cover
Contact Name
Juneris Aritonang
Contact Email
june_30ops@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
june_30ops@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
ISSN : 25284002     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan dan Lingkungan Hidup dikelola oleh Direktorat Pascasarjana Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia, merupakan salah satu wadah bagi para dosen dan mahasiswa baik dilingkungan kampus maupun di luar kampus untuk mengisi tulisan ataupun artikel hasil penelitian dan rekayasa teknologi kesehatan masyarakat,khususnya penyakit berbasis lingkungan, masyarakat dan kesehatan kerja serta memiliki bidang peminatan AKK, CARS, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Bisotatistik, Epidemiologi, K3.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
TRANSFORMASI LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR: STUDI KASUS PELATIHAN DI DESA KARANGLANGIT KABUPATEN LAMONGAN Mimatun Nasihah; Nur Lathifa Syakbana; Eko Sulistiono; Gading Wilda Aniriani
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya limbah organik, menjadi salah satu isu penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair (POC) merupakan solusi ramah lingkungan yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga untuk mengurangi volume sampah dan meningkatkan nilai ekonominya. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan POC masih terbatas, sehingga diperlukan kegiatan pelatihan berbasis partisipatif untuk meningkatkan kapasitas tersebut Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman anggota PKK Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 24 peserta mengikuti pelatihan yang mencakup penyampaian materi, demonstrasi praktik pembuatan POC menggunakan bahan limbah rumah tangga, dan evaluasi pre-test serta post-test. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test melalui perangkat lunak SPSS untuk menilai perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 80,00 pada pre-test menjadi 91,25 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,25 poin. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p = 0,000; p < 0,05), yang berarti pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan peserta terhadap pengolahan limbah organik menjadi POC. Kesimpulan: Pelatihan berbasis praktik langsung terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Kegiatan ini memiliki implikasi positif bagi program pengabdian masyarakat dalam mendorong pengelolaan lingkungan berbasis komunitas dan penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa
ANALISIS HUBUNGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, ORGANIZATIONAL TRUST, DAN WORK ENVIRONMENT TERHADAP KINERJA PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SEKUPANG BATAM Alma Pradifta; Jenny Marlindawani; Mido Ester J. Sitorus; Kesaktian Manurung; Rinawati Sembiring
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TB) tinggi dan menempati peringkat kedua setelah India. Rendahnya pencapaian indikator success rate (SR) menjadi tantangan utama bagi tim pelaksana Program TB, yang dipengaruhi oleh faktor organisasi, petugas, lingkungan, dan manajemen program. Tujuan: mengetahui pengaruh perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam. Metode: secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan di Puskesmas Sekupang Batam yang berjumlah 63 orang. Penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Terdapat hubungan perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam. Variabel yang paling berhubungan terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam work environment (X3).. Kesimpulan: Terdapat hubungan perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam
GAMBARAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN KANTIN SEKOLAH DI KELURAHAN SEI GLUGUR, KECAMATAN PANCUR BATU Sri Wahyuni; Martalena, Br. S. Kembaren; Wiwin Wisantri Siregar
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Makanan jajanan di lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena siswa sekolah dasar umumnya masih memiliki pengetahuan yang terbatas tentang keamanan pangan. Pada 19 Maret 2020, sebanyak 32 anak di Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan sekolah. Kasus ini diduga terjadi akibat konsumsi bakso bakar. Tujuan: Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang lebih besar pada prosedur kebersihan dan sanitasi makanan jajanan di kantin sekolah dasar di Kelurahan Sei Glulur Kecamatan Pancur Batu. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah kantin sekolah yang ada di Kelurahan Sei Glugur Kecamatan Pancur Batu yaitu ada lima sekolah dasar Hasil: pemilihan bahan makanan mayoritas memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%), penyimpanan bahan makanan mayoritas memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%), pengolahan makanan mayoritas memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%), penyimpanan makanan jadi/masak mayoritas tidak memenuhi syarat yaitu 4 orang (80,0%), pengangkutan makanan mayoritas tidak memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%). penyajian makanan mayoritas tidak memenuhi syarat yaitu 4 orang (80,0%) Kesimpulan: secara kelseluruhan Hygiene dan sanitasi makanan jajanan kantin mayoritas memenuhi syarat. Pihak sekolah hendaknya membuat peraturan yang mengatur tentang praktik higiene dan sanitasi bagi para penjaja makanan di kantin.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD DR SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI JAWA TENGAH Tarisca Dhea Mahardika; Retnowati Adiningsih; Anita Mursiany
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat jumlah penderitanya dan membutuhkan terapi jangka panjang. Di Kabupaten Wonogiri sendiri terdapat 17.590 penderita DM, namun ketidakpatuhan minum obat masih menjadi penyebab kegagalan pengendalian glukosa darah. Ketidakpatuhan berdampak pada komplikasi serius seperti kerusakan organ, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan beban layanan kesehatan. Tujuan:Mengetahui karakteristik pasien dan tingkat kepatuhan minum obat pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Metode:Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan porposive sampling. Kesimpulan: Berdasarkan karakterisrik hasil penelitian di Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, mayoritas pasien diabetes mellitus tipe 2 adalah perempuan sebanyak 92%. Usia paling banyak yaitu 55-64 tahun sebanyak 48%. Pendidikan terakhir SMA sebanyak 41%. Sejumlah 64% dengan pekerjaan lain-lain dan menderita diabetes kurang dari lima tahun sebanyak 53%. Berdasarkan Tingkat kepatuhan minum obat pasien didominasi oleh kategori sedang sebanyak 63%, sedangkan kepatuhan tinggi hanya ditemukan pada 37% pasien.
EVALUASI PROGRAM DASHAT BERBASIS INPUT–PROSES–OUTPUT–OUTCOME (IPOO) DI KELURAHAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2024 Ester Saripati Harianja; Vero Tiar Mauli Sidabutar; Mestika Lumbantoruan; Grace Christine Malau
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) merupakan program unggulan BKKBN yang bertujuan menurunkan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi, dan modern, serta kegiatan pengolahan pangan secara teoritis dan praktis. Tujuan: mengevaluasi pelaksanaan Program DASHAT di Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, tahun 2024. Metode: kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari Lurah, Penanggung Jawab Program, Ketua Kampung, Koordinator KB, Kader DASHAT, serta ibu yang memiliki balita stunting. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, sumber daya manusia telah memadai, dukungan dana cukup untuk pengadaan bahan pangan bergizi, dan sarana prasarana mendukung pelaksanaan program. Pada aspek process, kegiatan berjalan baik, ditandai dengan perencanaan yang tersusun dengan jelas, pengorganisasian sesuai tugas dan fungsi, serta pelaksanaan program yang meliputi pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, dan pengolahan pangan DASHAT. Evaluasi dan pengawasan juga berjalan optimal melalui pemantauan BKKBN via platform Kampung KB. Pada aspek output, capaian program sesuai target yang ditetapkan. Sementara pada aspek outcome, terjadi penurunan jumlah balita stunting dari 7 menjadi 3 balita. Saran: agar tenaga kesehatan terus memberdayakan kader posyandu melalui penyuluhan dan pendampingan intervensi gizi berbasis masyarakat secara berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS NON RAWAT INAP MANDREHE UTARA Yenni Gustiani Tarigan; Seri Asnawati Munthe; Titus Themavati Gulo; Yufianis Hulu
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kinerja tenaga kesehatan merupakan indikator penting dalam menentukan mutu pelayanan di Puskesmas. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kinerja adalah motivasi kerja, yang berperan dalam mendorong semangat, tanggung jawab, dan komitmen dalam melaksanakan tugas. Kinerja yang tidak optimal dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien dan citra institusi pelayanan kesehatan. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Non Rawat Inap Mandrehe Utara. Metode: pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Seluruh tenaga kesehatan sebanyak 59 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 0,05 menggunakan SPSS. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan fisiologis (p=0,000), kebutuhan penghargaan (p=0,008), kebutuhan sosial (p=0,004), dan kebutuhan aktualisasi diri (p=0,049) dengan kinerja tenaga kesehatan. Namun, kebutuhan keamanan tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p=0,704). Kesimpulan: Motivasi kerja berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan, khususnya pada aspek fisiologis, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Upaya peningkatan motivasi melalui pengembangan karier, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan lingkungan kerja perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN Swandy Mirsal; Daniel Ginting; Asima Sirait; Fridalina Tarigan; Donald Nababan
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v11i1.6306

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit daerah sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola sumber daya manusia, sehingga diperlukan kepemimpinan yang efektif serta motivasi kerja yang tinggi untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan. Kinerja tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kinerja yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kepemimpinan dan motivasi kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul yang berjumlah 423 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul yang diambil menggunakan purposive sampling (81 orang). Analisis data menggunakan uji Spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan kepemimpinan di RSUD Dolok Sanggul Kabupatan Humbang Hasundutan adalah mayoritas baik (65.4%), motivasi kerja mayoritas adalah tinggi (66,7%) dan kinerja tenaga kesehatan mayoritas adalah baik (51.9%). Analisis hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja tenaga kesehatan, dan ada hubungan yang signifikant motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan (p=0,000; p=0,000). Kesimpulan kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Oleh karena itu, pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan serta memberikan dorongan motivasi kerja guna meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan.
PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN SINDROM PREMENSTRUASI Asti Andriyani; Lusinta Agustina
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v11i1.6323

Abstract

Latar belakang: Sindrom Premenstruasi (PMS) adalah pola siklik dari gejala fisik dan psikologis yang terdiri dari gejala fisik dan psikologis yang dapat terjadi sebelum menstruasi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi gejala salah satunya adalah Brisk Walking Exercise yang dapat mengurangi risiko penderita hipertensi dengan membantu tubuh rileks, mekanisme pembakaran kalori, menjaga berat badan, dan meningkatkanbeta-endorfin yang dapat mengurangi stres. Tujuan: untuk mengetahui Pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap pengurangan keluhan Sindrom Premenstruasi Metode: Jenis desain penelitian Quasi experimental dengan Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja yang mengalami Sindrom Premenstruasi berjumlah 54 orang Responden tidak dilakukan randomisasi, kelompok perlakuan sebanyak 27 responden dan kelompok kontrol sebanyak 27 responden. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk dan analisis menggunakan uji Paired Samples T-Test dan Independent Samples Test Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,002) sehingga Brisk Walking Exercise berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan keluhan sindrom premenstruasi pada remaja Kesimpulan: Terdapat pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap pengurangan keluhan Sindrom Premenstruasi.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT B3 DI PUSKESMAS KABUPATEN PAKPAK BHARAT Donny Donny; Sri Wahyuni; Vera Christina Hulu
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v11i1.6356

Abstract

Latar Belakang: Limbah medis padat bahan berbahaya dan beracun (B3) berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila tidak dikelola sesuai standar. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat B3 di beberapa puskesmas di Kabupaten Pakpak Bharat belum sepenuhnya sesuai ketentuan. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan kebijakan pengelolaan limbah medis padat B3 di Puskesmas Kabupaten Pakpak Bharat berdasarkan komponen input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala puskesmas, kepala kesehatan lingkungan, tenaga kesehatan lingkungan/sanitarian, dan Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil: Komponen input telah didukung oleh ketersediaan SDM, sarana prasarana, pendanaan, dan pelatihan. Komponen proses telah dilaksanakan sesuai SOP mulai dari pemilahan hingga pengangkutan oleh pihak ketiga. Komponen output menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat B3 telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat keterbatasan pada beberapa sarana pendukung. Kesimpulan: Pelaksanaan kebijakan pengelolaan limbah medis padat B3 di Puskesmas Kabupaten Pakpak Bharat telah berjalan sesuai komponen input, proses, dan output, namun masih diperlukan peningkatan sarana pendukung dan monitoring untuk mengoptimalkan pelaksanaannya.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS PEER EDUCATOR TENTANG PENGETAHUAN HIV AIDS PADA REMAJA DI SMP MADYA UTAMA MEDAN Darwita Juniwati Barus; Henny Arwina Bangun; Nettietalia Br Brahmana; Elisa N Rajagukguk
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v11i1.6427

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai perilaku berisiko yang dapat meningkatkan kemungkinan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan pada remaja. Salah satu pendekatan edukasi yang dinilai efektif adalah pendidikan kesehatan berbasis peer educator, yaitu metode pembelajaran yang memanfaatkan teman sebaya sebagai penyampai informasi sehingga komunikasi menjadi lebih terbuka, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan remaja. Tujuan: Menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan berbasis peer educator dalam meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja di SMP Madya Utama Medan Metode: pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala puskesmas, kepala kesehatan lingkungan, tenaga kesehatan lingkungan/sanitarian, dan Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan Hasil: desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest (sesuaikan jika desain penelitian berbeda). Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik total sampling (atau sesuaikan dengan metode yang digunakan) dan melibatkan siswa SMP Madya Utama Medan yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pendidikan kesehatan berbasis peer educator. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai dengan distribusi data pada tingkat signifikansi α = 0,05 Kesimpulan: Pendidikan kesehatan berbasis peer educator terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja di SMP Madya Utama Medan. Pendekatan ini berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS pada kelompok remaja.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 5 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 4 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan dan Lingkungan Hidup Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 1 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup More Issue