cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA BAKU DAN NON-BAKU KELAS X SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM Ismi Chairani Sartika Husnul; Annisa Aulia Rahmadani; Winda Lestari Gultom; Trisnawati Hutagalung
Jurnal Bahastra Vol 6, No 1 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v6i1.4597

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Analisis Bahasa baku dan Non Baku pada Siswa SMKN 1 Lubuk Pakam. Bahasa baku adalah bahasa standar yang benar dan digunakan oleh suatu masyarakat pada suatu negara. Bahasa baku atau standar itu harus diterima dan berterima bagi masyarakat bahasa, sedangkan bahasa tidak baku / non baku adalah bahasa yang digunakan dalam kehidupan santai (tidak resmi) sehari- hari yang biasanya digunakan pada keluarga, teman, dan di pasar. Ragam bahasa non baku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam percakapan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan subjek penelitian siswa kelas X SMKN 1 Lubuk Pakam. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Ada beberapa hal untuk menganalisis bahasa baku dan non baku ini, seperti dari ejaan, diksi, paragraf dan lain sebagainya. 
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG FRASA PADA PENULISAN TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 KOTA SUKABUMI Rizka Meidi Putri; Tanti Agustiani; Hera Wahdah Humaira
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.2998

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasill analisis peneliti terhadap kesalahan berbahasa bidang frasa. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini ialah teks persuasi siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kota Sukabumi. Yang menjadi objek penelitian ini ialah analisis kesalahan berbahasa bidang frasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriftif kualitatif. Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data pada penelitian ini ialah peneliti sendiri (human Instrumen) dengan bantuan menggunakan pendukung berupa tabel data untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis. Dari hasil analisis peneliti  terdapat kesalahan berbahasa bidang frasa berjumlah 79 kesalahan yang meliputi enam faktor yaitu, adanya pengaruh bahasa daerah, penggunaan preposisi yang tidak tepat, penggunaan preposisi yang tidak tepat (10 kalimat), penggunaan unsur berlebihan atau mubadzir (35 kalimat), susunan kata yang tidak tepat (25 kalimat), penggunaan superlatif yang berlebihan (2 kalimat), penggunaan bentuk resiprokal yang tidak tepat (6 kalimat).Kata kunci: kesalahan berbahasa bidang frasa,                     teks persuasi. Abstract. This study aims to describe the results of the analysis of researchers on language errors in the field of phrases. The subject of this research is the persuasion text of Grade VIII students of SMP Negeri 13 Sukabumi. The object of this research is the analysis of language error in phrase fields.  The research method used in this research is qualitative descriptive.  The research instrument for collecting data in this study was the researcher himself (human instrument) with the help of using supporters in the form of data tables to facilitate the researcher in analyzing.  From the results of the analysis of researchers there are errors in the field of phrases totaling 79 errors which include six factors, namely, the influence of regional languages, the use of improper prepositions, the use of improper prepositions (10 sentences), excessive use of elements or wasteful (35 sentences), arrangement  incorrect words (25 sentences), excessive superlative use (2 sentences), inappropriate use of reciprocal forms (6 sentences).  Keywords: language errors in phrase fields, persuasion                   text
ANALISIS KESULITAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DI SMK SWASTA PARIWISATA PRIMA SIDIKALANG POSMA Sianturi
Jurnal Bahastra Vol 5, No 2 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i2.3676

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Kesulitan Guru Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran Higher Order Thinking Skill (HOTS) di SMK Swasta Pariwisata Prima Sidikalang. Permasalahan kesulitan belajar dalam pembelajaran HOTS tersebut dideskripsikan berdasarkan dua aspek yang meliputi faktor kesulitan guru dilihat dari inteligensi dan faktor kesulitan guru dilihat dari non-inteligensi guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Populasi dari penelitian ini adalah guru dan siswa di SMK Swasta Pariwisata Prima Sidikalang yang menerapkan pembelajaran berbasis HOTS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan belum siap atau kesulitan dalam menerapkan  pembelajaran berbasis HOTS. Pada aspek pelaksanaan pembelajaran, guru masih belum memahami secara keseluruhan mengenai tentang K13 sehingga membuat informan masih kesulitan dalam menentukan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran yang dibawakan. Guru juga masih kesulitan dalam penyusunan baik dalam KI, KD, penyusunan silabus, penyusunan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis HOTS masih belum dipahami baik dalam pembelajaran HOTS, penyusunan RPP yang berorientasi HOTS, penyusunan soal atau pertanyaan berbasis HOTS maupun dalam format penilaian dalam pembelajaran yang berbasis HOTS.
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE Dinda Nurul Qoyyimah Fauziah Suparman.
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.3047

Abstract

Abstrak. Dalam karya sastra, salah satunya adalah novel seringkali pengarang atau penulis menyajikan nilai-nilai yang dapat diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan, salah satunya yaitu nilai moral. Nilai moral merupakan suatu ukuran untuk menilai baik dan buruknya suatu perbuatan yang dapat dijadikan sebagai pedoman kehidupan manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis nilai moral novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang berarti penulis mengkaji dan menganalisis novel dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan nilai moral novel yang mencakup empat aspek, yakni: (a) hubungan manusia dengan diri sendiri, meliputi mengakui kesalahan, berpendirian teguh, sedih, benci, menepati janji, dan bijaksana; (2) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi kasih sayang, menghormati orang tua, peduli, gemar menolong, dan ramah; (3) hubungan manusia dengan lingkungan alam, meliputi mematuhi peraturan; dan (4) hubungan manusia dengan Tuhannya, meliputi bersyukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa dan berdoa. Kata Kunci : karya sastra, novel, nilai moral. Abstract. In literary works, one of which is a novel, often the author or writer presents values that can be applied by readers in life, one of which is moral values. Moral value is a measure to judge the good and bad of an act that can be used as a guide for human life. This study aims to describe the analysis of the moral values of Tere Liye's novel Daun Yang Jatuh Tak Henci Angin. This type of research is descriptive qualitative, which means that the author studies and analyzes novels using descriptive methods. The results of this study resulted in several conclusions on the moral values of the novel covering four aspects, namely: (a) human relations with oneself, including admitting mistakes, having a firm stand, sadness, hatred, keeping promises, and being wise; (2) human relations with other humans, including affection, respect for parents, care, love to help, and kindness; (3) human relations with the natural environment, including complying with regulations; and (4) man's relationship with God, which includes being grateful for the blessings of God Almighty and praying. Keywords: literary works, novels, moral values.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LAUBALENG BERBASIS KEARIFAN LOKAL MERDANG MERDEM PADA MASYARAKAT KARO Monika Br. Bangun
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.3672

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar  siswa pada teks prosedur berbasis kearifan lokal merdang merdem  di SMA Negeri 1 Laubeleng. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdapat satu kali pertemuan. Teknik yang digunakan adalah wawancara, tes. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa dengan menentukan pada ketuntasan individu, ketuntasan klasikal, dan rata-rata hasil belajar siswa sesuia dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 70.  Hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I diperoleh hasil pelaksanaa pembelajaran pada aktivitas guru yaitu 60 dengan kategori cukup, sedangkan pada aktivitas sisa yaitu nilai 56 dengan kategori cukup. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh hasil pelaksanaa pembelajaran pada ativitas guru yaitu 89% dengan kategori baik, sedangkan pada aktivitas siswa yaitu nilai 80 dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa secara individu siswa yang tuntas 30 orang sedangkan yang siswa yang tidak tuntas 2 orang. Hasil belajar siswa secara klasikal diperoleh siswa yang tuntas 93,75%dan siswa yang tidak tuntas 6,25% nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II meningkat yaitu 81,90. 
KATEGORI FATIS DAN KONTEKS PENGGUNAANNYA DALAM BAHASA MINANGKABAU DIKENAGARIAN KAMBANG KABUPATEN PESISIR SELATAN (Phatic Categories dan Context of use in MinangKabau Language Kenagarian Kambang Kabupaten Pesisir Selatan) Dina Fitria Handayani
Jurnal Bahastra Vol 4, No 2 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i2.3155

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi serta konteks penggunaan fatis yang terdapat dalam bahasa Minangkabau dalam komunikasi sehari-hari di Kenagarian Kambang Kabupaten Pesisir Selatan. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif karena penelitian ini berusaha memberikan gambaran objektif tentang bentuk dan pemakaian ungkapan fatis yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kenagarian Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik pengamatan perekaman, pecatatan dan wawancara. Berdasarkan data yang penulis kumpulkan terdapat, tiga bentuk fatis, yaitu bentuk partikel dan kata, frasa, dan klausa. Konteks penggunaan fatis pada masyarakat tersebut mencakup penutur, mitra tutur, bahasa yang digunakan, topik tuturan, dan situasi tutur saat tuturan itu berlangsung. Fungsi umum ungkapan fatis adalah meyakinkan, mengukuhkan, menegaskan, mempertahankan pembicaraan.Kata Kunci: Kategori Fatis, Konteks Penggunaan, dan Bahasa Minangkabau Abstract. This study aims to describe the form, function, and context of the use of phatic contained in the Minangkabau language in daily communication in KenagarianKambang, Pesisir Selatan Regency. Type of this research is a qualitative research with descriptive method because this study seeks to provide an objective picture of the form and use of phatic expressions contained in the Minangkabau language in KenagarianKambangLengayangSubdistrict, Pesisir Selatan Regency. The techniques used to collect data are observation, recording and interview techniques. There are three forms of phatic, namely the form of particles and words, phrases, and clauses. The context of using phatic in the community includes speakers, speech partners, the language used, the topic of speech, and the situation of the speech when the speech is taking place. The general function of the expression of a phatic is to convince, confirm, confirm, maintain the conversation.Keywords: Phatic Categories, Context of use, and Minangkabau Language.
ANALISIS NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI DAN RRP KELAS XII Wandi Setiawan, Tanti Agustiani David Setiadi
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.3019

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berupa pemaparan analisis nilai religius dalam novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi. Berdasarkan data hasil analisis terdapat beberapa indicator mengenai nilai-nilai religus pada novel tersebut. Hasil dari analisis nilai religius kemudian dijadikan sebagai bahan ajar yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kelas XII di SMA negeri 1 Cikidang. Tujuan dari penelitian ini bermaksud untuk memudahkan penyampaian materi tentang analisis karya sastra di kelas XII pada SMA Negeri 1 Cikidang.Kata Kunci : Novel, Nilai Religius, Rencana Pembelajaran.Abstract. This research is in the form of exposure to an analysis of religious values in the novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi. Based on the data analysis results there are several indicators about the values of religus in the novel. The results of the analysis of religious values are then used as teaching material in the form of a Learning Implementation Plan (RPP) in class XII at SMA Negeri 1 Cikidang. The purpose of this study intends to facilitate the delivery of material about the analysis of literary works in class XII at SMA Negeri 1 Cikidang.
EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS X SMA NEGERI 1 PEMATANGSIANTAR Sepriandison Saragih
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.3187

Abstract

Abstrak. Salah satu komponen keberhasilan pembelajaran adalah penggunaan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik serta kemampuan guru dalam penggunaan metode tersebut. Metode demonstrasi jarang digunakan oleh guru karena dianggap sulit dalam penerapannya, sehingga guru kebanyakan menggunakan metode ceramah, tanya jawab atau diskusi. Oleh karena itu maka dilakukan penelitian untuk membandingkan hasil belajar dengan metode demonstrasi dan diskusi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang membandingkan hasil belajar dengan metode demonstrasi dan metode diskusi dengan sampel 2 rombel di kelas X SMA Negeri 1 Pematangsiantar. Dengan demikian penelitian ini menggunakan desain eksperimental jenis post test equivalent group, yaitu desain dengan memberikan post test setelah kedua kelas diberi perlakuan. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil belajar peserta didik yang berasal dari kelompok pembelajaran dengan metode demonstrasi rata-rata 84,5 dengan standar deviasi 8,39 dan kelompok peserta didik dengan metode pembelajaran diskusi rata-rata skor 59,73. Berdasarkan perhitungan,maka didapat hasil Thitung=35,89Ttabel= 2,001 (ɑ= 0,05) Oleh karena ThitungTtabelmaka hipotesis Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan metode demonstrasi lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan menggunakan  metode  diskusi   pada peserta didik. Maka, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik yang menggunakan metode demonstrasi lebih tinggi dibandingkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik yang menggunakan metode diskusi. Oleh karena itu disarankan bagi guru Pendidikan Kewarganegaraan untuk  dapat  menerapkan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran sehingga diperoleh hasil belajar yang lebih tinggi.Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Metode Diskusi, Hasil Belajar,                      Pendidikan Kewarganegaraan Abstract. One component of the success of learning is the use of appropriate learning methods in accordance with the characteristics of the material and students and the ability of teachers to use these methods. The demonstration method is rarely used by teachers because it is considered difficult in its application, so most teachers use the lecture, question and answer or discussion methods. Therefore, a study was conducted to compare learning outcomes with the demonstration and discussion methods. This study uses an experimental method that compares learning outcomes with the demonstration method and the discussion method with a sample of 2 classes in class X SMA Negeri 1 Pematangsiantar. This study uses an experimental design type post test equivalent group, namely design by providing a post test after both classes are treated. From the results of this study obtained the learning outcomes of students who came from the learning group with an average demonstration method of 84.5 with a standard deviation of 8.39 and a group of students with a learning method of discussion with an average score of 59.73. So, it can be concluded that the learning outcomes of Citizenship Education students who use the demonstration method is higher than the learning outcomes of Citizenship Education students who use the discussion method. Therefore it is recommended for Civics Education teachers to be able to apply the demonstration method in the learning process so that higher learning outcomes are obtained.Keywords: Demonstration Method, Discussion Method, Learning                  Outcomes, Civics Education
ANALISIS KEMAMPUAN PEMBELAJARAN MELALUI SISTEM APLIKASI ZOOM ONLINE SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH SMP NEGERI 14 MEDAN Artha Vero mitha Napitu
Jurnal Bahastra Vol 6, No 1 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v6i1.4034

Abstract

Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan tantangan pandemi Covid-19, hal ini tidak hanya mempengaruhi sektor ekonomi dan sosial, melainkan juga sektor pendidikan yang kini mau tidak mau harus mulai beradaptasi dengan era ini. Sehingga kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka beralih menjadi pembelajaran non tatap muka. Program tersebut dikenal dengan pembelajaran daring atau sistem E-learning atau online learning.Pada satuan pendidikan setingkat SMP Negeri 14 Medan pelaksanaan pembelajaran Online masih terbilang jarang bahkan belum pernah dilaksanakan. Sehingga penerapan pembelajaran online di SMP pasti akan menemui berbagai kendala. Kendala yang paling menonjol adalah perubahan kebiasaan yang terjadi pada diri siswa, awalnya diterima dengan baik, antusias karena kegiatan akan dilakukan di rumah, namun seiring berjalannya waktu akan menimbulkan sebuah kejenuhan dalam diri siswa karena melakukan sebuah rutinas yang sama setiap hari. Penelitian ini diharapkan dapat memecahkan dan mendapatkan pemecahan masalah yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran online. 
PENERAPAN PENDEKATAN BERBASIS GENRE DALAM PENGAJARAN MENULIS TEKS PADA SISWA KELAS X SMA SWASTA MULIA Nurvita, Masitowarni, Silvy P, dan Afanin
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.3301

Abstract

Abstrak. Keterampilan mengajar menulis menggunakan pendekatan berbasis genre melibatkan lima tahap, yaitu: 1) Membangun konteks, 2) Membuat model dan mendekonstruksi teks, 3) Konstruksi bersama dari teks, 4) Konstruksi teks independen, dan 5) Menghubungkan teks terkait. Adapun masalah yang dihadapi guru, yaitu waktu mengajar yang kurang memadai, guru tidak bisa memantau semua siswa, siswa tidak memiliki banyak kosakata dan siswa kurang dalam pengucapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan Pendekatan Berbasis Genre dalam keterampilan mengajar menulis di Swasta Mulia Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan keterampilan pengajaran menulis di Swasta Mulia Medan dengan menggunakan Pendekatan Berbasis Genre.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif sebagai desain penelitian. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi tentang fenomena faktual dalam pengajaran untuk mendapatkan informasi. Peneliti menjelaskan implementasi Pendekatan Berbasis Genre dalam mengajar keterampilan membaca. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, menampilkan data, menarik kesimpulan. Penelitian ini peneliti menggunakan metode triangulasi yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara.Kata Kunci: Pendekatan Berbasis Genre, Menulis, Teks Deskripsi