dimainkan di tempat yang sakral seperti di acara pernikahan tetapi juga dilaksanakan di acara seremonial. Hal demikian terjadi karena diduga karena masuknya kebudayaan Barat, di mana anak muda di era itu kebanyakan menggunakan gitar elektrik yang sangat marak digunakan baik itu di acara pertunjukan seni dan festival seni musik yang berimplikasi pada praktik kesenian batti’-batti’. Atas dasar fenomena itu sehingga para pengrajin dan pemain musik Gambusu’ menginisasi gerakan untuk mentransformasikan bentuk Gambusu’ dengan model gitar elektrik yang akhirnya praktik tersebut sebagai praktik dekulturasi.
PENGARUH MANGARA JAZZ PROJECT DALAM PERKEMBANGAN MUSIK JAZZ DI KOTA MAKASSAR Faisal Faisal
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.767 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8084

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai: 1) Bagaimana latar belakang terbentuknya group band Mangara Jazz Project di kota Makassar, 2) Bagaimana pengaruh group band Mangara Jazz Project dalam perkembangan musik jazz di kota Makassar, 3) Bagaimana bentuk penyajian jazz group band Mangara Jazz Project di kota Makassar.  Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Kajian Dokumentasi. Hasil penelitian ini bersifat analisis kualitatif dengan narasumber: ketua komunitas “Makassar Jazz Society” yang sekaligus ketua “Mangara Jazz Project”, para personil Mangara Jazz Project, dan beberapa penggemar dekat dari Mangara Jazz Project. Berikut hasil penelitian yang diperoleh: Latar belakang terbentuknya Mangara Jazz Project berawal ide Andi Mangara sebagai ketua komunitas Makassar Jazz Society yang melihat ketidakseimbangan antara penikmat dan penyaji musik jazz di kota makassar sehingga terjadi kepicangan dalam perkembangan jazz di kota angin mamairi ini. Adapun bentuk penyajian tersebut berupa karya-karya aransemen musik dan lagu-lagu tradisi yang dikemas dalam bentuk rekaman sehingga para pecinta musik yang tidak sempat mengikuti dan menikmati pertunjukan-pertunjukan jazz yang ada, dapat menikmatinya lewat audio rekaman yang akan disebarkan ke radio-radio, stasiun pertelevisian dan hotel-hotel yang biasa memainkan musik jazz. 3)          Pengaruh group band Mangara Jazz Project dalam perkembangan musik jazz di kota Makassar antara lain: a) Dilihat dari segi penikmat jazz, sejak terbentuknya band Mangara Jazz Project, perkembangan musik jazz di Makassar mengalami peningkatan yang  pesat. b) Dilihat dari segi pelaku jazz, sejak Mangara Jazz Project eksis di kota Makassar, banyak grup band jazz yang kemudian terbentuk bahkan beberapa grup band yang sebelumnya bermain musik dengan genre lain, berpindah ke genre jazz. c) Dilihat dari segi permintaan, sejak Mangara Jazz Project memperkenalkan musik jazz secara lebih luas di Makassar, permintaan pertunjukan jazz semakin banyak bahkan beberapa even organizer yang sebelumnya kurang berminat menangani acara-acara jazz, kini mulai berani untuk menanganinya.
EKSISTENSI TEATER AMPAT DI KABUPATEN MAJENE Hamrin Hamrin
JURNAL PAKARENA Vol 3, No 1 (2018): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.144 KB) | DOI: 10.26858/p.v3i1.14206

Abstract

Sanggar teater Ampat atau biasa disebut Teater Ammana Pattolawali terus melestarikan budaya dan memperluas jaringan diwilayah kabupaten Majene. Teater Ampat terus berupaya menjaga kelestaraian budaya suku mandar dengan melakukan berbagai kegiatan dan menghasilkan karya-karya seni kreasi. Teater Ampat lebih mengedepankan pembinaan kepada para pelaku seni yang ada di Kabupaten Majene, agar bisa lebih kreatif dan mengekspresikan diri melalui sebuah karya tentunya tidak meninggalkan budaya para pendirinya seperti mengikuti berbagai kegiatan di Kabupaten Majene dan kegiatan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kiat Teater Ampat dalam pengembangan seni tari di Kabupaten Majene, mendeskripsikan Teater Ampat di undang mewakili Kabupaten Majene dalam kegiatan berkesenian, dan mendeskripsikan Teater Ampat tetap eksis di Kabupaten Majene. Metode penelitian dengan enggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik  observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah menupayakan pelestarian dan perkembangan dari pihak pengurus dengan pendekatan ke sekolah-sekolah dan mengajak siswa-siswi di berbagai sekolah dengan pelaksanaan pelatihan secara rutin, kepercayaan dari instansi/lembaga pemerintah, sanggar seni dan masyarakat membuat Sanggar Teater Ampat menjadi sanggar yang paling menonjol atau menjadi pelopor untuk pelestarian budaya, dan menunjukan potensi yang dimiliki dengan berbagai prestasi yang diraih disetiap tahunnya
MAKNA SIMBOLIK TARI PABITTE PASSAPU PADA UPACARA PERNIKAHAN DI KECAMATAN KAJANG Rahma M
JURNAL PAKARENA Vol 3, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v3i2.13061

Abstract

Makna dalam gerak tari tentu saja tidak bisa disamakan dengan memaknai sebuah kata atau bahasa dimana hampir semua kata dapat dijelaskan artinya seperti gerak yang terdapat didalam kamus, walaupun ada beberapa bentuk seni gerak yang dapat dimaknai setiap gerak yang dilakukan misalnya pantomim, namun gerak dalam tari tidaklah demikian sebab makna yang terkandung didalamnya biasanya berkaitan dengan filosofi atau falsafah hidup suatu masyarakat atau untuk kebutuhan tertentu. Seperti halnya masyarakat Sulawesi Selatan yang terdiri dari ratusan suku dan etnis tentu saja memiliki budaya dan bentuk seni yang berbeda-beda dan sarat akan makna yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakatnya. Salah satu diantaranya adalah Tari Pabitte passapu pada upacara pernikahan di masyarakat kecamatan Kajang di Kabupaten Bulukumba

Page 3 of 14 | Total Record : 132