cover
Contact Name
A.A. Diah Indrayani
Contact Email
diahindra17@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diahindra17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra
ISSN : 1979634X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Kalangwan, Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar memiliki misi menghidupkan dan mengoptimalkan kesadaran keindahan ilmu pengetahuan yang ada dalam diri setiap orang. Maka dengan kesadaran tersebut akan membuat setiap insan tergerak untuk terus menimba menambah dan memperdalam pengetahuan demi kemajuan dan peningkatan kualitas SDM kampus. Keindahan ilmu pengetahuan akan membuka sisi estetika dan kelembutan menuju manusia yang ramah rendah hati jujur dan terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
AFIKSASI BAHASA BALI SUATU KAJIAN MORFOFONEMIK Mahardika, I Putu Permana; Putra, Dwi Mahendra; Dwijayanthi, Ni Made Ari; Paramitha, Ni Made Ayu Susanthi Pradnya; Sentana, Gek Diah Desi
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2647

Abstract

This study aims to describe the morphophonemic process that occurs as a result of the affixing process. The theory used in this research is the theory of Generative Morphology and Phonology (Schane, 1992). The results of this study indicate; (1) there is a change in sound that produces a new sound due to the meeting of two different morphemes, such as: nasal /Å‹/ becomes a homogeneous sound with preexisting obstruent sounds, such as [p, b, d, t, c , j, s, k, g] and changes in vowel sounds in the affixation process, such as changes in vowels [a, u] turning into vowels [o], [a, i] turning into vowels [e]; (2) there are additional sounds caused by the meeting of two different morphemes, such as the addition of sounds [n, y, w, l, k, t].
SABDĀLAṂKARA DALAM KAKAWIN NĪTIŚĀSTRA: TAHAPAN DASAR KEPEMIMPINAN DALAM DIRI Adnyana, Putu Eka Sura
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2066

Abstract

Kakawin adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang mengandung nilai-nilai kehidupan sangat tinggi. Istilah kakawin berasal dari bahasa Sanskerta yaitu kawi dan dalam sastra Sanskerta klasik kawi berarti “penyair”. Kakawin Nītiśāstra berasal dari kata Nìti dan śāstra. Nìti berarti undang-undang yang mengatur negeri sedangkan śāstra berarti pelajaran agama atau pelajaran dharma. Kakawin Nītiśāstra  dikarang oleh seorang pengarang yang tidak dikenali namanya. Teori yang digunakan adalah teori semiotika model Riffaterre. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan menggunakan metode simak yang dikombinasikan dengan teknik dasar catat. dilanjutkan dengan menggunakan metode dan teknik analisis data yang meliputi (1) Reduksi Data, (2) Penyajian data, dan (3) Verifikasi. Diakhiri dengan metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Kakawin Nītiśāstra hanya berisikan dan memuat anuprasa serta sabdālaṃkara yaitu puspayamaka dan wrêtantayamaka, namun didalam Kakawin Nītiśāstra tidak ditemukannya sabdālaṃkara yang lain seperti kanciyamaka, padādyantayamaka, padantayamaka. Kepemimpinan dalam teks Hindu seperti kakawin Nītiśāstra senantiasa berorientasi kepada tujuan hidup sekala dan niskala, jagatditha dan moksa yaitu, terpeliharanya keseimbangan hidup lahir dan batin.
STRATEGI GURU PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM BAHASA BALI Purnomo Arta, Putu Eddy; Riva Prathiwi, Kadek Jayanthi; Ruminten, I Kadek
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2894

Abstract

This research examines the teacher's strategy for increasing the ability to speak in Balinese. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. The use of local languages in everyday life, especially Balinese, has declined due to lack of motivation to learn. This is reflected when speaking in Balinese. Seeing this phenomenon, then a teacher has an important role in improving students' speaking skills in accordance with the language of Bali. The purpose of this study is to improve students' speaking ability in Balinese. Through appropriate learning strategies, teachers are expected to be able to improve students' speaking skills, which are supported by the family environment. Factors that influence students' speaking skills using Balinese are internal and external factors. Hopefully, with the collaboration between family and teachers in schools in educating children, especially practicing the ability to speak in Balinese, can give birth to a child who loves his own culture, especially Balinese.
nilai budaya dalam cerita rakyat masyarakat Melayu Kabupaten Mempawah Sakillah, Sakillah; fitri, fitri; zulfahita, zulfahita
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2119

Abstract

pertama
STRATEGI PEWARISAN SENI PERTUNJUKAN DRAMA GONG KEPADA GENERASI PENERUS Sugita, I Wayan
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2895

Abstract

This article aims to discuss the inheritance of the performing arts of drama gong to the next generation. As a form of qualitative research, data collection was carried out through analysis of four selected drama gong stories, namely (1) Suluh Ikang Praba; (2) Gesing Reed Beads; (3) Nila Warsiki; and (4) Jayaprana produced in 2019 – 2021. Research data were also collected through observation, document studies, and interviews with several informants who understand the performing arts of gong drama in Bali. Data analysis was carried out qualitatively by applying the theory of semiotics and Bourdeau's social practice. The results of the study indicate that the inheritance of drama gongs is very urgent: (a) to preserve drama gongs; (b) regeneration of young Balinese as supporters of the drama gong; (c) drama gongs are part of Balinese cultural identity, and (d) drama gong as a medium for educating Balinese language and culture. The inheritance of the performing arts of drama gong is carried out through a formal strategy, namely through formal education from kindergarten (PAUD) to college in part by the State Hindu University I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, and an informal strategy, namely the role of families and art-culture studios in socializing, enculturating values. cultural values in the art of performing the drama gong to the younger generation of Bali.
KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DUA GARIS BIRU KARYA LUCIA PRIANDARINI IRMA, CINTYA NURIKA
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan aspek-aspek psikologis berdasarkan kajian psikologi humanistik tokoh utama dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data, teknik triangulasi dan teknik analisis data merujuk pada analisis interaktif Miles dan Huberman. Analisis data dilakukan dengan menandai dan menentukan teks novel, mengklasifikasikan teks novel, dan menyimpulkan hasil klasifikasi teks novel yang selaras dengan kajian psikologi humanistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mampu memenuhi aspek kebutuhan humanistik. Tujuh aspek kebutuhan humanistik antara lain kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan dihargai, kebutuhan intelektual, kebutuhan estetis, dan kebutuhan mengaktualisasikan diri. Kata Kunci: Psikologi, Kajian Humanistik, Novel Dua Garis Biru
TUJUAN HIDUP DALAM KACAMATA KITAB SARASAMUCCAYA Wiraputra, Anak Agung Gede
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i1.1396

Abstract

Weda merupakan sumber ajaran agama Hindu. Selain kitab suci Weda, agama Hindu juga mengenal yang dinamakan kitab smerti. Kitab Sarasamuccaya merupakan kitab smerti yang kaya akan ajaran susila di dalamnya. Salah satu ajaran terkait susila dalam kitab Sarasamuccaya adalah Catur Purusartha atau Catur Warga yang dikenal sebagai empat tujuan hidup manusia, seperti dharma (kebenaran), artha (harta/tujuan), kama (nafsu/keinginan), dan moksa (tujuan akhir/kelepasan). Tulisan ini berusaha untuk mengungkap ajaran Catur Purusartha atau Catur Warga yang terdapat dalam kitab Sarasamuccaya dengan perangkat berupa teori struktur dan teori religi yang didukung oleh metode analisis isi dan deskriptif analisis. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa dasar tujuan hidup manusia pada hakikatnya adalah untuk senantiasa selalu mengusahakan berbuat baik dan menolong diri sendiri dari penderitaan, sehingga dapat mewujudkan hidup yang lebih baik. Adapun pembahasan tujuan hidup (Catur Purusartha atau Catur Warga) dalam kitab Sarasamuccaya, yaitu: ajaran dharma diuraikan dalam segmen keagungan dharma, sumber dharma, dan pelaksanaan dharma. Artha diuraikan melalui keutamaan dana punia. Kama atau nafsu diuraikan dalam pembahasan kama (nafsu) dan perempuan nakal. Terakhir, ajaran kelepasan (moksa) diuraikan dalam konsep dan hakikat orang bijaksana. Keseluruhan pembahasan tersebut merupakan pedoman praktis yang sangat berguna untuk mewujudkan kehidupan yang utama.  
STRATEGI PEWARISAN SENI PERTUNJUKAN DRAMA GONG KEPADA GENERASI PENERUS Sugita, I Wayan
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v11i2.2895

Abstract

This article aims to discuss the inheritance of the performing arts of drama gong to the next generation. As a form of qualitative research, data collection was carried out through analysis of four selected drama gong stories, namely (1) Suluh Ikang Praba; (2) Gesing Reed Beads; (3) Nila Warsiki; and (4) Jayaprana produced in 2019 – 2021. Research data were also collected through observation, document studies, and interviews with several informants who understand the performing arts of gong drama in Bali. Data analysis was carried out qualitatively by applying the theory of semiotics and Bourdeau's social practice. The results of the study indicate that the inheritance of drama gongs is very urgent: (a) to preserve drama gongs; (b) regeneration of young Balinese as supporters of the drama gong; (c) drama gongs are part of Balinese cultural identity, and (d) drama gong as a medium for educating Balinese language and culture. The inheritance of the performing arts of drama gong is carried out through a formal strategy, namely through formal education from kindergarten (PAUD) to college in part by the State Hindu University I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, and an informal strategy, namely the role of families and art-culture studios in socializing, enculturating values. cultural values in the art of performing the drama gong to the younger generation of Bali.
KONSEP KOSMOLOGI HINDU DALAM TEKS BHUANA KOSA Sena, I Gusti Made Widya
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v7i1.1073

Abstract

One of the truths implied in Scripture Veda is the doctrine or concept of cosmology (creation of the universe). Cosmology is one of the important knowledge in Hinduism, because cosmology not only provides knowledge about the creation of the universe, cosmology can further explain the nature of actual human will, which is still difficult to understand.Doctrine cosmology in Bali is expressed in local theology. Particularly lontar or texts Siwaistik always focuses on the teachings or knowledge of the Lord (Shiva) and knowledge of the way to achieve them as well as the creation of the universe, be it Bhuana Agung or Bhuana Alit.For this reason the right knowledge and also appropriately implement this concept, in particular the concept of Hindu cosmology in the text Bhuana Kosa very important to understanding in daily life towards a harmonious life and increased devotion to God.The concept of Hindu cosmology In the Text Bhuana Kosa is taking the concept of Tattwa Rudra. Tattwa Rudra occur from Shiva as the supreme reality, then united with Rudra became Purusa, of Purusa born Awyakta, of awyakta born Buddhi, of Buddhi (as a symbol of sattwam) was born Ahamkara / Ahangkara (symbol tattoo), then born Panca Tan Matra as a symbol tamas, manas (mind) and Panca Maha Bhuta.
STRUKTUR FONOLOGI DIALÉK BALI AGA DÉSA PAKRAMAN SELULUNG, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATÉN BANGLI Ranem, I Nyoman
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v9i2.1235

Abstract

Basa Bali dialék Bali Aga Selulung pinaka basa Ibu etnis Selulung madué genah miwah kawigunan sané mabuat pisan. Pinaka piranti mabebaosan, basa Bali dialék Bali Aga Selulung madué sistem pelafalan sané kahanannyané prasida nyantenang pabinayan cihnan basa majeng ring basa-basa sané tiosan. Pabinayan basa punika jagi nyantenang identitas jadma, inggih punika sakéng napi wit jadmané punika. Interaksi verbal serahina-rahina (utamanyané ri sajeroning kulawarga) etnis Selulung didominasi olih kanggénnyané basa Bali dialék Bali Aga Selulung punika, bilih-bilih ngenénin indik bebaosan sané kahanannyané tradisional, minakadi ngawedarang indik kawéntenan adat, kabudayaan, miwah agama.

Page 8 of 16 | Total Record : 151