cover
Contact Name
A.A. Diah Indrayani
Contact Email
diahindra17@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diahindra17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra
ISSN : 1979634X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Kalangwan, Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar memiliki misi menghidupkan dan mengoptimalkan kesadaran keindahan ilmu pengetahuan yang ada dalam diri setiap orang. Maka dengan kesadaran tersebut akan membuat setiap insan tergerak untuk terus menimba menambah dan memperdalam pengetahuan demi kemajuan dan peningkatan kualitas SDM kampus. Keindahan ilmu pengetahuan akan membuka sisi estetika dan kelembutan menuju manusia yang ramah rendah hati jujur dan terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
DALAM KIDUNG BHRAMARA SAṄU PATI Putra, I Gde Agus Dharma; Sutjaja, I Gusti Made; Putra, Ida Bagus Rai; Sudarsana, I Ketut
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v7i1.1075

Abstract

Kalangwan is state of Beauty and cause melting of the distance between the seeker and the sought after. The melting distance causes the soul to drift into the sublime beauty. Distance not only as the conception of space and time, but also the consciousness that separate subject and object. Melting distance means the dissapearance of space, time, and consciousness. Such a condition become a goal by Kawi.Bhramara Sangu Pati more like a monologue that contains the expressions of love for the godness. Love expressions of hope, disappointment, sadness, beauty, especially the longing. Such expressions are axpressed in a soft metamorphosis. Literary is a kind of literature that is still in vague areas especially for researchers.Kalangwan in this text does not stop only on the aesthetic, but also the miystical. Aesthetic because it is a literary work of a hymn that has its own prosody. Mystical because in it there are teachings, especially the teachings that can be used as death. Kalangwan in this study is the level that must  be followed by those who want to achieve death. Kalangwan is not abolished, but skipped. Its like climbing a ladder, to get to the tenth step, it must be through the first, second, third and so on.
DEIKSIS BAHASA BALI DIALEK BUGBUG KECAMATAN KARANGASEM (KAJIAN PRAGMATIK) Aryani, Ni Komang
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i2.2371

Abstract

This research has three objectives, namely to describe the form of the person deixis, the form of the place deixis, and the form of the time deixis in Balinese, Bugbug dialect, Karangasem sub-district. This research is a qualitative descriptive research. The object of this research is the people’s utturance of the Bugbug village community with data and data sources in the form of speech or conversational dialogue that has been transcripted into text. Collecting data using utterances methods of simak bebas libat cakap. The interactive model data analysis is used as the data analysis in this research. The results showed that the deixis aspects contained in the utterances included a personal expression in the form of a single first person deixis, there were 6 forms. The first plural deixis has one form, the second deixis has 7 forms, the third deixis is single, there is one, third persona is plural has one form. Space deixis (place) has 13 forms and Deixis when there are 7 forms
UPACARA MANUSA YADNYA DALAM LONTAR SMARAREKA Wiriawan, I Gst Ngr
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i2.2362

Abstract

Upacara manusa yadnya (ceremony related to human life) is represented as one of way to maintain the universe balance. Since the ceremonies aim to honor humans as the main life cycle support. Many literary work inherited to Balinese people that become the guidelines in implementing these ceremonies, one of them is smarareka manuscript. Smarareka describes the history of universe creation, ehich contains how to maintain the balance of universe (buana agung) and humans (buana alit). Related to honor the humans, the manuscripts explained human brings the result of deeds from their previous life or called karma. These are in the form of illness, disaster, etc, that can become a barrier for their human life. Furthermore, it needs some ceremonies to re-cleanse human since they were born. Some ceremonies mention at the manuscript are placenta burial, ceremony when babies umbilical cord was broken, and balinese birthday ceremony.
AJARAN KESUSILAAN DALAM GAGURITAN DHARMA PRAWERTI Sanjaya, Putu
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v7i2.1029

Abstract

Gaguritan Prawerti Dharma is a literary work that contains the teachings of the Hindu religious morals namely Dasa Sila, Mala Tri, Tri Yadnya, Catur Prawerti, Catur Varna, Catur Paramitha, Sad Varga, Tri Parartha, and Daiwi and Asuri Sampad. The Hinduism contained in Gaguritan Prawerti Dharma teaches that every person should always make the moral teachings as a guide in any behavior that could be realized life in safety and peace. In addition Gaguritan Prawerti Dharma should teach humans which in this case is the Hindus, to be able to refrain from any wild desire. Gaguritan Dharma Prawerti containing Dharma teachings of morality really appropriate and relevant when used as a guideline for behavior. Current state of society who tend to behave the hedonistic, consumerist, materialistic, and pragmatic, if not matched by affirmation teachings of morality in every individual would bring the society to destruction and chaos. Thus why the moral teachings in life should always be upheld.
PERUBAHAN PANGAKSAMA ISTA DEWATA DALAM SASTRA JAWA KUNA KAJIAN TEOLOGI-SASTRA Adnyana, Gede Agus Budi
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i1.1391

Abstract

Pangaksama dalam sastra Jawa Kuna, menunjukan ista dewata yang dipuja oleh rakawi Jawa Kuna di dalam menuliskan karya sastranya. Secara pasti pangaksama merubah seluruh teologi sastra dari paham Waishnawa menjadi paham Siwaisme yang kenal  akan kekuatan magis. Perkembangan dari fase- fase sastra Jawa Kuna, secara keseluruhan merujuk pada keyakinan Siwa sebagai ista dewata yang utama. Bagian terpenting dari sastra itu sendiri adalah untuk menemukan kebijaksanaan dan sastra di sini sebagai penuntun serta petunjuk untuk mengarah kepada kesadaran rohani.
nilai budaya dalam cerita rakyat masyarakat Melayu Kabupaten Mempawah Sakillah, Sakillah; fitri, fitri; zulfahita, zulfahita
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2119

Abstract

pertama
PEMERTAHANAN KOSAKATABAHASA BALI BIDANG PERTANIAN :KAJIAN EKOLINGUISTIK Arta, Eddy Purnomo
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v8i2.972

Abstract

Bahasa Bali memiliki banyak kosakata  dalam berbagai bidang yang salah satunya ialah kosakata  bidang pertanian. Kosakata  bahasa Bali di bidang pertanian dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kosakatapertanian tradisional dan modern. Terkait pemisahan tersebut, kosakatabidang pertanian yang sekiranya perlu dipahami oleh generasi muda penutur bahasa Bali adalah kosakatabidang pertanian tradisional, misalnya seperti kata arit ‘sabit’, pacul ‘cangkul’, tenggala ‘alat untuk membajak sawah’, manyi ‘panen’ dan yang lainnya yang merupakan kosakata  bahasa Bali yang sudah sangat jarang digunakan oleh penutur-penutur bahasa Bali saat ini karena adanya kosakatatradisional dan modern tersebut, maka peneliti memandang perlu dilakukan penelitian tentang kosakatapertanian tersebut.Perubahan kosakata  pertanian tradisional ke modern itulah yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini mengkaji masalah 1) kosakata  bahasa Bali bidang pertanian yang masih bertahan di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, 2) perubahan kosakata  bahasa Bali bidang pertanian di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung dan 3) sikap masyarakat petani di desa tersebut terhadap perubahan kosakata  bahasa Bali itu.Untuk dapat memecahkan atau menjawab permasalahan tersebut digunakan teori perubahan bahasa untuk memecahkan masalah pertama dan kedua, serta menggunakan teori pemertahanan bahasa untuk memecahkan masalah yang ketiga yang berkaitan dengan masyarakat Desa Canggu dalam mempertahankan kosakata  aslinya meskipun telah terdapat kosakata  dari bahasa lain. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini ialah warga Desa Canggu Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung yang bekerja di bidang pertanian sedangkan objek dalam penelitian ini ialah kosakata bahasa Bali dalam bidang pertanian tradisional dan modern. Dalam menentukan informannya dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin,observasi non partisipasi, studi kepustakaan dan pencatatan dokumentasi.Setelah dilakukan penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa kosakata  bahasa Bali bidang pertanian yang masih digunakan atau dikenal di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yaitu: anggapan, arit, caluk, srampang, tenggala, tambah, traktor. kakul, kapu-kapu, pici-pici, lintah, manyi, biukukung, nangluk merana, majukut, matekap. Perubahan kosakata  bahasa Bali bidang pertanian di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yaitu berupa penambahan kosakata. Cara petani, aktivis pertanian dan masyarakat di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badungdalam menyikapi perubahan kosakata  bahasa Bali bidang pertanian ialah dengan memiliki sikap bahasa positif, yaitu tetap menggunakan kosakata  bidang pertanian tradisional dari bahasa Bali asli di samping kosakata  baru dari bahasa lain.
ESENSI KEHIDUPAN MANUSIA DALAM TEKS GEGURITAN AJI SESANA Widiantana, I Kadek
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i2.1230

Abstract

Lack of knowledge of the nature of life, especially being human, impacts many experiencing stress symptoms, even at the rise of suicides cases. Therefore, it is important to understand the essence of being born human, so that you can live your life as well as possible. One of the Geguritan texts that contains the essence of life being human is the Geguritan Aji Sesana which is considered to be lacking in attention. Therefore, the author uses this Geguritan as a study material, because in the Geguritan summarized the teachings of Hinduism, mainly related to the essence of being born into a human, so that there is no regret to be human. Based on the explanation above, in this paper will discuss about:1) Structure of the Geguritan Aji Sesana; and 2) The essence of human life in the Geguritan Aji Sesana. In analyzing the Geguritan Aji Sesana text, the author uses structural and semiotic theories.The Geguritan Aji Sesana is a text that contains the essence of being born human, how humans must always cling to the teachings of Dharma, with the essence of being born the main human being. Humans are reminded to always be vigilant with enemies that are in themselves because the enemy is actually inside. Humans are required to always improve themselves by diligently studying literature. But in studying the literature, it must be gradual and begin from the basic level.
“BABAR LONTAR” STRATEGI GELIAT BUDAYA PELESTARIAN LONTAR DI BALI PADA MASA PENDEMI COVID-19 Handana, Putu Dedi
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i1.2376

Abstract

The importance of knowing, studying, and disseminating the existence of lontar as a strategy to preserve ancestral heritage so that it can be a reference source for information related to previous human civilizations from various aspects of life, such as cultural, social, agricultural, medical, and so on, is very important. Efforts have been made to physically maintain the presence of lontar so that it is not easily damaged and can still be read as a source of cultural heritage. In the midst of the Covid-19 pandemic, all activities are starting to be limited, but active to disseminate the existence of lontar manuscripts is no longer a taboo thing but as something that must be known so that the perception of "tenget" can be changed to draw noble values from a lontar script. This activity can be carried out by exposing through vigorous “babar lontar” this activity is carried out through virtual activities so that conservation efforts are still ongoing in the midst of a pandemic.
STRUKTUR FORMA GEGURITAN SUDDHAMALA Herawan, Kadek Dedy; Sudarsana, I Ketut
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v8i1.1035

Abstract

Struktur forma Geguritan Suddhamala terdiri dari : kode bahasa dan sastra yaitu geguritan ini ini yakni menggunakan 182 bait (pada) pupuh dan terdiri atas 22 bait Pupuh Sinom, 46 bait Pupuh Ginada, 51 bait Pupuh Durma, 18 bait Pupuh Semarandana, 30 bait Pupuh Pangkur dan 15 bait Pupuh Dangdang Gula.Ragam bahasa yang digunakan dalam geguritan Suddhamala ini menggunakan Bahasa Bali Alus, Bahasa Bali Madya, dan Bahasa Bali Kasar. Gaya bahasa yang digunakan dalam geguritan Suddhamala menggunakan majas litotes, perumpamaan, antitesis, pleonasme, hiperbola dan antonomasia. Geguritan Suddhamala memiliki tema mayor yaitu ajaran penyucian, kemudian tema minornya adalah pendidikan karakter. Pesan moral atau amanat yang terdapat dalam Geguritan Suddhamala adalah sebagai manusia hendaknya selalu berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbuat baik, hormat kepada semua orang, bersyukur serta menjalankan ajaran dharma untuk bisa menyucikan/menyadarkan diri sendiri atau orang lain.Kata Kunci : Struktur, Geguritan Suddhamala.