Articles
1,015 Documents
Analisis Miskonsepsi Mahasiswa pada Pembelajaran IPA menggunakan Tes Diagnostik Multiple Choice Berbantuan CRI (Certainty of Response Index)
Sri Rahmadani Pulu;
Abd. Haji Amahoru
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1039
Miskonsepsi adalah konsep yang salah dan menyimpang dari konsep yang sebenarnya. Miskonsepsi muncul karena adanya konsep yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah para ahli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa pada pembelajaran IPA (fisika) konsep fluida statis menggunakan tes diagnostik multiple choice berbantuan CRI (Certainty of Response Index). Untuk mengetahui penyebab miskonsepsi pada pemahaman mahasiswa digunakan metode CRI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Ambon. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dalam memilih sampel penelitian. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa semester VI dan Semester VIII yang telah lulus matakuliah pembelajaran IPA dengan rata-rata nilai hasil belajar yang tinggi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes multiple choice berbantuan CRI dan lembar wawancara. Hasil analisis data menunjukan bahwa hampir pada setiap konsep fluida statis terdapat mahasiswa yang mengalami miskonsepsi. Rata-rata Miskonsepsi pada konsep tekanan hidrostatis dan hukum sebesar 68,57% dan miskonsepsi pada konsep hukum Archimedes sebesar 68.33%. Aspek penyebab miskonsepsi Mahasiswa adalah cara belajar, kemampuan mahasiswa, minat belajar dan metode mengajar. Perlu dilakukan reduksi miskonsepsi dengan menggunakan strategi pembelajaran yang cocok.
Penerapan Model Guided Inquiry Learning dengan Media PhET Simulation untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMP
Reny Indah Whayuni;
Laily Rosdiana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1067
Penelitian ini guna menunjang pembelajaran yang dapat meningkatan keterampilan proses sains siswa SMP. Pembelajaran tidak hanya menekankan pada proses pembelajaran yang bersifat teacher center tetapi perlu melibatkan siswa secara aktif dalam memperoleh pemahamannya (student center) melalui keterampilan proses siswa. Adapun aspek KPS yang diteliti yaitu merumuskan masalah, membuat hipotesis, menentukan variabel, interpretasi data, dan membuat kesimpulan. Desain penelitian ini one group pretest posttest design dengan subjek penelitian sebanyak 31 siswa SMP Negeri 18 Surabaya. Peningkatan keterampilan proses sains siswa ditunjukkan dengan hasil paired T-test (a=0,05) diperoleh sig. 0,000 < 0,05 maka ditolak menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Rata-rata respon siswa terhadap pembelajaran ini yaitu sebesar 90% dengan dominan persentase respon siswa memberi respon positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kesimpulan dari penelitian ini yaitu penerapan guided inquiry learning dengan media PhET dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP.
Keefektifan Problem-Based Learning dan Discoveri Learning Ditinjau dari Kemampuan Berfikir Kreaktif Matematis dan Minat
Abd. Haris
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1071
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas Problem-Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan minat siswa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan efektivitas PBL dan DL dalam hal kemampuan berpikir kreatif matematis dan minat siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest nonequivalent group. Populasi penelitian ini terdiri dari siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Woha Bima, dengan 3 kelas yang ada. Dua kelas, yaitu VIII A dan VIII C, dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Kelas VIII A menerapkan pembelajaran PBL, sementara kelas VIII C menggunakan pembelajaran DL. Analisis data dilakukan menggunakan uji one sample t-test, two group MANOVA dengan kriteria T2 Hottelling, dan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan yaitu pembelajaran PBL dan DL, efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika matematis dan minat siswa. Selain itu, PBL juga terbukti lebih efektif daripada DL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan minat siswa.
Efektivitas Penggunaan Media Permainan Ular Tangga Kimia Berbasis Android Materi Sistem Koloid terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA/MA
Anisa Sapitri;
Iswendi Iswendi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1078
Latar belakang penelitian ini adalah telah tersedia media permainan ular tangga kimia berbasis android materi sistem koloid yang valid dan sangat praktis, namun belum dilakukan uji efektivitasnya terhadap hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat keefektifan penggunaan media permainan ular tangga kimia berbasis android terhadap hasil belajar siswa pada ranah kognitif kelas XI SMA/MA. Penelitian ini adalah lanjutan dari pengembangan menggunakan model Plomp. Desain penelitian yaitu Pretest-Posttest Control Group Design dengan populasi siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Pengambilan sampel dengan teknik Cluster Random Sampling dan terpilih kelas eksperimen yaitu kelas XI IPA 2 dan kelas kontrol yaitu kelas XI IPA 4. Analisis data dengan uji N-Gain dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Kelas eksperimen memiliki rata-rata posttest sebesar 88,24 dan kelas kontrol sebesar 73,06. Rata-rata skor N-Gain kelas eksperimen 0,86 dikategorikan tinggi dan kelas kontrol 0,65 dikategorikan sedang. Nilai pengujian hipotesis didapatkan yaitu thitung (6,617) > ttabel (1,668) pada taraf kepercayaan α = 0,05. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan media permainan ular tangga kimia berbasis android secara signifikan efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif sehingga hipotesis H1 diterima.
Efektivitas Media Pembelajaran Power-Point Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Larutan Peyangga terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
Azizatis Salma;
Syamsi Aini
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1097
Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya, pengembangan media yang dapat menampilkan level representasi kimia dalam bentuk power-point interaktif pada materi larutan peyangga. Media yang dikembangkan oleh Riska Septia Dewi sudah diuji validitas dan praktikalitasnya, untuk dapat digunakan perlu dilakukan uji efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran power-point interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan peyangga terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik di SMAN 1 Lembah Gumanti. Penelitian eksperimen semu (quasi experiment) ini menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi terdiri dari kelas XI MIPA di SMAN 1 Lembah Gumanti tahun pelajaran 2022/2023 dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan berupa instrument tes yang terdiri dari 20 soal. Data hasil belajar dianalisis dengan uji N-Gain dan uji Hipotesis (Uji t). N-Gain Kelas eksperimen 0,63 dan N-Gain kelas kontrol 0,51 dengan kategori sedang, N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dari pada N-Gain kelas kontrol. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji-t, didapatkan sig (2-tailed) (0,001) < taraf signifikasi (0,05), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran power-point interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan peyangga efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan di SMAN 1 Lembah Gumanti.
Pengembangan Alat Pengukur Cepat Rambat Bunyi Menggunakan Sensor Ultrasonik
Zulfikar Zulfikar
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.894
Gelombang bunyi adalah salah satu materi pembelajaran fisika yang dianggap sulit oleh peserta didik. Salah satu penyebab hal tersebut adalah guru fisika hanya mengajar dengan media pembelajaran yang seadanya. Berdasarkan analsis kebutuhan yang telah dilakukan, sebagian besar guru fisika mengajarkan materi gelombang bunyi dengan menggunakan media berupa powerpoint. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat praktikum pengukur cepat rambat bunyi di udara dengan menggunakan sensor ultrasonik. Alat ini menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai pembangkit gelombang ultrasonik dan menggunakan mikrokontroler arduino sebagai sistem kontrol alat praktikum. Hasil dari pengukuran cepat rambat bunyi menggunakan alat ini adalah 342,9986038 m/s dengan presentase error sebesar 0,004294504%.
Konsep Fisika pada Sumpit Dayak dari Kalimantan sebagai Bahan Ajar berbasis Etnofisika
Novika Lestari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1014
Pembelajaran berbasis etnofisika merupakan kajian pembelajaran yang sering dikaji pada akhir-akhir ini. Ciri dari pembelajaran ini adalah mengkaitkan kebudayaan suatu daerah dalam proses pembelajaran fisika, baik sebagai bahan ajar maupun proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi prinsip fisika yang ada pada alat berburu sumpit Dayak Kalimantan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe eksplanasi deskriptif. Pendekatan pada penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan etnografi untuk mengkaji hasil kebudayaan berupa sumpit Dayak dalam proses pembelajaran fisika. Temuan dalam penelitian ini adalah konsep fisika yang ada pada alat berburu sumpit dayak terdiri dari konsep debit alir, gerak parabola dan pesawat sederhana khususnya bidang miring. Konsep debit alir menerangkan bahwa proses peniupan dari pipa sumpit dayak dipengaruhi oleh luas penampang dan kuat debit air yang berpengaruh pada kecepatan aliran udara dalam pipa sumpit dayak. Konsep gerak parabola pada damak menerangkan bahwa posisi sumbu x dan sumbu y dari sasaran sebagai acuan dalam membuat sudut antara pipa sumpit dan tanah. Konsep keuntungan mekanis pada damak dan sangkok menerangkan bahwa kemiringan sudut berdampak pada kemudahan suatu alat pesawat sederhana untuk digunakan.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP melalui Pendekatan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran IPA
Astiana Al Azizah;
An Nuril Maulida Fauziah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1090
Penelitian bertujuan menyelidiki efektivitas pendekatan Problem-Based Learning dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP. Metode pembelajaran mendorong siswa untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang konsep sains melalui pemecahan masalah nyata yang autentik. Penelitian dilakukan di sebuah SMP menggunakan satu kelas yang diberikan perlakuan. Model Problem-Based Learning diterapkan dengan menyajikan masalah yang relevan dengan konten sains yang dipelajari. Siswa diberi kesempatan untuk berkolaborasi, berdiskusi, dan mencari solusi kreatif melalui investigasi mandiri. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan proses sains sebelum dan setelah perlakuan pendekatan Problem-Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan proses sains siswa yang mengikuti pendekatan ini. Menghasilkan kemampuan yang lebih baik dalam memprediksi dan menganalisis data. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Problem-Based Learning efektif meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Implikasi penelitian ini adalah perlunya menerapkan strategi pembelajaran yang aktif dan berpusat pada siswa, di mana siswa terlibat dalam pemecahan masalah kontekstual untuk mengembangkan keterampilan proses sains. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendekatan pembelajaran inovatif dan relevan dalam pendidikan sains di tingkat SMP.
Pengembangan Bahan Ajar untuk Menunjang Pembelajaran Kurikulum Merdeka pada Materi Konsep dan Dampak Pemanasan Global Fase E SMA/MA
Sonnya Camelia;
Mawardi Mawardi;
Okta Suryani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1091
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar untuk menunjang pembelajaran kurikulum merdeka pada materi konsep dan dampak pemanasan global fase E SMA/MA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp dengan jenis penelitian Educational Design Research (EDR). Tahapan penelitian ini dilakukan hingga tahap prototyping phase pada uji small group. Pelaksanaan uji validitas dilakukan oleh tiga orang dosen kimia FMIPA UNPA dan dua orang guru kimi SMAN 8 Padang. Uji praktikalitas dilakukan oleh dua orang guru kimia SMAN 8 Padang dan Sembilan orang peserta didik fase E SMAN 8 Padang. Instrument yang digunakan yaitu angket validitas dan praktikalitas. Hasil uji validitas dianalisis menggunakan rumus Aiken’s V. Hasil dari analisis data diperoleh tingkat validitas bahan ajar yang dikembangkan sebesar 0,88 dengan kategori valid dan hasil analisis data praktikalitas guru dan siswa sebesar 90% dan 88%. Hal ini menandakan bahwa bahan ajar untuk menunjang pembelajaran kurikulum merdeka pada materi konsep dan dampak pemanasan global telah valid dan praktis.
Efektivitas Media Pembelajaran PowerPoint Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Reaksi Reduksi Oksidasi terhadap Hasil Belajar Siswa
Nadilla Mutia Erliansyah;
Syamsi Aini
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1098
Tersedianya media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada materi reaksi reduksi oksidasi yang sudah valid dan praktis, agar media ini dapat digunakan maka diperlukan uji efektivitas terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada materi reaksi reduksi oksidasi terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas X IPA MAN 2 Kota Padang tahun ajaran 2022/2023, cara penentuan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih dua kelas dari tujuh kelas dengan pertimbangan tertentu dari guru. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda dengan jumlah 20 soal. Data hasil belajar dianalisis menggunakan N-Gain dan Uji T karena data yang didapatkan berdistrubusi normal dan memiliki varians yang homogen. Nilai N-Gain yang didapatkan yaitu 0,78 pada kelas eksperimen dan 0,68 pada kelas kontrol. Pada uji T didapatkan Thitung = 5,899 > Ttabel = 1,66 dan dinyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada materi reaksi reduksi oksidasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.