cover
Contact Name
I Gusti Ngurah Triyana
Contact Email
ngrtriyana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalgunawidya@ihdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU
ISSN : 23555696     EISSN : 25550156     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Guna Widya adalah Jurnal Pendidikan Hindu yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Fakultas Dharma Acarya. Guna Widya memuat hasil penelitian maupun hasil pemikiran akademisi dan praktisi pendidikan Agama Hindu. Jurnal Guna Widya memberikan ruang gerak terhadap penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ajaran Agama Hindu yang bersifat mendidikan sehingga dapat membentuk karakter masyarakat Hindu yang cerdas dan berbudi pekerti yang luhur. Guna Widya juga memuat tentang aplikasi ajaran Agama hindu yang disesuaikan dengan adat, budaya dan tradisi masyarakat pendukungnya. Guna Widya lahir dengan harapan membuka cakrawala pendidikan yang luas khususnya dalam bidang pendidikan Agama Hindu
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Kawin Massal/Makandal Massal Studi Kasus Di Desa Songan A Dan B Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli parsua, gede rai; Triyana, I Gusti Ngurah
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i1.1212

Abstract

Perkawinan merupakan suka sama suka antara orang Pria dan Perempuan dengan di saksikan oleh tiga saksi yaitu Dewa saksi, Manusia saksi, Bhuta saksi. Perkawinan yang dilakukan di luar itu belum sah. Perkawinan yang paling sering terjadi di Bali adalah Perkawinan meminang (meminta) oleh pihak laki-laki kerumah perempuan. Biaya perkawinan dizaman modern ini lumayan besar menghabiskan uang apalagi istrinya dari jauh desa yang berbeda. Besarnya biaya tersebut dari pertama mesedek (memberitaukan kepihak wanita), meminang (mengambil), upacara perkawinan sampai resepsi. Besarnya biaya yang dihabiskan termasuk di Songan sehingga banyak melakukan tahapan Perkawinan satu tahapan saja. Tidak semua masyarakat yang melakukan upacara kawin massal di Songan. Yang melakukan upacara kawin massal di Songan hanya karena ada masalah saja. Penyebab adanya upacara kawin massal di Songan karena kawin lari, karena ada yang mengambi listri lebih dari satu, yang istrinya kedua, ketiga dan seterusnya di upacarai dengan kawin massal disamping itu juga ada yang karena belum tamat sekolah keburu kawin, karena keburu meninggal, karena ekonominya lemah. Berbagai macam fenomena ini khususnya yang keburu meninggal karena ekonomi lemah dan karena pada zaman dulu sering ada bencana, belum disetujui oleh orang tua yang perempuan sehingga sampai belum lengkap tahapan perkawinannya. Semua masyarakat Songan upacara perkawinannya dilakukan di Pura Desa. Tetapi sebelum ke Pura Desa terlebih dahulu dilakukan tahapan-tahapan. Tahapan yang pertama beakaon di rumah masing-masing. Tahapan selanjutnya seperti misalnya metipatbantalan (mendatangi rumah yang perempuan) bagi yang sudah meninggal biasanya dilakukan setelah diaben dengan mepiuning/nangiang Dewa Hyang untuk diiring diajak untuk kerumah perempuan dengan simbul pejati atau Daksina sebagaimana layaknya orang yang masih hidup dengan proses yang sama. Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut : Bagaimanakah Bentuk Perkawinan Massal Di Desa Songan, Kintamani, Bangli ?, Mengapa Perkawinan Massal di lakkukan di Songan, Kintamani, Bangli ?, Bagaimanakah Implikasi Perkawinan Massal Di Songan, Kintamani, Bangli ?. teori yang digunakan adalah teori fungsionalis struktural, teori fenomenologi dan teori perubahan sosial. Metode Penelitian ; Jenis dan Pendekatan Penelitian, Jenis dan Sumber Data. Metode Pengumpulan Data ; observasi langsung nonpartisifan, wawancara tidak berstruktur, Pustaka, pencatatan dokumen. Tehnik Analisis Datanya; Pengelompokan Data, Reduksi Data, Transformasi Data, Pengecekan Keabsahan temuan, Penyajian Data, Penyimpulan dan VerifikasiPerkawinan di Desa Songan ada yang melakukan Perkawinan/Makandal sendiri-sendiri atau non massal, dan ada yang melakukan Perkawinan Massal/Makandal Massal. Perkawinan massal maupun Perkawinan non massal di Songan dilakukan di Pura Bale Agung, semua masyarakat Songan melakukan Upacara Perkawinan di Pura Bale Agung baik massal maupun non massal. Idealnya sebuah perkawinan di Songan yaitu kalau sudah ada Tri Upasaksi (tiga saksi) yaitu Bhuta Saksi, Manusa Saksi, Dewa Saksi, maka Perkawinan menurut adat Songan tersebut Sah.Perkawinan Massal atau Makandal Massal dilakukan di Pura Desa/Pura Bale Agung Songan karena sudah turun temurun dan setelah Makandal Massal agar bisa memasuki Pura-pura yang ada di Songan. Selain itu Kawin Massal atau Makandal Massal dilakukan agar lebih efektif dan efisien karena jauh lebih hemat dibandingkan dengan non massalImplikasi Perkawinan Massal atau Makandal Massal di Songan  membawa dampak yang sangat jelas dirasakan, semua masyarakat Songan kalau sudah kawin langsung otomatis ngayah, atau disebut Ngayahang Kurenan, Ngayahang Kurenan artinya begitu kawin langsung melaksanakan kewajiban membayar peturunan di desa adat, segala macam urunan atau biaya upacara di Pura maupun suka-duka langsung mereka kena peturunan baik itu orang tuanya masih hidup maupun orang tuanya sudah meninggal.
PETA KONSEP PERKEMBANGAN AGAMA HINDU: PEMAHAMAN AWAL PENDIDIKAN AGAMA HINDU Aryana, I Made Putra; Wulandari, Ida Ayu Gde
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sumber historis pemetaan sejarah perkembangan agama Hindu, dari mulainya perkembangan agama Hindu itu sendiri sampai dengan sekarang. Penulisan artikel ini menggunakan metode kepustakan dan studi mendalam terhadap pustaka. Lembah sungai Sindhu di India adalah tempat awal perkembangan agama Hindu. Agama Hindu sebenarnya merupakan Sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan bangsa Arya dengan kebudayaan bangsa Dravida. Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Cina dan India yang menyebabkan adanya asimilasi budaya, sehingga agama Hindu lambat laun mulai berkembang di Nusantara. Dengan adanya akulturasi dan budaya yang diakui di tingkat nasional sebagai agama yang resmi, muncul berbagai standar prilaku keagamaan Hindu di Indonesia khususnya Bali, antara lain: Tri Kerangka Agama Hindu, Panca Sradha, Panca Yadnya, Tri Sandya, Kramaning Sembah, Dainika Upasana, Nista Madya Utama dan Desa kala Patra serta Tri Hita Karana. Secara historis, penulisan seluruh ajaran Hindu bersumber pada kitab Veda, yaitu Sruti, Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastusti. Sikap religius filosofis umat Hindu selalu berevolosi dan berkembang secara terbuka dan berkelanjutan di mana Hindu itu berkembang sesuai dengan keadaan alam social dan budaya dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Weda sebagai sumber ajarannya.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BER BANTUAN KARTU “SULANG MAYA” UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 BANGLI TAHUN AJARAN 2018/2019 Juta Ningrat, I Nengah Asrama; Somawati, Ayu Veronika
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.2010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa  melalui penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu Sulang-Maya pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Bangli tahun pembelajaran 2018/2019 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan tes dan observasi, serta data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu Sulang-Maya pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Bangli tahun pembelajaran 2018/2019 dapat meningkatkan aktivitas serta hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu.
KHARISMATIK PEMIMPIN DALAM BHISMA PARWA Subagia, I Nyoman -
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1435

Abstract

Dalam lingkungan kehidupan seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat tidak dapat terhindar dari sistem kharismatik seorang pemimpin, baik sebagai pemimpin maupun sebagai pengikut yang dipimpin. Kenyataan yang terjadi ada beberapa hal penyebab terjadinya masih kurangnya kharismatik pemimpin. Terkait dengan hal tersebut, maka dalam penelitian ini menawarkan kharismatik pemimpin dalam bhisma parwa, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang dipaparkan secara deskritif kualitatif, dengan hasil kharismatik seorang pemimpin dalam Bhisma Parwa ditekankan pada unsur pembawaan sifat-sifat manusia dari sejak lahir, namun di sisi lain kharismatik tersebut bisa di bangun pada diri seseorang melalui belajar, melakukan perbuatan yang baik, serta menumbuhkan nuansa spiritual dalam diri.Kata kunci: Kharismatik Pemimpin, Bhisma Parwa
AJARAN BHATARA SIWA DALAM LONTAR ANDHA BHUWANA KAJIAN PENDIDIKAN KARAKTER Artayasa, I Wayan
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.1866

Abstract

Ajaran-ajaran Bhatara Siwa banyak mengandung nilai-nilai moral, etika, dan susila. Nilai tersebut sangat baik diterapkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini termuat dalam teks-teks Agama Hindu Bali khususnya naskah lontar. Dari zaman dahulu hingga zaman sekarang keberadaan naskah lontar untuk dipelajari dan diteliti terus berkembang untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan karakter. Dalam ajaran Agama Hindu salah satunya disampaikan melalui cerita-cerita atau tutur-tutur. Pendidikan karakter tersebut disampaikan agar umat manusia diberikan gambaran-gambaran pengetahuan, antara kebaikan dengan ketidakbaikan, sehingga nantinya manusia dapat memilih mana yang baik mana yang buruk. Kedua perbuatan baik dan buruk membawa konsekuensi masing-masing, yang tentunya semua Agama mengharapkan agar manusia selalu berbuat kebaikan. Lontar Andha Bhuwana berisikan cerita tentang ajaran Bhatara Siwa yang sangat perlu dicermati karena berisi percakapan orang tua sebagai ayah (Bhatara Siwa), sebagai ibu (Bhatara Giri Putri), dan sebagai anak (Bhatara Gana/Ganesa). Cerita ini sangat relevan sebagai cerminan dalam mendidik khususnya pendidikan karakter dan memiliki makna dalam membentuk keharmonisan berumah tangga. Kewajiban sebagai anak berbhakti kepada orang tua, Mensyukuri kehidupan, dan Penyucian diri (pangruatan) serta harmonisasi alam.Kata Kunci : Ajaran Bhatara Siwa, Andha Bhuwana, Pendidikan Karakter.
PENTINGNYA KOMUNIKASI GURU DENGAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK Arini, Ni Wayan
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1724

Abstract

The success of character education in schools is the success of students in building their personal character, as well as the success of teachers in building students' character. Character education will not run well if it ignores one institution, especially the family. It is because the family is an environment for the growth and development of children from early age until they become adults. Through education in the family, character of the children will be build.Communication between the school (the school principal) and parents / guardians is one realization of school accountability. Even though the teachers in the school already have the opportunity to interact and influence the lives of students, will eventually return to the lap of his parents. Some examples of communication between teachers and parents of students are: making use of teacher meetings with students' parents, utilizing technological advancements, providing school Web sites, forming school committees.Keywords: Communication, Teachers and Parents, Student Character
PENGELOLAAN PASRAMAN DI SD NO.1 DARMASABA DALAM MENINGKATKAN SRADHA DAN BAKTI SISWA Supadmini, Ni Kadek; Budi Wijaya, I Komang Wisnu
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pengelolaan pasraman di SD No.1 Darmasaba dalam rangka meningkatkan Sradha dan Bakti Siswa. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari pihak pengelola pasraman, dokumen kegiatan pasraman serta teks literatur hindu. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan kepustakaan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengelolaan pasraman di SD No.1 Darmasaba menggunakan pola POAC yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Organisasi), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan). Dalam menerapkan pola itu, berbagai pihak ikut terlibat misalnya pengelola pasraman, pengajar, komite sekolah dan orang tua siswa.
PERTIMBANGAN PEMILIHAN PENGGUNAAN MEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU sari, ketut puspita
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1462

Abstract

Kegagalan seorang guru dalam mengembangkan media belajar akan terjadi jika penguasaan terhadap karakteristik media itu sanagat kurang, ketidakmampuan guru menjelaskan suatu bahan itulah data diwakili oleh peranan media , pemanfaatan media ini tidak asal – asalan menurut keinginan guru tidak terencana dan sistematik . Guru harus memanfaatkanya menurut langkah-langkah tertentu dengan perencanaan yang sudah disepakati dan sitematika 
REALITISASI PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI WUJUD BUDAYA BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sandat, I Dewa Putu; Sueca, I Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.2149

Abstract

Kegiatan yang dilakukannya guru adalah kerja keras, kerja cerdas, dan kerja iklas, serta disiplin harus dijadikan pedoman dalam pendidikan karakter di sekolah. Hal ini sangat penting, terutama untuk mencapai hasil yang optimal, sehingga peserta didik sebagai generasi muda (The Young Generation) memilki kerakter tinggi sesuai yang diharapkan  yang merupakan harapan pemerintah Indonesia. Hal ini dilakukan adalah untuk mencegah kekewatiran masyarakat atas kehilangan jati diri/ karakter pada peserta didik.Dengan berkarakter yang tinggi sehingga akan membawa peserta didik yang bermoral berakar pada filosofi, pengalaman dan memilki nilai cultural, religius bangsa Indonesia. Dengan demikian Pendidikan karakter harus berkelanjutana dan tak pernah berakhir (never ending process), sebagai bagian terpadu untuk menyiapkan genarasi bangsa, yang disesuaikan dengan sosok manusia memiliki masa depan.Pendidikan karakter harus menumbuhkembangkan filosofi dan pengamalan atas keseluruhan karakter bangsa ini secara utuh, dan menyeluruh (kaffah). Karakter bangsa mengandung perekat budaya dan cultural yang harus terwujud dalam kesadara cultural (cultural awareness) dan kecerdasan cultural (cultural intelligence) setiap warga Negara.
PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DALAM KEKAWIN NĪTIŚĀTRA BAGI REMAJA HINDU Seriadi, Si Luh Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1748

Abstract

The younger generation is the successor of the nation who has an interest in determining the future and integrity of the Indonesian nation. Therefore, the importance of fostering leadership education for the younger generation must be instilled early on given the increasingly widespread immoral cases that occur in society. In connection with the alignment of the basic values of character education with the values contained in Hinduism, character formation can be echoed based on the concept of Nītiśāstra leadership in Hinduism. The value of character education that can be realized is religion, social care, responsibility, peace of mind, hard work, democracy, and discipline.

Page 8 of 20 | Total Record : 199