cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
Kepuasan Pernikahan Ditinjau dari Marital Expectation dan Keintiman Hubungan pada Pasangan Ta’aruf Devi Maya Puspita S; Istar Yuliadi; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.408 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.98

Abstract

Kepuasan Pernikahan Ditinjau dari Marital Expectation dan Keintiman Hubungan pada Pasangan Ta’aruf     Marital Satisfaction of Ta’aruf Couple Observed from Marital Expectation and Intimate Relationship     Devi Maya Puspita Sari, Istar Yuliadi, Arif Tri Setyanto Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Menikah merupakan tahapan penting dalam kehidupan manusia. Memilih pasangan yang tepat akan menciptakan pernikahan yang bahagia antara suami dan istri. Memilih pasangan dapat dilakukan melalui ta’aruf, sebuah proses yang tidak membolehkan adanya kontak fisik antara pria dan wanita serta melibatkan mediator untuk mengenal calon pasangan. Pernikahan yang bahagia dapat dicapai jika suami dan istri merasa puas dengan pasangan dan pernikahannya, hal ini disebut kepuasan pernikahan. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan level kepuasan pernikahan adalah pemenuhan marital expectation dan kentiman hubungan antara suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara marital expectation dan keintiman hubungan dengan kepuasan pernikahan pada pasangan ta’aruf. Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik purposive snowball sampling yang meliputi pasangan ta’aruf, yaitu suami (n = 36) dan istri (n = 66) yang berusia 21-39 tahun dengan usia pernikahan 3-15 tahun, memiliki anak minimal satu, minimal tingkat pendidikan SMA, dan merupakan pernikahan pertama. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa skala kepuasan pernikahan, skala marital expectation, dan skala keintiman hubungan. Analisis data penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara marital expectation dan keintiman hubungan dengan kepuasan pernikahan, dengan nilai Fhitung > Ftabel (117,150 > 3,088), p-value = 0,000 (p-value < 0,05), nilai R = 0,838, dan nilai R square adalah 0,703 atau 70,3%. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara marital expectation dengan kepuasan pernikahan, dengan nilai rxy = 0,274 (p < 0,05) serta terdapat hubungan yang signifikan antara keintiman hubungan dengan kepuasan pernikahan, dengan nilai rxy = 0,626 (p < 0,05). Sumbangan efektif marital expectation terhadap kepuasan pernikahan sebesar 2,4%, sedangkan sumbangan efektif keintiman hubungan terhadap kepuasan pernikahan sebesar 67,9%. Hal ini menunjukkan bahwa keintiman hubungan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kepuasan pernikahan dibandingkan marital expectation.   Kata kunci: kepuasan pernikahan, marital expectation, keintiman hubungan, pasangan ta’aruf
Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas dengan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB C YPSLB Kerten Surakarta Rofatina .; Nugraha Arif Karyanta; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.656 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.94

Abstract

Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas dengan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB C YPSLB Kerten Surakarta     The Correlation Between Emotional Regulation and Religiosity Towards Resilience on Mother of Mentally Retarded Child in SLB C YPSLB Kerten Surakarta   Rofatina, Nugraha Arif Karyanta, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Memiliki anak tunagrahita bukanlah suatu kenyataan yang mudah diterima oleh setiap orang tua. Ibu yang memiliki anak tunagrahita harus memiliki kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi konflik yang ada sehingga dapat meneruskan kehidupannya dengan lebih baik. Kemampuan ini disebut resiliensi. Regulasi emosi dan religiusitas akan memudahkan individu menyelesaikan masalah sehingga meningkatkan resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan resiliensi, (2) Hubungan antara regulasi emosi dengan dengan resiliensi, dan (3) Hubungan antara religiusitas dengan resiliensi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi pada ibu yang memiliki anak tunagrahita di SLB-C YPSLB Kerten Surakarta yang berjumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala resiliensi, skala regulasi emosi dan skala religiusitas. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi berganda, sementara uji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) dan Fhitung = 10,831 > Ftabel = 3,33. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan resiliensi. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan bahwa ada hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,564, dan p = 0,000 (p<0,05) serta ada hubungan antara religiusitas dengan resiliensi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,754   dan p = 0,000 (p<0,05). Nilai R2 sebesar 0,428, artinya regulasi emosi dan religiusitas secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 42,8%.   Kata kunci: resiliensi, regulasi emosi, religiusitas, ibu memiliki anak tunagrahita  
Hubungan antara Konsep Diri dengan Toxic Disinhibition Online Effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta Nanda Satriawan; Hardjono .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.948 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.99

Abstract

Hubungan antara Konsep Diri dengan Toxic Disinhibition Online Effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta     Relationship between Self-Concept and Toxic Disinhibition Online Effect on The Students of SMK N 8 Surakarta Nanda Satriawan, Hardjono, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Komunikasi secara online secara bertahap mengubah pola perilaku masyarakat, sampai akhirnya muncul disinhibition online effect, yaitu perilaku khusus yang diperlihatkan seseorang hanya ketika online. Bentuk disinhibisi ini bisa berbentuk negatif, ditunjukkan dalam bentuk agresi. Perilaku ini disebut toxic disinhibition online effect. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi toxic disinhibition online effect adanya anonimitas ketika seseorang online. Tanpa diketahui identitas akan membuat seseorang merasa aman dan individu merasa bebas dalam berperilaku yang terkadang memunculkan kecenderungan perilaku agresi. Toxic disinhibition online effect ini bisa ditekan apabila individu memiliki konsep diri positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMK N 8 yang berjumlah 102 siswa. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala toxic disinhibition online effect dengan jumlah aitem valid 45 butir dan reliabilitasnya 0,955 serta skala konsep diri dengan jumlah aitem valid 44 butir dan reliabilitas 0,925. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson, diperoleh r = -0,255, p = 0,010 (p < 0,005), ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta. Semakin tinggi konsep diri maka semakin rendah tendensi toxic disinhibition online effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta. Kontribusi konsep diri terhadap toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta diperoleh 6,5% (R2 = 0,065). Hal ini menandakan bahwa konsep diri mampu menjadi salah satu prediktor bagi toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta.   Kata kunci: toxic disinhibition online effect, konsep diri, internet, siswa SMK
Hubungan antara Konflik Kerja dan Perilaku Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan pada PT AG Kantor Pusat Dyah Pratitha, Aurelia; Nanda Priyatama, Aditya; Arif Karyanta, Nugraha
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.139 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.95

Abstract

Hubungan antara Konflik Kerja dan Perilaku Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan pada PT AG Kantor Pusat     Relationship Between Labour Conflict and Leadership Behavior with Work Performance of the Employees at the PT AG Central Office     Aurelia Dyah Pratitha, Aditya Nanda Priyatama, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret       ABSTRAK   Organisasi yang efektif adalah organisasi yang mampu mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan. Organisasi efektif ditentukan oleh kinerja karyawan, yang digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pertumbuhan organisasi.Tinggi rendah kinerja ditentukan oleh kualitas interaksi antar karyawan. Kualitas interaksi akan mempengaruhi kinerja bila terjadi konflik. Sebagian besar konflik bersifat mengganggu kinerja karyawan. Adanya perilaku pemimpin yang dirasa kurang memotivasi dan tidak bisa memahami karyawan, akan semakin mengganggu kinerja karyawan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konflik kerja dan perilaku kepemimpinan dengan kinerja karyawan secara simultan dan parsial. Subjek penelitian merupakan karyawan PT AG bagian kantor pusat berjumlah 57 orang dan menggunakan total sampling. Alat ukur pengumpulan data menggunakan skala kinerja karyawan dengan reliabilitas 0,918, skala konflik kerja dengan reliabilitas 0,868 dan modifikasi Leader Behavior Description Questionnaire dengan reliabilitas 0,939.Analisis data menggunakan teknik regresi linier berganda, diperoleh signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan Fhitung= 11,608 > Ftabel= 3,17 serta R= 0,548. Pengujian secara parsial antar konflik kerja dengan kinerja mendapatkan nilai p sebesar 0,005 < 0,05 dengan  rx1y= --0,367 dan antara perilaku kepemimpinan dengan kinerja nilai p sebesar 0,022 < 0,05 serta rx2y= 0,306. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,301 artinya konflik kerja dan perilaku kepemimpinan secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 30,1% terhadap kinerja karyawan dengan sumbangan 17,27% dari konflik kerja dan 12,84% dari perilaku kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan jika terdapat hubungan antara konflik kerja dan perilaku kepemimpinan dengan kinerja karyawan, secara simultan maupun parsial.   Kata kunci:kinerja karyawan, konflik kerja, perilaku kepemimpinan
Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantauan Tahun Pertama Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Andrina Nuralisa; Machmuroch .; Selly Astriana
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.653 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.96

Abstract

Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantauan Tahun Pertama Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta     The Relationship Between Adversity Quotient and Peer Group Social Support with Self Adjusment In First Year College Students from Other Region In Technical Faculty Sebelas Maret University Surakarta     Andrina Nuralisa, Machmuroch, Selly Astriana Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Mahasiswa perantau mengalami tantangan yang berbeda dari mahasiswa bukan perantau dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Masa transisi dari SMA ke perguruan tinggi meliputi perpindahan ke struktur sekolah yang lebih besar dan lebih individual, berinteraksi dengan teman yang breasal dari daerah dan latar belakang budaya yang berbeda, fokus peningkatan pada prestasi dan sistem penilaian. Bagi mahasiswa perantauan, masa transisi ini dibarengi dengan perubahan hidup, seperti meninggalkan rumah, berpisah dengan orangtua, menjalin hubungan baru, mengatur tempat tinggal baru, dan mengatur keuangan untuk pertama kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri mahasiswa perantauan tahun pertama Fakultas Teknik UNS. Penelitian ini merupakan studi populasi, maka sampel yang dipakai adalah keseluruhan populasi yakni mahasiswa yang berasal dari luar Provinsi Jawa Tengah yang sedang duduk di semester dua Fakultas Teknik UNS yang berjumlah 140 mahasiswa.   Instrumen yang digunakan dalam penelitia ini skala penyesuaian diri, skala adversity quotient, dan skala dukungan sosial teman sebaya. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung = 72,104 > Ftabel = 3,06 dengan sig. 0,000 (p < 0,05). Nilai korelasi adversity quotient dan penyesuaian diri 0,560 atau termasuk dalam kategori sedang, nilai korelasi dukungan sosial teman sebaya dan penyesuaian diri 0,221 atau termasuk dalam kategori lemah. Nilai R = 0,716 dan R2 = 0,513 atau 51,3%. Sumbangan efektif adversity quotient sebesar 38,3% dan sumbangan efektif dukungan sosial teman sebaya sebesar 13%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri, antara adversity quotient dengan penyesuaian diri, dan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri mahasiswa perantauan tahun pertama Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.   Kata Kunci: adversity quotient, dukungan sosial teman sebaya, penyesuaian diri mahasiswa perantauan tahun pertama.
Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta Deabeata Gena Emily; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.687 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.97

Abstract

Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Correlation Between Work Motivation and Organizational Commitment With Job Involvement Among Members in AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Deabeata Gena Emily, Bagus Wicaksono, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Tujuan organisasi dapat dicapai apabila kinerja dalam organisasi berjalan dengan efektif.Keterlibatan kerja anggota dalam suatu organisasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan efektivitas organisasi.Anggota yang memiliki keterlibatan kerja tinggi memiliki produktifitas yang tinggi dalam organisasi.Keterlibatan kerja anggota dalam organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.Dua diantaranya adalah motivasi kerja dan komitmen organisasi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja pada anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menampilkan gambaran dinamika organisasi secara kompresensif melalui organisasi non-for-profit dengan working environment dan operation yang jelas. Populasi dalam penelitian ini merupakan anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menggunakansampling jenuh dengan 82 anggota AIESEC masa jabatan 2015/2016 sebagai responden penelitian.Instrumen yang digunakan adalah skala motivasi kerja, skala komitmen organisasi dan skala keterlibatan kerja. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 77,144 (< Ftabel 3,12) dengan sig. 0,000. (p> 0,05) berarti terdapat hubungan yang signifikan motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja. (sig 0,014 < 0,05), rx1y = 0,277; serta terdapat hubungan yang signifikan antara komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja (sig 0,000.> 0,05), rx2y = 0,743. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja.Secara parsial, penelitian ini juga berhasil membuktikan adanya hubungan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja, serta adanya hubungan antara komitmen organisasi dan keterlibatan kerja.   Kata kunci:efektivitas organisasi, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan keterlibatan kerja

Page 1 of 1 | Total Record : 6