cover
Contact Name
Cut Ita Erliana
Contact Email
cutitha@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cutitha@unimal.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Industrial Engineering Journal (IEJ)
ISSN : 2302934X     EISSN : -     DOI : -
Industrial Engineering Journal established to provide space publish, place for share of the new findings from research results of researchers, academics, scientists, and practitioners who related with the scope of Economics, management, business, global economics, global business, industrial, organization, finance Investment, marketing, and managerial.
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN APLIKASI MOBILE JKN BPJS KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) Syamsul Bahri; Amri Amri; Atikah Azmi Siregar
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.837

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan salah satu pelaksana badan hukum publik yang dibangun untuk menjalankan program jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia [1]. Maka BPJS Kesehatan dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Sebagai badan hukum publik, pelayanan harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan kepuasan peserta. BPJS Kesehatan memiliki banyak jenis layanan, yaitu layanan tatap muka dan non-tatap muka [2]. Salah satu layanan non-tatap muka yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan adalah aplikasi mobile JKN. Aplikasi mobile JKN merupakan sebuah inovasi yang dibuat oleh BPJS Kesehatan untuk mempermudah peserta dalam mendapatkan pelayanan administrasi yaitu bisa diakses kapan saja dan dimana saja [3]. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan melalui aplikasi mobile JKN. Penelitian ini menggunakan metode servqual untuk mengetahui tingkat persepsi, tingkat harapan dan gap. Ada 15 atribut kuesioner, yang terdiri 5 dimensi servqual yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Hasil penelitian menggunakan metode servqual per atribut didapat bahwa ada 4 atribut yang memiliki negatif yaitu nomor 15: customer service mobile JKN segera meminta maaf bila terjadi kesalahan, nomor 10: kecepatan aplikasi dalam merespon permintaan peserta, nomor 14: respon customer service terhadap kebutuhan dan keluhan peserta dan nomor 8: mobile JKN mampu menjawab permintaan informasi atau penyampaian keluhan. Jika dari segi dimensi terdapat 2 dimensi yang perlu BPJS Kesehatan fokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi untuk meningkatkan kepuasan peserta yaitu responsiveness dan emphaty.
PERANCANGAN PENJADWALAN PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN BOILER DAN SCREW PRESS DENGAN MENGHITUNG MEAN TIME TO FAILURE DAN MEAN TIME TO REPAIR DI PT. BUMI SAMA GANDA Syarifuddin Syarifuddin; Mahendra Alfazri; Muzakir Muzakir
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.943

Abstract

Mesin Boiler dan Screw Press merupakan salah satu komponen utama pada proses pengolakan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO)  di PT. bumi sama ganda. Namun, proses pengolahan tersebut tidak berjalan lancar dikarenakan mesin boiler dan Screw Press sering mengalami kerusakan terhadap beberapa komponennya. Hal ini diketahui  dari data kerusakan Menurut data Maintenance dari bulan Agustus 2020 sampai bulan Juli 2021 terdapat 51 kerusakan pada stasiun boiler yang menyebabkan terjadinya breakdown selama 5400 menit dan terdapat 24 kerusakan pada mesin screw press yang menyebabkan breakdown selama 1.710 menit di Pabrik Kelapa Sawit PT. Bumi Sama Ganda. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlunya dilakukan preventive maintenance untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan tak terduga yang menyebabkan downtime pada mesin. Berdasarkan pengolahan data, Ganda di dapatkan hasil bahwa komponen kritis pada mesin boiler terletak pada komponen gelas penduga, Blowdown, Feed water pump, valve, distribusi fuel conveyor, SAF, scrapper, Air lock, As hopper, Neles, Pipa air, motoran SAF sedangkan untuk mesin screw press komponen kritis terletak pada komponen silinder, gearbox, hidrolik, v belt, amper meter, motoran, kaca kontrol dimana komponen tersebut memberikan total downtime sebanyak 80%. Serta di dapat waktu preventive maintenance untuk komponen mesin boiler yaitu Blowdown 358 jam, gelas penduga 292 jam, feed water pump 614,2 jam, valve 1760 jam, distribusi fuel conveyor 268 jam, SAF 2044,5 jam, Scrapper 888 jam, Air lock 239 jam, As hopper 1738 jam neles 287,5 jam dan pipa air 358 jam sedangkan untuk komponen mesin screw press didapat silinder press 565 jam, gearbox 944 jam, hidrolik 715 jam dan v belt 553 jam.
ANALISIS POSTUR KERJA PADA PEKERJA ES BALOK CV. MULIENG ICEBERG Cut Ita Erliana; Syarifuddin Syarifuddin; Rizki Wahyuri; Dahlan Abdullah
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.944

Abstract

Postur kerja merupakan titik penentu dalam menganalisa keefektifan dari suatu pekerjaan. Apabila postur kerja yang dilakukan oleh operator sudah baik maka dapat hasil yang diperoleh oleh operator akan baik. Akan tetapi bila postur kerja operator tidak ergonomis maka operator tersebut akan mudah kelelahan. CV. Mulieng Iceberg merupakan badan usaha yang bergerak dibidang industri yang memproduksi Es Balok. Pada proses pengangkutan es balok kedalam truk masih menggunakan sistem kerja yang manual dengan postur yang tidak sesuai dengan prinsip ergonomic sehingga menimbulkan keluhan musculoskeletal pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hasil penilaian postur kerja terhadap pekerja dalam proses pengangkutan es balok kedalam truk dan juga usulan penambahan fasilitas kerja. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu QEC, RULA, REBA dan OWAS. Dari hasil perhitungan QEC diperoleh pekerja 1 memperoleh nilai exposure level sebesar 81,82% dan pekerja 2 sebesar 82,39% dengan kategori perlu adanya tindakan perubahan secepatnya. Berdasarkan hasil perhitungan RULA pekerja 1 dan 2 memiliki kategori tindakan yang sama yaitu 7 dan tergolong dalam level risiko tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan REBA  pekerja 1 mendapatkan skor akhir 8 sedangkan pekerja 2 memperoleh skor akhir 10 dimana pada tingkatan ini termasuk dalam tingkat risiko tinggi dengan action level kategori 3. Berdasarkan hasil penelitian OWAS pekerja 1 dan 2 mendapat hasil nilai kategori yang sama yaitu 4 dimana diperlukan tindakan segera. Adapun peneliti mengusulkan penambahan fasilitas kerja berupa conveyor agar mengurangi keluhan rasa sakit yang dialami setelah melakukan aktivitas pekerjaan tersebut.
ANALISIS METODE ABC (ALWAYS, BETTER, CONTROL) DAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT PADA KLINIK VINCA ROSEA Aghniyatun Nadhifa; Muhammad Zakaria; Defi Irwansyah
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.945

Abstract

Klinik Vinca Rosea merupakan Klinik Fisioterapi pertama yang berada di kota Lhokseumawe. Rata-rata di setiap tahun nya klinik Vinca Rosea mengalami peningkatan pasien. klinik vinca rosea telah mengelola 120 item obat yang terdaftar pada database nya. Perencanaan obat di klinik Vinca Rosea belum menggunakan analisis dan peramalan kebutuhan obat sehingga sulit untuk memperkirakan jumlah pemesanan obat yang akan datang Hal ini dapat mengakibatkan obat stock-out yang menyebabkan kurangnya minat pelanggan untuk membeli obat di klinik Vinca Rosea karena tidak terpenuhnya permintaan, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengendalian persediaan obat menggunakan metode ABC (Always, Better, Control), dan EOQ (Economic Order Quantity) di Klinik Vinca Rosea. Berdasarkan analisis ABC, obat yang termasuk kelompok A (Always) sebanyak 35 jenis obat (29,9%) dengan jumlah investasi 69,70%, kelompok B (Better) sebanyak 34 jenis obat (28,3%) dengan jumlah investasi 20,55% dan kelompok C (Control) sebanyak 51 jenis obat (42,3%) dengan jumlah investasi 9,55%. Berdasarkan EOQ yaitu jumlah pemesanan optimum tertinggi sebanyak 2362 item dan jumlah pemesanan optimum terendah sebanyak 167 item. Jumlah Safety Stock bervariasi mulai dari 8 – 41 unit serta Reorder Point bervariasi mulai dari 13 – 66 unit untuk setiap jenis obat. Total biaya persediaan tanpa metode adalah sebesar Rp. 514.785.080/Tahun. Total biaya persediaan dengan metode EOQ adalah sebesar Rp. 482.260.210/Tahun dengan menerapkan metode EOQ dapat menghemat biaya sebesar Rp. 32.524.8700/Tahun atau sebesar 6,32%/Tahun.
OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI ROTI KACANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMMING DI UD. UMEGA HJ ELIYA LUBIS KOTA TEBING TINGGI Evi Illah Wahyuni; Sri Meutia; Defi Irwansyah
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.950

Abstract

Perencanaan produksi merupakan perencanaan tentang produk apa saja dan berapa jumlah yang akan diproduksi oleh perusahaan dalam waktu satu periode yang akan datang. UD. Umega Hj. Eliya Lubis saat ini belum menerapkan perencanaan produksi yang baik untuk pelaksanaan produksi, pengusaha roti kacang melakukan perencanaan produksi hanya berdasarkan jumlah permintaan sebelumnya. Usaha ini sering dihadapkan suatu keadaan dimana adanya suatu ketidak pastian produk dengan banyaknya permintaan, karena banyaknya permintaan bersifat fluktuasi maka pengusaha roti kacang perlu memperhatikan kesesuaian banyak produk dengan permintaan konsumen agar tidak terjadi kerugian akibat produk yang berlebih dan terlalu sedikit. Berdasarkan permasalahan yang ada, diperlukan suatu perencanaan produksi menggunakan metode Goal Programming untuk pengoptimalan produksi roti kacang dengan bantuan software LINDO 1.6, metodeGoal Programming ditujukan untuk mengatasi masalah dengan lebih dari satu tujuan. Tujuan yang ingin dicapai perusahaana dalah memenuhi permintaan pasar, memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan biaya produksi. Hasil peramalan yang didapatkan berdasarkan metode eksponensial smoothing bulan juli 2022–juni 2023  Roti kacang; rasa kacang hijau yaitu 6.451 kotak, 6.451 kotak, 5701 kotak, 5.090 kotak, 4.020 kotak, 3.760 kotak, 4.606 kotak, 3.200 kotak, 4.800 kotak, 4.440 kotak, 6.853 kotak, 5.328 kotak. Roti kacang rasa kacanghitamyaitu 5.830 kotak, 5.830 kotak, 4.965 kotak, 4.082 kotak, 2.991 kotak, 2.929 kotak, 3.092 kotak, 3.896 kotak, 2.948 kotak, 3.034 kotak, 2.962 kotak, 4.131 kotak. Dengan penerapan metode Goal Programming didapatkan hasil optimal yaitu biaya produksi yang tidak melebihi batasan target yaitu sebesar Rp 2.086.399.500 dan juga target keuntungan tercapai yaitu Rp 16.582.405.000 dan diperoleh dari ketiga tujuan tersebut mendapatkan nilai deviasinol terhadap target yang ingindicapai.
ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA UNIT PENGANTONGAN SEMEN PADANG DENGAN PENDEKATAN HOUSE OF RISK M Sayuti; Fatimah Fatimah; Sahara Sahara
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.947

Abstract

PT Yoga Wibawa Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha pengantongan semen Padang, dimana pada proses pengantongan semen ini terdapat berbagai risiko yang pernah terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan penyebab kejadian risiko (risk agent) dan mengetahui cara mengendalikan risiko yang terdapat pada proses pengantongan semen Padang di  PT. Yoga Wibawa Mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR) Fase 1 dan House Of Risk (HOR) Fase 2. Pada HOR Fase 1 dilakukan identifikasi kejadian risiko, agen risiko, dan penentuan Aggregate Risk Potential (ARP) dan HOR Fase 2 digunakan untuk menentukan prioritas aksi mitigasi risiko yang paling efektif dengan mempertimbangkan derajat kesulitannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 kejadian risiko (risk event) dan 19 agen risiko (risk agent) pada unit pengantongan semen Padang, serta 18 usulan aksi mitigasi untuk pengendalian risiko yang ada pada unit pengantongan semen Padang.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN PENOLONG UNTUK PEMBUATAN PUPUK UREA PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING Syukriah Syukriah; Bakhtiar Bakhtiar; Urfan Wahyan Wahid
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.948

Abstract

Pada PT. Pupuk Iskandar Muda yang bergerak di bidang industri kimia. Perlu diketahui bahwa pada PT. Pupuk Iskandar Muda di Tahun 2018 pernah mengalami kelebihan (over stock) persediaan bahan penolong dan spare part disebabkan human error dan perhitungan yang tidak sesuai untuk kebutuhan perusahaan yang mengakibatkan kelebihan stock yang membuat persediaan menumpuk di penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalian dan merencanakan persediaan  bahan  penolong karena perhitungan atau metode dari perusahaan juga pernah tidak tepat sasaran. Perhitungan pemakaian bahan penolong yang optimal dengan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) yang dapat mencegah terjadinya kelebihan dan kekurangan persediaan bahan penolong digudang. Terdapat metode MRP menggunakan teknik lot sizing dimana teknik yang digunakan adalah teknik lot for lot, economic order quantity, dan period order quantity serta menggunakan perhitungan peramalan sebagai acuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan bahan penolong dimasa mendatang. Hasil metode optimal yang didapatkan dengan menggunakan metode MRP, adalah metode yang memiliki total biaya bahan penolong terendah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perhitungan perbandingan biaya dapat disimpulkan bahwa pengendalian persediaan untuk seluruh komponen bahan penolong yang optimum dari metode yang baik diantara LFL, EOQ, dan POQ adalah metode lot for lot, dan period order quantity karena pada metode lot for lot memberikan pemilihan biaya unit terkecil. Pada bahan penolong Sodium carbonat sebesar 46.407.816. Sedangkan metode period order quantity memberikan biaya persediaan yang timbul kecil. Pada bahan penolong Coagulant Aid persediaan yang timbul sebesar 9.619 dengan pemesanan sebanyak 6 kali selama periode berurutan. Maka pembelian sebanyak kuantitas tersebut akan lebih efisien sesuai dengan kondisi perusahaan.
ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK SUKU CADANG PABRIK PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA DENGAN PENDEKATAN HOUSE OF RISK Wildan Zaki; Muhammad Zakaria; Cut Ita Erliana; Meutia Fadilla
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i2.949

Abstract

Dalam menjaga kinerja pabrik pupuk salah satunya dibutuhkan ketersediaan suku cadang. Sehingga proses pengadaan suku cadang yang dijalankan perusahaan haruslah efektif dan efesien. Kompleksitas aktifitas supply chain proses pengadaan suku cadang yang melibatkan banyak pihak dan ketidak-pastian yang terjadi dalam perubahan secara berkala yang sangat cepat tidak menutup kemungkinan timbulnya kejadian risiko yang berdampak negatif dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan kejadian risiko, agen risiko dan aksi mitigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah House of Risk (HOR) untuk mendapatkan kejadian risiko, agen risiko dan merancang aksi mitigasi untuk agen risiko prioritas berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) yang dapat menekan munculnya agen risiko. Dari hasil penelitian diperoleh 25 kejadian risiko dan 25 agen risiko. Agen risiko prioritas berdasarkan nilai ARP tertinggi sebanyak 8 agen risiko yang memberikan dampak 81,88% munculnya kejadian risiko. Terdapat 10 aksi mitigasi risko yang dapat menekan munculnya agen risiko dalam rantai pasok proses pengadaan suku cadang.
ANALISIS PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING DI CV FAMILY BAKERY Syukriah Syukriah; Fatimah Fatimah; Andriansyah Andriansyah
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1100

Abstract

Pada periode bulan Januari 2022 sampai Desember 2022 CV. Family Bakery Mengalami ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan roti dari konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perencanaan kapasitas produksi roti di CV Family Bakery menggunakan metode RCCP (Rough Cut Capacity Planning).. Metode RCCP digunakan untuk merencanakan kapasitas produksi dengan melakukan penyesuaian antara. Work Center 1 dengan 6 Work Center lainnya yang ada di perusahaan. Berdasarkan hasil laporan RCCP kekurangan kapasitas terjadi pada work center I, II. IV, VII. Pada work center I terjadi kekurangan kapasitas rata – rata sebesar 361 jam dan pada work center II terjadi kekusrangan kapasitas rata – rata sebesar 528 jam dan pada work center VII terjadi kekurangan kapasitas sebesar 1.220 jam. Adapun langkah yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan kapasitas pada work center I, II dan VII dengan melakukan penambahan jam kerja lembur (overtime) sesuai dengan jumlah kekurangan kapasitas yang dibituhkan, sedangkan pada work center IV cara mengatasi kekurangan kapasitas dengan dilakukan penambahan mesin pemanggang (oven) pada work center IV sehingga kapasitas pada work center IV dapat terpenuhi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang perencanaan kapasitas produksi, khususnya dalam industri roti, dan menjadi acuan bagi perusahaan lain yang ingin mengadopsi metode RCCP dalam menghadapi tantangan kapasitas produksi yang dinamis.
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN RIPPLE MILL DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES DI PT PARASAWITA Syarifuddin Syarifuddin; Syamsul Bahri; Edi Amali Yunus
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1074

Abstract

Perawatan terhadap mesin–mesin dalam dunia industri/manufaktur merupakan aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Maka dengan itu dibutuhkan manajemen yang baik serta metode-metode yang tepat dalam perawatan mesin tersebut sehingga umur mesin pun bisa lebih lama dan dapat menekan biaya pengeluaran. Total Productive Maintenance atau TPM adalah salah satu metode proses maintenance yang dikembangkan untuk meningkatkan produktifitas di area kerja, dengan cara membuat proses tersebut lebih reliable dan lebih sedikit terjadi pemborosan (waste). PT.Parasawita merupakan perusahaan yang bergerak  dibidang  usaha agroindustri.  PT.Parasawita  mengelolah  minyak mentah kepala sawit CPO dan Kernel dengan kapasitas 150 ton perhari. PT. Parasawita adalah perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dan memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan  kapasitas  terpasang 45 ton/jam TBS (Tandan Buah Segar) tetapi pada saat ini PKS hanya efektif mengolah dengan kapasitas 30 ton TBS/jam dengan rata-rata mengolah setiap hari 20 jam dalam 6 hari seminggu.