cover
Contact Name
A.A. Diah Indrayani
Contact Email
diahindra17@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diahindra17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra
ISSN : 1979634X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Kalangwan, Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar memiliki misi menghidupkan dan mengoptimalkan kesadaran keindahan ilmu pengetahuan yang ada dalam diri setiap orang. Maka dengan kesadaran tersebut akan membuat setiap insan tergerak untuk terus menimba menambah dan memperdalam pengetahuan demi kemajuan dan peningkatan kualitas SDM kampus. Keindahan ilmu pengetahuan akan membuka sisi estetika dan kelembutan menuju manusia yang ramah rendah hati jujur dan terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI DHARMAGITA DI SMK KHARISMA, MENGWI, BADUNG Artayasa, I Wayan
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i1.1398

Abstract

Sebagai Sekolah Kejuruan yang nota bena adalah siswa yang berjiwa interprenersif sangat sulit untuk menanamkan karakter dari segi agama, kearifan lokal apalagi dengan megeguritan atau mekidung karena pada zaman sekarang serba modern dan serba spontan apalagi perkembangan yang sangat pesat yaitu perkembangan IT. Perkembangan IT sangat cepat mempengaruhi sehingga banyak siswa yang terjerumus ke hal positif maupun negatif. Para guru, pihak sekolah sangat sulit menerapkan atau mengajarkan, mendidik dengan Dharmagita karena banyak siswa yang menganggap bahwa Dharmagita tersebut kuno, tradisonal, katrok dan lain sebagainya. Padahal dalam Dharmagita terkandung kalimat yang bermakna dalam hidup ini. Dengan adanya strategi sekolah untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa di SMK Kharisma tertarik untuk diteliti, sehingga dapat dirumuskan masalahnya dengan rumusan masalah 1) Bagaimanakah Bentuk Dharmagita Dalam Menanamkan Karakter Siswa Di SMK Karisma Mengwi Badung ? 2) Bagaimana Strategi Sekolah Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Siswa SMK Karisma Mengwi Badung ? sebagai rambu-rambu atau meramal untuk menjawab rumusan masalah maka teori yang digunakan adalah ; Teori Perubahan Sosial, Teori Fakulti. Dengan metode pengumpulan data ; observasi langsung, wawancara tidak berstruktur, pustaka, dokumentasi. Serta tehnik analisis data menggunakan : Pengelompokan Data, Reduksi Data, Transformasi Data, Pengecekan Keabsahan temuan, Penyajian Data, Penyimpulan dan Verifikasi.Hasil penelitian yang didapatkan adalah Kidung yang diberikan di SMK Kharisma Mengwi Badung dengan menyampaikan nilai-nilai karakter yang terkandung didalamnya, karena dengan cerita-cerita yang terdapat dalam kidung tersebut suasana menjadi baik, hening, dan mudah diresapi oleh Siswa. Selain itu juga yang paling sering diberikan di SMK Kharisma, Mengwi, Badung dan sekaligus latihan mengidungkan yaitu dalam persembahyangan         Strategi Pembelajaran Individual ;  Siswa yang mengalami kesulitan, seorang guru terutama guru Agama Hindu membimbing secara pribadi atau individu dalam artian guru Dharmagita mengajari, memberitahukan dengan satu persatu sampai bisa, kalau sudah bisa kemudian lagi dilakukan dengan bersama-sama         Strategi dengan Persahabatan Seorang Guru Dharmagita dalam pergaulannya sehari-hari dengan menganggap Siswa sebagai sahabat, karena selalu sebagai sahabat maka Siswa tersebut merasa  nyaman, tidak sungkan untuk bertanya, lebih aktif, tidak ada keragu-raguan. Para Siswa bebas mengemukakan unek-uneknya yang ditanggapi dengan iklas, senyum, oleh gurunya.
KAJIAN FILOLOGI DAN NILAI DALAM LONTAR TUTUR AJI SARASWATI Sentana, Gek Diah Desi
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i1.980

Abstract

Naskah Tutur Aji Saraswati menyatakan bahwa hidup adalah suatu proses yang berujung pada kematian yang tak mungkin terelakkan. Oleh sebab itu manusia diharapkan menjalani proses kehidupan (utpeti, stiti dan pralina) dengan benar. Berusaha mencapai kesadaran Tuhan dengan jalan Jnana (pengetahuan) dan tapa bratha. Hidup harus dijalankan berdasarkan petunjuk sastra agama agar menjadi berarti dan sejahtera.Untuk mewujudkan hidup yang sejahtera secara sekala dan niskala. Lontar Tutur Aji Saraswati digunakan  untuk mengetahui aksara Bali yang terdapat dalam Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Dengan adanya kesamaan simbol  tersebut, maka manusia harus menyadari bahwa apa yang mereka lalukan akan berdampak pada alam. Seperti halnya keberadaan lontar yang saat ini lebih banyak berupa salinan, maka kajian filologi dapat menjadi acuan untuk menemukan lontar mana yang mendekati aslinya maupun yang mudah dipahami.
ANALISIS STRUKTUR YANG TERKANDUNG DALAM CERPEN UMAH Rahayu, Ni Luh Putu Nitahapsari
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i2.1237

Abstract

Literary works are creations communicated expressively about the author`s intent for aesthetic purposes.. This study examines the intrinsic contained in the short story of  Bali language entitled “umah” generally have opinions and different interpretation of a short story. The intrinsic element is all the outside elements that underlies and creation of literary works. The method used in this research descriptive research using descriptive research method. Method is a methodthe status of a human group, an object, a set of conditions, a system ofthought, or a classof events in the present. In the analysis of the short stories in Bali language, the work of this I Dewa Ketut Raka Kusuma, contains many moral values and social value that can be taken and learned by the readers.
ANALISIS IDEOLOGI KEPEMIMPINAN HINDU DALAM KAKAWIN NITI SASTRA Aryatnaya Giri, I Putu Agus
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2055

Abstract

Sastra lahir dari sebuah ide, lalu mengeram, berkelindan, dan tumpah menjadi gagasan tentang kehidupan manusia yang diidealisasikan. Jadi, sastra pada hakikatnya adalah ideologi yang ditawarkan sastrawan. Di sana, ada nilai-nilai yang hendak ditanamkan. Kakawin Niti Sastra sebagai salah satu produk karya sastra Hindu klasik, banyak mengandung ideologi tentang kepemimpinan, sehingga perlu dikembangkan dan disebarluaskan di kalangan masyarakat. Kepemimpinan yang ideal menurut Kakawin Niti Sastra dapat dilihat dari kemampuan seorang pemimpin dalam mengaplikasikan ciri-ciri atau sifat-sifat psikologis yang positif dengan indikator Tri Kaya Parisudha. Artinya, pemimpin yang ideal menurut Kakawin Niti Sastra adalah pemimpin yang mampu mengaplikasikan konsep berfikir yang baik (Manacika Parisudha), berkata yang baik (Wacika Parisudha), dan berbuat yang baik (Kayika Parisudha) dalam menjalankan kewajibannya. Ideologi dibalik kepemimpinan Niti Sastra didasarkan pada ideologi kepemimpinan pada masa Kerajaan Majapahit yakni Catur Kotamaning Nrpati yang merupakan salah satu sistem ide karena memberikan arah dan tujuan bagi kelangsungan kepemimpinan seseorang. Ideologi tersebut dapat diuraikan kedalam empat bagian yaitu Jnana Wisesa Suddha, Kaprahitaning Praja, Kawiryan dan Wibawa. 
PENTINGNYA PELESTARIAN BAHASA BALI PADA PENDIDIKAN FORMAL Pratiwi, Kadek Santya; Oktarina, Putu Santi
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v8i2.970

Abstract

Pelestarian Bahasa Bali pada pendidikan formal sedang gencar dicanangkan oleh pemerintah. Bahasa Bali sebsgai salah satu bahasa dan  perekam budaya bali sangat penting untuk dipelihara. Pemeliharaan bahasa bali juga diharapkan untuk mempertahankan taksu bali. Kehadiran materi pelajaran bahasa Bali sangat penting dan memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya dan bahasa Bali, dan juga memiliki peran strategis dalam pelestarian unsur kebudayaan nasionalMetode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Analisis datanya disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif.Dari analisis yang penulis lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa dunia pendidikan memang merupakan salah satu wadah yang paling tepat untuk melaksanakan pembinaan, pengembangan, dan pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali, di samping lembaga-lembaga formal dan informal lainnya. Melalui lembaga pendidikan  sekolah, para generasi muda akan memperoleh pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh tenaga pendidik yang berkompeten dalam bidang itu. Dengan memberikan latihan-latihan secara intensif siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam memahami bahasa Bali dengan baik, serta terampil membaca dan menulis aksara Bali sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
PENGINTEGRASIAN NILAI PERDAMAIAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH SEBAGAI PERKUAT BUDAYA LOKAL Sueca, I Nyoman
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i2.1225

Abstract

Kondisi masyarakat di masing-masing daerah di Indonesia dewasa ini diwarnai oleh berbagai bentuk tindak kekerasan yang dipicu oleh masalah sederhana sampai yang cukup pelik. Pelakunya meliputi golongan tidak berpendidikan dan golongan berpendidikan. Wilayah terjadinya di lingkungan desa adat di Bali dan kota-kota kecil, tidak terkecuali di kota metropolitan dan pusat pemerintahan. Berbagai konflik telah muncul dalam masyarakat Indonesia yang berbeda suku, agama, atau kepentingan telah menimbulkan kerusuhan massal, yang banyak menimbulkan korban jiwa dan harta. Tawuran antarpelajar sering terjadi di berbagai tempat. Budaya kekerasan telah merusak jalinan persatuan sesama warga negara, yang tentu saja menurunkan kualitas budaya. Mengatasi hal tersebut, lembaga pendidikan merupakan wahana penting untuk membangun kekuatan intlektual generasi bangsa. Semua lembaga pendidikan  mempunyai tujuan untuk mengembangkan nilai teoretis, meskipun kadar dan kebutuhannya bervarisai antara lembaga pendidikan yang satu dengan yang lainnya, sesuai dengan jenis dan tingkat pendidikkannya. Oleh karena itu lembaga pendidikan merupakan wahana untuk mengembangkan budaya progresif. Budaya progresif tercermin dalam kemauan untuk maju dan berkembang, didukung oleh penemuan ilmiah serta pemenuhan kebutuhan secara efisien berdasarkan pemikiran secara rasional dan logis. Mengingat masing-masing daerah di Nusantara telah memiliki budaya tradisional yang disebut kearifan lokal (lokal wisdom), kebertahana ini didasari atas pentingnya pembelajaran bahasa daerah di masing-masing wilayah dimana mereka hidup untuk membangun kebudayaan. Sehingga pengintegrasian nilai perdamaian dalam mewujudkan keharmonisan dalam suatu wilayah dapat dilakukan melalui belajar bahasa terutama belajar bahasa daerah. Mengingat daerah di Indonesia terdiri banyak suku, etnis, agama, sehingga kita kaya dengan bahasa daerah. Bahasa daerah akan dapat memperkuat budaya pada masing-masing daerah sebagai sebuah lokal wisdom.
PENGEMBANGAN MATERI MUATAN LOKAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS 1 BATURITI Dharmawan, I Made; Mandiasa, I Nyoman
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i1.2374

Abstract

Education plays an important role in developing human resources and developing a whole person. Learning programs and educational programs are contained in an educational material program guide called the curriculum. The current curriculum in Indonesia is called the 2013 Curriculum. The 2013 curriculum applies comprehensively and integrally in education levels both at the primary level and education at the general secondary level (SMA) or vocational secondary education (SMK). The curriculum is outlined in more detail and is more immersive in the syllabus. The syllabus is arranged by the center, according to the students' conditions and abilities. The syllabus is compiled and detailed and developed in the form of an RPP (Learning Implementation Plan). In relation to the authority that schools have over the development of local content, SMA N 1 Baturiti develops local content skills for making burials for female students and weaving skills for male students. The theory used in this research is the theory of hegemony, social capital theory and constructivist theory. This type of research in order to obtain all the necessary data used qualitative research with qualitative descriptive methods, while the data collection technique was through document study interviews obtained from Hindu religious teachers and students of SMA N 1 Baturiti. From the results of the analysis, it is found that the efforts to develop local content at SMA N 1 Baturiti are the development and deepening of the syllabus of Hindu Religion subjects, especially in the field of Hindu religious ceremonies. related to Hinduism for male students
AUDIOBOOK SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM REVITALISASI MASATUA BALI Mahardika, I Gusti Ngurah Agung Wijaya
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v7i2.1032

Abstract

The advancement of technology has brought changes in the use of Balinese language for the Balinese. The Balinese language has been set aside in numerous domains of life. To conserve and preserve the existence of Baline language, steps need to be taken in accommodating said advancement of technology to attract the younger generation interest. This paper discusses the idea to use audiobook as a medium to revitalize the masatua Bali (Balinese story telling) tradition as a form of language exposure to the young learners. The use of satua Baliaudiobook should follow the six principles of delivering audio materials and abide to the systematic steps of pre-listening, while listening, and post-listening steps. This steps would ensure the attainment of multiple benefits of the satua Baliaudiobook, namely, exposure of Balinese language to the young learners, fostering the noble values in satua Bali, and at the same time improving the quality of emotional relationship between the parents and the children
TEKS DRAMA GONG SAMPIK ANALISIS BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA Sugita, I Wayan
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i2.2365

Abstract

Research on the “Text Drama Gong Sampik Analysis Form , Function , and Meaning”, aimed to describe the structure of the building as well as the text examines the function and meaning of the text contained in the drama gong “Sampik” . This research uses , semiotic theory (Enraswara , 2008: 64) , the theory of the structure , (Teeuw , 1984: 135) . The method used in the stage of providing data using methods refer to the technical note . In addition, using interviews with recording techniques and record . Furthermore, in the stage of data analysis using descriptive analytic techniques are also used literally and idiomatically . At the stage of presentation of the data , the method used is an informal method of inductive and deductive techniques . The results showed that ; (1) analyzes the structure of the text form of drama that builds drama gong “Sampik” There are four, namely : prologue , stage , scenes , and dialogue, and the narrative structure of the play there are five: plot, characterization and characterization , setting , theme, and mandate. (2) the language and style of the language used in the text of the drama gong “Sampik”. (3) text functions drama gong “Sampik” there are some functions that are contained in each babaknya quote quote that reflects situation or social reality. (4) the meaning of the text drama gong “Sampik” This is a search for identity .
PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 80 TAHUN 2018 TENTANG PELINDUNGAN DAN PENGGUNAAN BAHASA, AKSARA, DAN SASTRA BALI SERTA PENYELENGGARAAN BULAN BAHASA BALI Muliani, Ni Kadek; Muniksu, I Made Sukma
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i1.1394

Abstract

Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi dan mengadakan interaksi sosial. Bahasa daerah (bahasa Ibu) merupakan salah satu warisan kekayaan intelektual yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Keragaman bahasa daerah memberikan nuansa unik terhadap Indonesia di mata dunia. Bahasa daerah sudah sepatutnya dibina, dikembangkan dan dilestarikan supaya tidak mengalami kepunahan.Bahasa Bali (Bahasa daerah Provinsi Bali) dilindungi oleh Pergub no.80 tahun 2018 yang mengatur tentang penggunaan bahasa daerah secara intens di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan kerja. Kemampuan bahasa akan semakin terasah apabila sering diterapkan. Penggunaan bahasa Bali sebagai bahasa pergaulan sehari-hari mendorong generasi muda untuk semakin mencintai bahasa daerahnya.