cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN ASERTIVITAS TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) BHINNEKA KARYA SURAKARTA Anisa Ismi Nabila; . Hardjono; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.32 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.19

Abstract

Pengaruh teman sebaya memiliki peran yang sangat besar pada seorang anak yang menginjak usia remaja. Banyak sekali tekanan yang dihadapi dari teman sebaya, misalnya rayuan, ajakan, bahkan paksaan untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan atau yang tidak pantas dilakukan. Dalam hal ini banyak remaja yang tidak berani atau ragu-ragu untuk berkata “tidak” karena alasan takut tidak memiliki teman, takut dimusuhi, atau takut dianggap tidak cool. Oleh karena itu, remaja membutuhkan suatu keterampilan sosial yaitu asertivitas untuk menolak pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk mengajarkan asertivitas yaitu dengan melalui beberapa jam pelatihan. Pemberian pelatihan asertivitas dapat membantu mengurangi kecenderungan kenakalan remaja akibat pengaruh negatif yang berasal dari teman sebaya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian pelatihan asertivitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan rancangan eksperimental nonrandomized pretest-posttest control-group design. Subyek penelitian adalah 20 siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan pelatihan asertivitas, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecenderungan kenakalan remaja yang dikenakan pada subyek sebelum dan setelah perlakuan. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik uji T-Test. Diperoleh nilai t=3,680 (t<2,101) dan  p= 0,002 (p<0,05). Nilai rata-rata pada kelompok eksperimen adalah 90,6 sedangkan nilai rata-rata pada kelompok kontrol adalah 104,1. Nilai rata-rata ini dapat diinterpretasi bahwa terdapat perbedaan pada kedua kelompok sebesar 13,5. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pelatihan asertivitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta.   Kata Kunci : Kecenderungan kenakalan remaja, pelatihan asertivitas
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN ASERTIVITAS DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA Nike Kusumawati; Salmah Lilik; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.516 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.24

Abstract

Komunikasi interpersonal memegang peranan penting dalam perkembangan remaja. Keberhasilan mengembangkan komunikasi interpersonal yang baik dapat membantu remaja mengembangkan berbagai kapasitas mental dan intelektual. Namun demikian, banyak permasalahan yang timbul berkaitan dengan komunikasi. Salah satu permasalahan yang dihadapi remaja terkait dengan komunikasi adalah kecemasan komunikasi interpersonal. Konsep diri dan asertivitas merupakan faktor personal yang terkait dengan kecemasan komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan asertivitas dengan kecemasan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala kecemasan komunikasi interpersonal, skala konsep diri, dan skala asertivitas. Analisis  data menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F-test = 76,071, p  0,05, dan nilai R = 0,781. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu ada hubungan yang signifikan dan kuat antara konsep diri dan asertivitas dengan kecemasan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rx1y = -0,240; p<0,05, artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan kecemasan komunikasi interpersonal. Semakin tinggi konsep diri maka semakin rendah kecemasan komunikasi interpersonal, sebaliknya semakin rendah konsep diri maka semakin tinggi kecemasan komunikasi interpersonal. Nilai rx2y = -0,600; p<0,05, menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara asertivitas dengan kecemasan komunikasi interpersonal. Semakin tinggi asertivitas maka semakin rendah kecemasan komunikasi interpersonal, sebaliknya semakin rendah asertivitas maka semakin tinggi kecemasan komunikasi interpersonal. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,611 atau 61,1%, terdiri atas sumbangan efektif konsep diri terhadap kecemasan komunikasi interpersonal sebesar 12,94% dan sumbangan efektif asertivitas terhadap kecemasan komunikasi interpersonal sebesar 48,13%. Ini berarti masih terdapat 38,9% faktor lain yang mempengaruhi kecemasan komunikasi interpersonal selain konsep diri dan asertivitas.   Kata kunci: kecemasan komunikasi interpersonal, konsep diri, asertivitas
PENGARUH PELATIHAN BERPIKIR POSITIF TERHADAP ASERTIVITAS REMAJA PANTI ASUHAN Adhisty June Ertyastuti; Tri Rejeki Andayani; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.48 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.25

Abstract

Remaja sebagai salah satu tahap dalam perkembangan manusia, memiliki tugas perkembangan yang berfokus pada upaya untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab dalam lingkungannya. Remaja memerlukan dukungan dan pengarahan dari keluarga untuk menyelesaikan tugas perkembangannya. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak setiap remaja dilindungi dalam satu keutuhan keluarga sehingga menyebabkan remaja harus berada di panti asuhan. Keberadaan panti asuhan berperan penting sebagai lembaga yang menangani anak-anak terlantar untuk memenuhi kebutuhan anak asuhnya baik dari segi fisik maupun psikis tetapi panti asuhan tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan anak asuhnya terutama kebutuhan psikis. Masalah psikologis yang sering dialami oleh remaja panti asuhan, diantaranya mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain (kompetensi interpersonal), salah satunya dalam asertivitas yang menjadi fokus penelitian ini. Asertivitas merupakan suatu perilaku yang dapat dipelajari sehingga perilaku asertif dapat ditingkatkan melalui serangkaian latihan. Latihan untuk meningkatkan asertivitas dapat dilakukan dengan menekankan pada proses kognitif. Salah satu pengembangan latihan dengan proses kognitif adalah berpikir positif. Pelatihan berpikir positif ini dimaksudkan untuk meningkatkan asertivitas remaja panti asuhan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap asertivitas remaja panti asuhan di Panti Asuhan Yatim (PAY) Mardhatilah Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan Non-Randomized Pretest-Posttest Control-Group Design dengan subjek penelitian sebanyak 10 remaja panti asuhan di PAY Mardhatilah Sukoharjo dengan tingkat asertivitas sedang yaitu lima remaja Kelompok Eksperimen dan lima remaja Kelompok Kontrol. Pelatihan ini menggunakan pendekatan experiential learning dengan metode communication activities, games, role play, sharing, relaksasi, dan pemutaran film serta materi pelatihan yang telah disusun dalam modul. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Asertivitas dengan daya beda item 0,302 - 0,642 dan koefisien reliabilitas (α) 0,883. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U, diketahui besarnya nilai Zhitung = -2,627 (Ztabel = -2,409; Zhitung<Ztabel) dan p 0,008 (p<0,05). Hal ini berarti ada pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap asertivitas remaja panti asuhan. Selanjutnya, hasil uji menggunakan Wilcoxon T, diketahui besarnya nilai Zhitung = -2,032 (Ztabel = -1,728; Zhitung<Ztabel) dan p 0,042 (p< 0,05). Hal ini berarti bahwa pelatihan berpikir positif efektif dalam meningkatkan asertivitas remaja panti asuhan. Kata Kunci : Pelatihan Berpikir Positif, Asertivitas, Remaja Panti Asuhan
KEEFEKTIFAN PELATIHAN KEBERMAKNAAN HIDUP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA DHARMA BAKTI SURAKARTA I Kadek Edwin Trisnapati; Istar Yuliadi; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.727 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.21

Abstract

Problem yang umum terjadi pada lansia adalah depresi. Insidensi depresi paling tinggi terjadi pada lansia yang menjadi penghuni panti rawat wredha. Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi perasaan manusia yang sedih dan murung disertai dengan beberapa gejala. Salah satu bentuk keterampilan yang diharapkan mampu menurunkan tingkat depresi pada lansia adalah melalui penemuan makna hidup. Makna hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting dan berharga, serta memberikan nilai khusus bagi seseorang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan kebermaknaan hidup dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta.Pelatihan kebermaknaan hidup merupakan suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, guna membantu individu untuk mencapai dan memenuhi tujuan hidup sehingga mampu menurunkan tingkat depresi menuju pada hidup yang lebih berkualitas dan bahagia.Subjek penelitian ini adalah lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta berjumlah 10 orang. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 5 orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan kebermaknaan hidup sebanyak tiga kali pertemuan menggunakan  metode ceramah dan diskusi, studi kasus, role play ,simulasi dan permainan , dan latihan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui modul pelatihan dan Geriatric Depression Scale (GDS). Teknik analisis data menggunakan  analisis statistik nonparametrik uji 2 Sampel Independen Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon dengan bantuan komputer program SPSS for MS windows versi 16.0.Berdasarkan hasil perhitungan uji 2 Sampel Independen Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai z sebesar 1,581 dan probabilitas (p) sebesar 0,013 (p<0,05). Sedangkan hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai z sebesar -2,060 dan probabilitas (p) signifikansi 0,039 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan kebermaknaan hidup efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta.Kata kunci :pelatihan kebermaknaan hidup, tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta
PERBEDAAN TINGKAT POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER DITINJAU DARI BENTUK DUKUNGAN EMOSI PADA PENYINTAS ERUPSI MERAPI USIA REMAJA DAN DEWASA DI SLEMAN, YOGYAKARTA Pratiwi, Citra Ayu; Karini, Suci Murti; Agustin, Rin Widya
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.546 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.22

Abstract

Terjadinya bencana alam seperti erupsi Merapi pada tahun 2010 lalu menyisakan berbagai kondisi yang sulit bagi para penyintasnya, salah satunya adalah trauma yang kemudian berkembang menjadi post-traumatic stress disorder (PTSD). PTSD tersebut dapat dialami oleh remaja maupun dewasa. Dukungan emosi dapat sangat membantu penyintas dalam meminimalkan tingkat PTSD yang dialami. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan tingkat PTSD ditinjau dari bentuk dukungan emosi, perbedaan tingkat PTSD ditinjau dari usia, serta interaksi antara bentuk dukungan emosi dan usia dengan tingkat PTSD. Bentuk dukungan emosi dan karakteristik perkembangan yang berbeda pada penyintas akan mengarahkan pada tingkat PTSD yang berbeda pula. Populasi penelitian ini ialah penyintas erupsi Merapi usia remaja dan dewasa yang bertempat tinggal di Dusun Pelemsari dan Pangukrejo Desa Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta sebanyak 45 orang. Sampel diambil dengan kriteria penyintas erupsi Merapi, rentang  usia 12-55 tahun, laki-laki dan perempuan, memiliki kemampuan baca dan tulis, dan pendidikan minimal lulus SD. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive quota sampling. Seluruh populasi masuk ke dalam kriteria yang dibutuhkan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan skala post-traumatic stress disorder dan skala dukungan emosi. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis varians klasifikasi dua arah (Two Way Anova). Hasil analisis dengan menggunakan teknik Two Way Anava diperoleh F hitung (3,313) > F tabel (2,64) serta taraf signifikansi 0,021 < 0,05. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat dikemukakan ada perbedaan yang signifikan pada tingkat PTSD ditinjau dari bentuk dukungan emosi pada penyintas erupsi Merapi usia remaja dan dewasa. Selain itu, hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata tingkat PTSD pada remaja lebih tinggi dari dewasa. Bentuk dukungan empati adalah yang paling efektif bagi remaja. Sedangkan pada dewasa bentuk dukungan yang paling efektif adalah dukungan kasih sayang.   Kata kunci: post-traumatic disorder, dukungan emosi, usia remaja dan dewasa
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMA N 2 KLATEN Anisa Listyowati; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.639 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.23

Abstract

Perkembangan karir merupakan perkembangan yang dialami individu terkait karir yang ingin atau sedang dijalani. Perkembangan karir individu terjadi melalui beberapa tahapan, yaitu growth, exploration, establishment, maintenance, dan disengagement. Keberhasilan individu dalam menjalani satu tahapan menunjukkan kematangan karir dan kesiapan menjajaki tahapan perkembangan karir selanjutnya. Siswa Kelas XII berada pada fase remaja akhir, dimana remaja pada fase ini dituntut untuk memiliki kemandirian ekonomi. Hal ini tentunya tidak akan bisa tercapai apabila siswa belum membuat keputusan karir dan merencanakannya. Siswa yang memiliki kematangan karir yang tinggi mampu membuat keputusan karir yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan kematangan karir, (2) hubungan antara dukungan sosial dengan kematangan karir, serta (3) hubungan antara kebutuhan aktualisasi dan dukungan sosial dengan kematangan karir. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XII SMA N 2 Klaten yang berjumlah sembilan kelas. Sampel penelitian berjumlah tiga kelas penelitian dengan total responden 89 orang yang diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas penelitian tersebut adalah kelas XII IPA2 dengan jumlah responden 31 orang, kelas XII IPA4 dengan jumlah responden 33 orang, dan kelas XII IPS2 dengan jumlah responden 25 orang. Penelitian ini menggunakan Skala Kebutuhan Aktualisasi Diri dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,757, Skala Dukungan Sosial dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,852, dan Skala Kematangan Karir dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,880. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Berganda dan Analisis Korelasi Parsial. Hasil uji dengan Analisis Regresi Berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama kebutuhan aktualisasi diri dan dukungan sosial memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kematangan karir, terlihat dari p-value sebesar 0,000   (< p-value 0,05); Fhitung 19,365 > Ftabel 3,10; dan koefisien korelasi (R) 0,557. Sementara hasil Analisis Korelasi Parsial menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan kematangan karir, serta antara dukungan sosial dengan kematangan karir, terlihat dari p-value masing-masing sebesar 0,000 dan 0,027 (< p-value 0,05) dan dengan koefisien korelasi (r) 0,45 dan 0,2. Kata kunci: kebutuhan aktualisasi diri, dukungan sosial, kematangan karir
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KECERDASAN EMOSI DENGAN AGRESIVITAS PADA SISWA KELAS XI MAN KLATEN Rifa Kurnia; Tuti Hardjajani; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.293 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.20

Abstract

Remaja merupakan individu yang rentan dengan masalah dan konflik karena karakteristik remaja yang labil, penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga mendorong munculnya agresivitas. Agresivitas adalah kecenderungan untuk melakukan tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain baik secara fisik maupun non fisik atau verbal yang dapat menimbulkan kerugian pada orang lain secara fisik dan mental. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1. Hubungan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten; 2. Hubungan antara konsep diri dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten; 3. Hubungan antara kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Klaten yang berjumlah 199 siswa yang terdiri dari sembilan kelas. Samping menggunakan cluster random sampling, sehingga dari sembilan kelas didapatkan tiga kelas untuk responden penelitian. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Agresivitas dengan koefisien validitas sebesar 0,304-0,693 dan Reliabilitas Alpha 0,878; Skala Konsep Diri dengan koefisien validitas sebesar 0,302-0,668 dan Reliabilitas Alpha 0,897; serta Skala Kecerdasan Emosi dengan koefisien validitas 0,320-0,726 dan Reliabilitas Alpha 0,918. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi dua prediktor, dan selanjutnya untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Berdasarkan hasil analisis regresi dua prediktor diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,586; p = 0,000 (p<0,05) dan F hitung 16,223 > F tabel 3,145. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten. Secara parsial menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,277; serta terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,212.   Kata Kunci: konsep diri, kecerdasan emosi, agresivitas
KOMPONEN PRAKTEK DALAM TERAPI PUISI Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.145 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.26

Abstract

Dalam volume sebelumnya penulis telah memberikan gambaran mengenai dasar teoritik penggunaan puisi dalam proses terapi serta perspektif terapi puisi dan sistem psikoterapi. Tulisan ini lebih jauh akan mengungkapkan mengenai komponen praktek terapi puisi, serta unsur-unsur terapeutik yang membangun keberhasilan terapi puisi ini. Juga akan diuraikan mengenai berbagai kegiatan dalam terapi puisi yaitu menulis puisi baik ekspresif maupun kreatif, dan menulis puisi dan mendiskusikan puisi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8