cover
Contact Name
Cut Ita Erliana
Contact Email
cutitha@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cutitha@unimal.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Industrial Engineering Journal (IEJ)
ISSN : 2302934X     EISSN : -     DOI : -
Industrial Engineering Journal established to provide space publish, place for share of the new findings from research results of researchers, academics, scientists, and practitioners who related with the scope of Economics, management, business, global economics, global business, industrial, organization, finance Investment, marketing, and managerial.
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI M. Abdi Nur Syahputra; Muhammad Zakaria; Cut Ita Erliana
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1102

Abstract

UD. Mawar Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tempe. Berdasarkan hasil pra-penelitian berupa wawancara kuesioner NBM terhadap 4 pekerja penggilingan dan 8 pekerja pembungkusan didapatkan informasi berupa keluhan sakit pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi dari segi postur kerja para pekerja. Hasil penelitian dengan menggunakan metode JSI menunjukkan nilai tingkat risiko ergonomi pada pekerja penggilingan atas nama Latep 5,06 dengan kategori tingkat risiko ergonomi dapat menimbulkan risiko(medium), atas nama Mukti dan Mun 10,13 dengan kategori tingkat risiko ergonomi berbahaya (high), atas nama Reza 3,38 dengan kategori tingkat risiko ergonomi cukup aman (low). Pada pekerja pembungkusan atas nama Ragil dan Hidayat 10,13 dengan kategori tingkat risiko ergonomi berbahaya (hard), atas nama Atul dan Fajri 6,75 dengan kategori tingkat risiko ergonomi dapat menimbulkan bahaya (medium), atas nama Riski, Rizki, Akbar dan Mulyadi 2,25 dengan tingkat risiko ergonomi cukup aman (low). Sedangkan dengan metode WERA menunjukkan nilai tingkat risiko ergonomi pada pekerja penggilingan atas nama Latep dan Reza 36 dengan kategori tingkat risiko ergonomi medium, atas naam Mukti dan Mun 41 dengan kategori tingkat risiko ergonomi medium. Pada pekerja pembungkusan atas nama Atul dan Fajri 32 dengan kategori tingkat risiko ergonomi medium, atas nama Akbar 33 dengan kategori tingkat risiko ergonomi medium, atas nama Ragil, Riski, Mulyadi 34 dengan kategori tingkat risiko ergonomi medium, atas nama Hidayat dan Rizki 35 dengan kategori tingkat risiko ergonomi medium.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK CACAT SABUN CREAM DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL DI PT. JAMPALAN BARU Sri Meutia; Sukma Sinar Bulan Nasution
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1086

Abstract

Saat ini persaingan antar pasar industri semakin kompetitif. Hal ini terbukti dengan banyaknya jenis kosmetika produksi dalam negeri dan produksi luar negeri yang beredar di pasar. Sabun merupakan produk yang digunakan sebagai pembersih dengan campuran media air, secara umum sabun berbentuk padatan atau juga cair. Masing-masing bentuk tentunya mempunyai keuntungan dan kekurangan sendiri di berbagai sarana publik. PT. Jampalan Baru adalah perusahaan yang memproduksi sabun. Produk sabun yang dihasilkan juga beraneka ragam mulai dari sabun cream, sabun batang, dan sabun mandi. PT. Jampalan Baru ini maju cukup pesat khusunya untuk produk sabun cream. Hal ini ditunjukkan dengan terus bertambahnya permintaan sabun cream dari pasar. Dalam proses produksi sabun cream mengalami banyak masalah seperti halnya cacat produksi yang berdampak pada mutu produk yang dihasilkan. Akibat dari masalah-masalah itu menyebabkan kurang tepatnya sistem produksi yang dijalankan oleh perusahaan. Akibat dari masalah dalam proses produksi ini maka akan timbul kerugian bagi perusahaan diakibatkan banyaknya cacat produksi yang terjadi. Untuk itu maka penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui berapa tingkat kecacatan produk sabun cream, mengetahui bagaimana pengendalian kualitas produk sabun cream di PT. Jampalan Baru, dan untuk membantu perusahaan dalam menemukan upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyebab kecacatan produk sabun cream. Metode yang digunakan yaitu Statistical Process Control (SPC) dengan sasaran utama mengadakan pengurangan terhadap variasi atau kesalahan-kesalahan proses. Jenis kecacatan pada sabun cream PKS di PT. Jampalan Baru adalah kemasan rusak, dan berat yang tidak sesuai. Diantara jenis kecacatan tersebut yang paling dominan mulai dari berat tidak sesuai dengan total persentase kegagalan dalam sebulan adalah 51,1%, kemudian kemasan rusak dengan persentase 48,9%.
PENGGUNAAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU JAGUNG DI PABRIK PAKAN IKAN TERAPUNG BUMG MALAKA BIREUEN Bakhtiar Bakhtiar; Syukriah Syukriah; Rinaldi Rinaldi
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1021

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pakan ikan di berbagai daerah membutuhkan pengendalian bahan baku yang efektif, untuk meninjau hal tersebut dilakukan penelitian pada BUMG Malaka yang merupakan Badan Usaha Milik Gampong yang bergerak di bidang produksi pakan ikan terapung yang diproduksi langsung oleh masyarakat Jangka Alue Bie Kabupaten Bireuen. Permasalahan terjadi diindikasi adanyaketidakpastian dari segi persediaan jagung sebagai bahan baku utama pakan ikan itusendiri, sehingga dapat berdampak buruk bagi proses produksinya. Dilakukan penelitian dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan analisis deskriptif. Tujuannya untuk menentukan jumlah ekonomis pemesanan sehingga meminimalisasi biaya total persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemesanan ekonomis sebanyak 2.303 kg. Dan frekuensi pemesanannya sebanyak 4 kali dalam setahun serta titik pemesanan kembali (ROP) sebanyak 1.075 kg yang mengakibatkan biaya pemesanan dan penyimpanan menurun.
ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD DAN NASA TASK LOAD INDEX DI PT. CHAROEN POKPHAN CABANG GEBANG Cut Ita Erliana; Syarifuddin Syarifuddin; Yoga Trisyiam
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.1099

Abstract

PT. Charoen Pokphan cabang Gebang bergerak di bidang pembesaran ayam broiler. Perusahaan ini memilki enam kandang pembesaran dengan kapasitas tampung sebanyak 27.000 ekor ayam/kandang. PT. Charoen Pokphan memiliki jumlah karyawan sebanyak 6 orang,dimana setiap kandangnya terdiri dari satu karyawan. Para karyawan ditugaskan untuk memberi pakan, memberi minum, membolak balikan sekam alas, mengecek bobot pertumbuhan dan mensortir ayam yang tidak berkembang/mati. Para karyawan di tuntut untuk melakukan pekerjaan yang tidak biasa dilakukan oleh orang lain seperti waktu bekerja selama 12 jam/hari, dimana pagi dari jam 08:00 – 11:00, siang dari jam 14:00 – 17:00, dan malam kembali bekerja dimulai dari jam 20:00 – 23:00 dan 02:00 – 05:00. Para karyawan merasa jenuh karena perusahaan ini menerapkan sistem kerja yang demikian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran beban kerja fisik dan mental dengan menggunakan metode Cardiovascular Load dan NASA-TLX. Hasil penelitian menunjukan beban kerja fisik tertinggi pada saat bekerja siang hari dirasakan oleh Yosua S sebesar 52,30% dan untuk pekerjaan malam dirasakan oleh Ginting sebesar 61,14%. Beban kerja mental mendapatkan nilai rata-rata WWL sebesar 64,88% (tinggi), perlu penambahan karyawan sebanyak 1 orang, nilai rata-rata WWL menjadi 32,44% (rendah). Penambhan karyawan bertujuan untuk menambah jumlah shift kerja.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN ZAHRA MARKET BERBASIS WEB Subhan A. Gani; Dandi Mega Sukma; Amelia Andhini; Fhonna Azahra; Eka Wulandari; Efrigusmeli Efrigusmeli
Industrial Engineering Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i1.996

Abstract

CV. Zahra Market ialah perusahaan bisnis yang bergerak di bidang penjualan barang kebutuhan sehari-hari, dalam menjalankan bisnisnya sistem penjualannya masih dilakukan dengan cara konvensional, yaitu tidak adanya pencatatan transaksi pada setiap penjualan, ketika proses penjualan berlangsung terkadang pendataan barang kurang terkontrol. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan Perancangan Sistem Informasi pada penjualan Zahra Market berbasis Web untuk mempermudah dalam melakukan pendataan produk transaksi penjualan sehingga lebih hemat, cepat dan mudah tanpa terhalang oleh jarak dan waktu. Dengan adanya Sistem Informasi menggunakan program web ini bermanfaat bagi pemilik toko, admin, kasir dan gudang dalam melakukan pencatatan barang yang terjual, barang yang masuk dan barang yang cacat secara digital yang mempermudah dalam pencatatan dan meminimalisir resiko kesalahan dalam pengimputan data tersebut.
ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MUARA SATU MENGGUNAKAN METODE FUZZY-SERVQUAL (SERVICE QUALITY) Akmal, Syarifah; A. Gani, Subhan; Miraza, Filza Adila
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1115

Abstract

Jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud), serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Namun pada saat ini di Puskesmas masih banyak pelayanan yang kurang diatasi dengan baik sehingga pengguna jasa juga kurang merasa puas terhadap jasa tersebut, berdasarkan wawancara dengan pasien dan didukung oleh pernyataan dari manajemen, didapatkan hasil bahwa pasien banyak mengeluh terhadap waktu tunggu yang lama. Berikut ini merupakan variabel-variabel yang di teliti pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty. Dari hasil perhitungan nilai servqual (gap) per dimensi, yang menepati rank pertama adalah dimensi assurance dengan nilai -12,7, untuk urutan kedua yaitu dimensi emphaty dengan nilai -11,3, untuk urutan ketiga yaitu pada dimensi reliability dengan nilai -11,02, urutan keempat yaitu dimensi responsiveness dengan nilai -9,62, dan urutan terakhir atau kelima yaitu pada dimensi tangible dengan nilai -2,54. Dari hasil analisis perhitungan gap secara keseluruhan pada semua dimensi memiliki nilai negatif, seperti terdapat pada dimensi assurance 2 yang memiliki nilai terendah yaitu perawat melayani dengan sopan, ramah dan terampil dalam melaksanakan tugasnya, nilai yang rendah menunjukkan bahwa apa yang diharapkan pasien belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pasien.
PEMILIHAN SUPPLIER KEDELAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DI UD. PQRS Munawarah, Zahira; Zakaria, Muhammad; Bakhtiar, Bakhtiar
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1118

Abstract

UD. PQRS merupakan usaha yang bergerak dibidang produksi tempe. Bahan baku utama yang digunakan yaitu kedelai. Persaingan di dunia industri semakin sengit seiring berjalannya waktu, hal ini membuat para pelaku usaha memiliki target untuk memenuhi keinginan konsumen agar semakin banyak peminatnya, sehingga proses produksi dari suatu usaha dapat semakin berkembang. Pada persaingan antar pelaku usaha, tentu hal terpenting dan sangat berpengaruh dalam suatu kegiatan proses produksi adalah adanya ketersediaan bahan baku.Dalam proses pemesanan kedelai dari supplier yang ada, usaha pernah mengalami keterlambatan pengiriman bahan baku hingga 2 hari, harga yang kompetitif, kualitas kedelai yang dikirim tidak sesuai harapan dan jumlah bahan baku yang dikirim tidak sesuai pesanan. Permasalahan-permasalahan tersebut dapat mengakibatkan terhambatnya kegiatan proses produksi dan tidak berjalan secara optimal, dengan demikian perusahaan diharapkan lebih selektif dalam menentukan supplier sebagai mitra dalam berbisnis. Pemilihan Supplier merupakan permasalahan bersifat kompleks dengan multi-kriteria yang meliputi faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif. Metode yang dapat digunakan untuk pemilihan Supplier yaitu AHP (Analytical Hierarchy Process). Faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan ini yaitu harga, kualitas, pengiriman dan feedback. AHP digunakan untuk memberikan usulan prioritas supplier yang tepat untuk memenuhi kebutuhan baku baku utama di UD. PQRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas Supplier kedelai utama yaitu PT. A dengan nilai bobot 0,30, kemudian prioritas kedua yaitu PT. D dengan nilai bobot 0,28, kemudian PT. C dengan nilai bobot 0,24 dan yang terakhir yaitu PT. B dengan nilai bobot 0,18. Berdasarkan hasil perhitungan pemilihan Supplier kedelai didapat hasil bahwa bobot memiliki nilai CR tidak >10%, sehingga perhitungan yang dihasilkan telah konsisten dan valid.
ANALISIS PENJADWALAN PERSEDIAN BAHAN KIMIA BOILER COMPOUND; KALGEN-121 MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMEN PLANNING DI PT PUPUK ISKANDAR MUDA Bakhtiar, Bakhtiar; Aini, Aini
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1119

Abstract

PT Pupuk Iskandar Muda atau biasa disebut PT PIM adalah anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang industri kimia khususnya memproduksi pupuk urea , amoniak , NPK dan Polivit. Dalam menjalankan produksinya, PT Pupuk Iskandar Muda sering mengalami kekurangan atau pun kelebihan bahan baku terutama pada material Boiler Compound;Kalgen-121. Hal ini terjadi karena masih dilakukan berdasarkan perkiraan dan tidak berdasarkan perhitungan pasti kebutuhan bahan baku yang akan digunakan di lapangan. MRP (Material Requirement Planning) adalah suatu konsep yang membahas cara yang tepat dalam perencanaan kebutuhan barang dalam proses produksi, sehingga barang yang dibutuhkan dapat tersedia sesuai dengan yang direncanakan. penggunaan metode material requirement planning untuk mendapatkan biaya optimum dalam persediaan bahan baku. Dalam suatu proses MRP, terdapat berbagai macam penentuan teknik lot sizing yang diterapkan, sebab proses lotting ini merupakan salah satu fundamen yang penting dalam suatu sistem rencana kebutuhan bahan. Adapun teknik lot sizing yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik economic order quantity. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jumlah pembelian untuk bahan baku material Boiler Compound;Kalgen-121 menggunakan economic order quantity biaya set up yang dikeluarkan adalah Rp. 273.600,83 sedangkan biaya penyimpanan yang dikeluarkan adalah Rp. 274.196,475 sehingga total biaya yang dihasilkan adalah Rp. 547.797.308.
Analisia Supply Chain Operations Reference dan Keputusan Pemilihan Pemasok Pertambangan Material Dengan Metode AHP Di PT. XYZ Alda, Syahnaz; Zakaria, Muhammad; Syukriah, Syukriah; Fadilla, Meutia
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1121

Abstract

Pemilihan pemasok sangat penting dalam aktivitas pembelian bagi perusahaan, dimana aktivitas pembelian merupakan aktivitas yang memiliki nilai penting bagi perusahaan karena pembelian komponen, bahan baku, dan persediaan mepresentasikan porsi yang cukup besar pada produk jadinya. perusahaan masih sering menghadapi masalah keterlambatan pasokan bahan baku atau sering kehabisan bahan baku. Akibatnya perusahaan sering tidak mampu memenuhi target produksi yang diharapkan. Kurangnya transportasi untuk mengangkut material, tenaga terampil dan pelengkapan menjadi penyebab keterlambatan juga. Supply Chain adalah jaringan perusahaan termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel yang bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan produk ke tangan pemakai akhir. serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik. Dari banyaknya pemasok atau supplier yang memasok barang ke PT.XYZ yang dapat mengakibatkan masalah dalam pengambilan keputusan pemilihan supplier mana yang paling banyak diminati oleh konsumen. Maka alternatif paling tinggi dan jenis terbanyak peminatnya yaitu Toko DD dengan nilai bobot 0,3027, peringgkat kedua PT.AA dengan nilai bobot 0,2979, ketiga PT.BB dengan nilai bobot 0,2958 dan ke empat CV. CC dengan nilai bobot 0,2945. Dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja pemasok atau Supplier dengan metode AHP memperoleh hasil yaitu PT.AA dengan nilai bobot 0,2979, PT.Pembangunan Perumahan dengan nilai bobot 0,2958, CV. CC dengan nilai bobot 0,2945, Toko DD dengan nilai bobot 0,3027. Sesuai dengan kriteria QCDS maka pemasok yang layak dipilih adalah pemasok dengan bobot tertinggi yaitu Toko DD dengan nilai 0,3027.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDI KASUS: MESIN ROLL FORMING DI MEGA BAJA, SURABAYA) Nugraha, Bayu Setia
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1125

Abstract

Mesin roll forming merupakan mesin yang di pakai untuk pembengkokan roll dari bahan baja di Mega Baja, Surabaya yang memiliki frekuensi kendala yang tinggi sehingga mengakibatkan adanya downtime pada proses produksi sehingga menjadi tidak efektif karena adanya penurunan produktivitas. Berdasarkan masalah yang ada, maka perlu adanya pengukuran efektivitas mesin untuk mengetahui penyebab dan kemudian dirumuskan menjadi usulan perbaikan. Pengukuran yang digunakan ialah dengan metode Overall Equipment Effectiveness OEE dan Fault Tree Analysis FTA serta mencari tahu nilai dari six big losses. Dalam hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata OEE sebesar 61,77% yang masih di bawah standar global yaitu 85%. Losses yang paling berpengaruh terdapat pada reduced speed losses dengan presentase rata-rata 33,20% dan total nilai presentase 199,19%, total time losses 19.460,88 menit dengan rata-rata 3.243,48 menit. Idling and minor stoppage losses nilai presentase rata-rata 4,88% dengan total presentase 29,26%, total time losses 2.820,38 menit dengan rata-rata 470,06 menit. Process defect losses nilai presentase rata-rata 2,03% dengan total presentase 12,16%, total time losses 1.180,70 menit dengan rata-rata 196,78 menit. Penyebab kurangnya nilai efektivitas dipengaruhi oleh faktor mesin, manusia, dan material.