cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
pakarena@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pakarena@unm.ac.id
Editorial Address
Lantai 1 Gedung Program Studi Fakultas Seni dan Desain Kampus UNM Parangtambung, Jalan Daeng Tata Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pakarena
ISSN : 25286994     EISSN : 27146081     DOI : 10.26858
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan musik.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
UPAYA PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL: PERUBAHAN BENTUK PENYAJIAN TARI PAKARENA DI DESA KALASERENA BONTONOMPO GOWA Bau Salawati; Sumiani Sumiani; Batara Oja Andini
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.78888

Abstract

Penelitian dengan judul Upaya Pelestarian Kesenian Tradisional: Perubahan Bentuk Penyajian Tari Pakarena di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa berdasar pada observasi awal yang dilakukan di lapangan dan mendapatkan fakta bahwa penyajian Tari Pakarena mengalami perubahan atau tidak sama dengan penyajian pada tahun 90an, dalam rentang waktu tiga dekade ada fenomena suatu upaya yang dilakukan oleh pendukung kesenian tersebut agar entitas tari miliknya tetap berkelanjutan. Masalah penelitian difokuskan pada perubahan aspek-aspek bentuk penyajian gerak Tari Pakarena pada di Desa Kalaserena dan  upaya menjaga kelestarian yang dilakukan para seniman pendukung pertunjukan Tari Pakarena di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan metode deskriptif interpretatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan : studi pustaka, observasi non partisipan, wawancara terstruktur dan non terstruktur, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian : Perubahan yang terjadi pada aspek bentuk penyajian tari Pakarena meliputi: aspek durasi pertunjukan yang semula panjang menjadi pendek yaitu sekitar 10-20 menit, perubahan teknik gerak tari pada tumpuan kaki saat berputar , jumlah penari yang tidak harus genap enam penari, serta unsur pendukung tari seperti busana dan musik iringan tari. Sementara itu upaya menjaga kelestarian yang dilakukan para seniman pendukung pertunjukan Tari Pakarena di Desa Kalaserena yaitu dengan melibatkan penari dan pemusik generasi muda, tampil di luar acara ritual adat seperti pada acara-acara hiburan atau yang sifatnya apresiasi.
KARAKTERISTIK MOTIF ORNAMEN PADA ILUMINASI MANUSKRIP MAULID NABI DI ASTANA PANGERAN MANGKUBUMI KOTA WARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Muh. Saleh Husain; Sukarman B; Satriadi Satriadi
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.81312

Abstract

Penelitian ini berjudul karakteristik motif ornamen pada iluminasi manuskrip Maulid Nabi di Astana Pangeran Mangkubumi Kota Waringin Barat Kalimantan Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik ornamen dalam manuskrip tersebut. Kajian terhadap karakteristik ornamen dalam manuskrip ini memiliki relevansi yang mendalam dalam upaya pelestarian budaya khususnya seni rupa dan budaya Islam Nusantara yang jarang dilakukan. Iluminasi manuskrip Maulid Nabi di Astana Pangeran Mangkubumi, Kotawaringin Barat, merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai artistik, historis, dan religius yang sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iluminasi pada manuskrip Maulid Nabi di Kalimantan Tengah memiliki karakteristik yang mencerminkan pengaruh tradisi lokal sebagaimana penggunaan warna-warna merah, kuning, hijua dan putih yang khas dengan budaya Kalimantan. Sekaligus nilai-nilai keislaman, sebagaimana terlihat pada komposisi ornamen dan penggunaan warna yang khas. Dengan hasil temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah seni Islam Nusantara.
Pengelolaan Seni Pertunjukan dalam Festival Ca’ma Ca’ma: Studi pada Ruang Ekspresi Budaya Urban di Makassar Nur Farah Fajriaty Muchlis; Raisah Nur Nitami; Andi Fatimah Maoudy A.Bakty; Mia Rahayu; Renold Renold
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.76510

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengelolaan event Ca’ma Ca’ma yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar sebagai ruang ekspresi seni pertunjukan dan promosi kuliner lokal. Festival ini merepresentasikan integrasi budaya tradisional dan gaya hidup urban, dengan melibatkan pertunjukan seni, musik, dan pameran kuliner khas Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa Ca’ma Ca’ma berhasil menarik partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek teknis dan manajerial. Ketiadaan backstage bagi seniman, penataan ruang yang kurang fungsional, serta minimnya mitigasi cuaca menjadi indikator lemahnya perencanaan teknis. Analisis berdasarkan kerangka manajemen event Goldblatt menunjukkan bahwa tahap riset, desain, dan perencanaan belum dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan partisipatif, guna meningkatkan kualitas pengelolaan event berbasis seni. Dengan manajemen yang lebih sensitif terhadap nilai budaya dan kebutuhan teknis, festival seperti Ca’ma Ca’ma berpotensi menjadi model pengembangan budaya urban dan pemberdayaan komunitas lokal secara berkelanjutan
Desain sebagai Tindakan Sosial: Kolektivitas dan Keterlibatan Kultural D.U.G Press dalam Rilisan Grafis Independen Adnan Setyoko; Robert Hendra Yudianto; Tongat Setyo Wijaksono
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.77568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik kolektif D.U.G Press sebagai studi kasus penerapan desain grafis sebagai tindakan sosial di kota ketiga, Purwokerto. Tujuan utamanya adalah memahami bagaimana kolektif ini memaknai desain tidak hanya sebagai karya visual, tetapi juga sebagai medium kolaborasi, pembelajaran, dan partisipasi budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif, dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi arsip visual. Data dianalisis menggunakan analisis tematik (thematic analysis) untuk mengidentifikasi pola makna, nilai sosial, dan strategi kreatif dalam praktik kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D.U.G Press berhasil membangun sistem kerja kolaboratif berbasis solidaritas, memanfaatkan keterbatasan sumber daya sebagai ruang eksplorasi, serta mempertahankan relevansi media fisik di tengah dominasi digital. Kolektif ini juga berperan dalam memperkuat identitas budaya lokal, membuka ruang partisipasi publik, dan menciptakan ekosistem kreatif mandiri. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan teori desain sosial dan menawarkan model keberlanjutan bagi komunitas kreatif di daerah.
KECAPING : PERKEMBANGAN DAN EKSISTENSINYA DALAM PENDIDIKAN DI KABUPATEN SIDRAP Rohiqim Makhtum; Andi Ihsan; Khaeruddin Khaeruddin; Andi Taslim Saputra
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.77562

Abstract

Studi ini membahas tentang Perkembangan terhadap alat musik Kecaping dan bagaimana alat tersebut mampu eksis, Penelitian tentang Kecaping dalam hal ini Perkembangannya di Kab. Sidrap akan dikaji dalam  sektor formal, non formal dan informal dengan menggunakan penelitian Kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari pihak terkait yang mengerti secara mendalam terkait materi yang sedang dikaji untuk mendapatkan data valid atas Perkembangan terhadap alat musik Kecaping dan bagaimana alat tersebut mampu eksis. Hasil dari peneitian ini menunjukkan bahwa alat musik kecaping mampu berkembang dan eksis melalui sektor formal dimana musik kecaping diterapkan pada pengajaran di Sekolah, sektor informal yang merujuk pada perkembangan dan eksistensi alat musik kecaping dilakukan di lingkup keluarga secara turun temurun dan pada sektor non Formal dilakukan melalui event-event bertajuk budaya dan acara adat daerah.
Komunitas, Komedi, dan Memori Budaya: Melestarikan Teater Daerah di Sulawesi Selatan Alif Anggara MT; Prusdianto Prusdianto
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.82083

Abstract

Artikel ini mengkaji keberlanjutan eksistensi Rombongan Sandiwara Petta Puang (RSPP), sebuah kelompok teater populer dari Sulawesi Selatan, Indonesia, dalam konteks perubahan budaya dan modernisasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai budaya lokal dan strategi pertunjukan populer memungkinkan kelompok tersebut untuk tetap relevan secara sosial dan berkelanjutan secara budaya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menggabungkan observasi etnografi, wawancara mendalam, dan analisis tekstual dan pertunjukan untuk mengkaji teks drama, teks pertunjukan, dan keterlibatan penonton.Temuan menunjukkan bahwa keberlangsungan RSPP terkait erat dengan integrasi nilai-nilai budaya Bugis-Makassar, termasuk siri' (kehormatan), lempu' (integritas), dan reso (ketahanan), ke dalam pertunjukan improvisasi dan komedi. Penggunaan bahasa lokal, tradisi lisan, dan komedi populer mendorong interaksi dialogis yang kuat dengan penonton dan memungkinkan kritik sosial yang halus namun efektif. Unsur-unsur pertunjukan seperti gaya akting, musik, kostum, dan properti lebih lanjut mewujudkan identitas budaya dan memperkuat pengakuan komunal. Hasil ini menunjukkan bahwa RSPP berfungsi sebagai agen budaya dinamis yang melestarikan warisan melalui adaptasi daripada konservasi yang kaku.Studi ini berkontribusi pada kajian teater internasional dengan menyoroti perspektif masyarakat adat dan praktik pertunjukan regional, serta menunjukkan bagaimana teater lokal dapat mempertahankan identitas budaya sambil berinteraksi dengan realitas sosial kontemporer
ESTETIKA SIMBOLIK PERANG KEMBANG WAYANG KULIT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN PENGENDALIAN DIRI DALAM BUDAYA JAWA Sigid Ariyanto; Widodo Widodo; Agus Cahyono
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.83644

Abstract

Perang Kembang is one of the important scenes in Javanese shadow puppet (wayang kulit) performance, typically presented in Pathet Sanga, a phase marked by the intensification of dramatic conflict. This scene depicts a battle between a knight and Cakil along with a group of giants, symbolizing the inner struggle of human beings in confronting their desires. However, studies on wayang as a medium for character education generally still emphasize moral messages in a broad sense and have not sufficiently elaborated on how the value of self-control is specifically represented and internalized through the aesthetic elements of the performance, particularly the configuration of characters and the structure of movements (sabetan) in the Perang Kembang scene. Departing from this gap, this article aims to examine the symbolic aesthetics of Perang Kembang by focusing on (1) how the character of Cakil and the distinctive gendiran movements of the knight construct the meaning of controlling desire, and (2) how the mechanism of internalizing these values operates through the audience’s aesthetic experience within the context of arts education. This study employs an interpretative qualitative approach grounded in the theories of aesthetic experience, artistic symbolism, and Javanese philosophy. Data were collected through performance observation, documentation, reflection on puppetry practice, and literature review. The findings indicate that the visual, vocal, and movement characteristics of Cakil, which are aggressive, represent uncontrolled desire, while the gendiran movements of the knight demonstrate qualities of control, precision, and rhythm as symbols of refined inner power. The pattern of Cakil’s death by his own dagger reinforces the ethical message that desires left unchecked have the potential to destroy their subject. These findings strengthen the contribution of this research by concretely demonstrating the relationship between movement structure, dramatic symbols, and value internalization. Thus, Perang Kembang can be positioned as a model for self-control education based on aesthetic experience, which is relevant for the development of arts education rooted in local wisdom.