cover
Contact Name
A.A. Diah Indrayani
Contact Email
diahindra17@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diahindra17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra
ISSN : 1979634X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Kalangwan, Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar memiliki misi menghidupkan dan mengoptimalkan kesadaran keindahan ilmu pengetahuan yang ada dalam diri setiap orang. Maka dengan kesadaran tersebut akan membuat setiap insan tergerak untuk terus menimba menambah dan memperdalam pengetahuan demi kemajuan dan peningkatan kualitas SDM kampus. Keindahan ilmu pengetahuan akan membuka sisi estetika dan kelembutan menuju manusia yang ramah rendah hati jujur dan terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
PEMERTAHANAN KOSAKATABAHASA BALI BIDANG PERTANIAN :KAJIAN EKOLINGUISTIK Arta, Eddy Purnomo
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.88 KB)

Abstract

Bahasa Bali memiliki banyak kosakata  dalam berbagai bidang yang salah satunya ialah kosakata  bidang pertanian. Kosakata  bahasa Bali di bidang pertanian dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kosakatapertanian tradisional dan modern. Terkait pemisahan tersebut, kosakatabidang pertanian yang sekiranya perlu dipahami oleh generasi muda penutur bahasa Bali adalah kosakatabidang pertanian tradisional, misalnya seperti kata arit ‘sabit’, pacul ‘cangkul’, tenggala ‘alat untuk membajak sawah’, manyi ‘panen’ dan yang lainnya yang merupakan kosakata  bahasa Bali yang sudah sangat jarang digunakan oleh penutur-penutur bahasa Bali saat ini karena adanya kosakatatradisional dan modern tersebut, maka peneliti memandang perlu dilakukan penelitian tentang kosakatapertanian tersebut.Perubahan kosakata  pertanian tradisional ke modern itulah yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini mengkaji masalah 1) kosakata  bahasa Bali bidang pertanian yang masih bertahan di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, 2) perubahan kosakata  bahasa Bali bidang pertanian di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung dan 3) sikap masyarakat petani di desa tersebut terhadap perubahan kosakata  bahasa Bali itu.Untuk dapat memecahkan atau menjawab permasalahan tersebut digunakan teori perubahan bahasa untuk memecahkan masalah pertama dan kedua, serta menggunakan teori pemertahanan bahasa untuk memecahkan masalah yang ketiga yang berkaitan dengan masyarakat Desa Canggu dalam mempertahankan kosakata  aslinya meskipun telah terdapat kosakata  dari bahasa lain. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini ialah warga Desa Canggu Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung yang bekerja di bidang pertanian sedangkan objek dalam penelitian ini ialah kosakata bahasa Bali dalam bidang pertanian tradisional dan modern. Dalam menentukan informannya dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin,observasi non partisipasi, studi kepustakaan dan pencatatan dokumentasi.Setelah dilakukan penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa kosakata  bahasa Bali bidang pertanian yang masih digunakan atau dikenal di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yaitu: anggapan, arit, caluk, srampang, tenggala, tambah, traktor. kakul, kapu-kapu, pici-pici, lintah, manyi, biukukung, nangluk merana, majukut, matekap. Perubahan kosakata  bahasa Bali bidang pertanian di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yaitu berupa penambahan kosakata. Cara petani, aktivis pertanian dan masyarakat di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badungdalam menyikapi perubahan kosakata  bahasa Bali bidang pertanian ialah dengan memiliki sikap bahasa positif, yaitu tetap menggunakan kosakata  bidang pertanian tradisional dari bahasa Bali asli di samping kosakata  baru dari bahasa lain.
STRUKTUR FORMA GEGURITAN SUDDHAMALA Herawan, Kadek Dedy; Sudarsana, I Ketut
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.201 KB)

Abstract

Struktur forma Geguritan Suddhamala terdiri dari : kode bahasa dan sastra yaitu geguritan ini ini yakni menggunakan 182 bait (pada) pupuh dan terdiri atas 22 bait Pupuh Sinom, 46 bait Pupuh Ginada, 51 bait Pupuh Durma, 18 bait Pupuh Semarandana, 30 bait Pupuh Pangkur dan 15 bait Pupuh Dangdang Gula.Ragam bahasa yang digunakan dalam geguritan Suddhamala ini menggunakan Bahasa Bali Alus, Bahasa Bali Madya, dan Bahasa Bali Kasar. Gaya bahasa yang digunakan dalam geguritan Suddhamala menggunakan majas litotes, perumpamaan, antitesis, pleonasme, hiperbola dan antonomasia. Geguritan Suddhamala memiliki tema mayor yaitu ajaran penyucian, kemudian tema minornya adalah pendidikan karakter. Pesan moral atau amanat yang terdapat dalam Geguritan Suddhamala adalah sebagai manusia hendaknya selalu berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbuat baik, hormat kepada semua orang, bersyukur serta menjalankan ajaran dharma untuk bisa menyucikan/menyadarkan diri sendiri atau orang lain.Kata Kunci : Struktur, Geguritan Suddhamala.
BASA MIWAH AKṢARA BALI Surada, I Made
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.786 KB)

Abstract

Bahasa dan aksara Bali memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, yakni sebagai alat untuk berkomunikasi dan merekam buah pikiran. Selain itu juga dipergunakan dalam kegiatan upacara keagamaan (yajña), pengobatan (usada) serta aktivitas lain yang bertujuan untuk menambah kekuatan magis spiritual pada bangunan, benda, peralatan atau aktivitas yang dilakukan, bahkan pada badan atau tubuh manusia.Keberadaan bahasa dan aksara memberi makna verbalis dan konseptual dalam kehidupan Hindu di Bali. Aktivitas budaya terutama yang berkaitan dengan agama tidak bisa lepas dari Bahasa dan Aksara Bali. Peranan  bahasa dan aksara Bali dalam kehidupan masyarakat Bali sangat penting. Manusia tidak mampu mendekatkan diri pada Tuhan melalui simbol bahasa dan aksara Bali. Dengan demikian maka terjadi keselarasan hubungan antara manusia dengan sesamanya dan antara manusia Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan antara manusia dengan lingkungannya.Aksara Bali sebagai lingga stana Sang Hyang Aji Saraswati. Bahasa dan aksara Bali sebagai alat komunikasi, yang berfungsi sebagai media dalam kehidupan sosial budaya khususnya berkaitan dengan fungsi religius. Salah satu diantaranya adalah penghayatan terhadap nilai-nilai budaya Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu.
RELEVANSI SUSASTRA HINDU DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER Wiguna, I Made Arsa
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.763 KB)

Abstract

This paper aims to present the idea of the relevance of Hindu’s literature with character education which is currently being encouraged to raised up back in the learning process. Education in general and religious education is basically aimed at forming good character. But today there’s a phenomenon of moral degradation among teenagers, although there’s also the others which has a good moral and character. One of the effort that can be choose to support character education is by reviving religious literature. Literature in Indonesia has existed since the entry of Hindu’s influence to the archipelago. Even in the range of X century, King Dharmawangsa Teguh initiated a project known as “mangjawaken byasamata” or to translating to the Java language the teachings of Bhagavan Vyasa. Hindu’s literature nowadays is still well preserved especially in Bali. Bali as the savior of Hindu’s literature and not only protecting literary works but also developed forms of other literary works. Hindu’s literature to support the efforts of the character education is Sarasamuccaya and Canakya Nitisastra. The values in it, is still relevant in today’s life and a valuable asset for character education. Its need to practice and accustom these teachings so that the purpose of education to humanize humans, and to realize humans could be achieved.
AKSARA BALIDALAM PAWINTENAN WIWA DI GRIYA AGUNG BANGKASA DESA BONGKASA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG Mastini, Gusti Nyoman
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.36 KB)

Abstract

Tradisi yang melekat dalam keseharian orang Bali adalah tradisi-tradisi yang Hinduistik, keselarasan antara local genius yang bersanding dengan religiusitas Hindu Bali menjadikan tradisi yang berkembang di Bali memiliki berbagai macam makna, begitupula dengan keberadaan aksara Bali memiliki peranan sangat penting dalam tradisi umat Hindu di Bali, Khususnya yang berkaitan dengan tradisi serta ritual. Masyarakat Hindu di Bali sangat antusias melaksanakan tradisi maupun ritual yang tidak terlepas dari peranan aksara. Salah satu tradisi tersebut ialah PawintenanWiwa. PawintenanWiwa adalah pawintenan yang dilaksanakan sebelum seseorang naik menjadi panditaBhawati hanya pada warga Mahagotra Sanak Sapta Rsi. Guru Nabe atau Panglingsir Griya Agung Bangkasa melaksanakan Pawintenan Wiwa ini. Pawintenan Wiwa di dalam pelaksanaannya menggunakan aksara Bali.Penelitian ini membahas tiga permasalahan yakni bentuk, fungsi, serta makna aksara Balidalam Pawintenan Wiwa di Griya Agung Bangkasa, Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Ketiga rumusan masalah tersebut dianalisis dengan menggunakan tiga teori yakni teori Linguistik Struktural, teori Fungsi Bahasa, dan teori Makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan tematis-filosofis. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa (1) Bentuk aksara Bali yang dirajah pada tubuh (angga Sarira), berdasarkan bentuknya aksara Bali dibawah adalah termasuk aksara-aksara yang tergolong aksara Wijaksara (aksara Swalalita yang diberi pangangge atau busana) dan aksara Modre. Dalam pawintenan ini banyak ditemukan berbagai bentuk salah satunya aksara Wijaksara yang terdiri dari eka aksara, dwi aksara, tri aksara, panca aksara, dasa aksara, catur dasa aksara dan sodasa aksara. Aksara yang digunakan dalam rarajahanrurub serta aksara Bali dirajah pada tubuh menggunakan aksara-aksara yang konotasinya melambangkan simbol-simbol dewa pada tubuh manusia dan lebih banyak menggunakan aksara Wijaksara serta aksara Modre tentunya dipercaya memiliki kekutan religius magis berbeda dengan aksara Bali lumbrah menggunakan aksara Wreastra; Ragam aksara Bali yang digunakan berdasarkan daerah artikulator adalah guttural (kerongkongan), palatal (langit-langit), cerebral (lidah), dental (gigi), serta labial (bibir). Lebih spesifik lagi yakni dalam ranah tradisional, penyebutan daerah artikulasi tersebut dinamakan dengan kantia, talawia, murdania, dantia, dan ostia. (2) Fungsi aksara Bali pada Pawintenan Wiwa adalah Fungsi Referensial, Fungsi Religius, Fungsi Magis. (3) Makna Aksara Bali Pada Pawintenan Wiwa adalah Makna Sosial Budaya, dan Makna Teologi.
PERANAN KEARIFAN LOKAL PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PENDIDIKAN Putra, I Kadek Marsiana; Dewi PF, Kadek Aria Prima
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.203 KB)

Abstract

Permainan tradisional yang semakin hari semakin hilang di telan perkembangan jaman, sesungguhnya menyimpan sebuah keunikan, kesenian dan manfaat yang lebih besar seperti kerja sama tim, olahraga, terkadang juga membantu meningkatkan daya otak. Berbeda dengan permainan anak jaman sekarang yang hanya duduk diam memainkan permainan dalam layar monitor dan sebagainya.Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional. Namun sayangnya seiring kemajuan jaman, permainan yang bermanfaat bagi anak ini mulai ditinggalkan bahkan dilupakan.Anak-anak terlena oleh televisi dan video game yang ternyata banyak memberi dampak negatif bagi anak-anak, baik dari segi kesehatan, psikologis maupun penurunan konsentrasi dan semangat belajar.Menguatnya arus globalisasi di Indonesia yang membawa pola kehidupan dan hiburan baru, mau tidak mau, memberikan dampak tertentu terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat. Termasuk di dalamnya berbagai macam permainan tradisional anak.
EKSISTENSI PENGAJARAN BAHASA BALI DALAM MENARIK MINAT SISWA DI SMK NEGERI 2 DENPASAR Widiastari, Ni Luh Putu Diah
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.025 KB)

Abstract

Pengetahuan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, karena segala pengetahuan yang didapatkan tidak hanya dari lingkungan sekitar, pengetahuan bisa didapatkan dari pengalam dan kejadia-kejadian yang ada. Dari segala pengetahuan yang ada tidak akan lepas dari pendidikan, yang dimana dalam hal ini pendidikan dari orang tua kepada anak merupakan sebuah kewajiban, hanya saja banyak yang tidak menyadari bahwa orang tua sebenarnya merupakan guru yang pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam membangun dan mendidik moralitas anak-anak. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap pengajaran bahasa Bali menjadi sebua media untuk menarik minat siswa dalam pelajaran bahasa Bali dengan perangkat teori behaviouristik, konstruktivisme dan motivasi yang didukung oleh metode deskriptif kualitatif. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Bali yang dianggap membosankan, menakutkan, dan kuno oleh siswa mampu berubah menjadi meyenangkan, gampang dimengerti dan bisa mengikuti zaman. Pada dasarnya, kunci dari kegiatan belajar mengajar adalah adanya saling dukung mendukung antara guru dan siswa, kemudian guru sebagai seorang pendidik mampu menejemen kelas dengan membuat pelajaran menjadi menyenangkan, inovatif dan kreatif sehingga diminati oleh siswanya. Eksistensi dari pengajaran yang dilakukan oleh guru dengan mengambil mata pelajaran bahasa Bali sangatlah bergantung kepada adanya desain pembelajaran dan media pembelajaran guna menarik minat siswa untuk belajar dan mengenal bahasa Bali sebagai bahasa ibu yang mereka miliki.
SEGMENTAL DAN SUPRA SEGMENTAL DALAM KIDUNG MALAT COWAK DI DESA PADANGBULIA Dharma Pradnyan, I Gusti Made Swastya
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.638 KB)

Abstract

Malat Cowak a traditional literary works shaped hymn often sing Padangbulia society. This kidung serves as a companion religious ceremonie’s such as, pitra yadnya and manusia yadnya. But when song, chants significant they can only be interpreted by readers based on the dictionary meaning only. As an active reader, a work of literature, especially the kidung, various kinds of theories and methods in the process of interpretation of the meaning. One way is to analyze the sound system that ties each end of words in one verse. Study of the sound system in linguistics is based on the study of phonology. Science that examines the sound system can be done with two analysis: analysis of segmental and suprasegmental.
ANALISIS STRUKTUR INTRINSIK CERPEN LUH BULAN KARYA IBW WIDIASA KENITEN Wiguna, Gede Merta; Mandra, I Wayan; Saputra, Made Dian
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.424 KB)

Abstract

Cerpen merupakan salah satu karya sastra fiksi yang masih berkembang hingga saat ini. Cerpen itu dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik dimana unsur intrinsik tersebut meliputi tema, alur, insiden, tokoh dan penokohan, lattar/setting, dan amanat, sedangkan unsur ekstrinsik berupa nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen tersebut. Sebagian orang hanya menikmati cerpen dengan membacanya, tanpa pernah ingin mengetahui lebih jauh unsur yang membangun karya sastra tersebut. Maka dari itu sangatlah penting untuk menganalisis unsur intrinsik yang membangun cerpen itu sendiri.
WACANA IDA RATU GEDE MAS MACALING DALEM NUSA PENIDA KLUNGKUNG Saputra, I Made Dian
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.458 KB)

Abstract

Masyarakat Hindu di Bali memandang waktu sebagai sebuah hal yang penting. Waktu atau Kala hadir sebagai ruang yang dihubungkan dengan mitos magi. Hubungan tersebut dapat dilihat pada mitos Sasih Keenem yang diyakini merupakan fase waktu datangnya epidemi atau wabah. Seringkali mitos Sasih Keenem juga dihubungkan dengan wacana Ida Ratu Gede Mas Mecaling sebagai sosok magi penebar wabah dan bencana dijagat Bali. Menariknya, citra Ida Ratu Gede Mas Mecaling Dalem Nusa Penida justru seolah-olah menjadi mitos hidup dan “sesembahan” bagi mereka para balian, pengiring, dan penekun ilmu kebatinan. Belakangan marak sekali orang-orang ngayat (memuja) beliau sebagai objek pemujaan, dan lebih menariknya beragam versi wacana magi tentang beliau berkembang dalam masyarakat. Atas dasar tersebut, menjadi menarik hal tersebut dikaji dalam tulisan ilmiah berikut sehingga menemukenali nilai dan makna dalam lingkar kajian wacana magi.

Page 2 of 16 | Total Record : 151