cover
Contact Name
Juneris Aritonang
Contact Email
june_30ops@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
june_30ops@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
ISSN : 25284002     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan dan Lingkungan Hidup dikelola oleh Direktorat Pascasarjana Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia, merupakan salah satu wadah bagi para dosen dan mahasiswa baik dilingkungan kampus maupun di luar kampus untuk mengisi tulisan ataupun artikel hasil penelitian dan rekayasa teknologi kesehatan masyarakat,khususnya penyakit berbasis lingkungan, masyarakat dan kesehatan kerja serta memiliki bidang peminatan AKK, CARS, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Bisotatistik, Epidemiologi, K3.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
HUBUNGAN KECEMASAN, DEPRESI DENGAN INSOMNIA PADA KLIEN KANKER PAYUDARA Theresia Budi Lestari; Dewi Irawaty; Riri Maria
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.341 KB)

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat dialami oleh klien kanker payudara. Faktor pemicu insomnia pada kanker adalah masalah psikologis. Masalah psikologis yang sering muncul pada klien kanker adalah kecemasan dan depresi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian insomnia dan mengetahui hubungan kecemasan, depresi dengan insomnia pada klien kanker payudara. Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sejumlah 85 klien kanker payudara stadium I-III. Responden mengisi kuesioner mengenai keluhan insomnia menggunakan Insomnia Severity Indeks (ISI) sedangkan untuk cemas, dan depresi menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Hasil penelitian menunjukkan insomnia dialami oleh 16,47 % responden, insomnia berhubungan secara bermakna dengan depresi (p = 0,037), dan kecemasan (p = 0,001). Perawat perlu melakukan pengkajian tentang keluhan insomnia pada klien kanker payudara secara terfokus sehingga dapat memberikan intervensi secara tepat.
GAMBARAN PERILAKU PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL DI UPTD PUSKESMAS JULI KABUPATEN BIREUEN Sisca Mardelita
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.944 KB)

Abstract

Saat kehamilan terjadi perubahan hormonal yaitu hormon estrogen dan progesteron. Perubahan hormonal pada ibu hamil menimbulkan berbagai keluhan seperti mual, muntah dan termasuk keluhan sakit gigi. Hal ini terjadi karena akibat dari kebiasaan mengabaikan kebersihan gigi dan mulut pada saat kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil di UPTD Puskesmas juli kabupaten Bireuen. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilaksanakan pada tanggal 09 Mei sampai dengan 16 Mei tahun 2018. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien ibu hamil yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Juli, sampel penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta pemeriksaan OHI-S. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Poli KIA Puskesmas Juli Bireuen menunjukkan bahwa pengetahuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut responden dengan kategori baik sebanyak (80%) dan kurang baik sebanyak (20%) sikap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut responden dengan kategori Baik (70%) dan kurang baik sebanyak (30%) tindakan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut responden dengan kategori baik (43,4%) dan kurang baik (56,6%) dan status kebersihan gigi dan mulut terbanyak pada kriteria sedang yaitu sebanyak (80%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di UPTD Puskesmas Juli Kabupaten Bireuen tergolong dalam kategori baik, tindakan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Juli Kabupaten Bireuen tergolong dalam kategori kurang baik dan Status kebersihan gigi dan mulut termasuk dalam kategori sedang. Disarankan kepada tenaga medis agar dapat mengadakan penyuluhan-penyuluhan kepada ibu hamil tentang kesehatan gigi dan mulut.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ANAK PADA PERAWATAN GIGI DI PUSKESMAS BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2018 Sisca Mardelita
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.666 KB)

Abstract

Kecemasan / rasa takut terhadap perawatan gigi dapat dijumpai pada anak-anak di berbagai unit pelayanan kesehatan gigi misalnya di praktik dokter gigi, rumah sakit ataupun puskesmas. Hasil observasi pasien anak yang berobat pada poli gigi Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya dari 15 orang anak 10 diantaranya menunjukkan respon kecemasan saat dilakukan tindakan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak pada perawatan gigi di Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya tahun 2018. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik yang dilaksanakan dari tanggal 3 sampai 7 Agustus 2018 di Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya dengan jumlah sampel penelitian 31 orang anak yang di lakukan wawancara. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keluarga pada kecemasan anak dengan kategori tidak mendukung 18 orang (58,06%), faktor petugas kesehatan pada kecemasan anak dengan kategori kurang baik berjumlah 25 orang (80,64%). Status kecemasan anak dengan kategori ringan berjumlah 10 orang (32,25%) dan sedang berjumlah 10 orang (32,25%). Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan faktor keluarga yang tidak mendukung dengan kecemasan anak pada kategori berat yaitu 7 orang (38,9%) dengan p = 0,036, dan ada hubungan faktor petugas kesehatan yang kurang baik dengan kecemasan anak pada kategori sedang yaitu 9 orang (36,0%) dengan p = 0,027. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan faktor keluarga dan faktor petugas kesehatan dengan kecemasan anak pada perawatan gigi di Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Di harapkan bagi keluarga dan petugas kesehatan agar lebih memperhatikan lagi dalam mengurangi kecemasan anak dengan cara membina rasa percaya terhadap anak dan tidak menjadikan ancaman berkunjung ke poli gigi sebagai hukuman sehingga anak menjadi kooperatif
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKAN IBU DENGAN TERJADINYA RAMPAN KARIES DI TK ABA COT BAK’U KECAMATAN LEMBAH SABIL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Cut Ratna Keumala
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.013 KB)

Abstract

Karies rampan merupakan penyakit multifaktoral yang saling berinteraksi antara lain dari makanan dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan kesehatan seperti mengemut makanan dan pemberian makanan melalui botol. Wawancara peneliti pada 10 orang tua murid TK Aba Cot Bak‘U bahwa 6 orang ibu menyatakan anaknya masih menggunakan botol susu menjelang tidur. Hasil pemeriksaan yang dilakukan peneliti pada 10 orang murid TK Aba Cot Bak’U setiap anak mengalami rampan karies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap dan tindakan ibu dengan terjadinya rampan karies pada di TK Cot Bak’u Kecamatan Lembah Sabil Kabupate Aceh Barat Daya. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada tanggal 27 April sampai 5 Mei 2018 di TK Aba Cot Bak’U Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya. Populasi pada penelitian ini adalah murid TK Aba Cot Bak’U dan ibu sebagai responden berjumlah 40 orang sampel. Pemeriksaan dilakukan dengan kuesioner dan wawancara pada ibu anak TK Aba Cot Bak’U. Analisa data yang dilakukan adalah univariat yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variable dan bivariate menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang rampan karies berada dalam kategori kurang baik 65%, sikap ibu dalam kategori kurang baik 57,5%, dan tindakan ibu dalam kategori kurang baik 67,5%,. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan terjadinya rampan karies dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dengan terjadinya rampan karies di TK Cot Bak’U. Disarankan kepada ibu agar lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak dengan cara menggosok gigi minimal 2 kali sehari sesudah makan dan sebelum tidur untuk mencegah terjadinya rampan karies
PENGARUH HOME VISIT ASUHAN KEPERAWATAN GIGI KELUARGA TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA BALITA DI DESA LAMBHUK BANDA ACEH Linda Suryani
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.656 KB)

Abstract

Prevalensi penduduk Indonesia yang bermasalah gigi dan mulut pada pra sekolah. Status kebersihan gigi dan mulut dengan menggunakan metode PHP-M sejumlah (31,3%) kriteria buruk. Hasil diatas menunjukkan nilai DMF-T dan PHP masih tinggi pada murid sekolah. Home visit asuhan keperawatan gigi keluarga adalah membantu keluarga mengenal masalah kesehatan gigi, meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran serta memberikan motivasi untuk melakukan perilaku yang baik terhadap kesehatan gigi dan mulut keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh home visit asuhan keperawatan gigi keluarga terhadap perubahan status kebersihan gigi dan mulut. Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian eksperimental semu atau quasy eksperimental design. Jumlah sampel 30 anak balita beserta orang tua pada kelompok perlakuan dan kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji t-test dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home visit asuhan keperawatan gigi keluargaI dan II dengan uji T-Test ada perbedaan nilai PHP-M pada kelompok perlakuan diperoleh nilai signifikansi (<0,05). Pada uji perbedaan nilai PHP-M pada kelompok kontrol, nilai signifikansi lebih besar dari nilai alpha (<0,05) artinya tidak ada perbedaan nilai PHP-M kelompok kontrol. Saran Diharapkan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut keluarga dan kepada orang tua agar memperhatikan anak dalam menyikat gigi yang baik dan benar serta tepat waktu.
HUBUNGAN PERILAKU PENDERITA DIABETES MELLITUS TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KOTA BANDA ACEH TAHUN 2016 Linda Suryani
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.555 KB)

Abstract

Kurangnya kebersihan gigi dan mulut umum terjadi pada pasien Diabetes Mellitus, hal ini terjadi karena berkurangnya jumlah air liur pada penderita Diabetes,sehingga terjadi penumpukan sisa makanan yang melekat pada permukaan gigi dan mengakibatkan gusi menjadi infeksi dan mudah berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan perilaku penderita diabetes mellitus tentang kebersihan gigi dan mulut dengan status kebersihan gigi dan mulut pada pasien di rumah sakit ibu dan anak kota Banda Aceh tahun 2015. Penelitian ini bersifat analitik. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien penderita diabetes mellitus yang berkunjung di Rumah sakit Ibu dan Anak, sampel penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 31 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner serta pemeriksaan OHI-S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik bahwa tidak ada hubungan pengetahuan (1,54 < 5,991), tidak ada hubungan sikap (0,23 < 5,991) dan tidak ada hubungan tindakan (0,14 < 5,991) dengan status kebersihan gigi dan mulut. Kesimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan, sikap, tindakan dengan status kebersihan gigi dan mulut, dengan sikap yang baik disarankan kepada penderita diabetes mellitus agar dapat mengubah atau membentuk pengetahuan dan tindakan yang baik terhadap kebersihan gigi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA MASYARAKAT DESA PANTE KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Sisca Mardelita
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.737 KB)

Abstract

Penyakit gigi dan mulut berada pada urutan 10 besar daftar penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia. Masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi. Berdasarkan hasil pengambilan data awal yang dilakukan oleh peneliti dengan wawancara dan pemeriksaan kepada 10 masyarakat Desa Pante Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Tahun 2018 di peroleh rata-rata indeks DMF-T 4,5 dengan (kategori tinggi). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan terjadinya karies gigi. Penelitian ini bersifat analitik, dilakukan di Desa Pante Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Pante yang berusia 20-50 tahun dan berjumlah 942 orang, sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan tingkat kepercayaan/ketetapan (0,1), dengan sampelnya 90 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling (acak sistematis), cara pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan indek DMF-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan terjadinya karies gigi di Desa Pante Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Tahun 2018. Hasil uji Chi-Square didapat nilai p sebanyak 0,003, sedangkan α=0,05 dan df=4. Oleh karena p<α, sehingga Ha diterima, pengetahuan responden tentang karies gigi berjumlah 65 orang 72,2% berada pada (kategori kurang baik) dengan status karies gigi berjumlah 29 orang 44,6% dengan (kategori sedang). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dengan terjadinya karies gigi di Desa Pante Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Tahun 2018. Sehingga, semakin rendah tingkat pengetahuan seseorang maka status karies gigi seseorang cenderung lebih tinggi. Disarankan kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat merawat karies gigi dan mencegah terjadinya resiko karies gigi dengan cara melakukan pembersihan karang gigi dan penambalan
PERBEDAAN TAHAP PEMISAHAN SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI PUSKESMAS ISO DAN NON ISO DALAM WILAYAH KOTA BANDA ACEH TAHUN 2016 Anwar Arbi
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.632 KB)

Abstract

Puskesmas di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 9.321, terdiri dari 71,7% Puskesmas yang mempunyai sarana air bersih dan 44,5% telah memiliki saluran pembuangan air limbah dengan saluran tertutup. Ada 64,6% Puskesmas telah melakukan pemisahan limbah medis dan non medis. Hanya 26,8% Puskesmas yang memiliki incinerator. Sedangkan 73,2% sisanya tidak memiliki fasilitas tersebut yang menunjukkan pengelolaan limbah medis padat yang masih buruk. Jumlah limbah medis yang dihasilkan oleh Puskesmas di wilayah Kota Banda Aceh cukup tinggi mencapai 1,754.5 kg/thn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tahap Pemisahan Sistem Pengelolaan Limbah Medis Padat di Puskesmas Dalam Wilayah Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan puskesmas dengan status ISO dan Non ISO di Kota Banda Aceh. Sampel sebanyak 101 responden yang mewakili semua puskesmas di Banda Aceh. Data dia analisis secara Univariat dengan menyajikan table distribusi frekuensi dan analisi Bivariat menggunakan 2 uji statistic yaitu Mann-Whitney dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan sistem pengelolaan limbah medis tahap pemisahan antara Puskesmas ISO dan Non ISO di Kota Banda Aceh (P=0,03), Sikap petugas(P=0,005). Sementara itu faktor yang berhubungan dengan system pengelolaan limbah medis padat tahap pemisahan baik di puskesmas ISO maupun Non ISO adalah masa kerja (P=0,013), sikap (P=0,000). Variabel sikap merupakan variabel dengan pengaruh yang sangat kuat terhadap sistem pengelolaan limbah medis padat, sehingga harus ada perhatian yang serius untuk mengubah hal tersebut dengan memfokuskan pada pelatihan yang berkualitas pada petugas medis di tingkat puskesmas.
PENGARUH PENGGUNAAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG BAKING SODA DAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG FLUOR TERHADAP PH SALIVA PADA MURID KELAS V SDN 24 BANDA ACEH Cut Ratna Keumala
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.332 KB)

Abstract

Menjaga kebersihan rongga mulut akan dapat mencegah terjadinya proses karies. Banyak cara untuk menjaga kerbersihan rongga mulut, salah satu caranya adalah dengan menggosok gigi dengan pasta gigi. Banyak jenis pasta gigi yang beredar dipasaran yang memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda. Banyak bahan yang dapat menstimulasi sekresi saliva, salah satu bahan tersebut ialah baking soda yang sangat membantu kapasitas penyangga dari saliva, selain itu komponen pasta gigi lain yang juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri rongga mulut adalah fluor yang dapat menghambat proses demineralisasi email sehingga dapat menghambat proses karies. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan pasta gigi yang mengandung baking soda dan pasta gigi yang mengandung fluor terhadap pH saliva pada murid Kelas V SDN 24 Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh murid Kelas V SDN 24 Kota Banda Aceh berjumlah 60 anak, kemudian dibagi menjadi dua kelompok, kelompok I (kelas Va) menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung baking soda yang berjumlah 30 anak dan kelompok II (kelas Vb) menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor yang berjumlah 30 anak Analisis hasil data (kuantitatif) dalam penelitian ini menggunakan; paired samples T-test dan independent T-test.
KADAR GULA DARAH SEBAGAI PREDIKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MORTALITAS PASIEN CEDERA KEPALA BERAT DI RSUP Hj. ADAM MALIK MEDAN Elsarika Damanik; Normi Parida Sipayung
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 4 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.237 KB)

Abstract

Penanganan awal pasien cedera kepala pada saat datang ke IGD akan mempengaruhi outcome serta Mortalitas pasien di rumah sakit. Kadar glukosa darah yang tidak dapat dipertahankan (maintainance) pada jumlah normal sampai pada 24 jam pertama pasien menjalani perawatan akan mengakibatkan outcome yang buruk, bahkan meningkatkan angka mortalitas pada pasien cedera kepala berat di Rumah Sakit. Jumlah pasien cedera kepala berat yang meninggal di IGD RSUP H.Adam Malik sebanyak 24,7% dari total cedera kepala berat. Tujuan; bertujuan untuk menganalisis kadar gula darah sebagai prediktor yang berhubungan dengan mortalitas pasien cedera kepala berat di rumah sakit. Jenis penelitian adalah penelitian bersifat anallitiak observasional dengan desain studi kohort retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala berat. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dari hasil tabulasi silang menggunakan uji Chi Square disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kejadian mortalitas antara responden yang memiliki kadar gula darah >145 mg/dl dengan responden dengan kadar gula darah < 145 mg/dl, dengan p value 0,00 dan odd ratio 0,148. Pasien dengan cedera kepala berat yang memiliki kadar gula darah > 145 mg/dl lebih beresiko 0,148 kali meninggal daripada pasien yang memiliki kadar gula darah <145 mg/dl.

Page 10 of 23 | Total Record : 224


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 5 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 1 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup More Issue