cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2009)" : 5 Documents clear
KECENDERUNGAN MENYONTEK DALAM KAITANNYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI DAN MOTIVASI DIRI PADA PELAJAR SMK PGRI 1 PACITAN JAWA TIMUR Triyan Kurniasari Aryani; Thulus Hidayat; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.696 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.61

Abstract

Kecenderungan menyontek merupakan salah satu fenomena pendidikan yang sering dan bahkan selalu muncul menyertai aktivitas proses belajar mengajar sehari-hari. Hal ini terjadi karena proses imitasi dan akan terus terjadi secara turun-temurun jika tidak ada perhatian dan perbaikan terhadap sistem. Dalam hal ini, faktor tinggi rendahnya kepercayaan diri dan motivasi diri yang dimiliki oleh setiap individu khususnya para pelajar berperan penting dalam keberhasilan akademiknya. Individu dengan kepercayaan diri dan motivasi diri yang rendah dinilai memiliki kecenderungan menyontek lebih besar dibanding pelajar yang memiliki kepercayaan diri dan motivasi diri yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepercayaan diri dan motivasi diri dengan kecenderungan menyontek, hubungan kepercayaan diri dengan kecenderungan menyontek, dan hubungan motivasi diri dengan kecenderungan menyontek. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh pelajar SMK PGRI I Pacitan Jawa Timur. Sampel berjumlah 90 pelajar. Teknik pengambilan sampelnya adalah cluster random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi simultan dan korelasi Pearson Product moment dengan bantuan komputer program SPSS for MS windows versi 16. Berdasarkan perhitungan analisis data diperoleh hasil uji simultan p-value 0,002<0,05, artinya signifikan, sedangkan F hitung 6,583 > dari F tabel 3,09, artinya signifikan dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,131 atau 13,1%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu kepercayaan diri dan motivasi diri secara bersama-sama memiliki hubungan signifikan pada kecenderungan menyontek para pelajar. Sedangkan untuk hubungan antara kepercayaan diri dengan kecenderungan menyontek diperoleh koefisien korelasi r sebesar -0,253 p<0,05, dan koefisien korelasi r sebesar -0,362 p<0,05 untuk hubungan antara motivasi diri dengan kecenderungan menyontek. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecenderungan menyontek dan terdapat hubungan negatif antara motivasi diri dengan kecenderungan menyontek. Adapun sumbangan efektif yang diberikan prediktor kepercayaan diri sebesar 0,88% dan motivasi diri sebesar 12,26%.     Kata kunci : Kepercayaan diri, motivasi diri, kecenderungan menyontek.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA ORANG LANJUT USIA Luh Mea Tegawati; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.684 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.62

Abstract

Keberadaan lansia yang semakin meningkat menimbulkan berbagai polemik dewasa ini. Hal ini disebabkan oleh timbulnya berbagai masalah fisik, psikologis, dan sosial akibat proses degeneratif yang dialami lansia. Kondisi permasalahan tersebut seringkali memunculkan gangguan mental pada lansia seperti depresi. Dalam rangka upaya menurunkan depresi salah satu alternatif penanganan adalah dengan olahraga yang dirancang dengan gerakan khusus bagi lansia yaitu senam lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat depresi pada kedua kelompok subjek penelitian yaitu kelompok eksperimen dan kontrol serta mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan tingkat depresi pada kelompok orang lanjut usia. Penelitian ini mengambil sampel lansia di dua dusun Kelurahan Brosot Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo DIY. Adapun subjek kelompok eksperimen adalah lansia di Dusun 1 Brosot dan subjek kelompok kontrol adalah lansia Dusun 2 Brosot. Sampel diambil secara purposive sampling. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan desain nonrandomized pretest-postest control group design. Alat pengumpul data depresi adalah adaptasi GDS (Gerriatric Depression Scale) dari Brink and Yessavage yang memiliki nilai alpha cronbach 0,909 dan nilai product moment r = 0,82. Metode analisis data dengan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan program SPSS 14. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mean pretest dan posttest pada masing masing kelompok eksperimen dan control akan tetapi secara statistic tidak signifikan p value > 0,05. Kelompok eksperimen mean pretest 8,867 menurun menjadi 8,333 perhitungan t sebesar 0,440 dengan p value 0,663 > 0,05 sehingga perbedaan tidak signifikan. Kelompok eksperimen mean pretest 12,033 menurun menjadi 11,967 perhitungan t sebesar 0,051 dengan p value 0,960 > 0,05 sehingga perbedaan tidak signifikan. Penurunan terjadi pada mean kelompok eksperimen sebesar 5,133 dibanding kelompok kontrol sebesar 5,20 memiliki nilai t sebesar 0,057 dengan p value 0,954 > 0,05 sehingga penurunan tersebut tidak signifikan. Kata kunci : depresi, senam lansia
HUBUNGAN ANTARA POLA PENGASUHAN DAN POLA KELEKATAN DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SRAGEN Eki Dwi Maretawati H; . Makmuroch; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.971 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.63

Abstract

Kemampuan penyesuaian sosial yang positif dibutuhkan seorang remaja dalam membantunya mengantisipasi segala perubahan baik yang terjadi dalam diri mereka maupun lingkungan sosialnya yang lebih luas. Namun demikian, tidak semua remaja mampu melakukan penyesuaian sosial dengan baik. Hal ini dapat dilihat dengan semakin meningkatnya jumlah penyimpangan perilaku remaja dalam berbagai bentuk. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuian sosial seorang remaja adalah lingkungan keluarga, terutama orangtua. Melalui bimbingan, perhatian, kasih sayang, hubungan yang aman serta respon yang diberikan orangtua akan menjadi modal dasar pembelajaran seorang remaja dalam bersosialisasi dan melakukan penyesuaian yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pengasuhan dan pola kelekatan dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sragen. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala pola pengasuhan, skala pola kelekatan dan skala penyesuaian sosial. Analisis data menggunakan teknik analisis berganda variabel dummy. Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis berganda variabel dummy, diperoleh p-value 0,000 < 0,05 dan F hitung = 44,114 > dari F tabel = 3,1065 serta R sebesar 0,718. Hal ini berarti pola pengasuhan dan pola kelekatan dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi penyesuaian sosial pada remaja. Tingkat signifikansi p-value 0,000 (p<0,005) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola pengasuhan dan pola kelekatan dengan penyesuaian sosial pada remaja. Analisis data menunjukkan nilai R Square sebesar 0,515. Angka tersebut mengandung pengertian bahwa dalam penelitian ini, pola pengasuhan dan pola kelekatan memberikan sumbangan efektif sebesar 51,5% terhadap penyesuaian sosial pada remaja, dengan sumbangan efektif masing-masing variabel adalah 3,1% untuk variabel pola pengasuhan dan 48,4% untuk variabel pola kelekatan. Hal ini berarti masih terdapat 48,5% faktor lain yang mempengaruhi penyesuaian sosial pada remaja.   Kata kunci: Pola Pengasuhan, Pola Kelekatan, Penyesuaian Sosial pada Remaja
PENGARUH PELATIHAN BRAIN GYM TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN LITERACY PADA ANAK KELAS SATU SEKOLAH DASAR Nugroho, Ihwan Sidiq; Hardjajani, Tuti; Hardjono, .
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.752 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.59

Abstract

Abstrak: Kemampuan anak dalam menerima dan mencerna sesuatu yang dipelajari merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil belajar. Keseimbangan antara otak kanan dan kiri menjadi salah satu hal yang menentukan aspek kognitif dan kreativitas anak, sehingga apabila keduanya dapat berkembang, maka kemampuan belajar anak diharapkan juga dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan brain gym terhadap perkembangan literacy pada anak kelas 1 sekolah dasar, selain itu juga untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan skor perkembangan literacy antara siswa laki-laki dan perempuan setelah diberikan pelatihan brain gym. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh siswa-siswi kelas satu sekolah dasar negeri se-Kelurahan Ngringo, Jaten, Karanganyar. Sampel penelitian diambil dengan cara cluster random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pengumpulan data menggunakan tes prestasi kemampuan membaca dan menulis. Metode analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan program SPSS12. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian pelatihan brain gym terhadap perkembangan kemampuan literacy pada anak SD kelas satu dengan Sig. (2-tailed) 0.000 < 0,05 level of significant (α). Perbedaan kemampuan literacy antara siswa laki-laki dengan perempuan menunjukkan hasil Sig.(2-tailed) 0,294 > 0,05 level of significant (α) yang menyatakan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : brain gym, literacy
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Ratna Akhiroyani Pratiwi; Munawir Yusuf; Salmah Lilik
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.895 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.60

Abstract

Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang manapun sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang berada di sekelilingnya. Perilaku merokok merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada masa remaja. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi perilaku merokok pada remaja, seperti kurang kuatnya konsep diri yang dimiliki remaja dan kurang bisa menyaring pergaulan atau korban dari konformitas yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku merokok pada remaja. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala konsep diri, skala konformitas, dan skala perilaku merokok. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil perhitungan menggunakan analisis regresi ganda menunjukkan korelasi rx1y sebesar - 0,600 pada taraf signifikan p < 0,05. Artinya ada korelasi negatif yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku merokok pada remaja, dan korelasi rx2y sebesar 0,615 pada taraf signifikan p < 0,05 memiliki arti ada korelasi positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku merokok pada remaja. Selain itu berdasarkan hasil analisis data diketahui ada hubungan yang signifikan secara statistik antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku merokok pada remaja ditunjukkan dengan nilai korelasi Ry12 = 0,757 dan Fregresi = 20,111 dengan r < 0,05. Sumbangan efektif konsep diri dan konformitas dengan perilaku merokok dapat dilihat dari koefisien determinan (R2) sebesar 0,5728 atau 57,28% yang berarti masih terdapat 42,72% faktor lain yang mempengaruhi perilaku merokok selain konsep diri dan konformitas.     Kata kunci: konsep diri, konformitas, perilaku merokok.

Page 1 of 1 | Total Record : 5